Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 530 Orang Keluarga Vixon


__ADS_3

Hasan memandang Morgan dan Trevor dengan sedikit terkejut, jadi Trevor buru-buru menjelaskan, “Apa kalian nggak salah? Kami membayar pajak secara normal, kok. Aku rasa kalian sudah melakukan kesalahan. Kami akan ikut dengan kalian, tetapi kalian harus menyelidiki hal ini dengan jelas. Tolong jangan bilang kami sudah melakukan penggelapan pajak!”


Beberapa pegawai pajak itu hanya menatap Trevor dengan acuh tak acuh. Sementara Trevor dan Morgan hanya mengirimkan sebuah pesan pada sekretaris mereka, lalu pergi mengikuti pegawai pajak.


Hasan dan beberapa orang lainnya menatap kepergian Morgan dan Trevor dengan terkejut. Pada akhirnya, mereka tidak tahu harus berbuat apa.


Alif yang hari ini menjadi sopir Hasan pun turun dari mobil dan berkata pada Hasan, “Paman, aku rasa kamu boleh pergi bertanya ke perusahaan keamanan yang baru itu. Lagi pula, kita juga sudah datang, ‘kan?”


Semua orang merasa bahwa perkataan Alif masuk akal, jadi mereka berjalan ke arah Perusahaan Jaya Shield.


Sementara Alif hanya tersenyum dan kembali menunggu di dalam mobil. Dia sudah diam-diam berkontribusi.


Perusahaan Jaya Shield langsung mendapatkan bisnis di hari pertama. Hal ini tentu saja membuat Alex dan Friska merasa sangat senang. Jadi, mereka memberikan diskon untuk beberapa bos besar itu.


“Hasan Vixon? Pak Hasan berasal dari Keluarga Vixon?” tanya Alex dengan sedikit kebingungan.


“Benar, aku adalah pemimpin Keluarga Vixon. Kenapa?” Hasan menatap Alex dengan sedikit penasaran.


Alex tersenyum, “Aku sering mendengar tentang kesuksesanmu, tetapi malah nggak pernah bertemu denganmu secara langsung. Ternyata kamu memang mengesankan.”


“Kamu pernah mendengar tentangku?” Hasan sedikit heran. Bagaimanapun juga, dia tidak termasuk terkenal dan Keluarga Vixon juga tidak termasuk keluarga besar di Provinsi Sulawesi Tenggara. Jika Alex pernah mendengar tentang dirinya, itu juga pasti bukan dari media atau berita.


Alex tersenyum dan berkata, “Aku punya seorang teman dari Keluarga Vixon, jadi aku banyak mendengar tentang kesuksesanmu darinya.”


Setelah mendengar kata-kata itu, Hasan baru mengangguk, “Pantas saja. Kesuksesanku nggak terlalu besar. Kamu pasti hanya tahu tentang diriku dari anggota Keluarga Vixon, ‘kan?”


Alex tersenyum sambil berkata, “Benar. Hubunganku dengan orang itu juga cukup baik.”

__ADS_1


Hasan sedikit kebingungan dan bermaksud untuk lanjut bertanya. Namun, Max berjalan mendekati mereka dan menyapa, “Ternyata Pak Hasan, ya! Pak Hasan datang untuk menyewa pengawal?”


Hasan sama sekali tidak menyadari bahwa Max ada di di sini, jadi dia sedikit terkejut.


Saat Hasan datang, Friska sudah mempersilakan orang yang datang untuk ikut merayakan upacara pembukaan ini ke ruang penerimaan tamu di dalam perusahaan. Jadi, Hasan sama sekali tidak tahu ada berapa banyak tokoh besar dari pemerintah yang ada di dalam sini.


Saat melihat Max, Hasan tahu keputusannya untuk datang ke Perusahaan Jaya Shield sudah tepat. Jika bahkan Max juga datang menghadiri upacara pembukaan ini, bos besar di balik perusahaan ini pasti sangat hebat.


Dengan begitu, jika pengawal yang disewanya bermasalah, dia bisa langsung datang mencari Friska dan Alex. Hal yang terpenting adalah mereka mungkin bisa mempunyai kesempatan untuk menjalin hubungan baik.


Keluarga Vixon hanyalah keluarga kecil. Mereka bisa bertahan di Provinsi Sulawesi Tenggara sepenuhnya berkat kemurahan hati Keluarga Bazel. Namun, jika dia bisa menjalin hubungan dengan Max yang merupakan tokoh pemerintah, setidaknya tekanan Keluarga Vixon akan berkurang banyak.


Saat ini, ada banyak keluarga yang sedang mengincar Keluarga Vixon. Mereka sedang menunggu Keluarga Vixon untuk melakukan kesalahan sehingga terlepas dari perlindungan Keluarga Bazel. Setelah itu, mereka akan mengakuisisi Keluarga Vixon.


