Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
PT. Atish Menang Tender


__ADS_3

“Tam, sudah berhasil habisi pengelola mereka? Erika atau Friska?” tanya Kennedy begitu keduanya berhasil melarikan ke tempat yang aman dan berkumpul.


“Ngak. 2 orang itu ngak ada di mobil.” Tambo sudah kembali tenang, tapi di benaknya masih terlintas pertempurannya dengan Alex.


Dalam pertempuran ini, Tambo merasa dirinya sama sekali tidak unggul! Tapi jika keduanya ingin menentukan pemenang, rasanya harus setelah ribuan jurus.


“Apa? Apa maksudmu? Erika dan Friska ngak ada di antara 4 mobil itu?” Kennedy terkejut, “Kok bisa? Tender sudah dimulai sekarang, emangnya mereka ngak ke sana? Atau, mereka pergi lewat jalan lain?”


Tambo membuka kedua tangannya, lalu menjawab, “Entahlah.”


Kennedy segera meminta Sony menghubungi anak buah yang bertugas sebagai mata-mata, lalu anak buah tersebut menjawab, “Kok bisa? Erika dan Friska pasti ada di antara 4 mobil itu! Selain itu, ngak ada mobil lain yang keluar dari perusahaan!”


Sony memintanya untuk menjelaskan secara rinci, ada mobil apa saja yang keluar dari PT. Atish, selain itu, dia juga mengaktifkan speaker, jadi Kennedy dapat mendengarnya dengan jelas.


“Polisi! Iya, mereka pasti menyelinap di antara para polisi!” Kennedy sudah berpengalaman, setelah mendengar semuanya, dia berpikir sejenak dan mendapatkan kesimpulan, “Alex sungguh licik! Bisa-bisanya dia meminta polisi untuk mengantar Erika dan Friska ke tempat tender.”


Tambo sendiri juga sangat tidak terima, “Tuan, begitu tender selesai mereka pasti akan kembali!”


Mata Kennedy berbinar, “Ya…”


Saat Ghaston membawa orang-orangnya muncul di tempat tender, tak terlukiskan betapa bangganya dia, dia menyapa para agen perusahaan yang dipekerjakannya untuk tawaran rigging karena dia merasa sudah pasti menang.


Lagi pula, satu-satunya PT. Atish yang sungguh dapat mengikuti penawaran dengan dirinya tidak akan pernah muncul di tempat. Dia sangat yakin bahwa dengan adanya pencegatan oleh guru dan Ayahnya, Erika, Friska dan lainnya pasti akan mati!


Acara tender dimulai tepat waktu, setelah kata sambutan dari pimpinan, maka dimulailah penyebutan para perusahaan yang mengikuti tender.


Terakhir pada saat pembawa acara menyebut nama PT. Atish, Ghaston memunculkan senyum kebanggaan di wajahnya.


“Hadir!” suara seorang wanita tiba-tiba terdengar di belakangnya.

__ADS_1


“Eh?” Senyum di wajah Ghaston seketika membeku! Ada perwakilan dari PT. Atish yang datang?


Asistennya menoleh ke belakang untuk melihat, lalu segera berbisik di telinganya, “Pak, Erika dan Friska sudah sampai, mereka juga membawa 4 orang asisten.”


Ghaston tidak bisa tenang lagi sekarang: Jangan-jangan Ayah sama guru dalam bahaya? Kalau ngak, kok Erika bisa muncul di sini?


Hatinya seolah-olah digerogoti ribuan semut, dia tidak bisa duduk berdiam diri.


Dia meminta asisten untuk menghubungi Ayahnya, tapi setelah 10 menit berlalu, Asistennya kembali dan melaporkan dengan pasrah, “Pak, tuan tidak bisa dihubungi, tidak ada yang mengangkat telpon.”


Sedangkan di saat itu, kebetulan di saat Kennedy sedang membidik Alex, waktu itu dia mengatur ponselnya ke mode bisu agar posisinya tidak ketahuan jika tiba-tiba ada panggilan masuk.


Hal ini membuat Ghaston semakin khawatir, tapi acara tender akan segera dimulai, dia perlu naik ke atas panggung untuk menjelaskan kondisi perusahaannya!


Alhasil, Ghaston yang selalu penuh energi dan pandai berpidato, tidak hanya sedikit tergagap saat memperkenalkan perusahaannya, bahkan nada bicaranya pun terdengar serak. Teman-teman yang mengenalnya sampai merasa aneh, Eh? Kok Ghaston jadi kayak gini? Apa otaknya kejepit pintu?


