Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 582 Serahkan Pada Alif Vixon


__ADS_3

Hampir semua anggota keluarga Bazel sudah pulang ke rumah. Semua tindakan yang diambil keluarga Bazel saat ini akan mempengaruhi perkembangan mereka ke depannya, jadi semua orang pun khawatir.


Harry berkata dengan tenang, “Berhubung kita nggak bisa mengusir Alex dengan bertarung dengannya, maka hal yang harus kita lakukan sangat gampang. Kita harus mengalahkannya dari segi bisnis. Bukannya dia mau membangun pusat komersial? Aku akan menghalanginya membangun pusat komersial itu.”


Sinarwa berujar, “Pak Harry, aku akan menangani masalah ini.”


Harry mengangguk, “Aku akan tenang kalau masalah ini ditangani olehmu. Tapi, kamu juga nggak perlu terlalu buru-buru. Kita boleh melakukan perang panjang dengannya. Lagian, dia yang datang ke daerah kekuasaan kita, jadi kita nggak perlu panik. Yang perlu panik adalah PT. Atish.”


Semua orang tahu jika PT. Atish tidak bisa membangun pusat komersial itu, kerugian yang mereka alami setiap hari pasti sangat besar.


Dalam situasi seperti ini, PT. Atish mungkin akan bangkrut dan mungkin juga bisa berpengaruh pada bisnis mereka yang lain.


Harry tahu jelas di mana keunggulannya saat ini. Jadi, dia akan memanfaatkannya sebaik mungkin.


Sinarwa pun pamit, sedangkan Harry menatap seluruh anggota keluarga Bazel yang ada di sampingnya. Meskipun keluarga Bazel terbagi atas keturunan langsung dan keluarga cabang, anggota keturunan langsung belum tentu lebih hebat daripada anggota keluarga cabang.


Bahkan Farrel dan Sinarwan yang berasal dari keluarga cabang pun jauh lebih hebat dari beberapa anggota keturunan langsung. Harry juga lebih menghargai Sinarwa dan Farrel.


Jika bukan karena Sinarwa adalah anggota keluarga cabang, Harry sudah ingin memilihnya sebagai penerus.


Namun, semua ini tidak bisa diubah.


Meskipun hanyalah keluarga cabang, Harry masih tetap ingin membina Sinarwa.


Pembangunan PT. Atish sangat cepat. Begitu mendapatkan tanah, mereka sudah langsung memasuki tahap konstruksi keesokan harinya. Kecepatan ini bahkan mengejutkan banyak pengusaha lokal.

__ADS_1


Lagi pula, tidak ada perusahaan konstruksi lokal yang begitu hebat. PT. Atish pasti menggunakan perusahaan konstruksi dari tempat lain.


Seberapa besar tekad mereka sehingga memilih untuk membawa pasukan konstruksi dari luar.


Saat ini, Alex sedang berada di sebuah kafe dengan seseorang. Dia menatap orang itu, lalu berkata sambil tersenyum, “Aku sangat bersyukur sudah setuju untuk bekerja sama denganmu waktu itu.”


Alif mengangguk sambil tersenyum dan menjawab, “Benar. Aku juga sangat bersyukur nggak salah menilai orang.”


Selama ini, Alif sedang menunggu Alex. Dia sama sekali tidak cemas dan selalu menjadi sopir Hasan. Lagi pula, setelah mendapat pelajaran dari Hasan waktu itu, Alif hanya melakukan pekerjaannya dengan tenang tanpa melakukan tindakan-tindakan yang melewati batas.


Hasan pun sangat puas dengan sikap Alif. Hanya saja, dia tetap tidak bersikap baik terhadap Alif.


Bagaimanapun juga, Alif adalah orang yang berhak untuk merebut posisi pemimpin keluarga Vixon. Sementara, Hasan tentu saja ingin putranya yang menjadi pemimpin keluarga.


Oleh karena itu, Hasan selalu menekan Alif agar Alif selalu berada dalam cengkeramannya. Tanpa bantuan orang lain, Alif juga tidak mungkin berhasil menjadi pemimpin keluarga Vixon.


Hasan mengerti jelas tentang hal ini. Jadi, dia sengaja mempekerjakan Alif dengan alasan ingin Alif bertambah pengalaman dan membina kemampuan bisnisnya. Akan tetapi, ini sebenarnya hanyalah salah satu cara untuk mengekang Alif.


