
Saat ini, Frendy terlihat sedikit gugup. Namun setelah melihat begitu banyak orang di sekitarnya, dia pun langsung menjadi sombong dan berjalan masuk ke klub Figo, musuh terbesarnya itu.
Begitu masuk ke dalam klub, Frendy langsung menendang pot porselen yang ada di depan pintu.
Prang!
Dalam sekejap, semua orang yang ada di sekeliling langsung terkejut. Mereka tidak tahu apa yang diinginkan Frendy. Namun, saat melihat sekitar tujuh atau delapan pria kekar yang mengikuti Frendy, mereka semua pun tercengang.
Manajer klub langsung berjalan keluar. Saat melihat Frendy, ekspresinya langsung berubah. Dia menunjuk ke arah Frendy sambil berteriak, "Frendy, kamu sudah bosan hidup, ya?! Beraninya kamu datan membuat onar!"
Frendy berkata dengan arogan, "Dengar baik-baik, kedatanganku kali ini bukan untuk membuat onar, tapi untuk menyampaikan pesan. Kak Figo bilang dia sudah lama merasa sebal pada Chris dan ingin berpisah dari kalian! Orang yang kalah harus meninggalkan tempat ini!"
Manajer itu menggertakkan giginya, "Apa maksudmu? Apa otak Figo sudah rusak? Kenapa dia berbuat begitu pada saat-saat seperti ini? Bukannya ini ...."
"Plak!"
Saat mendengar kata-kata manajer itu, Frendy langsung menamparnya. Manajer itu pun tidak berani lanjut berbicara.
Frendy berkata dengan penuh penghinaan, "Jangan banyak omong kosong! Mari bertemu malam ini di stasiun kereta api. Aku sudah membelikan tiket untuk kalian."
Amel yang menonton dari samping merasa Frendy benar-benar sangat mengintimidasi orang, kemampuan aktingnya juga sangat bagus. Tadi, dia jelas-jelas masih sangat gugup. Sekarang, dia malah sudah sepenuhnya menghayati perannya.
Frendy bukan hanya berbicara dengan sombong, tindakannya juga sangat arogan. Dia berbicara sambil menghancurkan barang-barang di dalam toko.
Dalam sekejap, banyak barang dekorasi yang sudah dipecahkan oleh Frendy.
Selesai melakukan hal itu, Frendy baru meninggalkan klub.
Awalnya, manajer itu masih mencurigai tindakan Frendy. Bagaimanapun juga, hal ini memang sangat mencurigakan. Akan tetapi, setelah merasakan rasa sakit di wajahnya, dia langsung murka.
"Figo? Baiklah. Ayo kalau kamu ingin berpisah. Kak Chris nggak akan takut padamu!" Manajer itu mendengus, lalu mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
Di stasiun kereta api, Morgan dan Trevor sedang menunggu kereta api di platform. Sementara Alex dan Amel membawa orang dan berdiri di samping mereka berdua.
Morgan masih belum terlalu percaya pada Alex, tetapi tiket kereta api sudah dibeli. Lagi pula, situasi di sekeliling mereka juga sangat tenang. Dia pun merilekskan diri.
Trevor menatap Alex dan berkata, "Apa PT. Atish benar-benar mau bermusuhan dengan keluarga Bazel?"
Alex menatap Trevor dengan sedikit heran, "Apa maksudmu? Memangnya aku orang seperti itu?"
Trevor baru tersadar. Semua gertakan Alex selama ini hanya digunakan untuk menciptakan momentum untuk PT. Atish. Setelah situasinya menjadi stabil, PT. Atish pasti akan bekerja sama dengan keluarga Bazel.
Cara Alex benar-benar hebat.
Saat ini, Alex malah berkata sambil tertawa, "Tentu saja aku harus melenyapkan keluarga Bazel. Kalau nggak, nggak ada artinya PT. Atish datang ke sini."
Setelah mendengar kata-kata Alex, Trevor membelalakkan matanya. Saat melihat Alex yang terlihat santai, Trevor merasa dunia ini sangat gila.
"Kamu yakin bukan sedang bercanda? Asal kamu tahu, keluarga Bazel adalah penguasa wilayah ini. Kalian mau pakai apa untuk bertanding dengan keluarga Bazel?" Trevor sama sekali tidak bisa menebak pemikiran Alex.
Trevor pun terdiam.
