Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 567 Cara yang Tak Waras


__ADS_3

Setelah Zaen selesai berbicara, sosok hitam tiba-tiba muncul di aula kosong ini, lalu sosok hitam itu menghilang lagi.


Semua ini seperti tidak pernah terjadi.


Zaen mengurut keningnya karena lelah, lalu lanjut melihat informasi di atas kertas.


Terus ada orang yang mengirim informasi kepada Zaen, sedangkan Zaen memberi perintah melalui informasi tersebut.


Meskipun Zaen ingin pergi ke tempat kejadian untuk melihat kondisi, tapi dia perlu memimpin situasi keseluruhan, jadi dia tidak boleh ke sana.


Bagaimanapun juga, dia tidak tahu Alex masih ada rencana lain atau tidak. Lalu, dia percaya kalau Biro Red Shield pasti ada rencana mematikan. Jadi kalau dia muncul di depan mereka, bukankah itu berarti dia akan kalah?


Dia tidak boleh melakukan hal semacam ini. Sekarang adalah waktunya bersikap tenang, siapa yang duluan panik, maka dialah yang kalah.


Sekarang jarak Alex dan Ruby dengan pintu terowongan itu hanya tersisa 1000 meter. Saat ini, mereka juga sudah melihat apa yang terjadi sehingga terjadi kemacetan.


Ada sebuah truk menghadang di tengah, sedangkan truk itu sudah terbalik dan minyak di truk itu terus mengalir.


Tidak ada orang di sekitar, hanya ada para pembunuh yang terus mendekati Ruby dan Alex.


Ruby melihat Alex dengan tak berdaya, karena dia tahu sekarang tidak ada jalan keluar lagi.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” Ruby menatapnya dengan bingung.


Alex menarik napas dalam. “Keluarga Bazel benar-benar sudah gila, apa mereka nggak takut pihak pemerintah mengutus militer untuk menyerang mereka?”


Dia tahu apa kegunaan truk minyak ini. Setelah dia tiba di tempat ini, dia sudah tahu bagaimana cara keluarga Bazel menghalangi mereka.


Alex menoleh untuk melihat penembak yang mengejar mereka. Lalu, dia menyembunyikan Ruby ke belakang mobil, lalu dia menembak musuh yang berlari kemari.


Seorang pria tertembak karena tidak sempat menghindar, lalu pria itu tergeletak. Sedangkan musuh yang lain segera mencari tempat untuk bersembunyi.


Setelah Alex membuat musuh itu mundur. Dia langsung menarik Ruby untuk melewati truk minyak ini dari belakang. Setelah dia meletakkan Ruby di lantai, dia berkata, “Kamu maju terus, di luar sana pasti nggak ada musuh lagi. Kamu hanya perlu berjalan sampai keluar, lalu akan ada orang yang menjemputmu.”


Ruby melihat Alex dengan penasaran, kemudian bertanya dengan bingung, “Jadi bagaimana denganmu?”

__ADS_1


“Aku nggak mungkin keluar bersamamu. Kalau kita sama-sama keluar, seluruh terowongan ini akan meledak,” kata Alex dengan senyum.


“Tapi ….” Ruby menjadi sangat panik.


Alex hanya memegang kepala Ruby. “Bukankah kamu ingin mencari keadilan untuk diri sendiri? Sekarang saatnya mencari keadilan. Kamu harus tahu bahwa sekarang adalah waktu terbaik. Kalau Farrel berhasil diberi hukum, dia akan dipenjarakan selama sepuluh tahun, bahkan lebih lama. Saat itu, kamu sudah menyelesaikan studimu, juga pergi dari sini. Selain itu, keluarga Bazel akan hancur dalam beberapa tahun ini.”


Ruby memanyunkan bibir. Meskipun dia tidak rela, dia tetap menganggukkan kepala, karena dia tahu dirinya ada hal penting yang perlu dilakukan.


Sedangkan inilah tujuan Alex dan yang lainnya untuk melindungi dirinya.


Juga agar dia bisa mencari keadilan untuk dirinya.


Dia tidak akan membuat Alex kecewa!


Jadi, Ruby berjalan keluar dengan kuat, sementara Alex menginjak truk itu untuk berbalik.


Saat ini, para penembak itu sudah mengira Alex meninggalkan tempat ini. Alhasil melihat dia kembali lagi, mereka semua menunjukkan ekspresi tercengang. Tapi, mereka lupa kalau diri mereka sudah kehilangan perlindungan.


Alex pun menembak ke sana sehingga empat hingga lima orang mati tertembak.