Sebaliknya, setelah Erika naik ke atas panggung, karena suaranya sangat jelas dan bahasa perangainya yang terkesan murah hati, dia dengan cepat membawa penonton masuk ke dalam suasana yang ada di dalam pidatonya, sampai akhir pidatonya, semua orang bahkan merasa belum cukup.


Prok prok... suara tepuk tangan meriah terdengar, dan Erika terus membungkuk kepada penonton untuk berterima kasih, kemudian berjalan turun dari mimbar dengan semangat tinggi.


Meskipun Ghaston terus menatapnya dengan penuh kebencian, tapi Ghaston tidak dapat menyangkal kecantikan Erika, tetapi wanita cantik ini sekarang adalah lawannya! Mungkin dia lah iblis yang bisa menelan habis keluarga Mahari.


Setelah itu, terjadi penantian yang cukup lama. Juri melakukan pemungutan suara secara anonim terhadap total 7 perusahaan besar.


Juri dipekerjakan oleh komite partai kotamadya dari luar negeri, dan tidak mungkin bersinggungan dengan perusahaan besar di kota Medan untuk memastikan hasilnya seadil mungkin.


Di barisan belakang, Alex dan Hengky muncul di samping Erika dan yang lainnya.


Erika seketika jadi sangat gembira, dan hati yang sedari tadi tergantung akhirnya kembali tenang. Dia tidak sabar untuk berkomunikasi dengan Alex dengan matanya. Matanya seakan bisa berbicara berkata: Kamu baik-baik aja, kan?

__ADS_1


Alex memberinya tatapan meyakinkan, dan kemudian duduk di sampingnya diam-diam, lalu menutup matanya dan beristirahat.


Ketika Keano melihat Alex dan yang lainnya kembali, senyuman di bibirnya hampir mencapai telinga, dia tersenyum sangat bahagia.


"Pembawa acara sudah kembali! Yang di tangannya itu daftar perusahaan pemenang, kan?"


"Harap tenang semuanya, dengarkan apa yang pembawa acara katakan."


Segera, seisi tempat tender sunyi sehingga jarum jatuh saja bisa kedengaran.


Pembawa acara tersenyum, dia berdiri di atas panggung dan mengumumkan dengan keras, "Setelah ditinjau dengan cermat oleh juri, sekarang saya akan mengumumkan hasil tender ini. Penawar yang menang adalah ... PT. Atish! Nona Erika diharapkan untuk menghubungi Biro Konstruksi Kota untuk membahas masalah konstruksi setelah acara ini berakhir."


Begitu kalimat tersebut selesai, suasana di tempat tersebut menjadi semakin sunyi.


“Eh! Kok Atish yang menang?” Seseorang segera mulai bertanya.


Asisten Ghaston juga mengajukan pertanyaan dengan lantang, “Pak, kami perlu memeriksa dokumen penawaran 7 perusahaan penawar! Aku curiga ada yang tidak beres dengan penilaian kali ini!”


Pembawa acara berkata dengan senyum, “Tentu saja kalian oleh memeriksa dokumen penawaran. Tapi, saat ini dokumen penawaran telah disimpan oleh Biro Kontruksi Kota, kalau kalian ingin melihatnya, silakan ajukan ke pihak biro. Terima kasih.”


Asisten tersebut berkata dengan lantang, “Siapa saja jurinya? Aku meminta untuk mengumumkan daftar nama mereka! Mereka pasti punya kesepakatan dengan Atish! Kalau ngak, mana mungkin perusahaan kecil seperti Atish bisa menang?”


Pembawa acara menjawab sambil tersenyum, “Keluarga Mahari ya? Kalian meragukan kredibilitas kantor notaris Asha?”


“Kantor notaris Asha?” Asisten tersebut segera menutup mulut begitu mendengar nama ini.


Tidak ada yang tidak tahu kalau kantor notaris Asha adalah kantor notaris yang terkenal dengan kredibilitasnya di dunia, meskipun keluarga Mahari sangat hebat, tapi mereka sungguh tidak punya hak untuk meragukan kantor notaris Asha!


Pihak kepolisian secara khusus mengantar Erika, Alex dan yang lainnya kembali ke kantor pusat PT. Atish, alhasil hal ini membuat Tambo dan Kennedy yang kembali menyergap di tengah jalan hanya bisa menghela nafas sambil memandang mobil-mobil tersebut: Kenapa polisi begitu kurang kerjaan sampai mau melindungi para eksekutif ini? Apa jangan-jangan ini ulah Alex lagi?

__ADS_1


__ADS_2