
Kata-kata Alex membuat Levi mendengus. Dia merasa bahwa Alex berkata begitu agar tidak mempermalukan dirinya sendiri.
Setelah melihat ke sekeliling, Alex langsung tersenyum. Kemudian, dia pergi ke satu tanah kosong dan berdiri di sana sambil berkata pada Levi, “Ayo, tempat ini seharusnya sudah cukup.”
Levi hanya mendengus, lalu berjalan ke arah Alex. Setelah tiba di hadapan Alex, dia berkata dengan cuek, “Hei, aku nggak tahu bagaimana kamu bisa mengelabui mayor. Tapi, aku akan menunjukkan padamu bahwa di hadapan kekuatan, orang yang hanya pandai membual nggak ada apa-apanya!”
Alex hanya mengangkat bahunya dengan santai, “Aku juga merasa kata-katamu itu sangat masuk akal. Ayo serang, bukankah kamu bilang ingin bertanding denganku? Aku sedang menunggu. Kalau kamu nggak menyerang, berarti kamulah yang membual.”
Levi menggertakkan giginya, lalu cepat-cepat datang ke hadapan Alex. Dia mengulurkan tinjunya dan meraung keras.
Namun, tepat di saat itu, Alex malah melambaikan tangannya, “Tunggu.”
“Kenapa? Takut?” Levi tersenyum dingin.
Alex malah menggeleng, “Maksudku adalah aku nggak ingin bertanding denganmu saja. Kalian pilihlah sendiri 10 orang untuk langsung menyerangku sama-sama, daripada nanti kalian malah nggak terima dan menantangku satu-satu.”
Ekspresi Levi langsung berubah lantaran merasa sudah dihina, “Kamu sungguh keterlaluan!”
Melihat ekspresi Levi, Alex tahu apa yang sedang dipikirkannya. Jadi, dia berkata dengan tidak berdaya, “Kalau kamu mau satu lawan satu, bagaimana kalau kita membatasinya dengan hanya satu serangan? Kalau kamu bisa menahan satu seranganku, anggaplah aku kalah. Bagaimana?”
Levi sangat murka dan menunjuk ke arah Alex, “Jangan menghinaku! Dengar, hanya aku dan kamu yang akan bertanding sekarang! Kamu juga nggak perlu mengatakan bahwa kamu bisa mengalahkanku dengan satu serangan!”
Alex mengangkat bahunya dengan tak berdaya, lalu menggerakkan jarinya pada Levi, “Kalau begitu, ayo serang.”
Levi meraung dan menerjang ke arah Alex. Dia langsung menggunakan seluruh kekuatannya dan kecepatanya juga sangat cepat. Saat tiba di hadapan Alex, dia terlihat bagaikan sebuah tank sehingga Alex pun diselimuti oleh bayangannya.
__ADS_1
Kedua tinjunya langsung menghantam ke arah kepala Alex.
Semua tentara pun sedikit tercengang karena mereka tahu bahwa itu adalah jurus terhebat Levi. Jika Levi menyerang orang biasa dengan jurusnya ini, orang itu pasti akan langsung mati.
Bahkan mereka yang merupakan tentara yang sering berlatih juga akan masuk rumah sakit beberapa hari jika terkena serangannya itu. Jadi, mereka tahu bahwa Alex sedang dalam bahaya dan langsung ingin menghentikan serangan Levi.
Meskipun mereka juga merasa sangat kesal terhadap Alex, Alex juga tidak bersalah sehingga harus mati. Lagi pula, jika Levi benar-benar membunuh Alex, kehidupannya kelak akan menjadi sulit. Markas militer tidak akan menerima seorang pembunuh.
Namun, meskipun para tentara itu memandang rendah Alex, Alex malah terlihat sangat tenang. Dia tiba-tiba mendekati Levi, lalu terlebih dulu melayangkan sebuah tinju ke arah Levi.
Bruk!!!
Levi terbang keluar sebelum sempat menggunakan jurusnya yang paling kuat itu. Dia terhempas sejauh dua meter dan tidak bisa langsung berdiri. Dia hanya bisa membelalakkan matanya dan menatap langit.
