
“Alex, perhatikan identitasmu! Kamu ini tersangka! Kamu nggak berhak membicarakan syarat dengan kami!” kata Joko tanpa sungkan.
“Kalau gitu kamu tunggu saja terus. Menurutku, Kak Gala mungkin akan segera mati karena sesak nafas,” kata Alex dengan nada acuh tak acuh.
“Apa? Gimana mungkin Kak Gala bisa sesak nafas? Kamu jangan asal ngomong!” Joko langsung panik hingga menyimpan pistolnya.
Alex berkata dengan pelan, “Ngapain aku memberitahumu? Terserah mau percaya atau nggak. Lagian ini bakal jadi tanggung jawabmu, toh nggak ada hubungannya denganku.”
“Ah? Alex, kamu harus menyelamatkan Kak Gala! Jangan sampai dia kenapa-napa.” Joko sangat takut. Jika Gala kenapa-napa maka dia sebagai pimpinan pusat penahanan pasti akan mendapatkan hukuman berat dari Richard!
Alex berkata, “Aku nggak punya kewajiban buat nyelamatin dia! Hei Marto, dengar ya. Dia ini datang untuk membunuhku!”
“Em, aku akan segera menghubungi Bu Nova dan memintanya segera kemari.” Joko nggak bisa menunda lagi. Karena dia nggak punya nomor Nova, maka dia pun mencari informasi kontak Nova dari buku alamat anggota kepolisian dan menelepon Nova.
“Halo?” Suara Nova yang nggak tahu apa yang terjadi terdengar.
“Halo? Halo, Bu Nova, saya Joko dari pusat penahanan. Saya mohon segera datang kemari karena ada sesuatu yang terjadi di sini, dan perlu diatasi oleh Anda, terima kasih!” kata Joko dengan tergesa-gesa.
Nova sangat terkejur, “Pimpinan pusat penahanan perlu bantuanku? Pak Joko sudah nggak waras ya?”
“Aduh! Nonaku, tolong jangan begitu! Di sini ada seorang pria bernama Alex yang ingin kamu datang ke sini, dia… intinya, segeralah kemari!” Joko sangat cemas sampai hampir mengalami pendarahan otak. Jika Kak Gala benar-benar kenapa-napa, maka tamatlah riwayatnya!
“Kalau gitu tunggu 20 menit.” Nova langsung menyetujuinya. Mengenai masalah kerja, dia bukanlah orang yang suka mendorong tanggung jawab kepada orang lain.
“Hah? 20 menit? Ya Tuhan, bisakah lebih cepat?” Joko sungguh cemas!
Nova pun merasa jadi kesal, “Pak Joko, ngomong apa kamu?! Sekarang, aku sudah bersiap ke sana! Kamu juga tahu seberapa jauh jarak dari kantor polisi ke pusat penahanan! Aku sudah menggunakan kecepatan tercepat!”
__ADS_1
Joko tak berdaya, “Baiklah. Nona, tolong cepatlah, aku benar-benar sangat panik!”
Joko cemas, tapi dia sendiri nggak berani masuk. Dia terus mondar-mandir di koridor, berbeda dengan beberapa penjaga lain yang tidak begitu cemas.
Meskipun Gaston sendiri yang membawa Gala masuk ke ruang tahanan, tapi dia hanya melaksanakan perintah dari Joko, oleh karena itu dia tidak merasa begitu terbebani.
Sebenarnya, Gaston telah meremehkan sikap tidak tahu malu seorang pejabat seperti Joko. Jika benar-benar terjadi masalah, maka Gaston lah yang akan menjadi kambing hitam!
Nova menepati janjinya, dia benar-benar tiba di pusat penahanan dalam waktu 20 menit.
“Ada apa?” Tanya Nova sambil bergegas masuk.
Joko segera menyambutnya, “Nona, Alex mengatakan dia nggak akan membuka pintu ruang tahanan kalau nggak bertemu denganmu. Bocah itu sombong sekali! Kurasa, kita harus membentuk tim polisi untuk menerobos ke dalam.”
“Menerobos ke dalam?” Nova tiba-tiba berhenti, “Pak Joko, kamu kok bisa menyinggung Alex? Setahuku, Alex adalah warga yang taat hukum. Kenapa kalian bisa memaksa seorang warga baik melanggar hukum?”
