Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Terus Mengancam


__ADS_3

“Bagus sekali, bawa kami cari Elbert.” Alex langsung membawa Wilson yang tidak berani melawan ke luar seperti mengangkat seekor ayam kecil,  dan melemparnya ke dalam mobil.


Sebagai ketua tim, Elbert sama seperti biasanya, dia tidak beristirahat di rumah. Setelah Wilson membawa Alex dan Nova ke rumah Elbert dan tidak menemukannya, Alex pun melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 3 subuh, lalu meminta Wilson menghubungi Elbert dan bertemu dengannya di suatu tempat.


Setelah melihat tekad Alex untuk membalaskan dendam Oktavia, Wilson pun akhirnya menelepon Elbert, “Halo. Ketua, kamu di mana? Aku ada job nih. Ada cucu bos besar yang mengadakan syukuran 100 hari, kita diundang untuk pentas! Kamu di mana? Aku akan pergi cari kamu untuk bahas masalah ini.”


“Gue lagi sama Kak Yudo! Di Klub Bintang, lu ke sini aja! Kliennya datang ngak?” Ada nada merendahkan dalam nada bicara Elbert.


“Kliennya datang, dia sedang terburu-buru! Aku akan ke sana sekarang.” Wilson menutup telepon, lalu berkata pada Alex, “Klub Bintang.”


“Siapa itu Kak Yudo?” tanya Alex.


“Kak Yudo adalah manajer Klub Bintang, dia sangat pandai bela diri. Selain itu, ada sekelompok preman di klub dan semuanya sangat hebat.” Mata Wilson berkedip, lalu melanjutkan, “Jika hanya mengandalkan kalian berdua, lebih baik pancing Elbert keluar seorang saja.”


“Nggak perlu, langsung pergi ke Klub Bintang saja!” Alex memberi isyarat pada Nova untuk jalan.


“Tunggu. Bung, jika kalian pergi ke Klub Bintang seperti ini, kalian pasti akan kalah! Orang-orang itu adalah anak buah Tuan Richard, mereka suka bertindak seenak hati. Mereka bisa dengan mudah membunuh atau memukul orang sampai cacat!” Kali ini, Wilson benar-benar ketakutan.


Nova berkata, “Bagaimana kekuatan mafia keji seperti ini bisa bertahan sampai sekarang?”


Seluruh tubuh Wilson gemetar, “Bung, aku nggak akan menghalangi kalian pergi ke Klub Bintang, tapi aku mohon jangan bawa aku ke sana, oke? Aku mohon!”


“Segini takutnya kamu sama Kak Yudo itu?” Alex merasa sedikit konyol.


“Kekejaman Kak Yudo terkenal di seluruh Tomohon. Dia setidaknya sudah membunuh 10 orang dan semua orang tahu akan itu. Tapi polisi tidak bisa melakukan apapun padanya.” Wilson berkata sambil gemetar ketakutan saat mengungkit tentang Kak Yudo.

__ADS_1


“Oh, yang kucari memang dia.” Alex tersenyum tenang.


Klub Bintang benar-benar sangat terkenal di Tomohon. Polisi tak pernah menindaklanjuti masalah perjudian atau narkoba di klub yang dilindungi Tuan Richard. Selain itu, semua orang yang datang ke Klub Bintang tahu bahwa bermain di sini sangat aman dan ketat aturan sehingga tidak mungkin ada info yang bocor. Tak peduli orang yang seberapa mengerikan sekalipun juga tidak berani sombong sewaktu datang ke Klub Bintang.


Entah itu para pejabat atau orang-orang berandal sekalipun, mereka bisa menikmati layanan berkelas di sini, makanya bisnis Klub Bintang bisa sangat populer.


Sekarang sudah jam tiga lewat subuh dan sebentar lagi langit akan menjadi terang, tapi tempat parkir dalam Klub Bintang masih dipenuhi dengan mobil sehingga sangat sulit untuk menemukan tempat parkir.


Dan sewaktu Alex dan yang lainnya masuk, jika bukan karena Wilson menelepon Elbert dan menanyakan nomor ruangan, mereka sama sekali tidak boleh masuk!


Selain itu, ada dua satpam muda dan kekar yang membawa Alex dan yang lainnya ke ruangan Elbert. Setelah memastikan Elbert memang kenal dengan Wilson, kedua satpam muda itu pun pergi.


Sikap bertanggung jawab seperti itu bahkan sudah bisa mencapai standar layanan bintang lima.


