
Di sepanjang jalan, Bryan juga mendengarkannya dengan sangat serius dan terkadang juga akan mengatakan pendapatnya sambil bercanda.
Nova segera merasakan karakter Bryan yang berhati besar dan berpengetahuan luas dari ucapannya.
Dia merasa Bryan bisa berada di posisi tinggi seperti sekarang ini tidak akan lepas dari karakter dirinya.
“Ini seharusnya adalah posisi terhormat di kediaman Tuan Richard, kan? Apakah Pak Richard tinggal di sini?” Tunjuk Bryan ke sebuah ruangan yang beraura kuat.
Rafatar menggelengkan kepalanya, “Ini adalah tempat tinggal Ibu Richard.”
“Oh begitu.” Bryan tercengang. “Rupanya Pak Richard adalah anak yang sangat berbakti!”
Rafatar tersenyum malu, “Tentu saja.”
“Room of Three Rare Treasures? Jangan-jangan di sini juga ada tiga karya kaligrafi yang terkenal itu?” ucap Bryan dengan ragu-ragu.
Rafatar terbahak-bahak, “Pak Bryan bercanda lagi! Tempat ini hanyalah rekayasa buatan dari Room of Three Rare Treasures. Semua barang-barang di sini adalah barang palsu, meskipun ada sebagian yang merupakan barang asli, akan tetapi sebagian besar ditulis oleh orang zaman sekarang.”
“Oh.” Bryan terus melangkah maju.
Bryan merasa sedikit lelah setelah berkeliling hampir satu jam, lalu memberikan tatapan kepada Nova, yang artinya adalah: Apakah kamu sudah menemukan petunjuk?
Nova melirik sekitar, yang artinya dia jelas tidak melihat kodenya itu.
Bryan berkata, “Rafatar, terima kasih sudah membawaku berkeliling.”
Rafatar tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, “Pak Bryan terlalu sungkan. Ini adalah sebuah kehormatan bagi Rafatar karena bisa melayani Pak Bryan.”
Bryan menatapnya, “Rafatar, apakah kamu tahu apa kekurangan terbesarmu?”
Rafatar terkejut ketika melihat ekspresi seriusnya, “Pak Bryan silakan mengatakannya.”
Bryan tertawa terbahak-bahak, “Kekurangan terbesarmu adalah terlalu pintar!” Ketika sedang berbicara, Bryan menepuk pundaknya.
__ADS_1
“Hehe, terima kasih atas pujian Pak Bryan.” Rafatar tertawa.
Bryan berkata, “Sebenarnya ada banyak orang yang sangat pintar, akan tetapi kepintaran dan kebijaksanaan adalah dua hal yang berbeda. Ada beberapa orang pintar, tapi nggak bijaksana dan akhirnya dia termakan oleh kepintarannya sendiri, bahkan mencelakai nyawanya sendiri. Di dalam sejarah, ada banyak contoh, seperti kematian Park De.”
“Ah! Ucapan Pak Bryan ini memiliki makna yang sangat dalam dan Rafatar sudah paham.” Rafatar tersentak karena ucapannya: Apakah dia ini sedang mencari tahu sesuatu dariku?
Bryan melangkah maju dan berkata, “Kebijaksanaan akan membuat seseorang tidak mudah dikalahkan.”
Rafatar mengangguk, “Hm, Pak Bryan memiliki pandangan yang jauh.”
“Baik, maaf sudah mengganggu waktumu dan kami sudah harus pergi.” Bryan melirik ruang di tengah itu.
Rafatar berkata, “Pak Richard sangat sibuk dan mungkin gak akan punya waktu untuk mengantar Pak Bryan, bagaimana jika aku menggantikan dia untuk mengantar Pak Bryan? Oh iya, daun teh yang diinginkan Pak Bryan sudah disiapkan, aku akan pergi mengambilnya.”
“Hah? Ini terlalu merepotkanmu.” Meskipun Bryan berbicara seperti itu, akan tetapi dia tetap berdiri di sana tanpa bergerak sedikitpun.
Melihat Rafatar benar-benar pergi mengambil daun teh, Nova merendahkan suaranya dan berkata, “Pak Bryan, kamu benar-benar menginginkan daun teh mereka? Ini tidak seperti gaya Anda pada biasanya.”
Bryan mengerjapkan matanya, “Lagipula aku sudah datang kemari, tidak mungkin aku kembali dengan tangan kosong, kan?”
Bryan memelototinya, “Apa-apaan? Kamu menjadikan aku sebagai pencuri? Nyalimu besar juga.”
Nova tertawa sambil menutup mulutnya, “Mana mungkin aku berani.”
Bryan melihat ke sekeliling dan mendesah, “Manor ini benar-benar mewah. Bila Richard lengser dan manor ini dijual, maka harganya pasti akan sangat tinggi.”