“Alex, ada apa ini? Kenapa kamu bisa ditangkap dan dimasukkan ke pusat penahanan? Kenapa nggak memberitahuku?” Meskipun setiap perkataan Nova terdengar sedang menyalahkannya, tapi dia sebenarnya sedang mengkhawatirkan Alex.
Kalau nggak, mungkinkah dia datang kemari hanya karena sebuah panggilan dari Joko? Dia datang dengan kecepatan tercepat hanya karena mendengar nama Alex.
Alex sendiri juga sangat tak berdaya, dia berkata dengan senyum pahit, “Pak polisi ini yang membawaku ke sini. Saat itu, aku juga nggak ada cara lain. Tapi, sekarang aku mengundangmu ke sini karena ada informasi penting yang perlu dilaporkan padamu. Sekarang, nggak boleh ada yang masuk ke dalam kecuali kamu.”
“Hm? Informasi apa?” Nova benar-benar nggak mengerti.
Alex berkata, “Kak Gala yang pernah kukatakan padamu, sekarang berada di dalam ruang tahananku.”
“Apa? Kalau gitu buka pintunya!” Nova seketika mengerti situasinya. Alex menunggunya datang karena ingin dirinya memberikan hukuman pada Kak Gala sesuai undang-undang.
__ADS_1
Alex menyerahkan kunci dari dalam, “Gala mengenakan seragam polisi untuk masuk ke ruang tahananku, selain itu dia juga membawa seikat kunci. Bu Nova, apa kamu mengerti kenapa dia bisa masuk dan ngapain dia masuk ke sini?”
Nova mengambil kunci dan membuka pintu, “Aku mengerti! Aku tahu maksudmu, nggak usah khawatir. Asal kamu menyerahkan Gala padaku, maka aku akan menangani kasus ini dengan jelas.”
“Baik, aku percaya padamu.” Alex menyembunyikan tubuhnya di balik pintu setelah Nova membuka pintu.
Nova langsung mengunci pintu besi setelah masuk, lalu menyinari Gala yang diikat oleh Alex seperti bungkusan nasi menggunakan senter. Dia hampir saja tertawa, “Ikatanmu cukup kuat juga.”
Alex berkata, “Dia ‘kan orang hebat, mana bisa kalau nggak kuat.”
Nova berkata, “Kalau gitu, aku akan segera membawanya pergi.”
Alex menghela nafas, “Jika aku nggak membantumu membawanya pergi, takutnya akan terjadi sesuatu padamu di pertengahan jalan.”
Nova berkata dengan tak yakin, “Kamu sudah mengikatnya sekuat ini, emangnya nggak cukup?”
Alex berkata, “Apa kamu yakin dirimu sendiri bisa menangani master sepertinya? Meskipun aku sudah mengikatnya dengan erat, tapi dia bisa membebaskan dirinya kapan saja, kamu jangan meremehkannya.”
Nova pun merenung. Meskipun dia merasa Alex nggak akan menyebabkan kecelakaan lalu lintas, apalagi melakukan kejahatan karena hal itu. Tapi, jika dia ingin membawa Alex pergi sekarang, maka ini sama saja dengan tidak mematuhi peraturan internal kepolisian!
Nova tidak punya pilihan lain selain menelpon Marvin Benard, kapten di timnya, “Pak Marvin, aku mengalami kesulitan, bisakah Anda membantuku? Begini…”
Dia menjelaskan situasi di sini kepada Marvin dengan bahasa yang paling ringkas, kemudian berkata, “Pak Marvin, aku sarankan untuk segera melaporkan hal ini ke pimpinan, karena aku harus membawa tersangka Alex pergi dan dia akan membantuku membawa tersangka Gala kembali.”
Marvin berkata, “Tersangka Gala yang kamu sebutkan apa memang seberbahaya itu?”
Nova berkata, “Tentu saja! Pak Marvin, aku berani jamin bahwa kita bukan lawan Gala meskipun kemampuan kita berdua digabungkan.”
__ADS_1
“Sehebat itu kah? Baiklah, aku akan membiarkan Alex membantumu, tapi Alex masih harus menerima hukuman dari pihak polantas. Kita nggak boleh melanggar hukum demi masalah pribadi,” kata Marvin dengan tegas.