
Jelas-jelas lawan sudah terluka parah sampai satu tangan lumpuh, tapi masih bisa begitu kuat, bahkan lebih kuat daripada waktu dia menyerang tadi.
Ini benar-benar hal yang tidak bisa dimengerti oleh Gerik.
Pertarungan mereka sudah berlangsung lama. Dalam waktu setengah jam, ruang lingkup pertarungan keduanya sudah mencapai satu kilometer, bahkan ada banyak mobil yang sudah dibelah menjadi dua, juga ada beberapa mobil yang ada banyak lubang.
Luka Mark juga semakin parah, sedangkan Gerik hanya merasa lelah, tapi tidak ada luka.
Sebenarnya, pertarungan saat ini sudah membuat Gerik merasa sulit. Selain itu dia menyadari kalau tatapan Mark sudah berubah, seolah-olah dalam kondisi yang sangat tenang.
Di mata lawan hanya tersisa peperangan.
Selain itu, Mark menyerang dengan cepat, jadi saat ini Gerik tidak ada cara untuk kabur dari peperangan ini.
Seketika, Gerik terjebak dalam situasi yang sulit diatasi.
“Brengsek kamu!” Saat ini, Gerik sudah marah, dia tidak menyangka kalau dirinya bisa dilawan bocah sampai sekarang.
Seru Gerik dengan marah, lalu tiba-tiba dia menusuk ke depan dengan semua kekuatannya, juga dengan cepat. Seketika dia tiba di depan Mark, jarak pedangnya dengan jantung Mark juga hanya beberapa sentimeter.
Gerik tersenyum dingin. Meskipun kamu sangat hebat, juga tidak bisa menghindari seranganku ini, karena dia sudah menggunakan seluruh kekuatannya. Setelah berhasil membunuhnya, dirinya pun bisa istirahat.
Ini juga salah satu jurus yang bisa dia lakukan.
Selain itu, hasilnya sangat bagus, pedang itu langsung menusuk tembus jantung Mark.
Tidak peduli seberapa hebat orang ini, dia pasti akan mati kalau jantungnya tertusuk.
Gerik menunjukkan senyum senang dan berencana menarik pedang panjangnya.
Setidaknya, musuh ini sudah dibunuh olehnya.
Selain itu, dia masih bisa terus membunuh Alex dan Ruby.
Tepat ketika dia merasa senang, sebuah pisau menusuk ke jantungnya dengan cepat, sehingga dia tidak sempat merespons.
__ADS_1
Gerik memelotot, melihat Mark yang di depan. Saat ini, Mark hanya terlihat lemas, tapi tidak mati.
Lalu, dia menarik napas sambil berkata dengan senyum, “Apa kamu kira aku benar-benar bisa dibunuhmu? Aku bisa memberitahumu, kalau jantungku ada di sisi lain, tapi rahasia ini hanya diketahui oleh bosku. Sekarang, aku sudah memberitahumu, jadi kamu orang kedua yang tahu hal ini. Tapi, kamu sudah mau mati, jadi nggak apa-apa kalau kamu tahu.”
Gerik tidak tahu kalau tadi Mark sengaja membiarkan dia menusuknya. Kalau tidak begitu, bagaimana Gerik bisa tenang?
Setelah Gerik memuntahkan seteguk darah, akhirnya dia pun tergeletak.
Sedangkan Mark hanya menarik keluar pedang panjang itu sambil menarik napas, lalu segera mengobati lukanya.
“Bos benar-benar nggak mengkhawatirkanku, benar-benar berani membiarkanku melawan Gerik. Apa aku terlihat sangat hebat?”
“Sudahlah, lagian misi sudah selesai, musuh juga sudah dibunuh. Aku seharusnya nggak usah buat apa-apa lagi, ‘kan?”
Selesai Mark berbicara, dia langsung mencari satu mobil untuk tidur di dalam.
Peperangan ini membuat dia sangat lelah.
