Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 607 Undangan Si Gendut


__ADS_3

Si gendut adalah yang pertama masuk dan langsung keluar dengan bangga. Dia menepuk pundak Alex dan berkata, "Sudah kubilang, aku yakin bisa lolos. Ayah sudah memberi pesan. Tenang saja, aku sudah berbicara dengan pewawancara di dalam dan akan membiarkanmu masuk juga. Oh ya, siapa namamu?"


Alex tersenyum dan berkata, "Namaku Alex."


Si gendut itu menatap pewawancara yang berdiri di depan pintu dan menunjuk ke arah Alex, "Itu dia, namanya Alex."


Pewawancara buru-buru menganggukkan kepala dan tersenyum.


Alex tidak menyangka dia akan mengalami hari di mana dia akan dijaga. Dia menatap si gendut saat dia berjalan dan tersenyum, "Jangan pergi terlalu cepat dulu, aku akan mentraktirmu makan nanti."


Si gendut berkata dengan sangat bangga, "Bagus sekali, sepertinya kamu sangat cocok untuk menjadi pengikutku."


Alex segera dipanggil ke kantor wawancara. Pewawancara tidak menanyakan apa-apa, hanya bertanya apakah dia membawa resume yang tentu saja tidak dia bawa.


Akan tetapi meski begitu, pewawancara tetap meloloskan Alex untuk mengikuti wawancara.


Alex menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit dan keluar dari ruangan.


Saat ini, si gendut sudah menunggu di luar. Alex berjalan dan berkata sambil tersenyum, "Tunggu aku, kurasa aku masih harus pergi dan bertemu dengan orang-orang perusahaanmu. Aku nggak akan lama."


Si gendut sedang duduk di dalam ruang tamu. Saat ini seorang resepsionis sedang bermain-main dengan si gendut, jadi pria itu hanya melambaikan tangannya dengan santai.


Resepsionis lain datang ke depan Alex dan berkata sambil tersenyum, "Tuan Alex, silakan ikut denganku. Pak Oliver sudah menunggumu."


Setelah Alex tiba di kantor, dia melihat seorang pria paruh baya sedang menangani dokumen. Begitu melihat Alex datang, dia menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Resepsionis langsung pergi, meninggalkan Oliver dan Alex di dalam kantor ini. Oliver bertanya dengan rasa ingin tahu, "Entah apa yang membuat Tuan Alex datang menemuiku?"

__ADS_1


Alex tersenyum dan berkata, "Kamu juga tahu persaingan antara PT. Atish dan keluarga Bazel. Aku hanya ingin tahu apakah kamu bisa bekerja sama denganku? Bagaimanapun, kamu adalah mitra keluarga Bazel. Kalau kamu bekerja sama denganku, itu berarti keluarga Bazel benar-benar akan runtuh."


Oliver menggelengkan kepalanya. "Maaf, perusahaan kami menjunjung tinggi kejujuran. Karena kami sudah bekerja sama dengan keluarga Bazel, kami nggak bisa bekerja sama dengan PT. Atish. Mohon maaf, aku nggak bisa bekerja sama denganmu."


Alex berkata dengan tenang, "Nggak masalah, aku tahu kamu pasti akan menolak, tapi ada begitu banyak perusahaan di Provinsi Sulawesi Tenggara telah mencapai kesepakatan denganku secara diam-diam. Mereka juga akan memberi kami apa yang kami butuhkan. Tentu saja, kami memberi mereka harga 30% di atas harga pasar untuk dibeli, sehingga mereka akan mendapatkan banyak uang."


Oliver mengangkat alisnya. Dia melihat Alex mengeluarkan beberapa kontrak dan setelah melihat sekilas dia sepertinya tahu perusahaan apa saja yang tertera.


Akan tetapi, dia masih tidak akan berubah pikiran. Bagaimanapun juga, dia tahu kalau berubah sekarang, itu artinya dia akan melawan keluarga Bazel dan pastinya dia tahu apa konsekuensi dari melawan keluarga Bazel di Provinsi Sulawesi Tenggara.


Maka dari itu, dia tidak ingin mengambil risiko. Meskipun dia tahu dalam situasi ini, perusahaan mereka mungkin bisa menghasilkan banyak uang.


