Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 505 Bala Bantuan yang di Luar Dugaan


__ADS_3

Hal semacam ini sudah sering terjadi. Selain itu, mereka tahu orang yang hebat pasti akan menindas orang biasa dan hal ini sudah terjadi sejak zaman kuno. Kalau mereka tidak berhasil mendapatkan tanah itu, PT. Atish benar-benar akan masuk ke Sulawesi Tenggara dengan aman.


Kalau ingin mengusir PT. Atish dari sini, perlu menghabiskan lebih banyak tenaga.


Selain itu, setelah berhasil mendapatkan proyek ini, pihak pemerintah tidak akan jatuh dengan mudah, bahkan semua kebijakan pemerintah akan mengikuti proyek ini.


Bagaimanapun juga, pihak pemerintah tahu kalau penawar yang menang sering diubah, hasil akhirnya akan menyia-nyiakan tanah ini.


Sinarwa tak ingin PT. Atish berhasil, lalu dia telah lama memberi tahu hal ini pada kakaknya. Dia percaya kalau kakaknya telah membuat rencana yang baik.


Alex tersenyum. “Apa timku sangat hebat? Bisa-bisanya begitu cepat mendapatkan proyek besar ini. Kalau begitu, malam ini aku harus memberi imbalan pada mereka.”


Sinarwa berkata dengan tenang, “PT. Atish-lah yang mengambil proyek ini dari tangan keluarga Bazel, jadi nggak peduli bagaimanapun, kalian harus hati-hati.”


“Terima kasih atas peringatanmu, aku pasti akan berhati-hati.” Alex tersenyum, tapi dia tahu pengawal-pengawal itu sudah mulai mendekat ke arah mereka.


Sinarwa melambaikan tangan pada para pengawal itu dan semua pengawal menarik pelatuk dan bersiap menembak Alex.


Tapi, gerakan Alex lebih cepat dari mereka. Ketika para pengawal itu menarik pelatuk, Alex langsung menjatuhkan meja di sekitarnya, kemudian membentuk lingkaran, sedangkan Alex dan lainnya berada di dalam lingkaran untuk menghadang peluru.


Dor dor dor!


Peluru menembak ke meja, jadi kaca di meja itu mulai pecah.


Sedangkan Alex sedang menunggu, dia sudah mengirim posisinya ke Roselline, jadi dia percaya Roselline akan segera mengirim orang untuk menolongnya.


Dia bukan tidak ingin turun tangan. Kalau dia sendirian, dia bisa mencari terobosan, bahkan kalau dirinya beruntung dia bisa saja membunuh Farraz dan Sinarwa.


Tapi, sekarang ada empat orang yang perlu dilindungi, jadi dia hanya bisa melakukan pertahanan.


Alex menghancurkan gelas di tanah, lalu dia mengambil dua potong pecahan kaca itu, kemudian melempar keluar dari celah di antara meja.

__ADS_1


Tujuannya adalah Farraz dan Sinarwa.


Tapi, sebelum pecahan kaca itu hendak menembus leher mereka berdua, seseorang muncul di depan mereka berdua, lalu sepasang tangannya menepuk pecahan kaca itu dan kedua pecahan kaca itu jatuh ke tanah.


“Benar-benar berbahaya. Bisa-bisanya di saat ini memikirkan untuk membunuh Farraz dan Tuan Muda Ketiga, kamu benar-benar sombong sekali!” Taufan melihat Alex dan beberapa orang yang bersembunyi di belakang meja dengan ekspresi masam.


Setelah dia mendengus, dia mengambil satu kursi, lalu melempar kursi ini ke meja yang digunakan Alex sebagai pengadang peluru.


Bang!


Seketika formasi meja yang dibuat Alex menjadi ada celah, pengawal juga menggunakan kesempatan ini untuk menembak ke celah itu dan untuk sementara ini mereka tidak bisa menutup celah itu.


Selain itu, pengawal semakin dekat dengan mereka. Alex tahu, kalau terus begini, tubuh mereka akan muncul di hadapan mereka.


