Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Serangan yang Tidak Masuk Akal


__ADS_3

Para pemuda itu sama sekali nggak menyangka masalah akan menjadi seperti ini. Seorang pengawal bahkan menghadang mereka yang berjumlah ratusan orang di tempat ini.


Rencana mereka terus digagalkan oleh Martin satu per satu.


Hal ini merupakan suatu penghinaan terhadap mereka. Seorang pemuda yang tampak seperti seorang pemimpin berjalan kemari. Satu kakinya menginjak dada Martin, lalu mengarahkan senapan yang dibawanya ke Martin.


“Kamu begitu ingin mati, ‘kan? Kalau begitu, aku akan mengabulkannya!!” Ekspresi Kimi sangat masam.


Dia menarik pelatuk!!


“Pong!!”


Ada sebuah sosok yang seperti mobil perang menabrak ke Kimi, membuatnya terbang ke samping dan menyemburkan darah di sepanjang jalan, pada akhirnya mendarat di jendela mobil yang berjarak sepuluh meter.


“Pong!”


Kaca jendela langsung pecah dan tubuhnya terlipat menjadi dua dimasukkan ke dalam mobil.


Kimi membelalakkan matanya dan mulutnya masih terus memuntahkan darah, sedangkan tulang sekujur tubuhnya telah patah.


Meskipun dia nggak mati, dia juga hanya bisa terbaring di kasur untuk sisa hidupnya.


Alex hanya berdiri di depan Martin dan mobil anti peluru. Dia melihat dengan acuh tak acuh orang yang mengepung kemari dengan perlahan, tapi berhenti pada jarak tiga atau empat meter darinya.


Orang-orang ini kebanyakan adalah pemuda, tangannya memegang senjata sejenis parang dan tongkat besi. Senjata seperti ini hanya bisa digunakan saat berkelahi.


“Siapa yang menyuruh kalian datang?” Alex melirik ke sekitar dengan ekspresi suram.


Hanya saja, tidak ada seorang pun yang menjawab pertanyaannya.


Alex menundukkan kepala melihat Martin. Martin pada saat ini telah pingsan dan juga kehilangan kemampuan untuk bergerak sejak awal.


Sekarang juga tidak ada orang yang tahu betapa marahnya Alex.


Dia tahu bahwa di sekitar pasti ada penembak jitu, tapi dia tidak khawatir sama sekali. Dia hanya ingin tahu siapa yang menyuruh orang-orang ini datang dan apa tujuan orang tersebut?


Sekarang situasi di Sulawesi Utara juga telah stabil, meskipun Erika dibunuh juga tidak bisa mencegah PT. Atish untuk masuk dan menetap di Sulawesi Utara.

__ADS_1


Semua ini hanya akan sia-sia saja, Alex tahu bahwa hal semacam ini hanyalah tindakan balas dendam. Tindakan ini tidak ada keuntungannya sama sekali, tapi pihak lain hanya ingin membuat mereka sedih.


Alex melihat semua orang ini dengan dingin, “Gak mau bilang, ‘kah? Kalau nggak mau mengatakannya maka kalian harus mati!”


Penembak jitu yang berada di atas gedung 1.500 meter telah membidik Alex. Penembak itu tersenyum sinis, jarinya diletakkan di atas pelatuk. Dia nggak menyangka Alex akan muncul di jangkauan tembakannya dengan begitu mudah.


Dia hanya ingin membunuh Erika saja, tugasnya hanya itu saja. Tapi jika bisa membunuh Alex, itu juga melupakan suatu kesenangan yang tak terduga.


Dia tersenyum bangga, nggak ada orang yang bisa selamat dari tembakannya.


Lagi pula, dia adalah pembunuh bayaran teratas di luar negeri. Selalu membunuh orang dengan diam-diam, bahkan ketika targetnya mati juga tidak ada yang tahu bahwa dialah pelakunya, kecuali atasannya.


“Kamu lebih baik jangan bergerak.” Suara Mark berbunyi di belakang penembak jitu.


Penembak jitu, Ryanza, terkejut. Dia telah bersembunyi dengan baik. Dia bahkan mengenakan baju yang satu warna dengan ubin gedung ini.


Dia bahkan mengoleskan warna kamuflase di senapan snipernya.


Supaya orang nggak mengetahui keberadaannya, dia nggak menemukan tempat persembunyian yang paling baik, tapi memilih tempat kedua ini di mana dia bisa menembak.


Dia juga hanya ingin menyembunyikan keberadaannya.


