
Datangnya Erika seketika mengurangi beban ketiga orang guru di sekolah SD ini, apalagi Erika adalah mahasiswa dari universitas ternama, kemampuannya sudah melebihi mereka. Hal ini membuat ketiga orang guru tersebut juga menjadi murid pada saat bersamaan, mereka akan meminta bimbingan Erika ketika luang untuk menyelesaikan soal ataupun pertanyaan yang tidak bisa mereka selesaikan biasanya.
Erika menjawab mereka satu per satu dengan sabar, wajib belajar yang dilakukan Erika kepada anak-anak ini dikagumi oleh seluruh penduduk desa. Terutama saat mereka mengetahui kalau Erika mengajar para murid saat sedang mengidap penyakit serius, hal ini membuat mereka semakin bersyukur.
Alex diam-diam datang ke sekitar rumah dokter jenius, dia berpikir untuk mencari cara lain untuk membujuk sang dokter agar secepatnya mengobati penyakit Erika.
“Eh, Kak, ngapain kamu di sini?” terdengar suara gadis dari belakang.
Aleh menoleh dan melihat Christie, wajah gadis cantik dan lugu ini akan selalu merona saat bertemu dengan Alex. Alex bergegas berkata, “Christie rupanya. Aku.. aku tidak punya maksud apa-apa, cuma mau mikirin cara supaya Kakekmu mau… mengobati Istriku.”
Christie menghela nafas, lalu berkata, “Kak, Kakekku memang begitu orangnya, hal yang sudah diyakininya tidak akan bisa diubah siapapun.”
Alex jadi heran, jadi dia bertanya, “Kenapa Kakekmu begitu benci dengan orang luar sampai tidak mau mengobati mereka? Aku tebak dia pasti pernah diapa-apakan, atau terjadi kesalahpahaman apa. Christie, bisa ceritakan padaku?”
Christie menjawab, “Baiklah kalau begitu. Begini ceritanya, beberapa tahun yang lalu saat Ayahku masih kecil, Nenek moyangku meninggal karena sakit. Kepala Desa yang melihat Kakekku hidup susah sambil membesarkan Ayahku membantunya mencari pasangan, lalu meminta Kakekku menikah lagi dengan seorang wanita dari luar desa. Tapi siapa sangka, hati wanita itu sangat busuk, dia berencana meracuni Kakekku sampai mati dengan selingkuhannya. Untung saja Beliau tahu tentang medis, dan mengetahui rencana jahat Istrinya. Lalu karena saking marahnya, Beliau mengusir Istrinya. Wanita itu akhirnya pergi bersama selingkuhannya dan tidak pernah kembali lagi. Kakeku dan Ayahku juga hidup saling bergantungan sejak itu.”
“Kakekku sering berkata kalau orang luar tidak bisa diandalkan sejak kejadian itu.”
__ADS_1
“Wanita jahat itu membuat Kakekku mulai membenci orang luar. Selama hidupnya Beliau telah menyelamatkan banyak orang, selain itu bayaran yang diterima juga sangat sedikit, jadi dia selalu hidup dalam kemiskinan. Sampai Ayahku berumur 30 tahun pun juga tidak menikah. Kemudian, seorang gadis di desa jatuh cinta pada Ayahku. Oleh karena itu Ayahku akhirnya menikah dan mempunyai Istri. Ibuku adalah orang di desa ini, jadi Kakekku tidak akan mungkin memperbolehkan Ayahku menikahi gadis luar lagi.”
“Begitulah, setelah kedua orang tuaku menikah, keduanya selalu ikut Kakekku menolong orang, dan tak lama lahirlah aku. Kemudian, mereka membuka sebuah lahan di kaki gunung khusus untuk menanam obat-obatan herbal. Sebenarnya kami bisa saja memperbaiki pola hidup secepat mungkin dengan mengandalkan obat-obatan herbal tersebut, tapi tak disangka Pak Lurah Kaseno dari kelurahan yang terletak kaki gunung malah menyukai Ibuku. Lalu dia memikirkan cara untuk menghentikan lahan yang dibuka Kakekku itu. Tanaman obat-obatan yang ditanam susah payah oleh Kakekku seketika hancur semua karena ulahnya, padahal sebentar lagi sudah bisa dipanen.”
Alex berkata dengan kesal, “Dasar bejat, apa sudah tidak ada hukum lagi di mata mereka?”
