Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 506 Pergi dengan Selamat


__ADS_3

Sebuah celah yang sangat besar muncul di hadapan Alex, jadi dia langsung meraih Geya sekeluarga. Friska sudah turun duluan sehingga peluru pengawal itu sama sekali tidak mengenainya.


Namun, setelah Alex menarik Geya sekeluarga ke belakang badannya, dia hanya mempunyai sebuah meja yang bisa melindungi mereka dari serangan lawan.


“Meskipun keluarga Bazel hanyalah sebuah keluarga cabang, mereka juga sangat kuat. Sepertinya kemampuan keluarga Bazel lumayan tinggi.” Alex tersenyum dengan tidak berdaya.


Alex menatap Geya, “Nanti setelah Friska sampai di bawah, kamu juga gunakan tali ini untuk turun.”


Melihat ketinggian gedung berlantai lima ini, Geya merasa sangat ketakutan. Jadi, dia cepat-cepat menggelengkan kepalanya, “Aku nggak bisa melakukannya. Kalau aku jatuh, aku bisa mati!”


Alex berkata dengan serius, “Kamu akan mati kalau kamu tetap tinggal di sini. Lagi pula, bukankah kamu datang ke sini dengan kesadaran bahwa kamu mungkin akan mati? Kalau kamu bahkan nggak berani turun menggunakan tali ini, aku nggak percaya akan kata-katamu mengenai dirimu yang sudah mempunyai persiapan untuk mati.”


Geya masih tetap merasa sangat ragu, tapi Alex langsung meraih kerah bajunya. Saat ini, Geya masih memakai gaun pengantinnya. Hanya saja, gaun pengantinnya itu sudah ternodai dengan sedikit darah.


Alex berkata, “Dengar, ini bukan saatnya bagimu untuk ragu. Semakin kamu ragu, semakin tinggi kemungkinan orang tuamu akan mati di hadapanmu!”


Setelah mendengar kata-kata itu, seluruh badan Geya gemetaran. Namun, dia menggertakkan giginya dan meraih tali itu, lalu menggunakannya untuk turun secara perlahan.


Alex memandang Aston, “Sekarang giliranmu.”


Aston menyuruh Berly untuk turun terlebih dahulu dan dia akan mengikuti dari belakang. Kemudian, dia memandang Alex, “Nak, keterampilanmu ini sangat hebat. Seharusnya kamu bukanlah orang biasa, kan?”


Alex tersenyum, “Ini bukan saatnya kita membicarakan hal itu. Sebaiknya kamu cepat tinggalkan tempat ini. Kalian benar-benar sudah menjadi bebanku. Kalau bukan karena kalian, aku sudah menyerbu keluar dari awal.”


Setelah mendengar kata-kata Alex yang tidak sungkan itu, Aston juga tidak marah. Dia hanya menganggukkan kepalanya dan memanjat pagar itu. Sedangkan saat ini, wajah Alex pun langsung berubah karena meja di tangannya itu sudah mulai retak.


Meja ini sudah menahan begitu banyak peluru, jadi tentu saja akan rusak. Apalagi orang yang sudah mencapai puncak tingkat master itu sedang melemparkan sesuatu ke arahnya.


Meja ini dapat bertahan begitu lama adalah sebuah keajaiban.


Alex menatap ke depan dengan ekspresi yang dingin, “Sekarang giliran kalian untuk membayarnya!”

__ADS_1


Dia hanya perlu menunggu Aston meninggalkan tempat ini sebelum mulai menyerang pengawal-pengawal dan Farraz yang ada di dalam gedung ini.


Namun, Alex tahu bahwa Sinarwa masih mempunyai rencana tersembunyi lainnya karena dia terlihat sangat tenang. Hanya saja, dia masih belum ingin menggunakannya.


Alex tertawa sinis, “Farraz itu hanyalah orang yang nggak berguna, tapi ayahnya itu lumayan pintar. Sudahlah, aku akan melepaskan kalian untuk sementara. Nanti kapan-kapan saat suasana hatiku sedang nggak bagus, aku baru akan mengambil nyawa kalian!”


Farraz berteriak pada para pengawal itu, “Apa yang kalian lakukan? Cepat serang! Dasar tak berguna! Mereka bahkan nggak punya senjata! Kalian tunggu apa lagi!!”


Para pengawal itu pun dengan cepat mendekati balkon. Karena ada meja yang menghalang di sana, mereka sama sekali tidak tahu apa yang sudah terjadi di balkon.


Saat Alex melempar meja itu ke arah mereka, semua orang pun terkejut seketika karena tidak melihat keberadaan orang lain selain Alex.


Di mana mereka semua?


Sinarwa menyipitkan matanya, “Aku benar-benar nggak menyangka ternyata ada orang yang membantu mereka di saat-saat seperti ini.”


Farraz terpana, “Di mana Geya dan lainnya? Kemana dua wanita ****** itu pergi?”