Kali ini, Alif juga mengambil risiko besar untuk bertemu dengan Alex. Bagaimanapun juga, Hasan mengira dia sudah memutuskan hubungan dengan Alex. Jika Hasan tahu dia masih berhubungan dengan Alex, Hasan pasti akan tahu dia punya rencana. Pada saatnya, Hasan pasti akan mengawasinya dengan ketat.


“Aku mengajakmu bertemu kali ini karena perlu bantuanmu. Aku yakin kamu pasti bisa melakukannya. Meskipun kamu masih bukan pemimpin keluarga Vixon saat ini, aku tetap bisa mengandalkanmu untuk menyebarkan sebuah berita dengan menggunakan sumber daya keluarga Vixon, ‘kan?”


Alex langsung berkata tanpa basa basi. Dia tahu Alif akan makin mudah ketahuan apabila waktu yang dihabiskannya di luar makin panjang. Dia bisa mengerti situasi Alif saat ini.


Agar Alif tidak mendapat masalah, Alex harus memberi tahu Alif bantuan yang dia butuhkan secepat mungkin.

__ADS_1


Alif tersenyum dan menjawab, “Kalau hanya menyebarkan berita, aku masih bisa melakukannya.”


Alex mengangguk, “Kalau begitu, aku akan menyerahkan tugas ini padamu. Aku tahu nggak banyak yang bisa kamu lakukan, tapi hal yang harus kamu lakukan ini adalah salah satu bagian penting dari rencanaku.”


Alif mengepalkan tangannya, “Aku jamin bisa menyelesaikannya dengan baik.”


Setelah itu, Alex baru memberi tahu Alif mengenai berita yang harus disebarkannya. Alif langsung menatap Alex dengan terkejut. “Dengan begini, kamu akan langsung menyatakan perang dengan keluarga Bazel, ‘kan? Kamu yakin mau menyebarkan berita ini? Berita ini pasti akan menggemparkan seluruh kota!”


Alex menjawab sambil tersenyum, “Tenang saja, aku memang bermaksud untuk menyatakan perang dengan keluarga Bazel. Pasukanku sudah sampai, aku nggak punya alasan untuk terus menghindari perselisihan secara langsung.”


Alif mengangguk dan langsung berkata, “Kamu harus hati-hati. Perkembangan bisnismu pasti nggak akan semulus itu. Apalagi tanah yang kalian beli itu pasti nggak gampang untuk dijadikan pusat komersial.”


Alex hanya mengangkat bahunya dengan santai. “Jangan khawatir. Sekarang, kamu hanya perlu melakukan hal yang kupercayakan padamu. Aku akan mengurus hal lainnya.”


Setelah mendengar kata-kata Alex, Alif mengangguk, lalu pergi setelah menghabiskan kopinya. Alex juga baru bangkit dan hendak pulang. Namun, tepat pada saat ini, Erina malah meneleponnya.


Ternyata ada masalah di lokasi konstruksi.


Setelah sampai di lokasi konstruksi, Alex menemukan ada sekelompok orang yang datang membuat masalah. Begitu dilihat, Alex langsung tahu bahwa mereka adalah penduduk setempat. Mereka sedang berbicara dengan marah menggunakan bahasa lokal.


Ada banyak pengawal yang sedang melindungi Erika. Akan tetapi, mereka tidak sanggup mengusir orang-orang itu.


Alex tiba-tiba merasa cemas dan buru-buru maju untuk melindungi Erika dengan menempatkannya di belakang dirinya. Kemudian, dia menyipitkan mata dan bertanya dengan heran, “Apa yang sedang kalian lakukan?”


“Ini adalah tanah kami. Kalian mau merampasnya dari kami?” teriak Hengki dengan marah sambil menunjuk Alex.

__ADS_1


Alex langsung terkejut, lalu menjawab, “Ini adalah tanah yang diberikan pemerintah kepada kami. Kenapa bisa jadi tanah kalian?”


Hengki berkata dengan marah, “Jangan omong kosong! Kamu kira aku nggak tahu? Tanah yang diberikan pemerintah kepada kalian ada di sana. Kalian sendiri yang mengekspansinya sampai kemari. Beraninya kalian berbuat begini! Memangnya kalian pikir bisa berbuat seenaknya mentang-mentang punya kekuasaan? Dasar tak berperikemanusiaan!”


__ADS_2