
Kabar baik datang dari pihak kepolisian, pembunuh yang ingin membunuh Wendy akhirnya mengakui tindakannya dan memberitahu siapa dalangnya.
Identitas Ridwan juga sudah diverifikasi. Karena masih terdapat cairan tubuh Ridwan di dalam tubuh Dewita, maka kebenaran akan hubungan spesial keduanya dan motif pembunuhan juga sudah tersebar.
Sedangkan pasangan Prasmulyo dan Shinta, dibunuh dengan kejam oleh bom Ridwan demi membantu adik mereka membalas dendam.
Semua orang yang ada di pihak Rangga tidak dapat lagi membantunya, dia juga telah terbaring di tempat tidur di rumahnya dan menolak ditemui siapapun. Bisnis perusahaan juga tidak dijalankan. Nilai pasar perusahaan anjlok, dan dalam beberapa hari menyusut hingga 25%. Hanya Mega yang masih aktif, dia masih merencanakan rencana balas dendam besar secara rahasia!
Pagi ini, Erika tiba-tiba merasa pusing dan kepalanya sangat sakit, dia segera memegang kepalanya dan tidak lama kemudian pingsan saat sedang berada di lokasi konstruksi Teluk Indah.
Hengky menghampirinya dengan ketakutan, dia segera membantu Erika berdiri dan memanggilnya sambil menggoyang tubuhnya, "Presdir, ada apa denganmu?"
Setelah kurang lebih 3 menit, Erika perlahan sadar, dia membuka matanya, lalu menatap Hengky dan berkata, "Ada apa denganku?"
Melihat Erika bangun, Hengky menghela napas lega dan berkata, "Anda benar-benar membuatku takut barusan. Anda tiba-tiba pingsan dan tidak menjawab sama sekali saat dipanggil."
Erika mengingat sejenak dan berkata, "Mungkin terlalu lelah akhir-akhir ini. Aku baik-baik saja, jangan khawatir. Oh iya, tolong panggilkan manajer Deri dari departemen proyek, aku ingin bertanya tentang pekerja yang terluka kemarin, kudengar dia mengatakan biaya kompensasi yang diberikan terlalu sedikit."
Hengky berkata, "Baik, istirahatlah di sini sebentar, aku akan pergi memanggilnya."
Setelah Hengky pergi, Erika menyentuh kepalanya dan tiba-tiba teringat dengan apa yang dikatakan dokter Yenny kepadanya ketika di rumah sakit.
“Kami telah melakukan pemeriksaan mendetail terhadap bagian dalam tengkorakmu. Yang membingungkan kami adalah ada bagian jaringan pembuluh darah di kepalamu yang sulit diperiksa. Kelihatannya juga bukan penyumbatan yang terjadi oleh benturan keras, karena bagian bayangan ini sangat dekat dengan sistem saraf pusatmu, menurut tebakan kami itu mungkin tumor ganas. Aku sarankan untuk memperhatikan kondisi fisikmu setelah pulang nanti. Jika ada yang tidak nyaman dengan kepalamu, kuharap kamu bisa kembali ke rumah sakit kapanpun untuk diperiksa."
__ADS_1
Dia juga ingat pernah bertanya pada dokter Yenny, gejala apa yang akan terjadi jika memang tumor ganas. Dokter Yenny berkata dia akan mengalami sakit kepala parah, mual, muntah, dan gangguan penglihatan. Jika seperti itu, dia harus memeriksakannya tepat waktu karena ini semua adalah gejala tumor ganas.
Jadi, rasa sakit yang tajam di kepala tadi merupakan cikal bakal tumor ganas? Memikirkan hal ini, Erika tiba-tiba merasa sedih.
Sekitar tengah hari, dia mau tidak mau datang ke rumah sakit untuk mencari dokter Yenny, lalu mengatakan situasi yang dia hadapi hari ini. Dokter Yenny mengerutkan kening dan berkata, "Aku tidak berani sembarangan berbicara. Mari kita periksa dulu secara menyeluruh."
Erika bertanya setelah menyelesaikan pemeriksaan, "Kapan hasilnya keluar, dok?”
Dokter Yenny berkata: "Agar tidak ada kesalahan, setelah hasil pemeriksaan keluar, aku akan menyampaikan datamu kepada seorang ahli senior. Dia adalah guruku. Aku akan memintanya mendiagnosis penyakitmu, jadi mungkin akan agak lama. Jadi, kamu bisa kembali nanti sore."