Tepat pada saat ini, Amel mengangguk ringan pada Alex. Kemudian, Alex baru tersenyum, "Tapi ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan pada kalian."
Trevor menatap Alex dengan heran, sedangkan Alex hanya bertanya dengan santai, "Tiga belas tahun yang lalu, saat kalian menjalankan misi bersama ayah Amel, apa misi itu gagal karena kalian membocorkan rahasia?"
Ekspresi Trevor dan Morgan langsung berubah. Morgan pun langsung menjawab, "Mana mungkin kami membocorkan rahasia. Itu pasti karena musuh sudah bisa menebak tindakan kami."
Alex mengangkat bahunya, "Nggak apa-apa kalau kalian nggak mau ngaku. Hanya saja, Amel sangat penasaran kenapa hanya kalian berdua yang hidup sedangkan orang lainnya malah tewas. Aku juga sudah baca laporan itu dan merasa kalian berdua memang sangat mencurigakan."
Trevor tersenyum sambil menjawab, "Setelah mengalami peristiwa itu, kami sudah nggak mau terus jadi polisi. Melihat kawan kami yang berkorban itu sangat menyedihkan. Makanya kami memilih untuk berbisnis setelahnya. Kita beruntung bisa berhasil."
Alex mengangguk, "Ternyata begitu. Sepertinya kami yang sudah salah paham. Tapi aku dan Amel ingin tahu detail peristiwa itu, bagaimana kalau kalian ceritakan pada kami? Tentu saja, kalau kalian ngaku sudah membocorkan rahasia, masalahnya akan jadi lebih sederhana."
__ADS_1
Trevor menggeleng, sedangkan Morgan berkata dengan marah, "Alex, kamu jangan ingkar janji. Kami sudah menyerahkan PT. Zrank kepadamu. Kamu masih mau apa?"
Alex menjawab sambil tersenyum, "Dengan memberikan PT. Zrank kepadaku, hanya dendam di antara kita yang sudah impas. Tapi ini adalah masalah kalian dengan Amel, jangan salah."
Trevor langsung menjadi kesal. Dia tahu masalahnya tidak akan segampang ini. Namun, dia tidak menyangka Alex akan menanyakan tentang perihal belasan tahun yang lalu pada saat-saat seperti ini.
Mereka tentu saja tidak akan mengakui perbuatannya.
Akan tetapi, Alex malah berkata, "Sebaiknya kalian cepat ngaku. Kalau nggak, orang keluarga Bazel sudah benar-benar akan datang untuk membunuh kalian."
Morgan tertawa keras, "Kamu masih ingin menakut-nakuti kami? Di sini kosong melompong, mana mungkin ada orang keluarga Bazel. Lagian, kami sudah pikir dengan jelas. Orang keluarga Bazel pasti sudah menebak kalau ini semua ulahmu. Jadi, mereka nggak akan membantumu membunuh kami!"
Morgan terlihat sangat bangga, seolah-olah dia sudah bisa menebak semua tindakan Alex sehingga tidak takut sama sekali.
Namun, kesombongannya hanya bertahan sebentar. Dia tiba-tiba langsung membeku karena melihat ada orang yang bergegas datang dari belakang Alex.
Chris Lanuar!
Bukankah mereka adalah sekelompok preman yang bekerja untuk keluarga Bazel? Kenapa mereka bisa muncul di sini pada waktu ini?
Morgan kebingungan untuk sesaat.
Memangnya tidak ada satu pun orang keluarga Bazel yang tahu bahwa ini adalah rencana Alex?
Saat ini, Alex berkata sambil tersenyum, "Sebenarnya, aku sudah menyerahkan rekaman suara itu pada keluarga Bazel. Coba tebak, apa ada orang keluarga Bazel yang ingin membunuh kalian?"
Morgan langsung menatap Alex dengan ngeri, "Dasar bajingan! Apa maumu sebenarnya? Kami sudah menyerahkan PT. Zrank kepadamu!"
Saat ini, Trevor juga ketakutan. Dia bukan hanya melihat Chris, tapi juga Figo. Kedua orang ini adalah preman yang bekerja untuk keluarga Bazel.
Alasan mereka muncul di stasiun kereta api ini dengan membawa begitu banyak orang pasti tidaklah sederhana.
__ADS_1
Morgan dan Trevor mau tak mau berpikir bahwa orang-orang ini datang untuk membunuh mereka.