Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Pelindung Wanita


__ADS_3

“Kota Medan terlalu besar! Pakai mobil juga butuh 4 jam, belum lagi pas pulangnya.” kata Erika kepada Alex yang duduk di sampingnya sembari mengemudikan mobil BMW X5 nya.


 


 


Alex membuka mata dan memandangi keramaian di luar jendela, “Si Bos besar Kennedy Mahari sudah menguasai Medan selama beberapa dekade dan menikmati segala kekayaan dan kemuliaan.”


 


 


Erika berkata, “Kennedy sudah berkecimpung di dunia bisnis sejak lama, tidak mudah bagi kita untuk mengguncangnya.”


 


 


“Takut?” ucap Alex sambil tersenyum.


 


 


“Apa yang perlu aku takutkan kalau ada kamu?” Erika selalu percaya diri terhadap Alex, “Tapi, kita perlu mulai dari nol, walaupun mengembangkan bisnis, kita juga tidak bisa dibandingkan dengan kerajaan bisnis Kennedy.”


 


 


Alex menunjuk atap mobil, lalu berkata, “Tenang saja, kita punya dukungan dari atas, Kennedy tidak bisa berbuat apa-apa.”


 


 


Berbicara tentang kehebatan Kennedy yang diketahui oleh Erika, itu hanya sekedar dari segi dunia bisnis, tapi Alex justru tahu kalau di sisi Kennedy masih ada seorang ahli hebat bernama Tambo. Dengan adanya bantuan dari orang tersebut, barulah posisi Kennedy di kota Medan bisa bertahan begitu lama.


 


 


“Belok kanan di depan…” bunyi GPS mengingatkan.


 


 


“Sudah sampai.” Erika memarkirkan mobil, lalu berkata, “Astaga, Hotelnya benar-benar megah, Hotel Royal?!”


 


 


Alex menengadah dan melihat sekilas, “Buset, ada puluhan lantai. Tidak heran sih, di kota besar seperti Medan tentu saja hotelnya juga harus megah. Benar di sini tempat pesta yang temanmu si Alea bilang?”


 


 


Erika mengangguk, “Uhm, lokasi yang Alea kirim padaku memang benar di sini. Untuk saja kita datang tepat waktu, sudah jam 11.30 siang sekarang!”


 


 


Begitu memasuki pintu utama hotel, terlihat sebuah papan penunjuk yang menunjukkan bahwa pesta berada di lantai 12.


 


 


Keduanya naik ke atas menggunakan lift, begitu pintu lift terbuka, seorang wanita  Medan yang cantik membelalakkan matanya menatap Erika, “Hahaha! Erika sayang, sudah lama ya tidak ketemu, makin cantik saja!”


 


 


Wanita cantik itu berjalan cepat ke hadapan Erika dan memeluknya, dia bahkan memberi kecupan di pipi Erika!


 


 


Erika agak canggung karenanya, dia melihat Alex dengan hati-hati, lalu berkata, “Alea, kamu masih saja bar-bar begini.”


 


 


Alea terkekeh, lalu dia menatap ke arah Alex, “Eh, ini Kakak Ipar ya? Aku mau tidur bareng Erika malam ini, jangan cemburu ya.”

__ADS_1


 


 


Alex mengangkat bahunya dan berkata, “Tidak apa, aku jual dia padamu.”


 


 


“Hah? Kamu penyelundup manusia?” Alea menyipitkan matanya sambil menatap Alex, lalu memegang tangan Erika dan berkata, “Cepatlah! Yang lain sudah sampai.”


 


 


Alex membuka kedua tangannya dan berkata kepada Alea, “Eh cantik, aku kira ini cara kalian menyambut tamu, tahunya tidak ada urusanku di sini.”


 


 


Alea tiba-tiba berkata, “Ka, aku rasa suamimu ini bukan orang baik-baik.”


 


 


Saat memasuki ruang perjamuan, Alea berkata dengan lantang, “Cepat lihat! Si cantik yang datang dari Jakarta sudah tiba——Erika! Beri tepuk tangan!”


 


 


Setelah suara tepuk tangan berhenti, datanglah seorang pemuda berpakaian rapi, kulitnya putih, mempunyai lipatan mata, bibir yang tipis, dan rambutnya yang diberi banyak minyak rambut, dia mengulurkan tangan kepada Erika dengan gayanya yang dianggap elegan, “Wah! Erika, pas masih kuliah kamu itu pacar idamanku lho, akhirnya hari ini ketemu juga, sini, peluk bentar.”


