
Yang membuat Ridwan kaget adalah, orang yang menelpon adalah seorang wanita, dia berkata dengan datar dari seberang telepon, “Memangnya siapa kamu? Laporkan tugasmu padaku.”
Meskipun perkataannya sedikit menusuk, tapi secara tak langsung membuat orang tidak bisa menolaknya. Ridwan jadi gemetaran, dia mau tidak mau harus mengatakan identitasnya karena tidak bisa menebak identitas orang ini, “Aku Ridwan Sutiono, direktur divisi Intelijen Basinas.”
Pihak tersebut mencibir, “Kukira siapa, rupanya Pak Erwin. Aku Roselline, kamu sudah menangkap orang bernama Alex, pemimpin kami memerintahkan untuk tidak menyentuh orang ini. Aku akan tiba di sana satu jam kemudian, urusan ini kita bicarakan setelah aku tiba.” Roselline menutup telepon tanpa menunggu reaksi Ridwan, ini tidak lain seperti seorang atasan yang sedang memberikan bawahannya perintah!
Roselline? Ridwan ketakutan begitu mendengar nama ini, dia benar-benar tidak mengerti kenapa masalah Alex bisa sampai ke telinga orang sehebat dia. Siapa yang tidak tahu Roselline? Dia adalah orang kepercayaan Komandan Dimas, memimpin pasukan keamanan terbaik dan juga merupakan Komandan pertama pasukan Red Shield.
Ridwan sangat gelisah, dia tidak mengerti apa hubungan Alex dengan Roselline, tapi dia jika dia menyentuh Alex barang sehelai rambutpun sekarang, maka ini sama saja dengan memprovokasi Roselline. Dengan pangkatnya itu, tidaklah sulit untuk menangani Ridwan.
Baru saja Roselline mengatakan akan tiba kemari satu jam kemudian, dan dia bahkan menutup telepon tanpa menunggunya bereaksi. Sepertinya hal ini sama sekali tidak bisa didiskusikan lagi. Jelas sekali kalau Roselline sama sekali tidak menganggap Ridwan. Memikirkan hal ini membuat Ridwan menjadi kesal, meskipun Roselline berpangkat tinggi, tapi dia juga sudah keterlaluan kalau ikut campur dalam masalah Basinas.
Selain itu, seorang wanita sepertimu yang memamerkan kehebatan di mana-mana, tidak lebih dari mengandalkan pangkat tinggi saja. Memangnya kamu bisa apa? Ridwan mulai merenungkan cara untuk menghadapi Roselline. Hmph, kalau kamu datang untuk menolongnya, maka aku akan bertarung denganmu. Jika kamu menang, akan kuturuti perkataanmu. Tapi jika kamu kalah, hmph, tidakkah kamu cari masalah sendiri?
Selain itu, Roselline pasti tidak mudah dikalahkan karena dia juga bertanggung jawab atas Red Shield. Jika aku bisa menang darimu, maka namaku akan menjadi terkenal. Mungkin saja kejadian ini akan sampai ke telinga Komandan. Dengan begitu, dia mungkin akan memindahkan ku ke pusat untuk menjadi Komandan keamanan. Tidakkah aku akan jadi sukses kalau begitu?
Di matanya, dia adalah orang terhebat di Basinas. Dia berpikir bahwa ilmu bela dirinya adalah yang terkuat, oleh karena itu dia mulai melamun, dan mulai berangan- angan. Bisa-bisanya dia berpikir untuk mengalahkan Roselline. Namun, Roselline mengatakan dia akan tiba dalam satu jam, sepertinya sudah terlambat untuk menyiksa Nova. Bahkan jika obat itu diberikan kepadanya, dia juga bisa bertahan setidaknya selama satu jam dengan niat yang dia punya. Pada saat itu, jika ketahuan oleh Roselline dia memberi Nova obat, mungkin wanita itu akan membalasnya secara gila-gilaan.
__ADS_1
Jika menghadapinya secara langsung, Ridwan pasti bukan tandingannya. Setelah dipikirkan ulang, Ridwan memutuskan untuk membuat Roselline pergi terlebih dahulu, dan kemudian menangani Alex dan lainnya. Satu jam kemudian, sebuah helikopter militer mendarat di luar markas Basinas. Tiga orang turun dari helikopter, dan langsung berjalan menuju pintu depan markas interogasi Basinas.
