Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Kamu Bunuh Diri Saja


__ADS_3

“Nggak usah omong kosong! Bocah, karena kamu berani memukul orang Dojo Sky dan berani menangkap Jaz serta Pak Eddie, kita tidak usah basa-basi lagi. Langsung saja, apa yang kamu inginkan?” Adi menatap Alex yang menginjak Jaz dengan tatapan membunuh.


Saat ini, empat pengawal terhebat Adi berkumpul dan berdiri di belakang Adi. Mereka menatap Alex dengan waswas.


Alex tersenyum pada Adi, “Haha, Adi, orang yang aku cari adalah kamu! Kalau kamu ingin Jaz hidup, maka ikut aku!”


Setelah itu, Alex menarik Jaz dengan satu tangan sambil berjalan keluar dari hotel!


“Ka… kamu lepaskan dia!” Adi sudah beberapa kali menggenggam erat tangannya. Setiap dia mau turun tangan, dia ujung-ujungnya pasti menahan niat itu.


Berat badan Jaz 90 kilogram. Tapi, Alex malah mengangkatnya dengan mudah.


Adi dan empat pengawalnya mengikuti Alex berjalan keluar dari hotel. Selain itu, mereka menatap Alex dengan tatapan ganas.


Sedangkan Jaz hanya bisa melihat sini-sana, tapi dia tidak bisa mengatakan apa-apa karena mulutnya telah disumpal dengan kaos kaki.


Bang! Alex yang sudah keluar pun melempar Jaz ke lantai dan Jaz hanya bisa mendengus.


“Brengsek! Lepaskan dia!” teriak Adi marah.


Empat pengawal terhebatnya segera mengepung Alex.


Alex berkata, “Adi, aku dan temanku datang ke kota AL untuk membalas dendam. Sedangkan kamu adalah musuh temanku.”


“Temanmu? Siapa dia?” Adi pun tercengang.


“Aku!” Saat ini, Nova berjalan keluar dari hotel. Dia tidak mengangkat Eddie keluar, dia hanya berjalan ke samping Alex tanpa menghiraukan Adi dan beberapa pengawalnya.


“Apa? K… kok bisa kamu sih? Jadi, siapa pria ini?” Adi sudah mengenali Nova, jadi Adi pun kaget, tapi dia ingin mengetahui identitas Alex.


Alex menjawab dengan tenang, “Aku adalah Alex.”


“Apa?” Adi merasa kepalanya mau meledak. Tiba-tiba terdengar suara raungan, seolah-olah segala sesuatu di sekitarnya tiba-tiba menjadi ilusi.


Seketika, Adi pun merasa tercengang sampai pikirannya menjadi kosong.


“Alex, singkirkan kaki baumu itu! Kemari kamu, biarkan aku memberimu pelajaran!” Hoki berjalan ke depan, lalu membuat postur mau berkelahi dan menatap Alex.

__ADS_1


Alex tertawa sinis pada Hoki, “Wow, nyalimu sungguh besar. Sayangnya, kamu nggak ada otak!”


“Omong kosong! Kalau aku menghajarmu sampai otakmu keluar, kamu pun akan berubah menjadi nggak ada otak!” Hoki melambaikan sepasang tangannya pada Alex.


Beberapa hari yang lalu, Hoki berhasil memasuki alam tingkat master, jadi seni bela dirinya telah mencapai tingkat yang baru. Setelah itu, dia juga berjuang untuk menstabilkan kekuatannya.


Adi serta Eddie memberi bantuan yang besar terhadap peningkatan dan kestabilan tingkatnya saat ini.


Hati Adi seperti diisi lima belas ember air yang berat sehingga membuatnya merasa cemas dan tertekan. Setelah dia sadar, dia segera menegur Hoki, “Hoki! Nggak boleh kurang ajar! Apa kamu sudah lupa Tuan ini adalah Tuan Alex?”


“Alex? Tuan Alex?” Pada saat ini, Hoki dan ketiga temannya baru teringat. Lusa lalu bos mereka pergi ke kota Tomohon, bukankah dia bilang ingin menemui Alex?


Astaga! Ternyata dia adalah Alex? Penguasa terbaru di provinsi Sulawesi Utara? Tuan Alex yang telah mengalahkan Dodo si Raja Kaki Utara itu?


Hoki yang telah mengeluarkan tinjunya dan berdiri tegak itu tiba-tiba lemas!


Ternyata dia sudah datang ke kota AL?! Nggak heran dia bisa mengalahkan Eddie!


