Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Lemah


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan Alex, Trevor membelalak mata dalam seketika. Tidak menyangka Alex bahkan tidak kenal PT. Zrank di kota Kendari.


PT. Zrank adalah perusahaan yang melakukan pelatihan dan pengutusan pengawal. Bisa dikatakan sangat terkenal  di kota Kendari. Pengawal di perusahaan mereka sangat setia di sisi berbagai bos dan para bos juga merasa sangat puas.


Sedangkan Alex bahkan berani bilang tidak tahu. Ini benar-benar membuat mereka merasa sangat kesal!


Morgan menggertakkan giginya, “Sialan kamu, bahkan berani menghina PT. Zrank, aku rasa kamu tidak ingin hidup di kota Kendari lagi!”


“Terus cewek ini adalah teman kami. Dia pasti tidak mengenalnya dan tidak tahu apakah kamu memberinya obat, jadi dia tidak sadar sekarang.” Trevor tentu saja tidak ingin melepaskan cewek itu.


Alex tersenyum, “Siapa tahu? Sebenarnya dalam masalah ini ada solusi yang sangat baik.”


Kedua orang itu menatap Alex dengan penasaran.


Alex tersenyum, “Kita bisa mengantarnya ke kantor polisi. Setelah dia sadar, maka kalian akan tahu apakah dia adalah pacarku.”


Ekspresi Morgan menjadi masam. Mereka tentu saja tidak ingin membiarkan wanita itu ke kantor polisi. Atasannya masih menunggu mereka untuk menangkap wanita ini.


Sehingga mereka berkata pada Alex yang hendak membawa wanita itu dengan tidak senang, “Gak akan ada yang tahu apakah kamu benar akan membawanya ke kantor polisi, jadi aku rasa lebih baik kita pergi bersama.”


Alex tentu saja setuju.


Keempat orang itu keluar dari hotel. Saat tiba di halaman depan hotel, mereka melihat belasan pengawal yang mendekati Alex untuk menghadangnya.


Trevor berjalan ke tengah pengawal dan memandang Alex dengan sangat bangga, “Apakah kamu benar-benar mengira kami akan ikut denganmu ke kantor polisi? Kamu terlalu naif. Bukankah kamu tidak tahu PT. Zrank bergerak dalam bidang apa? Para pengawal ini adalah pegawai perusahaan kami, menurutmu, apa pekerjaan kami?”


Alex tersadarkan. Dia sangat ingin Friska juga turun kemari, karena akan sangat menarik bila perusahaan sebidang saling melawan.


Sayangnya, Friska masih di atas.

__ADS_1


Hanya saja, Alex tidak menyangka bahwa dirinya akan bertemu dengan perusahaan pengawal.


Trevor mencibir, “Sekarang kamu berlutut untuk meminta ampun dan serahkan wanita itu pada kami. Kami masih bisa mengampunimu, kalau tidak, bersiap-siaplah untuk terbaring seumur hidup di rumah sakit.”


Morgan melambaikan tangan pada belasan pengawal yang kemari dan menyuruh mereka untuk mengepung Alex.


Alex melihat Trevor dan Morgan dengan terkejut, “Apakah kalian tidak tahu hal yang terjadi pada hotel ini dalam beberapa hari yang lalu?”


Trevor sedikit kebingungan, tetapi Morgan menjawab, “Aku tahu, ada orang yang memukul Tuan Finn, jadi PT.  Mega menyuruh ratusan orang untuk mengepung hotel dan membantai mati orang yang telah memukul Tuan Finn.”


Pada saat ini, Alex semakin terkejut, “Maksudmu, orang yang memukul Tuan Finn itu telah mati?”


“Omong kosong, orang yang memukul Tuan Finn apakah mungkin masih bisa hidup? Benar-benar  bodoh!” sindir Morgan.


Alex tentu saja tidak menyangka bahwa rumor yang beredar mengatakan dirinya telah mati. PT. Mega ini demi reputasinya bahkan mampu mengarang seperti itu.


Dirinya masih di sini, tetapi mereka mengumumkan dirinya telah mati?


“Tidak apa-apa.” Alex mengangkat pundaknya.


“Jadi, kamu tidak berniat menyerahkan wanita ini padaku, ‘kah? Kalau begitu, jangan menyalahkan kami apa yang akan terjadi selanjutnya!” teriak Morgan.


