Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama


__ADS_3

Pukul 7 malam, setelah Alex dan Jody sudah puas minum, Jody pun pulang sendirian dengan taksi, sedangkan Nova menemani Alex berjalan-jalan.


Tiba-tiba Nova menerima telepon, “Nova, kudengar kamu sudah kembali ke Tomohon, kenapa tidak menghubungi kami? Apa kamu sudah melupakan teman-teman SMA-mu?”


“Cherish Janet ya? Kenapa kamu teringat untuk meneleponku?” tanya Nova dengan penasaran.


Cherish berkata, “Saat itu kita ‘kan teman sekamar! Mana mungkin aku lupa padamu? Oh ya, aku punya pacar baru, mau ketemuan nggak?”


Nova tersenyum pahit, “Kurasa sebaiknya nggak.”


Cherish berkata, “Latar belakang keluarganya sangat bagus, kebetulan malam ini aku ada waktu. Pas banget kamu lagi di Tomohon, jadi ayo ketemuan. Lagian kita juga sudah lama nggak bertemu.”


“Oke deh.” Nova setuju sambil melirik Alex.


Setengah jam kemudian, Nova bertemu dengan teman baiknya, Cherish, yang sering bertengkar dengannya dulu di Cafe Alice, sedangkan Alex duduk di samping dengan keadaan mabuk.


“Nova! Sini pelukan dulu!” Cherish lebih pendek dari Nova. Begitu bertemu Nova, dia langsung memeluknya sambil menciumnya dengan antusias, “Sudah lama nggak ketemu, aku kangen banget padamu! Oh ya, apa yang kamu lakukan sekarang? Kerja di mana?”


Nova berkata, “Sekarang aku seorang polisi.”


“Polisi? Oh, penjaga masyarakat dong!” Cherish terkejut, “Oh ya, ini pacarku, Nando Santo, gimana? Masih oke, kan?”


Nova menganggukkan kepala dengan sopan ketika melihat sikap pamer Cherish, lalu menyapa, “Halo.”


Nando terus melirik tubuh, wajah dan dada Nova begitu bertemu sedari tadi!


Cherish merasa nggak senang, lalu berkata “Nando, apa maksudmu, hah? Dengar ya, dia adalah teman baikku, Nova! Kamu nggak boleh suka padanya.”

__ADS_1


Nando menyeringai, “Ya nggak lah. Halo Nona Nova, kamu sungguh cantik! Sangat senang bisa bertemu denganmu.” Nando terlihat seperti pulang dari luar negeri, dia sangat sombong, tapi sikapnya terhadap Nova terlihat seperti sengaja menyanjungnya.


Kecantikan Nova adalah gabungan antara dewasa dan seksi, jadi hampir semua pria akan terpesona ketika melihatnya. Seperti sekarang ini, semua pria di cafe ini pasti akan mengintip ke sini, dan yang mereka lihat tentunya bukan Cherish, melainkan Nova!


“A… apa ini pacar Nona Nova? Di mana kerjanya?!” Sikap Nando sangat angkuh, dia bahkan memandang rendah dan meremehkan Alex yang berpakaian sederhana dan tidak melakukan gerakan berjabat tangan.


“Alex, pengangguran,” jawab Alex sambil memejamkan mata.


Cherish juga melirik Alex dengan jijik, lalu diam-diam menarik Nova ke samping, “Aduh, kamu takluk pada orang semacam ini? Nov, kamu buta ya? Lihat pacarku, dia adalah pewaris Athena Grup! Kelak dia akan mewarisi aset 12 triliun! Haha.”


Nova tersenyum, “Ternyata kamu mendapatkan pacar kaya raya toh. Selamat ya.”


Cherish tersenyum senang, “Tentu saja! Nando sangat baik padaku, dua hari lalu dia baru saja membelikanku mobil sport dan hari ini aku mengendarai mobil itu ke sini! Noh, start tanpa kunci, ini chipnya, keren, kan?”


Nando melirik Alex dengan tatapan meremehkan dan berkata dalam hati: Pengangguran? Masih berlagak lagi di depanku. Nggak  ngerti sopan santun dan berjabat tangan denganku ya?


