Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Sulit ditangkap


__ADS_3

Pedang panjang Monster terlihat sangat aneh seperti ular, lalu berbelok-belok seperti seekor naga. Sebuah kekuatan yang sangat kuat jelas-jelas tersembunyi di dalamnya, lalu hembusan angin yang kuat menyapu ke arah Alex ketika dia berguling, kekuatan yang dilepaskan membuat orang ketakutan!


Sepasang tangan Alex memegang belati sambil mendekat dengan pelan dan gerakan ini terlihat lebih lambat dari Monster.


Meskipun gerakan Alex lamban, tapi dia selalu bisa menghentikannya tepat waktu meskipun angin yang dibentuk oleh pedang panjang sangat kuat.


Suara gesekan antara dua mata pisau tidak ada habisnya, sedangkan Roselline yang bertanggung jawab membantu pun mengamati trik belati Alex yang telah mencapai tingkat tertinggi dan tidak lagi tergantung pada trik.


“Hyaa!” Monster tiba-tiba memegang pedang panjangnya dengan kedua tangan dan menusuk ke depan dengan kuat.


Alex menyampingkan tubuhnya dengan gerakan kaki yang sangat akurat, lalu berdiri stabil sambil memegang belati dan menabrak pedang panjang milik Monster dengan lengannya.


Dalam waktu sesaat, Monster dan Alex telah bertarung lebih dari 150 gerakan. Kemampuan mereka berdua tetap selincah sebelumnya, dan juga cepat bagai kilat dan tidak ada penundaan sedikit pun.


Andi menyuruh orang untuk menjaga jalan keluar dari atas pegunungan, lalu dia kembali lagi. Saat ini satu-satunya prajurit khusus hebat yang belum ditemukan adalah Javier.


“Mark, gunakan lensa penglihatan malam, lalu cari seluruh tempat dengan teliti. Bagaimanapun juga kita harus menemukan Javier,” perintah Andi.


“Baik!” jawab Mark, lalu menjelaskan, “Raja kekuatan, meskipun aku telah menggunakan lensa penglihatan malam, tapi suhu tubuh mayat-mayat yang baru saja mati itu belum dingin, jadi aku ngak bisa membedakan orang mati dan hidup. Mohon tunggu sebentar, Javier pasti akan muncul.”


Andi sangat senang, “Oke, aku sudah mengerti! Jangan khawatir, kita tidak buru-buru kok.”


Tak lama kemudian, Andi tiba-tiba berteriak ke komunikator, “Mark, sebenarnya sangat mudah menemukan bocah itu.”


“Hm?” Mark sedikit bingung.


Andi berkata, “Sekarang, kamu tembak satu per satu mayat lawan dan tembak di bagian kepala.”


“Baik!” Mark menarik pelatuknya, lalu menembak kepala salah satu mayat sehingga kepala mayat itu pecah! Otak dan darah memercik ke tubuh mayat di sebelahnya.


‘Mayat’ itu tiba-tiba melompat, lalu berguling beberapa kali dan masuk ke semak-semak tinggi!


Dor dor dor… Andi langsung menembak ke arah semak-semak.


“Itu dia!” Mark berkata dengan senang, “Lihat saja kau!”


Dor! Dor dor! Hanya dua tembakan saja sudah membuat Javier melompat ke balik semak-semak dengan bentuk zigzag.


“Sialan, apa bocah ini belalang?!” Andi mengejar sambil menembak dengan sengit.


Dua orang saudaranya datang membantunya, sehingga tiga senapan menembak secara serentak dan pemandangannya sangat spektakuler.


Begitu suara tembakan terdengar, Monster yang berada di sisi lain menjadi panik sehingga kalah dalam pertempuran dengan Alex.


“Alex, kamu melakukan ini dengan sengaja untuk mengganggu konsentrasiku! Komandan Gang Beruang Hitam sungguh licik,” kata Monster dengan marah.


“Sialan!” Alex melawan pedang panjang Monster sambil tersenyum, “Monster, aku, Alex ngak pernah membicarakan moralitas terhadap penjajah sepertimu, jadi aku ngak akan melepaskan kalian jika bisa kubunuh.”

__ADS_1


“Haha! Belalang ini melompat dengan gembira ya!” Tawa Andi sangat keras sehingga konsentrasi Monster semakin terpengaruh dan terus-menerus kalah.


Di sini sedang bertarung, di sana malah sedang menangkap belalang. Permainan ini sungguh sangat menyenangkan.


Dikarenakan menangkap belalang bisa mempengaruhi konsentrasi Monster, maka Andi pun tiba-tiba berkata pada Mark, “Jangan buru-buru membunuhnya.”