Di terowongan yang berjarak 1300 meter dari Alex, Mark sedang menatap Gerik dengan senyum dingin, tapi sudut bibirnya sudah mengalir darah.


“Alam Grandmaster tingkat atas memang hebat, tapi kamu bukanlah musuh terhebat yang kutemui. Hanya bisa dibilang, kalau ini pertama kalinya aku mengandalkan kemampuanku untuk bertarung,” kata Mark dengan dingin.


Gerik hanya mendengus. “Beraninya bocah sepertimu berkata sombong, tampaknya hajaran yang kamu terima belum cukup!”


Serangan Gerik sangat cepat, selain itu tangan Gerik memegang satu pedang. Setelah muncul, dia langsung menebas ke arah Mark, seperti ingin membelah Mark menjadi dua.


Mark tahu dirinya tidak boleh langsung menyerang Gerik, jadi dia menghentakkan kaki untuk terbang ke belakang. Lalu, dia bersandar di satu mobil, kemudian menginjak mobil itu untuk naik ke atas.


Mobil itu ditendang hingga setengah meter, sementara Mark menyerang Gerik dengan cepat. Seketika, dia sudah tiba di depan Gerik. Saat ini, Gerik belum sempat merespons karena baru saja melakukan serangan, tapi serangan Mark sudah tiba di depan Gerik.


“Kurang ajar!” Setelah Gerik menarik pedangnya, dia langsung menggunakan tangan satu lagi untuk menghadang serangan Mark.


Plak!

__ADS_1


Pisau Mark sudah menyayat lengan Gerik, tapi bahu Mark juga dipukul oleh Gerik. Mark mundur sampai mobil, lalu memegang bahunya.


Saat ini, Gerik juga melihat lengannya, sudah ada goresan yang meneteskan darah di bagian lengannya.


Mark mengangkat pisaunya untuk dijilat, lalu tersenyum dengan dingin. “Maaf, terkadang aku suka melakukan serangan yang bisa merugikan kedua pihak, meskipun kadang kerugianku agak besar, tapi aku juga akan melakukannya. Bagaimanapun juga, aku nggak akan rugi, karena kamu sudah mencapai Alam Grandmaster tingkat atas, tapi malah dilukai orang biasa sepertiku. Haha.”


Gerik tidak marah, hanya berkata dengan tenang, “Cara merugikan dua belah pihak memang benar, tapi lukamu terlihat lebih parah dariku. Selain itu, aku sudah melukai satu tanganmu, kalau kamu menyerangku lagi, tanganmu yang satu lagi juga akan luka. Saat itu, aku ingin lihat bagaimana kamu bertarung denganku!”


Mark hanya mengangkat bahunya. “Saat itu, aku pasti punya cara, jadi nggak butuh kepedulianmu.”


Gerik pelan-pelan mengangkat pedang panjangnya. “Kalau begitu, mati saja kamu agar tidak bisa melawan lagi!”


Mark hanya tertawa sambil mengangkat pisaunya, lalu dia berlari dengan cepat, tapi anehnya kecepatan ini tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Selain itu, dia bisa mengelilingi mobil itu tanpa ada halangan.


Gerik menebas ke arah Mark dengan pedangnya, tapi pada akhirnya pedang itu hanya menebas udara.


Sedangkan pisau Mark menyerang ke wajah Gerik, membuat Gerik menarik pedangnya untuk menghadang serangan Mark dengan telapak tangannya.


Tepat ketika dia mengira dia berhasil menghadang serangan Mark, dia menyadari tubuh Mark lemas, lalu lepas dari genggaman tangannya.


Setelah Gerik berhasil menghadang pisaunya, dia pun segera mundur.


Lalu, Gerik menatap Mark dengan kaget, sedangkan Mark menatapnya dengan senyum dingin.


Gerik berdiri tidak jauh dari Mark, tapi gerakan Gerik sudah terhenti.


Gerik juga kaget. “Jurus macam apa ini?”


Tadi dia bisa memastikan dirinya sudah berhasil memukul Mark, tapi Mark akhirnya menghindari serangannya, bahkan menggunakan jurus yang sangat aneh.


Mark hanya menyeringai. “Apa kamu ingin mempelajari jurus ini? Aku bisa mengajarimu, kok.”


Gerik mendengus. “Hanya jurus dari sekte nggak baik. Meskipun itu sangat aneh, aku juga bisa menebasnya dengan pedangku!”


Dia berjalan mendekat ke arah Mark.

__ADS_1


__ADS_2