Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Pemikiran Sama


__ADS_3

Pikiran Dodo menjadi rumit: Bukankah surat tantangan tadi diantar Alex sendiri? Atau mungkin Alex dan seorang wanita datang untuk mengacau dan saling bekerja sama?


Saat memikirkan seorang wanita yang bisa bekerja sama dengan Alex, orang pertama yang dipikirkan Dodo adalah Friska.


Namun, Dodo segera menyangkal pemikirannya: Dengan kemampuan Friska, begitu diketahui oleh Stevanus dan yang lainnya, dia pasti sudah lama mati!


Kalau begitu, siapa wanita yang lebih kuat daripada Friska ini? Dodo, Raja Kaki Utara, sangat bingung.


Stevanus dan yang lainnya kembali dan bersembunyi di posisi awal.


Namun, CCTV yang Weling katakan “Sempurna” masih bergerak. Di ruang CCTV, Weling dan Cars masih memantau dan terus memeriksa di berbagai layar kamera untuk mencari sosok musuh.


“Brengsek! Sebenarnya kemana wanita cantik Asia itu?” Weling sungguh tidak percaya.


Cars juga menatap layar kamera, berbalik dan bertanya, “Weling, jangan-jangan wanita cantik Asia itu sudah naik ke ranjangmu?”


Weling tersenyum, “Kalau seperti itu, aku pasti akan membuatnya sengsara! Hahaha!”


Cars mencibir, “Kudengar kamu adalah orang tiga menit. Kurasa wanita mana pun juga nggak akan bisa sengsara dalam tiga menit, bukan?”


“Omong kosong!” Weling memelototi Cars, lalu pandangannya kembali ke layar, “Aku bisa bertahan sampai satu jam! Kalau kamu tidak percaya, bawalah pacarmu untuk mencobanya?”


Wajah Cars menjadi suram, “Weling, jangan sembarangan bercanda! Kalau kamu berani menyentuh pacarku, aku bersumpah akan menghancurkanmu sampai berkeping-keping!”


Ketika Weling hendak membalas, Stevanus masuk, “Apa yang kalian lakukan? Kenapa malah ngobrol dan tidak fokus?”


Mereka berdua langsung diam. Stevanus memelototi mereka dan bertanya, “Apakah ada penemuan baru?”


“Sementara belum ada, tapi karena wanita ini menerobos masuk, cepat atau lambat dia juga harus pergi.” Weling menunjuk ke empat layar, “Ini satu-satunya jalan untuk turun gunung. Kita sudah menguasai setiap sudut pandang, jadi selama dia lewat sini, pasti akan ketahuan.”


Stevanus lalu lanjut bertanya, “Kalau begitu, dia masuk dari mana?”


“Um.” Weling tiba-tiba tertegun dan keringat mulai melapisi keningnya.


Cars, teman seperjuangan lamanya buru-buru berkata, “Elang, kurasa wanita ini mungkin seperti manusia super.”

__ADS_1


Stevanus langsung marah, “Manusia super? Cars, apakah kalian sedang bercanda denganku? Ini pertempuran! Jika musuh adalah manusia super, maka kita hanyalah semut yang bisa dengan mudah diinjak sampai mati oleh mereka!”


Weling bergumam, “Elang, sebenarnya kamera yang kami pasang sudah bisa memantau semua jalan keluar. Memang sangat sulit untuk dijelaskan bagaimana wanita ini bisa masuk.”


Stevanus berkata, “Aku sudah mengutus Morka dan kelompoknya untuk mencegat mereka di jalan keluar, kuharap dia bisa membawa kabar baik untuk kita. Kalau nggak, Weling, Cars, kalian berdua akan rugi satu juta dolar.”


“Ah? Elang, kamu tidak bisa begini!” Mereka masing-masing rugi 500 ribu dolar karena kelalaian mereka.


Di sisi lain, Alex sudah terlebih dahulu keluar dari pekarangan Keluarga Japari, tapi dia masih menunggu Roselline tidak jauh dari sana. Dia tidak bisa meninggalkan Roselline di sini sendirian, dia harus menjaganya.


Saat melihat sosok Roselline yang acuh tidak acuh berlari dengan cepat di malam hari, Alex merasa lega, “Sepertinya pemikiran kita masih sama.”


Ternyata Alex telah menilai kekuatan tempur pihak Stevanus sangat kuat dan kehadiran master tingkat tinggi Raja Kaki Utara juga mengejutkannya sehingga dia tahu tidak ada yang bisa dilakukan. Jadi, dia keluar dari Keluarga Japari.


