
Tak lama kemudian, Roselline berkata lagi, “Sebenarnya, ketika kamu bertarung malam ini, aku bersembunyi di kegelapan dan mengamati secara diam-diam.”
“Oh.” Alex mengangguk.
Roselline berkata, “Ketika kamu menghadapi tekanan dari Dodo, aku pun menahan diri untuk nggak membantumu karena aku berharap kamu bisa mencapai terobosan di bawah tekanan seperti itu. Meskipun kamu akan gagal, aku juga nggak akan membiarkan Dodo hidup.”
“Iya, aku tahu.” Alex mengangguk, “Awalnya aku kira kamu nggak datang, jadi aku mendapat terobosan di dalam pertarungan sengit itu. Sebenarnya, aku seharusnya berterima kasih padamu.”
Roselline mendengus, “Terima kasih padaku? Kamu seharusnya berterima kasih pada Dodo, karena Raja Kaki Utara itulah yang mengorbankan satu kakinya untuk membantumu mencapai tingkat lebih tinggi. Benar-benar berjasa.”
“Haha! Apa yang kamu katakan benar.” Alex tertawa.
Wajah cantik Roselline pun menunjukkan senyuman yang jarang terlihat. Roselline merasa suasana seperti ini sangat santai dan menyenangkan.
Roselline terus berkata, “Suseno akan terus mengamati Stevanus. Menurutku kita harus pergi melihatnya setelah Dakson berhasil mengalahkan keluarga Japari! Kalau membiarkan Suseno sendirian menyelesaikan misi ini, nyawanya pasti terancam.”
“Siap.” Alex mengangguk dengan senyum.
Roselline memelototinya, lalu merasa tindakannya ini kurang baik, jadi dia segera menoleh dan menatap ke depan sambil berjalan cepat.
Roselline datang kemari dengan mengendarai mobil, sedangkan Alex tetap mengendarai Honda Fireblade-nya. Kebetulan tempat parkir mobil Roselline sangat dekat dengan tempat Alex menyembunyikan motornya.
Setelah Roselline naik mobil, dia pun membunyikan klakson ke arah Alex sebelum melaju dengan cepat.
Ketika melihat Alex kembali dengan pakain balap motor. Wiwin pun segera berlari ke arahnya sambil bertanya dengan senyum, “Dirut Alex, gimana motor ini?”
“Wiwin, motormu ini sangat bagus, untungnya kamu pernah pakai! Terima kasih.” Alex menepuk bahu Wiwin.
Wiwin senang sampai menyipitkan matanya, “Dirut Alex, asalkan Anda suka saja! Oh ya, hari ini aku baru pesan motor Honda Fireblade, sisa uangnya ada 500 juta. Sebaiknya Anda simpan uang ini!”
Wajah Alex menjadi masam, “Uang yang aku keluarkan, nggak pernah aku minta balik. Wiwin, ketika aku membutuhkan motor, kamu malah meminjamkanku motor yang cocok. Aku sangat senang, jadi jangan mengungkit masalah uang lagi!”
“Em, iya, iya. Dirut Alex, aku nggak akan mengungkitnya lagi!” Wiwin terkejut. Meskipun ini adalah uang 500 juta, tapi tetap tidak perlu mengusik Dirut Alex lagi dan membuatnya tidak senang.
Ketika kembali ke kamar, Erika sudah tertidur nyenyak.
__ADS_1
Alex diam-diam melepaskan seragam motor balapnya. Ketika dia mau mengoleskan obat, Erika tiba-tiba terbangun, “Em? Alex, apa kamu sudah pulang?”
“Iya. Nggak apa-apa kok, kamu tidur saja,” kata Alex.
Tapi, Erika segera memakai baju, lalu berdiri sambil mengamatinya, “Apa lukamu terbuka lagi? Cepat kemari dan biarkan aku memeriksanya.”
“Ha? Nggak, nggak kok.” Alex mundur ke belakang dan nggak berani memperlihatkan punggungnya pada Erika.
“Berhenti! Berbaliklah!” perintah Erika.
Alex mulai berbohong, “Em, lukanya memang terbuka sedikit, tapi aku hanya pergi mengendarai sepeda motor.”
Erika pun memeriksa luka Alex sambil mengungkapkan kebohongannya, “Aku akan membantumu mengoleskan obat! Luka nggak boleh kena air. Hei, apa kamu baru saja mengendarai motor? Kenapa bajumu penuh dengan tanah? Jujur saja deh!”
Akhirnya, Alex nggak tahan dengan serangan Erika yang centil, sehingga dia pun mengatakan yang sebenarnya.
Tapi, Alex nggak menceritakan dengan rinci tentang pertarungan dia dengan Dodo, hanya menejelaskan secara singkat.