Jika pihak lain mencarinya, maka pihak lain pasti akan segera datang ke tempatnya.


Hal ini tidak ada hubungannya dengan ketajaman penciuman lagi.


Benar-benar dewa!


Dahinya penuh dengan keringat. Dia tahu bahwa hidupnya sedang terancam dan juga tahu pihak lain pasti memiliki sebuah pistol di tangannya.


Selama dia berani bergerak sedikit, Mark pasti akan menembakkan senjatanya. Selanjutnya, hanya akan ada gambaran kepalanya yang pecah dan menyemprotkan darah.


Jika dia terus tidak bergerak, maka pihak lain pasti tidak akan melepaskan dirinya dengan begitu saja.


Jadi, dia ingin bertaruh!


Ryanza menarik napas dalam-dalam, jantungnya berdebar kencang, dan titik konsentrasinya telah mencapai puncak.

__ADS_1


Pada saat ini, adalah waktu yang tepat untuk berbalik dan melawan!


Mark memiliki sebuah revolver di tangannya. Dia tidak langsung membunuh pihak lain, tapi bermain-main dulu dengan pihak lain.


“Kamu adalah pembunuh yang berasal dari Eropa, ‘kan? Aku memiliki sedikit kesan terhadapmu, karena kita adalah penembak jitu. Kamu bernama Ryanza,’kan?”


Ucapan Mark membuat ekspresi Ryanza menjadi berubah dan membalikkan tubuhnya.


Ryanza tahu bahwa kalau Mark mengetahui namanya, itu berarti Mark pasti memahaminya. Musuh seperti ini yang paling menakutkan.


Sebab orang yang memahaminya pasti tahu bahwa kemampuannya untuk menyerang balik sangat kuat. Meskipun pihak lain telah berdiri di belakangnya dan dalam keadaan melamun sejenak, dia pasti akan mengetahuinya, lalu melakukan serangan balik.


Namun, karena pihak lain mengenali dirinya dan bisa berdiri di belakangnya dengan tenang, itu berarti kemampuan pihak lain sangat hebat, nggak takut dengan serangan baliknya sama sekali.


Ryanza membalikkan tubuhnya dengan sangat-tiba-tiba dan juga sangat cepat. Dia membalikkan tubuhnya dengan sekejap mata saja. Tapi, dia masih belum melihat tampang mark dengan jelas, peluru sudah menembus ke dalam matanya sehingga beraneka ragam warna tersemprot keluar. Ryanza bahkan belum sempat menjerit namun, nyawanya sudah terenggut.


Mata adalah bagian yang paling lemah dan juga berhubungan dengan otak besar. Jadi, saat peluru menembus ke dalam matanya pasti akan langsung masuk ke dalam otaknya.


Dia pasti akan mati.


Mark melihat Ryanza yang telah mati dan mengangkat pundaknya. Dia menyimpan revolvernya, “Benar-benar nggak menarik, aku kira kamu akan membawakan sedikit kesenangan untukku.”


Mark membalikkan tubuhnya dan berjalan ke bawah gedung.


Pada saat ini, Alex yang dikepung oleh sekelompok pemuda hanya melihat musuhnya ini dengan dingin.


“Aku telah memberi kalian kesempatan, tapi kalian nggak meraihnya. Kalau begitu, kalian hanya bisa menyesalinya saja!” Alex meraung.


Pemuda di sekeliling juga meraung dan mengangkat senjatanya menyerbu ke arah Alex, hanya saja Alex bukanlah Martin.


Kemampuannya nggak hanya mengandalkan jumlah untuk bisa menang darinya. Saat belasan orang muncul di depan Alex, kedua telapak tangannya mengerahkan tenaga dalam dan segera memukulnya.


Bahkan pemuda di sekitar yang dipukul juga nggak bisa melihat jelas serang Alex.


Namun, rasa sakit membuat mereka menjatuhkan senjata di tangannya dan memegang perut masing-masing. Pada saat ini, mereka hanya merasa usus dalam perut mereka hampir putus.


Mereka berguling di tanah dengan sengsara.

__ADS_1


Namun, orang di belakang tidak mempedulikan hidup mati rekan mereka dan langsung menginjak tubuh mereka untuk lewat agar bisa menyerang Alex.


Alex meraung dengan emosi, “Kalian orang gila ini, bahkan gak mempedulikan hidup mati rekan kalian, kah?! Benar-benar tak berperasaan! Mati saja kalian!”


__ADS_2