Pak Danu yang sedari tadi menunggu di sini segera menyambut saat melihat ada yang datang, "Komandan, baguslah Anda sudah datang. Saya benar-benar khawatir. Murid kesayangan saya, Nova datang untuk menyelamatkan orang, tapi entah bagaimana jadinya, dia malah membunuh seorang perwira Basinas. Masalahnya benar-benar gawat sekarang."
Roselline mengenakan seragam militer dan sepatu kulit wanita. Jenderal wanita yang anggun dan luar biasa ini terlihat sangat mempesona, usianya terlihat sekitar 30 tahun.
Di samping Roselline juga berdiri dua letnan kolonel wanita, yang satu adalah Sandra dan satunya lagi adalah Lexi. Mereka semua adalah murid Roselline, dan juga elit Pasukan Khusus Red Shield.
Saat Nova datang untuk menyelamatkan Alex, dia sudah tahu bahwa dia tidak akan bisa menyelamatkan Alex seorang diri, jadi dia memberi tahu gurunya, Roselline.
Setelah Roselline mengetahui masalah Alex, dia tersenyum, "Alex, sudah kukatakan, kamu pasti akan kalah dariku."
Roselline meminta nomor telepon Ridwan dari pimpinan Basinas, dan kemudian menelepon untuk memperingati Ridwan agar tidak menyentuh Alex sesuka hati.
Tidak seorangpun petugas Basinas yang berani menghentikan Roselline ketika dirinya memasuki kantor, sehebat apapun mereka, tapi setidaknya mereka juga tahu identitas orang ini. Bahkan walaupun tidak tahu, mata mereka juga tidak buta, kan? Dengan pangkat mayor jenderal di pundaknya, mana mungkin dia bisa diprovokasi? Orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan luar adalah seorang kepala bagian dari Basinas. Orang ini cukup sopan, ketika melihat Roselline, dia segera memberi hormat, "Apa kabar, Komandan."
Roselline membalas dengan hormat militer dan bertanya, "Di mana Ridwan? Aku ingin bertemu dengannya."
__ADS_1
Kepala bagian agak kesulitan menjawab. Dia tidak tahu harus membiarkan Roselline naik ke atas atau tidak. Tepat pada saat itu, Ridwan berjalan menuruni tangga dengan senyuman munafik di wajahnya, "Komandan Roselline sudah datang rupanya, maaf tidak menyambut Anda. Maaf sekali." Dia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Roselline.
Yang tidak disangka Ridwan adalah Roselline tidak berjabat tangan dengannya, melainkan berkata, "Aku ingin bertemu Alex, pimpin jalannya." Ridwan merasa sangat malu, Roselline tidak hanya tidak berjabat tangan dengannya, tapi juga tidak memandangnya sama sekali. Ridwan tidak bisa lagi menahan emosinya, "Roselline, cukup kejam juga kamu."
"Hehe, Alex sekarang sudah menjadi tahanan Basinas. Untuk apa Komandan bertemu dengannya?"
Pak Danu datang dan membisikkan beberapa kata di telinga Roselline. Roselline mengangguk dan bertanya: "Kalau begitu, di mana petugas Ardiansyah? Aku ingin bertemu dengannya."
Ridwan berkata: "Komandan, temperamen petugas Ardiansyah sangat buruk. DIa baru saja membunuh seorang perwira senior kami, dan sekarang sedang ditahan di ruang isolasi. Bagaimanapun, ini adalah kasus pembunuhan, kami tidak bisa memutuskannya."
"Jika bukan kamu, lalu siapa yang bisa memutuskannya? Suruh dia temui aku." kata Roselline dengan datar.
Ridwan menggertakkan giginya dan berkata, "Komandan, maafkan aku sebelumnya. Ketiga orang ini terlibat dalam kejahatan dan pembunuhan. Meskipun Anda adalah Komandan Red Shield, tapi ini adalah masalah di tempat kami. Tidakkah kurang pantas jika Anda ingin bertemu mereka?"
Roselline mencibir, "Alex, Erika, dan Nova. Ketiga orang ini terlibat dalam kasus besar. Komandan pusat memerintahkanku untuk menangani kasus ini dan bertanggung jawab penuh atas kasus ini. Aku sudah menyampaikannya kepada pimpinan kalian di perjalanan. Kenapa, kamu tidak mendapat perintah dari pimpinan kalian?"
__ADS_1