Meski begitu, Erika tetap khawatir setelah mendengarnya, “Raja Kaki Utara adalah master yang hebat! Kok kamu selalu melawan orang hebat seperti itu sih? Kelak kamu harus hidup dengan baik demi aku, nggak boleh mengambil risiko. Bisakah kamu janji padaku?”
Erika berkata, “Kalau kamu menggunakan keselamatan sendiri untuk mengganti bisnis yang besar, maka aku nggak mau kehidupan begitu.”
Alex memegang wajah cantiknya, “Ada hal yang bila sudah dimulai, sulit untuk dihentikan.”
Erika memeluknya, “Baiklah. Tapi, kamu harus hati-hati.”
“Iya.” Alex merasakan kelembutan Erika dan merasa sangat senang.
Berita Raja Kaki Utara dikalahkan tersebar ke seluruh kota Tomohon, bahkan sampai ke Provinsi Sulawesi Utara.
Berita dalam dunia persilatan memang tersebar dengan cepat.
Setelah mendengar berita itu, para penguasa besar di seluruh kota termasuk kota Tomohon segera memiliki pandangan baru tentang Richard.
“Kalau Richard nggak mengandalkan kemampuan Raja Kaki Utara, maka siapa yang akan takluk padanya?”
__ADS_1
“Benar. Sekarang Richard nggak bisa mengandalkan Raja Kaki Utara lagi, maka dia sama saja kehilangan dukungan yang hebat.”
“Raja Kaki Utara sudah dikalahkan Alex. Kelak penguasa Provinsi Sulawesi Utara pasti adalah Alex.”
“Kalau begitu, kita harus pergi menemui penguasa baru ini.”
“Benar! Kita tentu saja harus mengunjungi orang yang lebih hebat dari Raja Kaki Utara.”
Jadi, diam-diam ada banyak penguasa di dunia bawah tanah yang berangkat ke kota Tomohon untuk melakukan aksi mengunjungi Alex.
Martin pun mulai pusing karena setiap hari ada banyak orang yang mengantarkan undangan, kemudian menunggu di luar dengan hormat. Martin juga sudah mengutus satpam untuk mengusir mereka, tapi mereka bersikeras menunggu di luar.
“Kalian semua pergi saja! Menjauh dari sini, jangan menghambat lalu lintas, mengerti? Kalau kalian mau bertemu Dirut Alex, juga jangan menghadang jalan! Cepat pergi!”
“Aduh? Kok kamu datang lagi? Cepat pergi! Dirut Alex nggak mau bertemu dengan siapa pun! Cepat menjauh dari sini, jangan menghambat jalan masuk dan keluar PT. Atish. Kalau Dirut Alex tahu hal ini, dia juga akan marah!”
“Siapa pun nggak bisa menanggung resikonya kalau membuat Dirut Alex marah!”
Para penguasa serta anak buah yang diusir hanya bisa mencari tempat parkir di kejauhan. Setelah memarkir mobil, mereka pun berkumpul di sekitar untuk menunggu Alex menemui mereka.
Tapi, Alex nggak muncul.
Sebenarnya Alex ada keluar, hanya saja dia pun bingung ketika melihat begitu banyak orang.
Jadi, dia memerintahkan satpam untuk mengusir orang-orang itu sejauh 500 meter dari gedung cabang PT. Atish. Kalau gak, benar-benar menunda alur kerja perusahaannya.
Pada saat yang sama, Alex menelepon Damian agar Damian datang untuk mengatasi masalah ini, lalu menyuruhnya agar tidak membiarkan banyak orang berkumpul di depan PT. Atish. Kelakuan mereka benar-benar seperti menghalangi pintu.
Setelah Damian mendapat kabar Dodo telah meninggalkan kota Tomohon dengan luka parah, dia pun berkata dengan senang, “Bagus sekali! Tuan Alex memang hebat! Bisa-bisanya mengalahkan Dodo si Raja Kaki Utara itu!”
Marvel berkata, “Pak Guru, Dodo si Raja Kaki Utara itu adalah orang yang terkalahkan di wilayah kita, tapi Tuan Alex bisa membuatnya terluka parah sampai pergi dari sini. Benar-benar hebat.”
Markus berkata, “Waktu itu, pak guru memutuskan untuk bergabung dengan PT. Atish, tapi kami berdua malah merasa itu pilihan yang salah. Sekarang, sepertinya kami berdua yang bodoh. Haha!”
Damian berkata perlahan, “Meskipun aku dikenal sebagai Damian si kaki besi, tapi aku nggak setingkat dengan Raja Kaki Utara. Kalau bukan adanya dukungan Raja Kaki Utara terhadap Richard, maka aku sedari awal sudah bertempur langsung dengan Richard.”
__ADS_1