Elbert tidak kesal saat melihat Wilson membawa mereka berdua masuk dan malah berkata sambil tersenyum, “Wah, teman, silakan duduk, cepat duduk.”


“Kalian berdua datang untuk mengundang kami melakukan pertunjukkan, kan?” Tanya Elbert sambil menyodorkan sebatang rokok.


Alex menggelengkan kepala, “Aku datang untuk menanyakan sesuatu padamu.”


“Hm? Apa maksudmu?” Elbert menjadi waspada, saat ini dia juga menyadari ada yang tidak beres dengan ekspresi Wilson!


“Wilson, bisa-bisanya lu bawa dua orang seperti ini kemari, lu tahu nggak ini tempat apa? Jika Kak Yudo tahu, seluruh keluargamu akan berakhir!” Brak! Elbert memukul meja dan memelototi Alex, “Segera pergi dari sini! Jika masih berani omong kosong, gue patahkan kedua kakimu, lalu lempar ke laut untuk beri makan ikan!”


“Hehe, kamu hanyalah seorang pemimpin kelompok teater. Ingin mematahkan kedua kakiku? Kamu pikir kamu itu siapa?” Alex tidak terburu-buru. Lagian masih pagi.

__ADS_1


Ketika mata Elbert berkedip, wanita di balik selimut itu pun bangun dan duduk, “Em? Ternyata beneran ada orang yang berani datang ke tempat Kak Yudo untuk membuat masalah. Gue baru pertama kali lihat! Gue akan segera menghubungi bagian keamanan untuk membunuh kalian!”


Begitu sosok Nova melesat, dia pun tiba di depan ranjang dan menampar wanita setengah tel*njang itu sampai pingsan. Wanita itu pun terjatuh dan tidak bergerak lagi.


Nova sudah lama mengikuti Alex, caranya dalam menangani masalah juga semakin mendominasi.


“Brengsek! Beraninya kalian main tangan! Sialan kalian!” Elbert tidak tinggi, tapi dia memiliki aura yang kuat. Seketika dia merasa lehernya digenggam dan tubuhnya langsung terangkat!


“Eh, bung, lepaskan aku dulu, kita bisa bicarakan baik-baik.” Elbert ketakutan. Satpam Kak Yudo belum sampai. Meskipun dia dipukuli sampai setengah mati juga Kak Yudo tidak tahu, kan?


Alex menurunkannya dan langsung menamparnya dua kali. Kepala Elbert ditampar hingga pusing, “Eh, jangan pukul! Jangan pukul lagi! Saya angkat tangan! Tuan, apa yang ingin Anda tanyakan, saya jawab, saya jawab semuanya!”


Orang ini benar-benar penakut, baru gini saja sudah angkat tangan.


“Oke, karena kamu sudah paham situasi saat ini, sekarang kita bicarakan tentang bagaimana kamu meracuni Oktavia dua tahun yang lalu,” kata Alex dengan tenang.


“Apa? Bung … oh, bukan. Tuan! Tenggorokan Oktavia rusak mungkin saja karena dia sakit, kan? Gue mana mungkin meracuninya? Lagian dia adalah aktris di kelompok kami! Dia adalah sumber penghasil uang! Gue nggak mungkin meracuninya! Benar nggak?” Elbert punya nyali yang kecil, tapi otaknya sangat cerdas, mulutnya juga sangat lincah. Walaupun mulutnya dipukuli Alex hingga bengkak, dia juga dapat berbicara dengan lancar.


Selain itu, saat dia berbicara, dia terus melirik Wilson yang berada di samping. Dia melihat Wilson yang ketakutan seperti landak sampai tidak berani duduk. Elbert punya firasat buruk (Sial! Dicelakai Wilson si penakut ini!)


Alex mengambil asbak kaca yang tebal, lalu langsung meraih tangan kanan Elbert dan menekannya di atas meja tanpa sepatah kata pun, lalu memukulnya!


Ah! Elbert berteriak kesakitan, jari kelingking kanannya dihantam hingga patah tulang parah!


“Eh … uh …” Elbert kesakitan hingga seluruh tubuhnya gemetar dan menarik nafas dingin, “Eh … lu ngak bisa pukul orang sembarangan! Jika Kak Yudo tahu, dia nggak akan mengampuni kalian! Kalian ini murni cari mati karena berani melakukan ini di Klub Bintang! Jangan salahkan gue nggak ingetin kalian.”

__ADS_1


Sampai saat ini, Elbert masih terus mengancam.


__ADS_2