Itu juga adalah keuntungan murni. Dengan 30% di atas harga pasar yang hampir setinggi langit dan kalau mereka bekerja sama dengan PT. Atish, semua pendapatan untuk tahun ini akan menjadi pemecah sejarah.


Akan tetapi, dia sama sekali tidak berani melakukan perlawanan.


Alex berkata dengan datar, "Sepertinya Pak Oliver masih belum mau melakukan hal semacam ini, tapi nggak masalah. Aku ini sangat sabar. Kamu bisa berbicara denganku kalau berubah pikiran."


Kemudian, Oliver meminta resepsionis untuk mengantar Alex keluar.


Baru setelah Alex pergi, dia menelepon keluarga Bazel dan melaporkan hal ini. Yohan sangat puas setelah mendengar ucapan Oliver.


"Bagus sekali. Aku tahu kamu adalah orang yang paling berprinsip. Teruslah bertahan." Yohan mengakhiri panggilan dengan senyuman dingin.


Tentu saja dia tahu kalau tidak membereskan mereka sebelumnya, kemungkinan besar mereka akan benar-benar bekerja sama dengan PT. Atish.


Begitu Alex tiba di ruang resepsi, dia berkata kepada si gendut, "Aku sudah selesai. Ayo pergi makan?"

__ADS_1


Si gendut kebetulan baru saja selesai bermain. Setelah membuat janji dengan wanita di meja resepsionis untuk bermain lagi lain kali, dia pun menarik Alex ke luar.


Setelah makan, si gendut melihat pesan di ponselnya dan berkata dengan mata berbinar, "Alex, kebetulan nanti malam aku akan menghadiri pesta. Apa kamu mau ikut bersenang-senang denganku?"


Alex menatap si gendut dengan rasa ingin tahu. Dia mengira si gendut ini seorang kutu buku yang selalu berpegang teguh pada prinsip kutu buku. Bagaimana mungkin ada acara mewah seperti pesta?


Itu sama sekali tidak sesuai dengan penampilan si gendut ini.


Akan tetapi, Alex memikirkannya dan merasa tidak perlu pergi. Dia juga tahu alasan mengapa si gendut memintanya untuk pergi.


Karena sekarang si gendut baru saja kehilangan seorang pengikut, akan memalukan kalau dia pergi tanpa seorang pengikut. Itulah mengapa dia ingin Alex pergi.


"Biar kuberi tahu, kali ini Tuan Muda Zarif juga akan datang ke pesta itu. Kamu pasti tahu siapa Zarif, 'kan? Dia adalah anak bungsu kedua dari PT. Mega. Kalau kamu bisa mengenalnya, kamu akan memiliki masa depan yang cerah." Si gendut itu berkata dengan sangat bangga seolah-olah dia adalah Zarif.


Alex tidak berencana untuk pergi. Akan tetapi setelah mendengar ini, dia pikir dia akan pergi dan menemuinya.


Lagi pula, langkah selanjutnya bagi PT Atish adalah menyerang PT. Mega, jadi akan sangat baik kalau dia bisa belajar sedikit tentang PT. Mega dari sisi Zarif.


Justru karena pemikiran inilah akhirnya dia menganggukkan kepalanya.


Di malam hari, si gendut membawa Alex ke lantai atas Hotel Gana yang sudah disewakan.


Tempat itu digunakan untuk pesta terbuka semacam ini. Setelah memasuki lantai paling atas, suara memekakkan telinga bisa terdengar dan ada banyak anak muda yang sedang minum dan mengobrol.


Pria dan wanita tengah berbicara dan tertawa.


Setelah Alex tiba di pesta ini, si gendut langsung menunjuk ke arah Zarif yang berdiri di atas panggung tinggi tidak jauh dari situ. Saat ini, Zarif sedang menyapa teman-temannya di sekelilingnya dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


Si gendut itu berkata kepada Alex, "Lihat, itu Tuan Muda Zarif. Bukankah dia gagah? Kuberitahu kamu, sekarang di Provinsi Sulawesi Tenggara, hanya Tuan Muda Zarif yang bisa setangguh itu. Sekarang para tuan muda keluarga Bazel dihukum dan kakak Tuan Muda Arif masih terbaring di rumah sakit, hanya dia yang bisa hidup senyaman dan sesantai itu."


__ADS_2