Meskipun Alex terus menembak mati musuh dengan senapan, tapi tiba-tiba terdengar suara tembak dari luar, seolah-olah sedang bekerja sama dengannya untuk membunuh musuh.
Alex pun tersenyum. “Akhirnya datang juga.”
Alex hanya berkata dengan tenang, “Antar Ruby pergi dulu, aku akan melawan musuh di sini. Apa kamu sudah melihat mobil tangki di belakangku?”
Ekspresi Andi langsung berubah, juga segera berkata dengan marah, “Keluarga Bazel sungguh keterlaluan, apa mereka berencana melawan pihak pemerintah?”
Alex menggelengkan kepala. “Aku nggak tahu, tapi kalau nggak membiarkan semua orang meninggalkan tempat ini, maka nggak ada kesempatan untuk meninggalkan terowongan ini lagi.”
Andi mengerutkan dahi. “Syaratnya apa?”
“Di antara aku dan Ruby harus ada salah satu orang yang tetap di sini, kalau gak keluarga Bazel akan memilih untuk sama-sama mati,” kata Alex dengan serius.
Andi mengangguk. “Kalau aku duluan membawa Ruby meninggalkan tempat ini, saat itu kamu bagaimana?”
Alex hanya tersenyum dingin. “Apa kamu merasa kemampuanku sudah berkurang setelah nggak menjadi bos Gang Beruang Hitam? Saat itu, kita mengalami situasi yang lebih berbahaya daripada ini, jadi ini bukanlah apa-apa bagiku.”
__ADS_1
Andi hanya menyeringai. “Benar juga.”
Selesai bicara, dia segera melewati mobil tangki dan bergegas mengejar ke arah Ruby.
Sedangkan Alex bersembunyi di balik mobil, dia juga sudah membuang senapan karena peluru di dalam sudah habis.
Namun, tidak apa-apa, dia masih ada pisau. Meskipun tidak ada pisau, dia juga bisa melawan orang itu tanpa senjata.
Bahkan dia bisa membunuh orang tanpa senjata.
Kemampuan musuh ini terlalu lemah, sehingga membuatnya tidak bersemangat perang.
“Harry, aku nggak percaya kamu berani meledakkan seluruh terowongan ini. Kalau di sini terjadi apa-apa, keluarga Bazel benar-benar sudah menyentuh batas pihak pemerintah.”
Alex diam-diam berjalan ke belakang seorang pembunuh, lalu menggunakan pisau untuk menusuk punggungnya, juga mematahkan lehernya.
Dengan begitu, musuh tidak bisa di waktu pertama meminta tolong.
Alex tentu saja sangat mahir dalam cara membunuh orang. Ketika melihat musuh di sekitar tidak menyadari kalau dirinya sudah berubah posisi, dia pun tersenyum dingin.
Tak lama, Alex masuk ke kolong mobil, lalu dia segera tiba di bawah kaki pembunuh untuk menarik kaki pembunuh itu ke kolong mobil.
Bang!
Kaki musuh langsung patah, bahkan membuat musuh itu berteriak histeris. Tapi, suara histeris itu segera berhenti, karena lehernya sudah tertembak.
Senapan musuh sudah ada di tangan Alex. Ketika musuh datang ke sana, mereka hanya melihat mayat pembunuh itu. Seketika mereka menunjukkan ekspresi takut.
“Apa yang terjadi? Siapa yang membunuhnya?”
Pada saat ini, ada orang yang pergi ke posisi Alex tadi dan berseru, “Di sana nggak ada orang!”
Semua orang baru mengerti, kalau rekan mereka yang mati dibunuh oleh Alex.
Tapi, mereka tidak menyangka Alex bisa hilang dan muncul mendadak, bahkan membuat mereka tidak tahu apa-apa setelah membunuh orang.
__ADS_1
Ketika pembunuh mencari Alex, pembunuh di sisinya menghilang. Selain itu, pembunuh yang hilang itu tidak berteriak histeris.
Alex memegang kedua senapan, kemudian tiba-tiba muncul di hadapan tujuh hingga delapan orang itu dan langsung menembak mereka.