Salah satu keluarga yang mengincar Keluarga Vixon adalah PT. Mega. Kekejaman mereka tidak kalah dari keluarga lain. PT. Mega sedang mengawasi Keluarga Vixon dengan ketat dengan harapan bisa mengakuisisi Keluarga Vixon.


“Nggak apa-apa. Aku hanya datang untuk memperkenalkan Alex kepada teman-teman pemerintah lain yang ada di dalam,” kata Max dengan wajah penuh senyum.


Hasan sedikit tertegun. Dia mengira bahwa hanya Max sendiri yang datang ke sini. Dia tidak menyangka bahwa Max juga membawa begitu banyak orang. Alex pasti memiliki latar belakang yang hebat.


Hasan dengan cepat tersadar kembali dan menatap Alex, “Namamu Alex?”


“Benar. Apakah kamu mengenalku?” tanya Alex dengan penasaran.


Hasan meringis, “Bagaimana mungkin nggak? Perbuatanmu di Provinsi Sulawesi Tenggara sudah menggemparkan semua orang.”


Alex tertawa, “Aku rasa kamu sedang mengejekku, ‘kan? Apalagi aku sudah menyinggung Keluarga Bazel. Di mata mereka, aku hanya sedang mencari mati.”

__ADS_1


Ekspresi Hasan menjadi canggung karena kenyataannya memang begitu. Saat dia dan orang dari keluarga lain mengobrol, semua orang memang menertawakan Alex dan menganggapnya tidak tahu diri. Mereka juga merasa bahwa Alex hanya mencari sensasi. Jadi, mereka sedang menebak kapan Keluarga Bazel akan mengutus orang untuk menghabisi Alex.


Namun, sampai saat ini, Alex masih sangat bebas. Lagi pula, jika bukan karena kedatangannya hari ini, dia juga tidak akan tahu bahwa Alex sudah membuka sebuah perusahaan keamanan yang berskala besar. Alex bahkan juga menjalin hubungan dengan Max dan anggota pemerintah lainnya. Dengan situasi seperti ini, sepertinya Alex bukanlah sama sekali tidak berdaya.


Namun, menurut Hasan, meskipun Alex kenal dengan Max, jika orang Keluarga Bazel benar-benar bertindak, Alex akhirnya juga akan mati mengenaskan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Jadi, dia langsung pamit setelah hanya berbasa-basi sebentar dengan Alex.


Alex menatap Max, sedangkan Max hanya tersenyum, “Aku benar-benar nggak menyangka bahwa kamu begitu populer. Bahkan hanya dengan mendengar namamu, Hasan pun langsung kabur.”


Alex juga sangat tidak berdaya, “Bagaimanapun juga, aku sudah menyinggung Keluarga Bazel. Mereka tahu kedudukan Keluarga Bazel di Provinsi Sulawesi Tenggara. Jadi meskipun aku mendapatkan dukunganmu, mereka tetap merasa bahwa aku nggak akan bisa bertahan hidup di bawah kendali Keluarga Bazel.”


Max tersenyum mengejek, “Mereka hanyalah orang-orang yang berpikiran pendek, jadi bagaimana mungkin mereka bisa tahu identitas aslimu? Mereka hanya tahu bahwa kamu adalah direktur PT. Atish. Jadi, meskipun kemampuanmu hebat, kamu juga akan tetap dihancurkan oleh Keluarga Bazel. Padahal, kamu adalah anggota Biro Red Shield.”


Alex juga ikut tertawa, “Kita juga nggak menyalahkan mereka. Lagi pula, mereka nggak seperti kamu yang mempunyai informasi dalam. Kamu juga hanya tahu aku datang ke sini mewakili Biro Red Shield karena kamu adalah orang pemerintah.”


Max tersenyum canggung sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Sementara Alex berjalan ke arah ruang penerimaan tamu, “Tapi, ya sudahlah. Lagi pula, tugas yang diberikan Biro Red Shield kepadaku juga sudah akan dimulai. Roselline akan segera membawa pasukannya kemari.”


Max memandang Alex dengan sedikit terkejut, “Siapa Roselline yang kamu maksud itu?”


“Kapten aku di Biro Red Shield. Dia adalah seorang wanita cantik.” Alex tersenyum usil.


Max sudah tidak memedulikan kalimat terakhir Alex. Status kapten Biro Red Shield sudah cukup mengejutkannya, padahal inti pembicaraan Alex adalah kalimat terakhir itu.


Setelah tiba di ruang penerimaan tamu, Alex menyadari bahwa sebagian besar anggota pemerintah itu sedang mengobrol dengan gembira bersama Friska. Hanya ada dua anggota pemerintah yang duduk dengan serius.


Max menunjuk ke arah mereka berdua. Salah satu dari mereka adalah pria paruh baya yang memakai kacamata berbingkai hitam dan terlihat ramah, “Dia adalah Sekretaris Jonas Winoto. Dia bertanggung jawab atas semua rencana perjalanan pemimpin dan menyampaikan perintah tertinggi dari pemimpin.”

__ADS_1


__ADS_2