Saat ini, area di sekeliling sangat hening. Para tentara tidak tahu bagaimana Alex bisa melakukannya.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa semua tentara merasa sangat tercengang. Ada beberapa tentara yang menyadari bahwa kata-kata Alex sebelumnya bagaikan ramalan. Levi benar-benar langsung kalah hanya dengan satu serangan.
Zaki buru-buru menyuruh orang untuk mengangkut Levi pergi, tetapi dia malah tersenyum. Tadi, dia memang sangat marah karena dia yang jelas-jelas menyuruh Alex untuk membimbing mereka, tetapi malah ada orang yang mencurigai kata-katanya. Sekarang, dia akhirnya merasa bangga.
“Siapa lagi yang mempertanyakan kemampuan Alex? Kalian boleh keluar dan aku akan menyuruh Alex untuk bertanding dengan kalian!” seru Zaki terhadap tentara lainnya.
Namun, saat ini, tidak ada satu pun tentara yang berani maju. Mereka sudah melihat situasi tragis Levi yang dibawa ke klinik, jadi mereka tentu saja tidak ingin berakhir sama dengannya.
Semua orang segera kembali ke posisi latihan mereka dan mulai berlatih lagi.
__ADS_1
Saat ini, semua tentara sudah tunduk karena Alex sudah menaklukkan mereka dengan kemampuannya.
Tepat setelah Alex selesai memberi bimbingan pada tentara-tentara itu, Roselline pun menelepon. Alex langsung mengangkat telepon itu dan mendengar suara Roselline yang tenang.
“Pengadilan akan dimulai besok pagi. Bawalah Ruby datang ke aula sidang pertama. Setelah kalian tiba, sidang terhadap Farrel akan langsung dimulai,” kata Roselline.
Alex menjawab, “Aku mengerti. Aku akan mengantar Ruby sampai ke pengadilan tepat pada waktunya.”
Roselline mengerutkan alisnya, “Tapi, keluarga Bazel pasti akan menghalangimu. Jadi, kamu harus berhati-hati. Sebaiknya kamu membawa lebih banyak orang. Sekarang, kamu dan Zaki juga sudah akrab, ‘kan? Kamu juga boleh menyuruhnya mengutus orang untuk mengantar kalian ke pengadilan.”
Alex malah tidak ingin Zaki terlibat dalam masalah ini, apalagi karena dia tahu bahwa keluarga Bazel bisa menjadi sangat mengerikan kalau sudah gila. Jika Zaki ingin melindungi mereka, dia pasti harus mengutus banyak tentara. Namun, jumlah sebanyak itu harus diizinkan oleh pemerintah.
Hal ini tentu saja tidak realistis. Lagi pula, permohonan izin juga memerlukan waktu dan tidak mungkin akan langsung keluar besok. Selain itu, meskipun Biro Red Shield berafiliasi dengan organisasi pemerintah, mereka juga tidak mempunyai hak untuk memobilisasi tentara di markas militer ini. Oleh karena itu, Alex juga tidak mengharapkan bantuan Zaki.
“Aku akan melihat situasinya besok. Pokoknya, aku akan mengantar Ruby ke pengadilan tepat waktu.”
Setelah itu, Roselline pun menutup telepon.
Setelah menutup telepon dari Roselline, giliran Friska yang meneleponnya. Alex sangat heran. Saat ini, perusahaan keamanan Friska seharusnya sedang berkembang. Sementara, Friska hanya akan menelepon Alex jika ada kesulitan yang tidak bisa dia selesaikan sendiri. Jadi, Alex pun mengangkatnya.
Suara Friska terdengar panik, “Alex, Geya sudah diculik!”
Alex pun keheranan, “Ada apa ini? Geya sudah terlepas dari kendali Farraz, jadi siapa yang mau menculiknya? Secara logis, nggak ada gunanya orang menculik Geya.”
Friska berkata, “Farraz yang menculiknya. Bajingan itu sudah gila dan sepertinya mau membunuh Geya!”
__ADS_1
Alex menghembuskan napasnya dengan kasar. Farraz benar-benar sangat tidak berguna, apa gunanya dia balas dendam seperti ini? Dia juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah apa pun dengan membunuh Geya!
Namun, Alex juga tidak bisa berpangku tangan. Dia tahu bahwa Friska pasti akan pergi mencari Farraz dan hal ini sangatlah berbahaya.