Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 512 Waktunya Menepati Janji


__ADS_3

Amel menatap Gordon dengan kaget, tapi hari ini dia memang ada urusan, sedangkan merekam pengakuan begitu banyak orang butuh waktu satu hari.


Jadi, akhirnya dia menyerahkan tugas ini kepada Argo dan Gordon.


Setelah Amel pergi, Gordon menghampiri Farrel dengan senyum menyanjung, lalu menyalakan sebatang rokok. “Pak Farrel, ini semua hanya salah paham, maaf sekali. Rekanku baru saja datang ke sini, jadi nggak mengerti peraturan di sini.”


Saat ini, ekspresi Farrel menjadi sangat masam, bahkan tidak punya niat untuk mendengarkan penjelasan Gordon. Setelah dia dan sebagian besar preman dilepaskan, dia membawa mereka keluar dari kantor polisi.


Sedangkan dua hingga tiga preman yang ditangkap mengakui bahwa mereka yang memerintah, juga mereka yang melakukan hal menyimpan senjata secara diam-diam.


Lalu, hal ini tidak ada kaitannya dengan Farrel!


Amel hanya masuk ke kamar mandi saja, setelah kembali, kantor polisi yang sempit berubah menjadi luas, bahkan Farrel yang ditangkapnya juga sudah tidak ada.


Dia segera mencari Gordon dengan ekspresi panik. “Di mana Farrel?”


Gordon hanya tersenyum. “Sudah kulepaskan, karena dia hanya peserta saja. Meskipun dikurung, juga dikurung selama 24 jam saja, selain itu kita tidak punya banyak tempat untuk mengurung mereka.”


Amel sangat marah. Saat ini, dia sudah tahu apa yang ingin dilakukan Gordon. “Kamu sengaja berbuat seperti itu! Terserah kamu mau membebaskan siapapun, tapi tidak dengan Farrel.”


“Semua tuduhan terhadap Farrel nggak sah, jadi apa yang bisa kamu lakukan? Aku juga sangat tak berdaya, selain itu sangat rumit untuk terlibat dengan keluarga Bazel. Kamu juga nggak ingin setiap hari diawasi, kan?” kata Gordon dengan senyum.


Hanya saja Amel tidak ingin banyak bicara saat ini. Gordon-lah yang melepaskan Farrel karena ingin mendapatkan bantuan dari keluarga Bazel. Cukup salah satu anggota keluarga Bazel mengatakan hal baik tentangnya dan dia akan langsung mendapatkan kesempatan untuk naik jabatan dan gaji.


Amel menggertakkan gigi. “Sudahlah, biar aku yang mengatasi masalah ini saja.”


Meskipun Argo tidak suka dengan cara Gordon, tapi sebenarnya dia juga menghela napas lega, karena Amel sudah keluar dari bahaya. Sekarang siapa yang berani menyinggung keluarga Bazel yang sukses, sama saja mencari mati.


Mereka semua hidup dalam bayangan keluarga Bazel, bukankah sangat mudah bagi keluarga Bazel untuk memberi hukuman pada orang-orang sederhana sepertinya?

__ADS_1


Jadi, setelah Farrel pergi, Argo merasa bahwa Amel telah lolos dari bencana ini.


Pemikiran Farrel tidak tertuju pada Amel, karena setelah Andi muncul, dia tahu kelak dia harus hidup dengan hati-hati.


Waktu itu, Andi sendiri yang membunuh semua anak buahnya dan tidak ada yang bisa menghadang Andi. Inilah yang mendorong dirinya kembali ke pusat keluarga Bazel untuk berlindung. Yang paling membuatnya takut adalah, Andi dapat dengan lancar memasuki kediaman Bazel, bahkan datang ke depan jendelanya.


Ketika dia terbangun dari mimpi buruk, dia melihat sosok seseorang yang terpantul oleh cahaya bulan. Hal ini membuatnya sangat takut, bahkan mengira dirinya akan mati pada saat itu.


Itu tidak bisa digambarkan ataupun diprediksikan. Beberapa saat yang lalu, dia menderita insomnia parah karena trauma yang diberi oleh Andi.


Dia tidak mengerti kenapa Andi bisa mengampuninya, padahal malam itu Andi bisa membunuhnya. Selain itu, Andi menunjukkan senyuman yang mengerikan.


