Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Memulihkan Kerjasama


__ADS_3

Satriya berkata kepada Lasmi: "Nenek, ini sudah larut, Anda harus pulang untuk makan malam, Erika pasti tidak bisa memulihkan kerjasama dengan keluarga Wibowo."


Lasmi mengerutkan kening dan berkata, "Mengapa begitu buru-buru?"


Satriya tersenyum lebar dan berkata: "Aku baru saja melihat berita bahwa Erika menabrak sebuah Bugatti Chiron. Mana mungkin pemilik mobil semewah itu bisa melepaskannya begitu saja? Mereka pasti sedang meminjam uang untuk membayar ganti ruginya. Mana mungkin masih punya waktu untuk membicarakan kontrak? "


Mata Lasmi penuh dengan amarah, “Apa kamu yakin?” Menyinggung pemilik Bugatti Chiron bukanlah sebuah lelucon.


Pada saat ini, telepon dari Erika berbunyi, "Nenek, Presdir Wibowo telah setuju untuk melanjutkan kerja sama dengan keluarga Buana. Aku mengalami kecelakaan mobil kecil di jalan sehingga tidak dapat kembali saat ini. Aku mengabarimu karena takut Anda akan khawatir. "


Lasmi berkata sambil tersenyum: "Erika! Baguslah jika urusan dengan keluarga Wibowo sudah selesai. Kamu mengalami kecelakaan mobil? Apakah perlu aku bantu mengurusinya?"


Erika berkata: "Tidak perlu, terima kasih nenek, aku akan mengurusnya sendiri."


Lasmi menutup telepon dengan perasaan puas, lalu berdiri dan berkata, "Erika menelepon, dia bilang masalah kontrak sudah diselesaikan. Presdir Wibowo telah melanjutkan hubungan kerja sama dengan keluarga Buana. Erika mengalami kecelakaan mobil kecil dalam perjalanan, tetapi dia akan membereskannya. Ferdi, Saras, ini sudah larut, aku akan balik dulu. Jika ada urusan, kita bicarakan besok saja. "


Saras berkata: "Bu, sekalian saja makan malam dulu karena Anda sudah di sini."


Lasmi tersenyum tipis, "Tidak perlu. Aku sudah tua, selera makanku berbeda dengan kalian para anak muda. Aku akan balik, kalian tidak perlu khawatir tentang itu."


“Apa? Erika telah memulihkan kerja sama dengan keluarga Wibowo?” Satriya Buana sangat kesal. Dia masih saja bisa menegosiasikan kontrak setelah mengalami kecelakaan seperti itu? Kamu benar-benar hebat, Erika Buana! Mengapa kamu tidak mati saja dalam kecelakaan itu?


Dia tidak berani bertanya lebih banyak dan mengantar Lasmi buana pulang karena tahu beliau masih marah padanya. Satriya dan Riska berdiskusi, "Erika benar-benar memulihkan hubungan kerjasama dengan keluarga Wibowo! Kedepannya kita berdua akan sulit untuk memijakkan kaki di perusahaan."

__ADS_1


Riska berkata dengan marah: "Kak, aku sudah mengatakannya! Erika pasti punya hubungan dengan si Yudha itu! Kalau tidak, mengapa Yudha memberikan proyek Teluk Indah padanya begitu saja? Dan bahkan tidak mengizinkan untuk mengganti penanggung jawab proyek?"


Satriya berkata, "Erika Buana! Apakah kamu benar-benar orang seperti itu? Mengabaikan status sebagai istri dan mempermalukan keluarga! Keluarga Buana pasti tidak akan bisa mengizinkanmu jika kamu menggoda Yudha dengan kecantikan. Riska, kita tidak punya bukti sekarang, bersabarlah dulu. "


Tepat saat ini, ponsel Riska berdering, "Riska, malam ini ada reuni, kamu harus datang ya."


Riska berkata, "Iya, aku sudah tahu."


Satriya bertanya: "Apa kamu akan ikut?"


Riska menjawab: "Tidak!"


Satriya bertanya: "Mengapa tidak mau ?"


Riska berkata: "Aku benci Fernando Utama! Dia terus menggangguku saat bertemu denganku, bahkan banyak teman menyangka bahwa aku adalah pacarnya."


Riska mengangguk, "Teman SMP, dia seorang idiot. Katanya dia bahkan harus dilayani saat makan dan berpakaian."


Satriya berkata, "Riska, kamu juga tahu situasi saat ini! Erika mempunyai Yudha sebagai pendukungnya. Jika kita tidak memiliki pendukung, kita pasti akan ditindas oleh mereka. Apakah kamu ingin melihatnya menginjak-injak kita suatu hari nanti?