Penilaian Roselline juga sama seperti Alex. Roselline merasa kalau memaksa untuk menyelidiki malam ini, mereka berdua kemungkinan akan berada dalam bahaya, jadi dia akhirnya juga mundur.


Setelah Roselline bertemu dengan Alex, mereka berdua langsung turun gunung tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Tiba-tiba mereka berdua berhenti bersamaan. Mereka tidak perlu berbicara dan sudah tahu ada penyergapan di depan.


Alex mengedipkan mata pada Roselline dalam gelapnya malam. Lalu, mereka berdua sama-sama mengeluarkan belati, membungkukkan tubuh mereka, dan terus bergerak ke depan!


Satu bergerak di sebelah kiri dan satunya di kanan. Dua sosok itu seperti dua sambaran petir yang terus bergerak dengan cepat dan mendekati area penyergapan yang direncanakan oleh Morka dan yang lainnya.


Morka sudah terbiasa menjatuhkan lawan dengan tinju, jadi dia melambaikan tangannya dan menyuruh ketiga anak buahnya untuk menembak!


“Dor, dor, dor!”


Tiga senapan ditembakkan secara bersamaan, menghantam area terbuka di depan dan menyebabkan percikan api yang besar.


Sementara dua sosok di area terbuka itu tampak seperti ilusi, tubuh mereka terus bergerak di tengah hujan peluru. Mereka menghindar ke kiri dan ke kanan, namun terus bergerak ke arah lawan!


“Wah, hahaha! Bagus sekali, master ya.” Morka tertawa keras sambil memegang golok di tangannya dan menunjukkan ketajaman bilahnya, “Ayo! Wanita cantik Asia, aku ingin kamu merasakan kehebatanku!”


Tiga penembak di samping Morka masih bisa menembak sewaktu musuh masih jauh, tapi ketika musuh sampai di depannya, senapan di tangan mereka menjadi tidak berguna!

__ADS_1


Ketiga penembak itu bahkan tidak sempat untuk berpikir dan sudah merasa leher mereka dingin, kemudian jatuh ke tanah secara bersamaan.


Saat mereka jatuh, ada senapan yang masih terus menembak, tapi arah tembakannya kacau.


Lalu terdengar dua kali suara tembakan sebelum pelurunya habis dan berhenti sendiri.


“Matilah!” Golok Morka menebas ke arah Alex yang bergegas kemari.


Alex dan Roselline melewati Morka dari sebelah kiri dan kanan, tapi ketika mereka melewati Morka, tubuh mereka tiba-tiba menurun.


“Ah!” Morka merasa serangannya kosong, tapi kenapa bagian bawah pahanya terasa dingin?


Bruk! Morka terduduk dan tidak bisa berdiri!


Apa yang sebenarnya terjadi? Morka sangat kaget. Ketika menunduk, dia menyadari kedua kakinya sudah terpisah dari tubuhnya!


Setelah kehilangan dua kakinya, tubuhnya sudah tidak bisa lagi menjaga keseimbangan dan terjatuh dengan menyedihkan!


“Tidak!” Morka tidak bisa mempercayainya, “Kalian adalah iblis…”


Memang benar, mereka berdua bukan hanya iblis, tapi juga sepasang iblis.


Saat mereka melewati Morka, mereka sama-sama menyerang dan masing-masing memotong satu kaki Morka!


Yang ditunjukkan di sini bukan hanya pemahaman yang tepat tentang anatomi tubuh manusia, tapi yang terpenting adalah gerakan yang tajam dan gesit hingga tidak bisa dipahami oleh orang biasa.


Sebenarnya menurut Roselline, yang terpenting adalah kekompakan mereka berdua!


Begitu pertempuran di sini dimulai, Stevanus juga sudah mendapatkan berita. Dia pun membawa orang dan bergegas kemari.


“Brengsek! Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang bisa memberitahuku?” Yang dilihat Stevanus adalah mayat yang berserakan di mana-mana, terutama Morka yang mati dengan sangat mengenaskan. Kedua kakinya terpisah dari tubuhnya, darah menggenang di tanah, kedua matanya membelalak sambil menatap ke langit dengan kosong dan enggan.


Tiga penembak lainnya tewas karena nadi mereka putus.


“Kejar! Kejar!” Stevanus berteriak marah dan berlari dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2