Christie menghela nafas, lalu kembali berkata, “Kata orang-orang di kelurahan, orang di desa ini kesulitan untuk bepergian, jadi mereka akan memperbaiki jembatan untuk kami dan harus menggunakan lahan keluargaku. Demi kesejahteraan semua orang, Kakekku akhirnya menyerahkan lahannya kepada kelurahan. Kemudian, entah karena alasan apa, mereka jadi tidak mengeluarkan dana untuk perbaikan jembatan. Sebaliknya malah lahan Kakekku yang dimonopoli oleh mereka. Orang tuaku pergi ke kantor kelurahan untuk membicarakannya dengan mereka kalau sebelum membuka lahan tersebut, kami sudah membicarakannya kepada Kepala Desa, dan juga sudah melakukan prosedur resmi. Namun, Pak Kaseno malah bilang kalau desa kami tidak punya hak untuk membuka lahan kavling pribadi, Tanaman obat-obatan dan lahan semua harus disita. Selain itu, sebelumnya Kakekku juga setuju untuk memberikan lahan tersebut kepada pihak kelurahan.”
Alex berkata, “Kan mereka yang bilang mau memperbaiki jembatan, kalau tidak jadi diperbaiki, untuk apa diberikan pada mereka? Mereka jelas-jelas menindas kalian, lalu gimana kelanjutannya?”
“Karena pihak kelurahan bilang kalau tanaman obat-obatan juga harus disita, ini tidak termasuk harta keluarga kami. Jadi, ada yang melaporkannya. Pak Lurah itu membawa sekitar 8 orang petugas keamanan datang untuk menangkap kami malam itu. Ayahku berdebat dengan Pak Kaseno saking emosinya, dia berkata dirinya hanya mengambil apa yang jadi miliknya, kenapa mereka harus menangkapnya? Lalu Pak Kaseno memukul Ayahku. Ayahku juga balik memukulnya, keduanya sudah turun tangan, dan Ibuku datang untuk melerai mereka, tapi akhirnya malah terjatuh ke jurang, kepalanya membentur sebuah batu tajam dan meninggal di tempat.”
Alex berkata dengan tidak percaya, “Apa? Ibumu meninggal seperti itu?”
Christie sangat terpukul saat menceritakan hal ini, air matanya terus mengalir tanpa henti, “Aku benar-benar membenci Lurah jahat itu. Kemudian, Ayahku menggugat mereka, selain kalah, dia juga dituduh mengganggu pekerjaan pemerintah dan akhirnya ditangkap. Saat sidang, dia juga ditambahkan tuduhan menyebabkan disabilitas tingkat dua seorang pejabat pemerintah karena masalah tersebut. Sebenarnya, pejabat tersebut memang cacat, dan hukumannya diberikan pada Ayahku secara paksa.”
__ADS_1
Alex menghela nafas, lalu berkata, “Tempat kalian terlalu penuh dengan tipu muslihat.”
Christie melanjutkan, “Keluarga kami tidak punya uang, kekuasaan, ataupun hak apapun, dan sidang ini sudah ditakdirkan kalah. Pada akhirnya, Ayahku dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun. Gimana menurutmu? Kasihan kan, menantunya meninggal, putranya masuk penjara, aku juga berhenti sekolah karena hal ini. Kakek membesarkanku seorang diri, siapa yang tidak marah kalau hal seperti ini menimpanya?”
Setelah mendengar cerita Christie, Alex berkata, “Benar-benar sembrono, para koruptor ini sama sekali tidak bisa diampuni. Di mata mereka sama sekali tidak ada hukum. Aku pasti akan mengembalikan keadilan untuk orang tuamu.”
Christie terkejut, dia berkata, “Kak, kamu bisa bantu kami? Mereka itu pejabat.”
Alex berkata, “Negara kita ini masih punya keadilan, hanya saja di beberapa tempat masih terdapat orang-orang yang sembrono dan suka korupsi, hanya dengan menangkap mereka, barulah negara kita bisa stabil, dan rakyat juga bisa hidup stabil, begitu pula dengan tatanan sosial yang akan jadi harmonis. Hama masyarakat tidak boleh dibiarkan.”
Alex bersumpah dalam hatinya bahwa dia pasti akan membuat para koruptor ini mendapatkan hukuman!
Christie menghapus air matanya, lalu bertanya, “Kak, kamu beneran bisa bantu orang tuaku? Meski harus mati pun aku juga akan membantumu berbicara pada Kakek agar mengobati Kak Erika.”
Alex mengangguk dengan kuat, lalu berkata, “Sudah jangan nangis lagi, aku akan ke kantor kelurahan sekarang juga untuk membantu orang tuamu. Hanya dengan menuntaskan dendam yang ada di hati kakekmu, barulah bisa memintanya mengobati Erika.”
__ADS_1
Setelah mengatakannya, Alex hendak segera pergi, tapi Christie agak khawatir, “Kak, kamu pergi sendirian? Mereka sama sekali tidak bisa diajak ngomong. Mungkin saja kamu akan ditangkap. Coba pikirkan lagi, ini sangat berbahaya.”