“A… apa yang kamu katakan?” Cherish memelototi Nando.


Nando mengabaikan keberadaannya, dan hanya menatap Nova, “Nova, apa kamu percaya dengan cinta pada pandangan pertama? Aku diam-diam memberitahu diri sendiri bahwa kamu adalah wanita yang kucari ketika bertemu pertama kali padamu! Aku bersedia menjadi pangeranmu, bisakah kamu memberiku kesempatan? Aku bisa memberikanmu apapun yang kamu inginkan. Mau cincin, mobil sport, jam tangan bermerek atau tas?”


Nova mengabaikannya, lalu menarik tangan Alex, “Nanti aku masih mau kerja, aku antar kamu pulang dulu ya?”


Alex menatap Nando dengan kondisi mabuk dan berkata, “Sudah mau pulang ya? Baiklah.”


Nando berkata dengan buru-buru, “Nona Nova! Apa kamu nggak mendengar apa yang kukatakan tadi? Aku benar-benar serius padamu!”


Aura di sekujur tubuh Nova menjadi dingin, “Nando, aku adalah teman baik Cherish, sedangkan kamu adalah pacarnya, tolong sopan sedikit.”

__ADS_1


Nando tertawa terbahak-bahak, “Sopan? Bukannya Cherish cuma suka dengan uang keluargaku? Nona cantik, kamu lebih cantik dari Cherish, jadi aku lebih menyukaimu dan tidak keberatan kamu menyukai uangku. Pertimbangkanlah!”


“Ini pacarku.” Nova melirik Alex dan berkata dengan serius, “Tolong jaga perkataanmu.”


“Jaga perkataan katamu? Athena Grup adalah perusahaan besar yang terkenal di kota Tomohon! Satu ucapanku saja sudah bisa menjadikanmu dewan eksekutif di Athena Grup. Nona Nova, ngapain kamu menjadi polisi, gaji sedikit, sama sekali nggak cukup untuk uang makanku! Kamu pertimbangkan dulu, asalkan kamu bersedia menjadi pacarku, aku akan segera memberimu satu mobil sport, aku nggak akan ingkar janji.”


Nando ini sangat percaya takhayul tentang pesona uang, tampaknya dia sudah berhasil mendapatkan Cherish. Intinya adalah bocah ini terlalu aneh, bisa-bisanya dia mengejar teman baik Cherish di depan Cherish?!


Akhirnya Alex membuka mata dan melirik ke arah Nando, “Minggir sana, jangan ganggu pacarku, atau aku nggak akan sungkan padamu.”


Nando langsung marah, “Beraninya orang tak berguna sepertimu bilang nggak sungkan padaku? Percaya nggak kalau pengawalku akan memukulmu sampai babak belur! Cuih!”


“Nando, kamu keterlaluan sekali!” Mata Cherish berkaca-kaca, “Setelah mendapatkanku, kamu ingin menyingkirkanku begitu saja?”


Nando menatapnya dengan acuh tak acuh, “Wanita sepertimu sangat banyak di wilayah ini! Tapi, wanita secantik Nona Nova nggak banyak di Tomohon. Hari ini bisa bertemunya pasti karena jodoh! Ini adalah kesempatan yang diberi Tuhan, mana mungkin aku melewatkannya?”


Cherish nggak menyangka awalnya dia menyuruh teman baiknya ke sini untuk memamerkan pacarnya, tapi malah berubah menjadi mempermalukan dirinya sendiri di depan umum!


Nando berkata manis ketika ingin membujuknya ke atas ranjang, sekarang malah menendangnya begitu saja!


Pikiran Cherish menjadi kosong, setelah lumayan lama dia baru merespon.


Tapi, Nova juga sulit untuk menengahi hal semacam ini, jadi dia bisa Alex untuk pergi.


“Nona Nova, tunggu aku!” Nando mengejarnya, sedangkan Nova berkata dengan marah, “Minggir sana! Jangan dekat-dekat denganku!”


Nando menatap mobil Nova yang melaju pergi, lalu melambaikan tangan pada pengawalnya, “Ikut mobil itu! Lihat dia tinggal di mana! Aku harus menemukannya!”

__ADS_1


__ADS_2