Dua tiga puluh pengawal mengepung dengan perlahan. Mereka mengenakan seragam yang sama. Jas hitam, kacamata hitam, sepatu hitam, tetapi kemejanya berwarna putih.


Kancing kedua paling atas dibiarkan terbuka dan menampakkan ototnya yang samar-samar. Ekspresi di wajah mereka juga sama. Penampilan seperti ini membuat mereka tampak sangat ganas dan tanpa ekspresi.


“Kalau mau berkelahi, aku tentu saja bisa menemani kalian hingga akhir. Tapi wanita ini ada di sini, apakah kalian tidak takut akan melukainya?” Alex menunjuk wanita yang ada dalam pelukannya.


Sedangkan Morgan dan Trevor tidak bersuara. Alex tersenyum, “Pada saat ini kalian tidak mengatakan dia adalah teman kalian? Sepertinya sudah jelas kalau kalian juga berbohong.”

__ADS_1


Morgan dan Trevor sangat tidak senang, “Bantai dia!”


Kedua orang berteriak dengan serentak, sedangkan para pengawal di sekitar segera menyerbu ke arah Alex. Mereka mencondongkan tubuhnya seperti sebuah tanker.


Setelah tiba di depan Alex, mereka menyerang dan menggunakan jurus bebas. Alex sudah bisa melihatnya dalam tatapan pertama.


“Lebih baik menjamin keamanan wanita ini dulu, karena dia begitu percaya padaku. Kalau terjadi sesuatu, aku juga akan merasa tidak enak ketika menjelaskan padanya.”


Alex tidak melawan mereka dulu, tetapi menerjang sambil memeluk wanita ini melewati para pengawal ini. Setelah mendarat di belakang pengawal, Alex membuat wanita ini bersandar di dinding kaca, lalu memandang para pengawal yang menuju ke arahnya.


Alex mencibir, “Sekarang aku sudah bisa bermain-main dengan kalian. Karena kalian berani melawanku, maka kalian harus mempersiapkan diri untuk masuk rumah sakit.”


Morgan dan Trevor merasa sangat bangga. Bagi mereka, Alex pasti akan dibantai sadis oleh pengawal mereka. Pengawal mereka pasti akan mematahkan kaki tangan orang lain setiap kali bertindak.


Hal ini adalah kebiasaan perusahaan mereka untuk mencegah musuh agar tidak bisa melawan. Meskipun itu adalah metode yang akan digunakan saat melawan musuh yang kuat, pada akhirnya selama bertarung, maka pasti mematahkan kaki atau tangan musuh.


Sehingga itu membuat pengawal yang keluar dari PT. Zrank terkenal sangat sadis. Selama memiliki kesempatan, mereka pasti akan mematahkan keempat anggota tubuhnya.


Alex tentu saja tidak akan memberi para pengawal kesempatan ini. Saat empat lima  pengawal menyerang secara bersamaan, Alex meninju dengan sangat cepat dan setiap tinju mendarat ke anggota tubuh mereka.


“Karena kalian begitu suka mematahkan tangan dan kaki orang, maka aku membiarkan kalian merasakan hal itu.” Serangan Alex mendarat dan setiap lengan para pengawal muncul lengkungan yang aneh. Lengan mereka menghadap sembilan puluh derajat keluar.


Terus tulang mereka seperti akan menusuk keluar dari kulit mereka.


Para pengawal mundur sambil memegang lengan mereka dan tidak bisa menyerang lagi dalam seketika.


Namun, mereka sudah dilatih dengan baik. Para pengawal yang mundur, membuat para pengawal yang tidak terluka melangkah maju. Waktu pertukaran ini tidak membutuhkan selang waktu yang sangat lama. Sangat jelas bahwa proses pelatihan mereka sudah berlangsung lama, sehingga dapat memahami pikiran masing-masing seperti ini.


Sayangnya, Alex menyerang lagi dan mematahkan tangan empat pengawal  lagi.

__ADS_1


Seketika sebagian pengawal mundur ke posisi yang aman. Mereka sangat terkejut.


Pengawal lainnya tidak menyangka kekuatan Alex begitu kuat. Alex bahkan hanya menggunakan waktu kurang dari satu menit untuk memukul kedelapan rekan mereka hingga seperti ini.


__ADS_2