Riska berkata: "Tentu saja aku tidak mau! Tapi, aku tidak akan mau menjadi pacar Fernando meskipun harus menyendiri seumur hidup!"


Satriya berkata: "Riska, tenanglah! Kakak tidak bermaksud begitu. Maksudku, mari kita manfaatkan dulu hubungan dengan putra keluarga Utama. Selain itu, aku akan memberitahumu satu hal lagi. Kakak laki-laki Fernando bernama Devan Utama, beberapa hari yang lalu Devan memintaku mencari cara untuk membongkar Hotel Emperor milik Erika. Dia berjanji akan memberiku hadiah 20 miliar setelah hal itu beres! Sayangnya, itu gagal. "

__ADS_1


"Riska, maksudku, kita gunakan Fernando untuk berhubungan dengan Devan dan memulai kembali misi ini. Aku berjanji kepadamu untuk membagi rata 20 miliar itu begitu mendapatkannya!"


Riska tergoda, "20 miliar, banyak sekali? Aku ingin sekali membeli sebuah mobil Porsche."


Satriya kembali bersuara: "Asalkan Hotel Emperor milik Erika dihancurkan, tidak hanya Porsche, bahkan Ferrari juga akan kakak belikan."


Mobil Volkswagen Golf Erika memang mengalami kerusakan yang cukup serius. Alex mengantar Erika ke Wibowo Group terlebih dahulu, kemudian mengemudikan mobil ke bengkel.


Erika keluar setelah menyelesaikan urusannya, Alex mendekat dan berkata, "Erika, bagaimana percakapan dengan Presdir Wibowo?"


Erika tersenyum dan berkata: "Presdir Wibowo sangat murah hati, dia berjanji untuk terus bekerja sama dengan keluarga Buana. Namun, waktunya sangat singkat. Perusahaan konstruksi Buana Group perlu ditempatkan di lokasi konstruksi dalam waktu seminggu. Kemudian memulai proyek itu. "


Alex berkata, "Baguslah kalau begitu. Aku juga tidak mengerti soal proyeknya. Kamu atur saja. Oh iya, mobilmu rusak parah, butuh waktu tiga hari untuk selesai memperbaikinya. Menurutku, kenapa kamu tidak ganti mobil baru saja?"


Erika menghela napas dan berkata, "Aku benar-benar ketakutan tadi. Kenapa kamu bisa ceroboh hingga menambrak Bugatti Chiron? Apa kamu tahu berapa harga mobil itu?"


Alex tersenyum, "Aku tidak tahu. Pasti sangat mahal ya? Kamu terlihat sangat gugup tadi."


Erika berkata: "Tak kusangka akan bertemu dengan orang gila. Dia tidak hanya tidak meminta ganti rugi, tapi bahkan memberikan uang untuk kita. Alex, kurasa kita tidak bisa mengambil uang itu, bagaimana kalau kita kembalikan saja? "


Alex berkata: "Kita bahkan tidak mengenalnya, ke mana kita harus mencarinya? Selain itu, polisi sudah mendaftarkan kita dalam kecelakaan mobil tersebut. Dia sendiri yang memberi tahu polisi bahwa dia tidak sengaja menabrak mobil kita saat mundur. Dia secara sukarela memberi kompensasi kepada kita. Ini bukan uang hasil penipuan, apa yang kamu takuti? Menurutku, uang ini bisa dipakai untuk mengganti sebuah mobil baru untukmu. Sekarang ini kamu begitu sibuk dengan pekerjaan, lokasi konstruksi dan perusahaan. Kamu bahkan harus mengurusi hotel, mana mungkin kamu bisa jika tidak punya mobil? Ayo pergi ke dealer mobil. "


Sebenarnya, Erika juga ingin mengganti mobil bagus. Perlu diketahui bahwa mobil Volkswagen Golf ini dulunya dipakai oleh Saras, sudah hampir sepuluh tahun sekarang, dan bahkan sering rusak. Dirinya sudah berhasil mendapatkan proyek Teluk Indah yang sebesar itu, kedepannya juga masih harus menghadiri berbagai pertemuan, mana mungkin jika dia tidak punya sebuah mobil yang layak?

__ADS_1


"Iya, baik kalau begitu. Mari kita pergi lihat-lihat dulu."


Karena dia akan pergi ke dealer mobil, Erika menelepon Lasmi dan memberitahunya bahwa kerja sama dengan keluarga Wibowo dapat diteruskan.


__ADS_2