Alex percaya pada dirinya bisa membunuh semua pengawal itu, tapi dia tahu Friska dan lainnya tidak ada cara untuk menghadang peluru.


“Harus memikirkan satu cara, kalau gak kita semua akan mati di sini!” Alex merasa tak berdaya.


“Ketika aku hitung sampai tiga, kita harus menatap dua meja ini, lalu berlari ke sana.” Alex menunjuk ke jendela yang di kejauhan.


Alex tahu, sekarang mereka tidak mungkin bisa keluar dari pintu, karena depan pintu pasti sudah dijaga oleh pengawal. Kalau mereka berani keluar, pasti akan ditembak habis-habisan. Selain itu, kalau mereka dihadang di depan pintu, maka mereka akan sulit untuk maju dan mundur dan pengawal yang di dalam aula pasti akan mengepung mereka.


Jadi, jendela adalah pilihan terbaik.


Tapi, ada satu hal, sekarang mereka di lantai 5, kalau melompat dari jendela, pasti akan mati.


Sekarang mereka sudah dalam kondisi bahaya, juga tidak bisa kabur. Pada saat ini, dia melihat Farraz duduk tenang di sana, jelas tahu kalau Alex dan lainnya tidak mungkin bisa meninggalkan tempat ini.


Semua orang yang mempermalukan keluarga Bazel tidak mungkin pergi dari sini dengan hidup.


Wajah Sinarwa sangat ganas, dia menatap ke arah Alex dengan dingin. “Richard bisa mati di tanganmu karena dia sial, apa kamu benar-benar mengira kamu hebat sekali? Benar-benar konyol!"

__ADS_1


Saat ini, Farraz menggertakkan giginya dengan marah, ekspresinya juga sangat masam. “Aku mau membunuh si brengsek itu, juga wanita ****** itu!”


Dia melambaikan tangan pada anak buahnya, lalu anak buahnya meletakkan satu pistol di tangan Farraz.


Dia menembak ke meja yang dijadikan Alex sebagai pelindung.


Dor dor dor!


Peluru menembak ke permukaan meja, tapi hanya kaca di permukaan itu hancur, tapi tidak menembus meja itu.


Sebaliknya, tiga sisi lainnya sudah dalam kondisi bahaya, bahkan akan tembus, karena serangan pengawal yang terus-menerus.


Alex memegang dua meja, lalu mulai mundur ke belakang dan berjalan ke arah jendela itu.


Sinarwa tertawa. “Ingin pergi? Nggak bisa, aku sudah mengepung tempat ini, selain kalian lompat dari lantai 5 ini. Kalau gak, hasil akhirnya adalah dibunuh pengawalku!”


Pada saat ini, Alex tidak bisa peduli begitu banyak, dia tahu satu-satunya hal yang bisa dia lakukan sekarang adalah mundur ke jendela itu. Jika dia ingin melindungi Friska dan lainnya, dia hanya bisa melakukan hal yang merendahkan itu.


Sayangnya sekarang dia juga tidak ada acara lain, karena empat orang di sisinya perlu dilindungi, jadi sekarang hanya bisa melakukannya dengan pelan.


Setelah mereka tiba di depan jendela, tiba-tiba satu tali jatuh dari atas. Alex langsung memegangnya, lalu menengadahkan kepala untuk melihat ke atas, kemudian melihat seorang pemuda sederhana menatapnya dengan penasaran.


Dia langsung terpikir siapa yang akan melakukan hal ini.


“Tampaknya membiarkannya menjadi anggota PT. Atish sangat bagus.” Alex mengangguk, dan mengakui kemampuan Alif.


Meskipun dia ingin menjadikan Alif sebagai karyawannya, dia juga harus bisa meninggalkan tempat ini.


Setelah ada tali, Alex mengikat tali ini ke atas tiang, kemudian membiarkan Friska turun duluan.


“Kepanjangan tali ini cukup sampai bawah, jadi kalian turun saja, sedangkan aku yang akan menghadang serangan dari lawan…” kata Alex.

__ADS_1


Tapi, sebelum dia selesai bicara, satu meja dihancurkan oleh kursi.


__ADS_2