Sedangkan Hoki tahu dirinya bukanlah lawan Eddie dan Adi, jadi dirinya tidak mungkin bisa mengalahkan Alex yang lebih hebat dari Eddie dan Adi.


Empat pengawal terhebat Adi pun lemas, lalu mereka menatap ke arah Adi, “Bos, apa yang harus kita lakukan?”


Selesai berbicara, Adi pun memberi hormat pada Alex dengan sopan.


Nova berkata, “Adi, kamu benar-benar orang yang licik! Apa kamu sudah lupa bagaimana kamu mencelakai pamanku, Willim waktu itu? Katakan dengan jujur!”


“Haha!” Adi menarik napas dalam, “Willim, ya? Dia terlalu keras kepala. Waktu itu aku suka dengan kodok giok putih itu, jadi aku memintanya untuk memberikan giok itu padaku. Tapi, dia nggak tahu diri, bahkan memarahiku. Dia berani seperti itu karena ada seorang polisi di pihaknya, bukan? Sedangkan, aku nggak mungkin bisa menerima penghinaan itu. Jadi, saat itu aku tidak bisa menahan diri untuk tidak membunuh seluruh keluarganya.”


Adi menghela napas, “Kebaikan dan kejahatan akan terbalas pada akhirnya. Karena aku sudah membunuh orang, maka aku harus bertanggung jawab. Tuan Alex, kalau bukan karena kamu membantunya membalas dendam, hanya mengandalkan keluarga Ardiansyah… Hmm!”


“Kurang ajar kamu!” teriak Nova marah.


Adi jelas-jelas memandang rendah dirinya, tetapi Nova tidak bisa berbuat apa-apa padanya.


Alex pun berkata, “Adi, kalau kamu mau menyelamatkan putramu, maka itu tidak sulit. Kamu bunuh diri saja!”


“Bunuh diri?” tanya Adi sambil menggertakkan gigi dengan wajah pucat.

__ADS_1


“Bos Adi!” Hoki dan beberapa orang lainnya tersentak, “Bos, kamu nggak boleh bunuh diri!”


Nova mengangguk, “Benar, Adi nggak boleh bunuh diri.”


Empat pengawal terhebat Adi menatap Nova, “Apa maksudmu?”


Alex menendang patah satu kaki Jaz!


“Mmm…” Mulut Jaz masih disumpal kaos kaki yang bau, tapi dia hanya bisa mendengus dengan tubuh yang gemetar.


“Tuan Alex, tolong jangan lukai putraku, aku mohon padamu.” Adi nggak berani mengatakan kata-kata buruk lagi, dia hanya terus memberi hormat pada Alex.


Adi merasa sakit hati ketika melihat putranya ditendang.


Nova berkata, “Aku mau kamu ke depan makam pamanku untuk bunuh diri dan meminta maaf padanya!”


Alex mengangguk, “Adi, aku mau kamu merasakan sakitnya kehilangan orang yang dicintai.”


“Apa? Tuan Alex! Aku mohon padamu untuk mengampuninya! Asalkan kamu nggak membunuh putraku, aku bisa menerima hukuman apa pun!” Adi pun berlutut di depan Alex!


Nova pun menghadang Alex dengan tatapannya, maksudnya: Jangan asal membunuh orang yang nggak bersalah.


Alex ragu untuk sementara waktu, tapi dia tidak bermaksud menentang Nova. Lalu, dia menarik Jaz untuk berjalan ke satu mobil.


Setelah membuka bagasi, Alex langsung melemparkan Jaz ke bagasi seperti melempar barang, kemudian terdengar suara gedebuk sebelum Alex menutup bagasi!


“Ayo pergi ke makam keluarga Ardiansyah.” Alex melambaikan tangan pada Adi.


Begitu Nova duduk, Alex pun menyalakan mobil dan mengendarainya ke arah pemakaman.


“Apa dia akan ikut?” Nova sedikit ragu.


“Lihat nanti pilihannya!” Alex melirik ke belakang melalui kaca spion.


“Bos Adi, kamu nggak boleh bunuh diri!” ucap Hoki di samping Adi dengan suara kecil. Pada saat yang sama, dia memberi isyarat pada Leopard untuk nggak mengendarai mobil.


Kalau Adi nggak pergi, maka mereka hanya akan kehilangan Jaz, tapi mereka masih bisa menyelamatkan bos!

__ADS_1


Adi sungguh malang, meskipun dia sangat mendominasi di kota AL, tapi dia tidak memiliki keberanian untuk berhadapan dengan Alex!


Adi pun menggelengkan kepalanya, “Kalian tahu apa? Kalau aku mati, maka kalian dan Jaz akan terselamatkan.”


__ADS_2