“Ah? Baiklah.” Oleh karena itu, Mark menembaknya sesekali sehingga membuat Javier melompat ke sana ke mari.


Peluru Andi juga  mendesak Javier hingga berlari ke sudut buntu.


“Kalian jangan mendesak Javier lagi!” Monster benar-benar tidak tahan dengan pengaruh ini lagi, “Alex, kamu benar-benar ngak tahu malu.”


Alex berkata dengan marah, “Kalau soal ngak tahu malu, maka kalian yang benar-benar ngak tahu malu karena sengaja datang ke Medan untuk mencoba meledakkan pelabuhan baru kami.”


Alex terus-menerus melayangkan belatinya, satu per satu gerakan terus -menerus sehingga membuat Monster tidak bisa melawan dan hanya dapat menghadang.


Roselline berkata, “Komandan Alex, pertempuran sudah bisa diakhiri.” Akhirnya Javier sudah ditemukan dan mereka tidak perlu basa-basi lagi.


“Oke! Aku ingin bocah ini membelah perutnya dan bunuh diri.” Alex tiba-tiba melempar sepasang belati ke arah Monster!


“Ting ting!” Monster bertanya-tanya: Apakah Alex sudah gila? Bagaimana dia bisa melawanku jika ngak ada senjata?


Tapi, pada saat belati Alex terbang ke depan Monster, dia sendiri juga membentuk langkah segitiga sehingga mencapai sisi belakang kanan Monster!


Sebaliknya, pedang panjang Monster memang cukup berat, jadi fleksibilitasnya akan berkurang.


Bang bang! Alex meninju dada Monster sebanyak dua kali!


“Ah!” Monster mundur dua langkah setelah tertinju, dan merasa tangannya menjadi lemas sehingga pedang panjangnya jatuh ke tangan Alex!


Wajah Monster menjadi pucat seketika, dia sepenuhnya tercengang. Sekarang senjatanya, pedang panjang yang telah mengikutinya selama beberapa dekade pada akhirnya jatuh ke tangan lawan!


Komandan Gang Beruang Hitam memang seperti dewa! Monster saja sudah lupa berapa banyak master hebat yang dibunuh dengan pedang ini.


Pedang telah hilang, jadi bagaimana dengan orangnya? Apakah masih perlu hidup?


Monster pun menangis, lalu menghadap ke arah negaranya sambil berlutut dan berkata, “Meskipun Monster telah berusaha, tapi tetap ngak bisa menyelesaikan misi yang diberikan oleh Anda, jadi aku akan membelah perutku untuk berterima kasih terhadap kebaikan Anda.”


“Guru! Jangan!” Javier lekas berlari ke arah Monster tanpa memedulikan hal lain. Kali ini dia tidak melakukan tindakan menghindar seolah-olah dia ingin mencari mati.


Mark juga tidak menembak, bahkan Andi sendiri pun hanya membidik Javier tanpa menarik pelatuknya.


Andi serta para saudaranya, termasuk Roselline dan Alex sudah membentuk pengepungan berbentuk kipas, mereka sudah mengepung Monster dan Javier di tengah.


Alex tersenyum, “Monster, kamu sudah tahu siapa yang menang, jadi berikanlah pedang ini padaku untuk menjadi penghargaan atas kemenanganku.”


Sepasang mata Monster memerah dan menatap pedang di tangan Alex dengan kejam, “Itu pedangku! Kembalikan!”

__ADS_1


Alex menyeringai, “Monster, aku pernah mendengar jika pasukan Negara H kalian ingin bunuh diri, maka kalian ngak akan menggunakan pedang panjang seperti ini, karena di badan kalian masih tersembunyi satu pisau yang digunakan untuk bunuh diri, benar ‘kan?”


“Guru!” teriak Javier, “Aku mohon tetaplah hidup, ya?”


Srh! Javier mengeluarkan sebilah pisau pendek, lalu mengarahkannya ke bagian dalam dan menggenggam gagang pisau dengan kedua tangannya, “Guru, aku rela menggantikanmu mati jika harus ada yang mati!”


Selesai berbicara, Javier menancapkan pisau pendek itu ke dalam perutnya.


“Ukh!” Javier mengerang kesakitan, tapi melihat gagang pisau masih berada di luar, dia pun menancap pisau itu dengan kuat dan kejam!


“Ah!” Javier jatuh ke lantai karena kesakitan, lalu gagang pisau tersebut sepenuhnya tertancap ke dalam perutnya saat dia terjatuh.


