
Namun, kemampuan para pengawal ini hanya biasa saja. Ketika menghadapi master seperti Leo, mereka langsung kalah. Leo pun tidak terbunuh.
Meskipun Leo sudah keluar untuk menusuk Bego, bagi Roselline, ini hanya mengurangi sedikit tekanan, tapi kondisi mereka masih saja kurang baik.
Tepat ketika Roselline sudah bersandar di dinding, hal yang tidak bisa dihindarkan adalah serangan. Tiba-tiba, bayangan hitam muncul di sekitar semua orang.
Bego di waktu pertama menghindar ke samping, sedangkan master lain hanya terkejut, lalu melakukan postur bertahan dan mundur ke jarak yang aman.
“Siapa kamu?!” tanya Wilie dengan tak senang.
Alex hanya dengan senyum menjawab, “Apa kalian beberapa seniman bela diri Alam Grandmaster nggak tahu malu? Bisa-bisanya menindas seorang wanita! Kalau kalian hebat, serang aku saja!”
Saat ini, Wilie baru melihat jelas wajah Alex, lalu dia mengerutkan dahi dan merasa pernah melihat Alex.
“Bro, di sini adalah kediaman Bazel. Kamu menerobos ke kediaman Bazel sudah termasuk tindakan yang melanggar aturan. Kalau kamu ingin menolong wanita ini, berarti kamu ingin menjadi musuh keluarga kami atau kamu memang sekongkol dengan wanita ini? Namun, bila dilihat, tampangmu tidak seperti orang yang akan menjadi anak buah pemerintah.”
Wilie tersenyum tenang.
Sebenarnya dia berharap Alex bisa langsung meninggalkan tempat ini dan tidak ikut campur akan hal ini. Alasan kenapa dia tidak menyerang Alex di waktu pertama adalah karena kemunculan Alex terlalu aneh, selain itu dia tidak bisa melihat kemampuan Alex.
Sampai sekarang, Alex belum berniat turun tangan. Dari sini, ia simpulkan bahwa Alex tidak ingin menjadi musuh keluarga Bazel.
Oleh karena itu, Wilie berharap Alex bisa memberinya muka.
Bagaimanapun juga, mereka semua adalah seniman bela diri Alam Grandmaster.
Alex mendecak lidahnya dua kali. “Kamu bilang tampangku nggak mirip seperti orang yang bisa membantu pemerintah, kalau begitu coba kamu katakan tampangku ini cocok untuk apa?”
Wilie mengerutkan dahi. “Dari tampangmu terlihat seperti ksatria yang nggak akan bersekongkol dengan orang, ‘kan?”
Alex berkata dengan senang, “Tebakanmu benar sekali. Aku memang nggak suka bersekongkol, karena aku nggak suka rasa terikat. Katamu ini benar.”
__ADS_1
Wilie menghela napas lega sambil memberi hormat, “Kalau begitu, kamu bersedia minggir, dong? Aku janji setelah aku menyelesaikan hal ini, aku pasti akan menyambutmu dengan hormat!”
Alex melambaikan tangannya. “Tapi, ada satu hal yang kamu salah tebak. Aku memang bersekongkol dengan dia, selain itu kedatanganku memang untuk menolongnya. Jadi, kamu nggak usah menyambutku dengan hormat, kalian biarkan kami pergi saja.”
Wilie tercengang, tak lama kemudian wajahnya menjadi masam. “Kalau begitu, jangan salahkan kami bila dirimu terbunuh.”
Wilie tidak menyangka kalau Alex itu sekongkol dengan Roselline. Benar-benar tak disangka.
Tapi, kalau begitu, hanya bisa bertarung saja!
Seketika semua orang mulai turun tangan, bahkan empat grandmaster juga turun tangan di waktu yang sama. Sedangkan Bego yang terluka berbalik badan untuk menyerang ke arah Leo.
Sekarang Bego sangat marah dan ingin membunuh Leo.
Ketika Alex melihat orang-orang ini mau turun tangan, dia pun menunjukkan jurus naganya. Seluruh tubuhnya membeludak energi yang besar, sepasang tangannya dikepalkan, lalu meninju ke arah master itu.
Jurus ini sangat sederhana, tapi bagi Wilie dan lainnya, jurus yang sederhana ini susah untuk dihindari mereka.