 


 


Erika mundur setengah langkah tanpa sadar, pemuda yang membuka lebar kedua tangannya justru melangkah maju tanpa sungkan.


 


 


“Charles, dia sudah punya suami!” kata Alea memelototi Charles.


 


 


 


 


Sambil menatap sekeliling, dia juga terus maju untuk memeluk Erika.


 


 


Namun, siapa sangka kalau yang dipeluknya justru adalah Alex, Alex bahkan tersenyum dan berkata, “Bung, jangan peluk erat-erat, aku jadi curiga kamu punya masalah seksual?”


 


 


“Hahaha….” teman-teman yang hadir di sekitar seketika tertawa terbahak-bahak, terutama Alea, dia sampai membungkukkan badan dan hampir tidak bisa bernafas.


 


 


“Kamu!” raut wajah Charles berubah, dia seperti disengat oleh kalajengking, dia kemudian melepaskan Alex dan memelototinya, saat melihat ke arah Erika, senyuman kembali muncul di wajahnya, “Ka, kamu tuh pacar idamanku, tahu tidak? Acara kali ini aku yang booking! Seluruh lantai 12 sudah aku booking, lho biar tidak ada orang luar yang mengganggu kita, hehehe.”


 


 


Alex berdiri diam di sisi Erika dengan ekspresi biasa-biasa saja sambil menatap pemuda itu memamerkan diri layaknya burung merak yang sedang membuka ekornya.


 


 


Dia tidak boleh membiarkan orang seperti Charles menyentuh Erika.


 


 

__ADS_1


“Charles, keluargamu kaya banget ya.”


 


 


“Tidak juga kok, cuma sekitar 400 an miliar doang.”


 


 


“Reservasi hari ini juga pasti mahal, kan ya?”


 


 


“Tidak, booking seluruh lantai ini hanya 600 juta, belum termasuk minumannya.” Charles semakin bangga saat menjawab pertanyaan teman wanita di sampingnya.


 


 


“Wahh! Gajiku selama 1 tahun habis begitu saja kena kamu!” seorang teman wanita yang sepertinya seorang karyawan berkata dengan wajah berbinar.


 


 


“Salma, kamu kerja di mana? Kok dikit sekali gajinya?” tanya Charles tanpa menyembunyikan rasa bangganya.


 


 


Salma menghela nafas dan berkata, “Cuma sebuah perusahaan kecil saja, aku baru saja pindah kerja, gaji pokoknya 12 juta, terus bonusnya paling 6-8 juta. Gajiku setahun saja tidak cukup untuk pengeluaranmu 1 hari, huh.”


 


 


“Kasihan banget, Salma, kalau kamu punya tampak seperti Erika, aku pasti akan menjadikanmu simpanan.”  ucap Charles sembari melirik ke arah Erika, dia semakin benci pada Alex saat melihatnya masih saja berdiri di sisi Erika.


 


 


Salma berkata sambil tersenyum, “Kalau gitu hidupin aku sekarang juga!”


 


 


Alea kemudian memeluk Salma dari belakang, “Hei! Ini acara reuni, bukan kontak jodoh. Tolong dikondisikan ya.”


 


 


Tatapan Salma tidak beralih dari Charles, dia lalu berkata, “Eh, jumlah kita kan baru belasan orang, terlalu berlebihan kalau booking satu lantai.”


 


 


Alea berkata, “Kudengar PT. Atish itu perusahaan milik keluarga Charles, asetnya memang bisa mencapai ratusan miliar. Namun, kayaknya kamu tidak punya kesempatan, tadi kan Charles sudah bilang kalau pacar idamannya itu Erika.”


 


 


Salma menjulingkan mata, lalu berkata, “Alea, jangan menghina orang dong! Erika kan sudah punya suami!”


 


 


Charles duduk di kursi VIP, dia juga mengundang Erika untuk duduk di kursi tamu VIP, tapi Erika menolaknya dengan tegas, oleh karena itu, tempat itu diduduki oleh Alea.


 


 


Saat Salma duduk di kursi tamu VIP yang lain, Charles menahan bahunya dan berkata, “Sana, sana! Salma, punya otak tidak sih? Yang duduk di sini  tentu saja ketua kelas kita, Julian! Jul, duduk di sini!”


 


 


“Sajikan hidangannya!” teriak Charles.

__ADS_1


__ADS_2