
Nova adalah orang yang sangat cerdas dan memahami psikologi penjahat dengan sangat baik. Pada saat ini, dia menebak adanya pemberontakan dalam diri Elno. Tidak sulit untuk melihat bahwa Elno adalah putra yang berbakti. Jika tidak, dia tidak akan mengambil risiko ditangkap hanya untuk melihat ibu, istri dan putrinya. Dia dapat memilih untuk meledakkan bom menghadapi sergapan polisi, ini berarti dia tidak takut mati. Kenapa dia lebih memilih meledakkan diri daripada ditangkap? Bagaimanapun, ditangkap juga sama saja akan mati, jika dia ingin memilih yang pertama, maka artinya dia ingin menyelamatkan Devan.
Nova berkata: "Elno, jangan terhanyut lebih dalam lagi. Lihat keluargamu dengan mata terbuka. Kamu tega melihat mereka terbunuh bersamamu? Di mana hati nuranimu?"
Elno tidak berbicara, Nova berkata lagi, "Jika kamu berbuat demikian untuk melindungi Devan, maka kamu salah besar. Kamu tahu siapa Devan?"
Elno menggertakkan giginya, "Tuan Devan baik padaku. Dia membantuku ketika aku berada di masa yang paling sulit."
Nova mencibir, "Jadi ini alasanmu melindunginya? Apa kamu tahu kalau Devan lah yang menghabiskan banyak uang untuk menarik tentara bayaran asing ke kota kita? Apa kamu tahu berapa banyak pengawal dan polisi yang berkorban dalam insiden perampokan museum? Ku beritahu ya, Perusahaan Jaya Shield telah mengorbankan 22 pengawal yang luar biasa, sedangkan pihak kepolisian juga mengorbankan 16 petugas polisi, dan ada lebih dari 10 orang yang terluka."
"Selain itu, ada banyak lagi kejahatan yang telah dilakukan Devan. Begitu banyak nyawa tak berdosa mati di tangan bajingan ini. Juga, putrimu, jika bukan karena Alex, dia pasti sudah mati. Devan hanya memberimu sedikit bantuan ekonomi, tetapi Alex mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan putrimu. Bukankah Alex yang seharusnya jadi penyelamat keluargamu? Tindakanmu ini tidak lain dari air susu dibalas air tuba!”
Pernyataan Nova sangat tepat. Di saat Elno merasa sangat kesulitan, ibunya menangis: "Nak, dengarkan ibu, serahkan dirimu kepada polisi. Jika tidak, aku tidak akan pernah mengakuimu sebagai putraku lagi."
Istri Elno berkata, "Elno, dengarkan kata ibu, jika kamu masuk penjara, aku akan mengantarkan makanan untukmu. Jika kamu ditembak mati, aku juga akan tetap menjadi istrimu. Aku tidak akan pernah menikah lagi. Aku juga akan menjaga ibu hingga akhir hayatnya. Jika kamu tidak mau berubah, tidak seorang pun dari kami akan mengakuimu sebagai keluarga."
Noviani juga ikut menangis, "Yah, Paman Alex adalah orang baik. Kamu tidak boleh melawannya. Aku tidak tahu kejahatan apa yang kamu lakukan, tetapi aku tahu kamu mengajariku sejak saya kecil untuk tahu balas budi. Jangan sakiti Paman Alex, menyerahlah."
Alex berkata: "Elno, aku tahu kamu orang yang memegang janji, tapi kamu harus tahu apa yang harus dilakukan dan tidak, pikirkan baik-baik sebelum membuat keputusan."
__ADS_1
Nova berkata: "Elno, kamu tidak lain hanya menyediakan alat bagi Devan untuk membuat bom dan meledakkan pabrik. Dalangnya bukan kamu, dan jika kamu melaporkan dan mengekspos kejahatan Devan, maka kamu akan melakukan penebusan dan hukumanmu akan dikurangi. Biar ku hitung. Jika kamu meletakkan senjata sekarang, itu berarti kamu menyerahkan diri. Paling lama hanya hukuman penjara 10 tahun. Jika performa mu di penjara baik, ditambah dengan penebusan yang kamu lakukan, paling lama hanya 7 hingga 8 tahun."
Alex berkata, "Ya, 8 tahun kemudian, putrimu juga harusnya sudah lulus kuliah dan bekerja, bahkan mungkin akan menikah. Elno, kamu mempertaruhkan hidupmu untuk pulang mengunjungi putrimu. Apa kamu tidak mau berada disampingnya saat dia menikah?"