“Hm, dengan gajiku yang seperti sekarang ini, pasti tidak akan mampu untuk membelinya,” sindir Nova. “Bagaimana jika kedepannya kita ganti menjadi Kediaman Guptan?”
“Uhuk, uhuk, jangan berbicara sembarangan.” Bryan memberikan kode padanya dan saat ini Rafatar sudah kembali. Di tangannya ada dua teko teh tembikar, “Aduh. Pak Bryan, maaf sudah membuat Anda menunggu lama. Daun teh ini hanya tersisa dua ratus gram dan hanya bisa memberikan Anda setengahnya. Aku harap Pak Bryan tidak keberatan.”
Bryan terkejut sambil menggelengkan kepalanya, “Setengah saja sudah terlalu banyak. Lagi pula orang kasar sepertiku ini tetap paling menyukai air mineral matang.”
Rafatar tersenyum, “Hm, Pak Bryan bercanda lagi.”
__ADS_1
Melihat keduanya naik mobil dan pergi, Rafatar pun merasa tekanan yang sangat besar: Meskipun Bryan ini terlihat terus berbicara omong kosong dan terkadang bercanda, akan tetapi hampir semua ucapannya memiliki makna!
Rafatar yang cukup angkuh, akhirnya melihat kebijaksanaan Bryan.
Hal yang paling membuat Rafatar tidak paham adalah Bryan memaksa membawa pulang daun teh di depan bawahannya dan ini sudah termasuk dalam kategori tindakan penerima suapan! Akan tetapi, apakah Bryan benar-benar sebodoh itu?
“Acih!” Nova yang bertugas mengendarai mobil, melirik ke arah Bryan yang sedang memegang dua teko teh tembikar di tangannya dan tiba-tiba tertawa.
“Apa yang kamu tertawakan? Apakah aku sebegitu lucunya?” Bryan memelototinya.
Nova berkata, “Pak Bryan, bisakah kamu jangan begitu sensitif? Aku bukan sedang menertawakan Anda, yang aku tertawakan adalah nyonya tua dari Keluarga Japari yang merupakan pengikut ajaran Buddha. Menurutmu, apakah dia ini sedang menebus dosa anaknya?”
“Ini ya…” Bryan berpikir sejenak dan berkata, “Sebenarnya manusia itu paling rumit. Mungkin saja nyonya tua ini tulus mengikuti ajaran Buddha? Akan tetapi dia melahirkan seorang putra seperti ini di mana dia sendiri tidak bisa mengaturnya, jadi dia hanya dapat mengurung dirinya di dalam kamar dan menghabiskan hidupnya melafalkan paritta yang mungkin saja memang sedang menebus dosa putranya.”
“Ehm.” Nova merasa ucapannya sangat masuk akal, “Oh iya Pak Bryan, bagaimana jika membagiku setengah dari teh yang kamu terima suap untuk dicicipi?”
Bryan memelototinya, “Apa yang dimaksud dengan ‘terima suap’? Aku ini hanya menggunakan kelemahan orang lain untuk mendapatkan keuntungan ya. Jika kamu menginginkannya, aku akan memberikan satu botol padamu! Akan tetapi, daun teh ini bukan diberikan secara cuma-cuma padamu, kamu harus berjanji padaku entah bagaimanapun caranya, kamu harus bisa melengserkan Richard.”
“Baik! Pak Bryan harap tenang!” Setelah Nova selesai berbicara dengan serius, dia tiba-tiba tersenyum, “Richard pasti tidak akan menyangka daun teh yang dia berikan padamu akan diberikan padaku sebagai hadiah untuk melengserkan dia.”
Bryan berkata dengan tenang, “Kegunaanya ini sangat tepat.”
Nova berkata, “Berpura-pura hebat dengan bergumam terus-menerus.”
Bryan berkata dengan tiba-tiba, “Kasus Kampung Satria pada kemarin malam, pasti ada hubungannya dengan Richard!”
“Aku sudah mengetahuinya sejak awal! Akan tetapi tidak ada bukti.” Nova tersenyum pahit.
Bryan berkata, “Meskipun Rafatar terlihat seperti pria baik, akan tetapi aku mencium bau amis darah dari tubuhnya.”
“Hm.” Nova sangat ingin mengatakan: Dasar hidung anjing! Bahkan penciumannya lebih tajam daripada anjing polisi.
Tapi, Pak Bryan adalah atasannya, jadi dia pun tidak berani mengucapkan apa yang ada di pikirannya.
__ADS_1
“Akan tetapi masih tidak ada bukti! Hanya mengandalkan bau amis darah yang kamu cium itu gak bisa menjatuhkan hukuman padanya,” ucap Nova seperti ini pada akhirnya.
“Tanggung jawab untuk menemukan bukti, aku serahkan padamu.” Bryan menggertakkan giginya, “Richard sendiri juga menjadi masalah besar padaku karena dia terus mencelakai orang lain. Jika tidak bisa menjatuhkannya, maka aku, Bryan adalah orang yang berdosa!”