Pada pukul 16:30, Erika kembali ke rumah sakit, tepatnya ke kantor dokter Yenny untuk mengambil hasil tesnya. Dia melihat dokter Yenny sedang melihat hasil pemeriksaannya dengan seorang dokter pria berambut abu-abu dari departemen yang sama. Erika mengetuk pintu.
Dokter Yenny membalikkan badan dan melihat Erika, lalu berkata, "Sudah datang ya. Aku dan dokter Yusuf sedang mendiagnosa penyakitmu."
Dokter Yenny berkata dengan nada serius: "Setelah pemeriksaan dari banyak ahli di rumah sakit kami, telah dipastikan bahwa ada tumor ganas pada sistem saraf pusatmu. Namun, kami sedang mendiskusikan dan meneliti metode pengobatan ... "
Jantung Erika seakan berhenti berdetak setelah mendengarnya! Hasil ini sudah diprediksikannya dalam perjalanan kemari, jadi dia bertanya dengan tenang: "Aku sudah siap dengan hasilnya. Kalau boleh tahu, berapa banyak waktu yang aku miliki?"
Dokter Yenny menghela nafas dan berkata: "Pagi ini, aku sudah mengirim data-datamu kepada guruku, dan beliau juga menyimpulkan bahwa ada masalah di kepalamu. Selain itu, hal ini tidak ada hubungannya dengan lukamu terakhir kali. Beliau menyarankan untuk menerima perawatan yang lebih baik di kota lain. Lagi pula, tingkat medis Rumah Sakit Umum kami jauh lebih rendah daripada rumah sakit di kota lain. "
Erika dengan tenang berkata: "Aku tahu itu, dok. Aku hanya ingin bertanya, berapa banyak waktu yang aku punya sekarang?"
Dokter Yenny berkata: "Tiga bulan hingga enam bulan! Jangan terlalu sedih. Pakar lain memiliki pandangan berbeda tentang penyakitmu. Dia pikir masih ada peluang 10% bukan tumor ganas yang ada di kepalamu. Dia menyarankan untuk melakukan kraniotomi untuk memastikannya. Namun, resiko kraniotomi sangat tinggi ... atau, kamu bisa memeriksa ulang di kota lain."
__ADS_1
Erika tersenyum pahit, "Terima kasih, dok. Aku ingin mengambil hasil pemeriksaannya."
Dokter Yenny tidak punya pilihan selain menganggukkan kepalanya, dia memasukkan hasil tes ke dalam sebuah map dan menyerahkannya kepada Erika.
Dalam perjalanan pulang, Erika memikirkan banyak hal. Ketika dia tahu dirinya punya tumor ganas, awalnya dia sangat takut, takut kehilangan dunia yang indah, takut kehilangan Alex, orang tua, dan teman-teman tercintanya. Namun, perlahan pikirannya menjadi jernih, semua orang akan menghadapi kematian. Kuncinya adalah apa yang kamu miliki di dunia ini? Dan apalagi yang ingin kamu lakukan?
Dirinya sudah puas memiliki suami yang baik seperti Alex, tetapi sayangnya, dia tidak bisa menjadi tua bersamanya. Setelah dirinya mati, Alex pasti akan kesepian, dia takut Alex akan terpuruk dan menghabiskan hari dengan mabuk-mabukan.
Dia adalah pria yang hebat dan berguna bagi negara. Roselline juga sangat menghargai dia dan berharap dia bisa melayani negara. Tetapi jika dia menyerah akan hidup karena aku, bukankah itu sangat disayangkan?
Jika aku mati, aku harus mencari seseorang untuk menggantikanku merawatnya!
Sosok Nova seketika muncul di benak Erika. Baru tadi malam, Riska diam-diam mencarinya dan menunjukkan beberapa foto.
Awalnya, Erika mengabaikan foto-foto itu. Dia sangat percaya pada Alex. Dia tahu bahwa Alex memiliki hubungan spesial yang sulit dihindari dengan Nova karena membantunya memecahkan kasus. Dalam hatinya hanya ada dia seorang, dan dia cukup tahu akan hal itu.
Oleh karena itu, Erika menyimpan foto-foto itu dan berkata kepada Riska: "Aku perlu menyelidiki masalah ini dengan hati-hati."
Semua orang mengatakan, jika Erika benar-benar mati, satu-satunya orang yang dapat menggantikanku adalah Nova. Selain itu, dia juga seorang kapten. Dia seharusnya lebih cocok untuk Alex daripada dirinya...
__ADS_1