Melihat Elno mulai tergerak, Nova berkata lagi: Elno, kamu orang yang cerdas, jadi cepatlah ambil keputusan. "
Ibu Elno berkata sambil meneteskan air mata: "Nak, kamu akan selalu menjadi anakku jika menurut pada polisi hari ini. Jika tidak, anggap saja aku tak pernah mengandung dan melahirkanmu!"
Elno menghela nafas dalam-dalam, dia melepaskan tangannya dari detonator, lalu perlahan mengangkat tangan ke atas, "Aku menyerah."
Nova sangat gembira, dia meminta Elno untuk tetap tenang. Pertama, dia melepaskan bom yang ada di tubuhnya terlebih dulu, lalu memborgolnya. Nova berkata: "Elno, yang ku katakan tadi tetap berlaku. Aku akan membawamu bertemu inspektur kami sekarang. Kamu bisa menjelaskan kejahatanmu dengan jujur, serta melaporkan kalau Devan yang menyuruhmu membuat bom untuk meledakkan pabrik. Hukumanmu akan dikurangi karena itu. Ayo pergi."
"Ma, tolong jaga ibu dan anak kita baik-baik."
"Nov, kamu harus belajar yang rajin ya..."
Mata Elno basah, dan air mata jatuh.
Istri Elno mengambil tas uang dan memberikannya kepada Nova, "Bu polisi, ini uang kotor. Meskipun keluarga kami miskin, tapi aku tidak mau uang yang didapatkan seperti ini. Jika kalian ingin membantuku, tolong bicarakan pada pengadilan untuk tidak menghukum mati dia. Bahkan jika dia harus dipenjara seumur hidup, Novi setidaknya masih punya ayah yang masih hidup."
__ADS_1
Nova berkata: "Baik, kak. Jangan khawatir, aku akan mencoba yang terbaik untuk membantunya."
Nova dan Alex membawa Elno kembali ke kantor polisi, di tengah perjalanan Nova memberi tahu Inspektur Gilang.
Karena dia tahu akan aksi malam ini, Inspektur Gilang tetap berada di kantor polisi, sedangkan tim SWAT juga bersiaga menunggu instruksi Nova kapan saja. Mendengar laporan Nova kalau Elno sudah ditangkap, Inspektur Gilang sangat gembira.
Karena sudah memberitahu Elno apa yang harus dilakukan, jadi setibanya di kantor, dia langsung mengakui semuanya, dia mengakui bahwa dia telah diinstruksikan oleh Devan untuk membuat bom. Selain itu, dia juga bekerja sama dengan Devan untuk meledakkan pabrik, dan mengganggu fokus polisi, dan secara tidak langsung membantu tentara bayaran iblis untuk menguasai museum.
Terakhir, Elno juga berinisiatif untuk mengakui bahwa Devan memberi dirinya uang 1 miliar. Selain 600 juta yang diserahkan kepada Nova, masih ada 400 juta lagi di salah satu kartu banknya.
Setelah diverifikasi, transfer ke rekening bank Elno sebesar 1 miliar memang benar dari rekening Devan.
Dengan bukti kuat seperti ini, bahkan jika Devan tidak mengakuinya, hakim juga masih bisa menghukumnya.
Elno ditangkap dan mengakui kejahatan yang diperbuat, berita itu segera tersebar luas hingga ke telinga Surya. Surya benar-benar putus asa, "Alex, Nova, kalian benar-benar ingin membunuh anakku. Sampai matipun tak akan kubiarkan kalian!"
Tuan Surya kembali mencari Inthira, Inthira berkata: "Tuan Surya, tahan dulu. Olivia dan Sandi sedang merencanakan rencana balas dendam yang sempurna. Alex terlalu kuat untuk dihadapi, kali ini kami berencana untuk menyingkirkan kaki tangannya terlebih dahulu. Rencananya sedang dilaksanakan, pulanglah dan tunggu kabar."
Amarah Surya meledak-ledak di dalam hati, setelah pergi dari tempat Inthira, dia mendatangi adiknya, Rangga, "Ga, Alex dan Nova menangkap Elno. Putraku benar-benar habis sudah. Sejauh yang aku tahu, yang membocorkan berita itu ke polisi adalah Wendy dari Timur. Ga, Wendy ini awalnya orang mu. Sekarang melihatmu tidak lagi baik, dia beralih ke bawah perlindungan Alex. Benar-benar tidak bisa dimaafkan. Apa kamu akan diam begitu saja?"
__ADS_1