Farraz memukul meja dengan ekspresi wajah yang muram, “Bajingan!! Aku akan menghabisi mereka semua! Aku ingin orang yang bernama Alex itu menderita dan memilih untuk mati daripada hidup!”


Saat ini, Farraz sudah kehilangan akal sehatnya. Dia mengira bahwa pernikahan hari ini akan membuat Geya jatuh sepenuhnya ke dalam genggamannya. Namun, dia tidak menyangka bahwa apa yang terjadi malah sebaliknya.


Geya ternyata berani melawan perintahnya. Hal ini sangat tidak maksud akal..


Dia menggertakkan giginya, “Ini pasti ulah Alex dan Friska! Kalau gak, Geya nggak akan berani melakukan hal ini padaku!” Dia menutupi wajahnya.


Sampai saat ini, dia masih bisa merasakan rasa sakit yang membakar di wajahnya.


Sinarwa hanya menatap Farraz dengan kecewa, “Jangan mengira bahwa Geya adalah milikmu. Sebenarnya, aku pun bisa memprediksi tindakannya hari ini. Apakah kamu pikir aku nggak tahu apa yang sudah kamu lakukan? Kamu sudah menyiksa gadis yang baik itu hingga menjadi begini. Kalau bukan karena kelakuanmu nggak berpengaruh besar pada keluarga Bazel, aku pasti sudah menjebloskanmu ke penjara dari awal!”


Farraz menekan amarahnya setelah mendengar perkataan itu. Namun, wajahnya masih muram dan dia masih merasa sangat tidak puas. Kemudian, dia berkata dengan jijik, “Dia hanyalah seorang wanita ****** yang selalu menuruti semua kata-kataku. Kalau bukan karena Friska dan Alex, mana mungkin dia bisa melakukan hal seperti ini?”

__ADS_1


Setelah mendengar kata-kata Farraz itu, Sinarwa hanya bertambah kecewa. Orang yang ingin berhasil dalam hal-hal besar tidak akan terpaku pada detail-detail kecil dan tidak seharusnya menghabiskan seluruh energinya untuk mempermainkan wanita.


Farraz sudah jelas telah melakukan kesalahan itu.


Sinarwa sudah menasehatinya berulang kali, tetapi Farraz tetap tidak mau mendengarnya.


Sinarwa tahu bahwa tidak ada salahnya Farraz melewati kehidupan seperti ini. Setidaknya, dia tidak akan mempunyai banyak beban dan bisa tetap hidup senang dalam perlindungan keluarga Bazel.


Namun, setiap orang memiliki keberuntungannya masing-masing. Sinarwa tidak akan bisa terlalu banyak ikut campur.


“Kamu gak perlu mengkhawatirkan masalah ini lagi. Aku akan menyuruh orang lain untuk mengatasinya.” Selesai berbicara, Sinarwa berjalan turun. Dia tahu bahwa tidak ada gunanya mengejar mereka sekarang.


Meskipun keluarga Bazel sangat berkuasa, dia setidaknya juga harus menghormati pihak pemerintah. Baku tembak di jalanan sudah termasuk tindakan yang melewati batas.


 Meskipun pihak pemerintah tidak akan melepaskan mereka dengan begitu gampang, Sinarwa juga tidak ingin berselisih dengan pihak pemerintah.


Farraz sedikit penasaran, “Tapi, kita juga mempunyai pengawal di lantai satu. Kita bisa menyuruh mereka untuk menangkap Friska dan Geya!”


Sinarwa melirik Farraz sekilas, “Kalau mereka bisa melakukannya, kita pasti sudah mendapat kabar saat ini. Nggak ada kabar dari mereka berarti pengawal di bawah itu sudah gagal.”


Setelah Alex turun ke bawah, dia melihat bahwa ada belasan pengawal yang tergeletak di atas lantai. Semua orang itu sudah kehilangan kesadaran. Alex pun menatap Friska.


Friska menggelengkan kepalanya, “Bukan aku yang melakukannya. Saat aku turun, mereka sudah begini.”


Alex berkata, “Bagaimanapun juga, sebaiknya kita meninggalkan tempat ini dulu. Kita juga nggak tahu apakah pengawal di atas akan mengejar kemari.”


Semua orang menganggukkan kepalanya. Alex membawa mobil Aston dan mengantar mereka semua kembali ke rumah Aston. Saat ini, rumah Aston sudah dibenahi.


Sepertinya Aston sudah berencana untuk meninggalkan tempat ini.


“Kelihatannya kalian sudah punya persiapan. Tapi sayangnya, masalahnya malah berubah menjadi seperti ini.” Alex tersenyum.

__ADS_1


Aston menghela napas dengan tidak berdaya, “Maaf, aku hanya memesan tiket pesawat untuk kami sekeluarga. Aku akan membantu kalian memesan dua tiket lagi.”


__ADS_2