Tubuh Javier telungkup di lantai sambil kejang-kejang. Setelah memberontak sekian lama, banyak darah telah mengalir keluar dari perutnya, bahkan mulutnya juga mengeluarkan darah. Kemudian, barulah dia benar-benar mati dengan rasa tidak rela.


Monster menghela napas panjang, “Jika kalian sudah mengetahui misiku kali ini, maka kalian harusnya tahu bahwa pelabuhan baru kalian akan terkena masalah besar meskipun misi tim kami gagal.” Selesai berbicara, dia pun mengeluarkan pisau untuk memotong perutnya. Dia menggenggam pisau dengan kedua tangan dan menusuk perutnya!


“Apa? Apa yang kamu katakan?” Roselline dan Alex tercengang ketika mendengar ucapan ini: Mereka mengorbankan nyawa, bahkan merahasiakannya dari polisi dan pemerintah, dan membohongi Erika dan yang lain dan tidak membiarkan warga tahu akan tindakan Monster. Apa tujuan dari semua ini? Bukankah untuk melindungi pelabuhan baru dan memberi lingkungan damai untuk kehidupan rakyat?!


Tapi, jika Monster masih punya rencana lain, maka konsekuensinya tidak bisa dibayangkan!


“Bam!” Alex menendang pisau pendek yang akan tertancap ke perut Monster. Dia bisa merasakan bahwa Monster benar-benar  ingin bunuh diri!


Sosok Roselline melintas ke arah Monster, lalu mencekik leher Monster, kemudian Alex berkata padanya dengan buru-buru, “Katakan! Perangkap apa yang kamu buat di pelabuhan baru?!”


“Haha… mengapa aku harus memberi tahu kalian?” Ekspresi Monster terlihat gila, “Pelabuhan baru adalah kembang api warna-warni yang menyinari langit malam, kemudian akan menjadi puing-puing! Puing! Haha!”


“Apa?!” Andi langsung meninju Monster dengan kuat!


“Katakan! Apa yang telah kamu lakukan?” teriak Andi dengan marah. Dia benar-benar takut bos akan gila jika sesuatu terjadi pada kakak iparnya. Mungkin saja dia akan menghancurkan Negara H?


Monster yang telah dipukul puluhan kali sudah malas melawan, dia menarik napas dan memandang rendah Andi, “Ini adalah kehormatan terbesarku jika dibunuh musuh! Haha!”


“Andi, jangan bunuh dia!” Alex tiba-tiba mendekat, lalu menampar dagu Monster hingga terkilir, lalu mencari dua gigi beracun yang belum digigit pecah dalam mulutnya. Tampaknya Monster ingin melihat pelabuhan baru menjadi kembang api dengan mata kepalanya sendiri.


Di pelabuhan, selain para pekerja di lokasi konstruksi, serta proyek yang setengah jadi, juga ada ratusan ribu warga yang tinggal di sana! Tentu saja, termasuk dengan penduduk desa terdekat.


“Bagaimana ini?” Roselline panik sampai tidak tahu harus berbuat apa.


Alex berkata, “Kapten Roselline, lekas hubungi pihak polisi dan Pak Daniel agar mereka segera mengatur orang-orang untuk mengevakuasi penduduk di sekitar pelabuhan baru. Kemudian, mengirim polisi khusus atau ahli penjinak bom ke pelabuhan baru, terutama harus serius terhadap titik peledakan terbaik. Pastikan untuk membersihkan semua bom yang dikubur oleh para bajingan ini!”


“Baik, aku akan segera menghubungi mereka.” Roselline mengeluarkan ponsel, lalu menelepon Walikota Daniel setelah mengaktifkan ponsel, kemudian buru-buru menyampaikan hal yang membuat Walikota Daniel terkejut.


Kemudian Roselline menelepon Pak Olga selaku inspektur polisi, dan memintanya segera memerintahkan tim pasukan polisi khusus, serta polisi kriminal dan semua polisi di kota untuk segera ke pelabuhan baru dan memikirkan segala cara untuk membubarkan penduduk di sekitar!


Pak Olga tahu akan terjadi insiden besar, dia segera menelepon tim polisi khusus sebelum bangun dari tempat tidur. Kemudian, menelepon beberapa wakil inspektur untuk meminta mereka mengumpulkan semua polisi dalam waktu singkat dan bergegas menuju pelabuhan baru untuk mengawasi secara pribadi!


“Ikat Monster, kita pergi ke pelabuhan baru sekarang juga! Cepat!” perintah Alex. Dia sudah menelepon Erika untuk memintanya membubarkan semua orang di lokasi konstruksi dan harus memeriksa setiap sudut buntu.

__ADS_1


__ADS_2