Bang!
Tinjuan Wilie saling bertabrakan dengan Alex, lalu terasa energi yang kuat masuk te tinjunya, sehingga membuat Wilie mundur beberapa langkah.
Sedangkan para seniman bela diri Alam Grandmaster juga demikian.
Seketika semua orang menatap Alex dengan kaget. Mereka langsung sadar kalau kecepatan tinju Alex barusan sangat cepat, sehingga bisa di waktu yang sama menghalang serangan empat master, bahkan membuat mereka mundur!
Tindakan seperti ini benar-benar susah dilakukan oleh grandmaster biasa.
Jadi mereka tahu, kemampuan Alex sudah mencapai Alam Dewa Perang, kalau tidak dia tidak mungkin bisa melakukan hal semacam ini.
“Seniman Alam Dewa Perang! Bro, tak disangka kamu adalah master yang hebat!” Saat ini, wajah Wilie menjadi masam, tapi masih menyeringai.
__ADS_1
Wilie tahu hari ini mereka bertemu dengan lawan yang susah dikalahkan. Kemampuan Alex sudah di Alam Dewa Perang, jadi mau mereka menyerang bagaimanapun, juga tidak bisa mengalahkan Alex. Selain itu, di belakang Alex masih ada Roselline yang lebih hebat dari seniman Alam Grandmaster.
Kemampuan yang ditunjukkan Roselline sudah bisa membuat mereka terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Roselline bisa bertahan begitu lama di bawah serangan banyak pengawal dan beberapa seniman Alam Grandmaster.
Mereka berdua adalah orang yang hebat!
Alex hanya tersenyum. “Jadi, apa sekarang sudah bisa membiarkan kami berdua pergi? Eh salah, kami bertiga, bukan berdua, orang di sana juga orang kami.”
Alex menunjuk Leo yang tak bisa bertahan lagi.
Karena adanya gabungan Bego, Leo yang saat ini hanya bisa dipukul, sehingga luka di tubuhnya semakin banyak, juga mengalir banyak darah. Tampaknya sangat mengerikan.
Willie terdiam. Meskipun dia tidak ingin bertarung dengan Alex, tapi sekarang mau melepaskan Alex atau tidak, tak bisa diputuskan oleh mereka, karena mereka hanya pengawal saja.
Saat ini, Dondon sudah berjalan ke tengah taman sambil melihat kondisi di sini. Di sisi Dondon ada dua tetua yang sedang berdiri dengan tangan dilipat.
Dondon menyeringai. Dia tidak menyangka kemunculan satu per satu musuh ini memiliki kemampuan yang hebat.
Setelah dia mendengar kata Alex, dia tertawa keras. “Bocah, kalau kamu ingin pergi dari sini, juga boleh. Pilihlah salah satu tetua dari sisiku. Kalau kamu bisa menang dari mereka, aku bisa melepaskan kalian pergi. Aku nggak akan mengingkar janji!”
Alex berkata dengan santai, “Kalau begitu, kamu saja yang pilih. Aku buru-buru, jadi cepat sedikit.”
Dondon melihat tetua di sisi kirinya, “Paman Zaen, tolong kamu atasi bocah itu.”
Zaen mengangguk dengan satu tangan memegang kipas sambil berjalan ke depan. Ketika dia melangkah keluar, debu pun bertebangan.
Alis Alex berkerut ketika melihat tetua yang berjalan dengan penuh aura. “Bisa-bisanya di tempat ini bertemu dengan seniman Alam Dewa Perang, bahkan bertemu dua orang. Aku memang telah meremehkan keluarga Bazel.”
Zaen hanya tertawa. “Aku hanya orang yang tak bekerja. Hari ini, kudengar ada orang yang menerobos ke kediaman Bazel, jadi aku ingin melihat siapa yang memiliki nyali begitu besar. Tak disangka, aku malah bertemu dengan junior yang memiliki potensi besar. Kalau tebakanku nggak salah, kemampuanmu seharusnya sudah mencapai Alam Dewa Perang, ‘kan?”
Alex mengangkat bahu. “Kurang tahu. Nanti kamu bisa menghalang seranganku, dengan begitu kamu bisa merasakan kemampuanku.”
__ADS_1