Setelah dia kembali ke Club Sky, dia memanggil anak buahnya dan berkata dengan dingin, “Cepat selidiki dengan jelas identitas Alex secara menyeluruh. Yang aku mau adalah semua tentang informasinya, meskipun itu hal yang pernah dia lakukan sejak kecil, juga harus diselidiki jelas!”


Orang yang bisa dipanggil Andi sebagai bos, pasti bukan orang biasa. Apakah Alex adalah kakaknya Andi?


Bukan hanya terancam, mungkin akan musnah.


Jadi, dia harus memprioritaskan hal ini. Setelah melihat anak buah yang disuruh menyelidiki Alex pergi, dia berkata pada Hadrian, “Aku perlu kembali ke rumah, kamu siapkan mobil dulu.”


Saat ini, Alex membawa Friska datang ke pusat PT. Zrank. Mereka berdua menengadahkan kepala untuk melihat dan menghela napas.


“Apa Perusahaan Jaya Shield nggak semegah PT. Zrank?” canda Alex.


“Iya, sebagian besar dana Perusahaan Jaya Shield digunakan untuk pelatihan pengawal. Jadi bangunan perusahaan kurang diperhatikan. Lagian kami ini melakukan bisnis pelanggan tetap, sehingga semua orang nggak memperhatikan hal ini.” Friska mengangkat bahu.


Ada dua patung singa berdiri di depan pintu PT. Zrank, lebar pintu lebih dari 10 meter, selain itu pintu mereka sudah otomatis dan sekitarnya ada dinding kaca.


Lalu, ada puluhan satpam yang kekar sedang berpatroli di perusahaan.

__ADS_1


Kalau melihat ke dalam dari dinding kaca, dapat melihat area rekreasi kecil bergaya taman setelah masuk, lalu ada sungai buatan yang perlahan mengalirkan air jernih.


Di ujung sungai buatan ada air mancur kecil, di atas air mancur diduduki oleh patung kucing pembawa uang.


Gazebo, jalan berbatu, padang rumput, pohon kecil, semuanya lengkap.


Meja resepsionis di lantai pertama sangat mewah, ini cukup untuk membuktikan seberapa kayanya PT. Zrank.


“Harus diakui, PT. Zrank ini sangat sukses, bisa membuat perusahaan menjadi begitu megah, pasti mendapatkan banyak uang.” Alex tersenyum.


Friska mengangguk. “Kalau aku bisa mendapatkan PT. Zrank, Perusahaan Jaya Shield juga akan menjadi kaya.”


Alex tersenyum. “Apakah kamu berencana mendapatkan seluruh PT. Zrank? Ketika aku tanya padamu, kamu nggak ada ambisi seperti ini.”


Friska memberengnya. “Apa nggak boleh kalau aku sekarang baru ada ambisi itu? Setelah melihat perusahaan ini, aku merasa Perusahaan Jaya Shield seharusnya memiliki dekorasi megah di Sulawesi Tenggara.”


Alex mengulurkan tangan untuk membuat gerakan silakan, “Kalau begitu, ayo kita naik ke atas dan melihat apa Trevor dan Morgan ada rencana menjual PT. Zrank atau gak?”


Friska menutup mulutnya sambil tertawa, dia tentu saja tahu kalau PT. Zrank tidak mungkin dijual. Tapi kalau Alex berkata begini, maka ada kemungkinan PT. Zrank akan dijual.


Setelah mereka berdua masuk ke PT. Zrank, wanita seksi di resepsionis bertanya dengan sopan, “Halo, siapa yang kalian cari, ya?”


“Aku mau mencari Trevor,” ucap Alex dengan senyum.


Wanita seksi itu pun bingung. Aura Alex yang langsung memanggil nama Trevor membuatnya bingung dengan identitas Alex. Jadi, dia hanya bisa tersenyum sambil berkata, “Tolong Anda tunggu sebentar, aku akan menanyakannya terlebih dahulu. Apakah Anda sudah membuat janji?”


Alex meliriknya. “Apa aku nggak boleh bertemu Trevor kalau nggak membuat janji?”


Wanita seksi itu tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan Alex, tapi dia merasa Alex adalah orang yang tidak bisa dia singgung, jadi dia segera melaporkan hal ini kepada atasannya.

__ADS_1


__ADS_2