
Mereka tidak ingin masuk ke pusat penahanan.
Para pekerja di sekitar Alex tidak ingin membiarkan penduduk desa ini pergi. Bagaimanapun, mereka sudah bersikap sombong dan menghentikan pekerjaan mereka. Ada beberapa pekerja yang dipukul oleh mereka.
Kalau mereka dibiarkan pergi begitu saja, para pekerja tidak akan bisa menerimanya.
Alex menghentikan mereka dan berkata sambil tersenyum, "Jangan khawatir, pasti ada provokator di balik masalah ini. Bukankah sekarang orangnya ada di sini? Dialah kepalanya."
Hengki tidak menyangka semua orang yang dia panggil akan pergi dari sini begitu cepat dan meninggalkannya sendirian.
Dia tidak bisa terus berpura-pura dan bergegas bangkit dari lantai.
Saat dia hendak pergi, Alex berteriak, "Kamu mau pergi begitu saja?!"
Hengki menundukkan kepala dengan raut wajah kusam. Dia sama sekali tidak ingin berbicara dengan Alex.
Akan tetapi, dua satpam maju untuk menghentikannya dengan wajah marah. Menurut mereka, Hengki ini adalah orang yang tidak tahu malu dan tidak sabar untuk menghajarnya.
Akan tetapi, Alex belum memberi perintah, jadi mereka tidak menyerangnya.
Raut wajah Hengki berubah drastis dan menoleh untuk melihat Alex dengan panik, "Apa yang ingin kamu lakukan? Tahukah kamu memukul orang melanggar hukum?!"
Alex tersenyum dan berkata, "Tentu saya paham tentang melanggar hukum, tapi aku masih berpegang teguh pada pepatah yang menyebutkan kalau tidak ada hal di dunia ini yang tidak dapat diselesaikan dengan uang. Yang kumiliki adalah uang. Walau aku menghajarmu sampai mati, apakah menurutmu keluargamu akan menarik gugatan setelah menerima uangku?"
Raut wajah Hengki tiba-tiba berubah setelah mendengar ini. Tentu saja dia tahu hal itu mungkin terjadi. Bagaimanapun, dia mengenal keluarganya dengan baik dan mereka adalah pecinta uang.
Karena itulah dia terlihat panik, "Sebenarnya apa maumu?"
Alex menggelengkan kepalanya, "Aku juga nggak ingin apa-apa, tapi setidaknya kamu beri tahu aku siapa yang menyuruhmu melakukan ini."
Hengki langsung panik setelah mendengarnya dan langsung berkata, "Nggak mungkin, akulah yang melakukan hal ini sendirian. Nggak ada yang memintaku melakukan hal ini. Aku sendiri yang ingin mencoba menghasilkan uang."
__ADS_1
Alex mendecakkan lidahnya beberapa kali, "Kemampuan aktingmu benar-benar payah. Entah tadi atau sekarang, aku bisa melihat kamu sedang berbohong. Tapi nggak masalah kalau kamu nggak mau mengatakannya. Aku akan menyuruh para rekan di kantor polisi untuk menginterogasimu."
Raut wajah Hengki berubah drastis. Dia malah menggertakkan gigi dan sama sekali tidak berniat memberi tahu siapa dalang di balik layar.
Pihak dari Biro Real Estat dan Departemen Kepolisian tiba di sini bersamaan. Setelah mengetahui apa yang terjadi, mereka langsung membawa Hengki pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Amel tetap di sana. Dia mendekati Alex dan berkata dengan tidak berdaya, "Kamu benar-benar mengejutkan, tahu? Kamu bisa membeli tanah seharga lebih dari 80 miliar rupiah sesukamu. Seberapa kaya dirimu untuk melakukan ini?"
Alex mengangkat bahu, "Kamu salah, bukan aku yang membeli tanah ini. PT. Atish yang membelinya. Bisa dibilang istriku yang membelinya karena itu adalah uang pemberiannya."
Amel hanya bisa mengangkat bahu. Mengetahui hal ini memang sudah seperti ini. Erika-lah yang membantu Alex, Erika tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki sarana bisnis dan penampilannya juga membuat semua wanita iri. Dia begitu cantik dan bermartabat bagaikan dewi yang sempurna.
Sampai Amel juga menyukai Erika.
Masalah tanah ini langsung dibereskan, tetapi hasil interogasinya adalah tidak ada yang menyuruh Hengki dan semuanya dilakukan oleh dia sendiri murni untuk mendapatkan uang.
Alex hanya bisa mengabaikan hasil ini. Dia juga tahu kalau Hengki tidak mengakuinya, para rekan di kantor polisi tidak akan bisa melakukan apa-apa.
Jadi hasil akhirnya adalah Alex menyerahkan masalah ini.
Bagaimanapun, dia telah meminta Alif untuk melakukan sesuatu dan yakin pasti akan ada tanggapan segera.
Malam harinya, Alex membawa Erika ke Hotel Gana, kemudian membuka sebuah ruangan pribadi, "Istriku, saat terakhir kali datang ke hotel ini, aku pernah mencicipi sebuah steak yang cukup lezat di sini. Karena itulah aku ingin mengajakmu kemari untuk mencicipinya."
Erika sangat senang sambil menatap Alex. Dia juga diam-diam merasa lega. Sekarang Alex telah membuktikan dirinya, baik dalam masalah bisnis ataupun percintaan.
Bagaimanapun, sekarang ada banyak wanita di sekitar Alex, tetapi yang menjadi istri Alex tetaplah dia dan dia tidak akan menggoda wanita mana pun.
Dia tidak pernah tahu Alex akan memiliki sisi seperti itu sebelumnya. Dulu Alex hanyalah orang yang tidak bisa melakukan apa pun selain makan. Dia adalah pria yang berbelanja dan memasak di rumah sepanjang hari, tetapi sekarang dia tahu semua itu karena dia ingin menjaga pola makan dan hidupnya.
Sayang sekali, saat itu dia masih tidak mengerti apa pun.
__ADS_1
Di sebelah ruangan ini ada kaca dari lantai ke langit-langit. Pemandangan di luar sangat indah. Semua tempat diterangi lampu dan ada sungai besar tidak jauh dari sana, serta ada perahu wisata yang melaju di atasnya.
Meskipun ini sudah memasuki akhir musim gugur, masih akan ada orang yang ingin naik perahu wisata untuk melihat kota.
Alex dan Erika menikmati makanan di sini membuat semua pengusaha terkejut.
Karena mereka sudah mengetahui berita keluarga Bazel kalah dari PT. Atish.
Masalah Farraz, Farrel dan insiden terowongan membuat keributan di antara semua pengusaha. Mereka selalu mengira masalah ini adalah pertikaian antara keluarga Bazel dan pemerintah.
Tidak disangka ternyata ini adalah pertikaiannya dengan PT. Atish.
Kalau tidak ada adegan di pelelangan, mereka otomatis tidak akan percaya gosip semacam ini. Akan tetapi saat di pelelangan, Alex mengambil tanah itu yang jelas bertentangan dengan keluarga Bazel. Harry malah tidak melakukan apa-apa.
Ada terlalu banyak hal di dalamnya. Semua ini mengejutkan mereka dan secara bertahap mulai percaya pada gosip ini.
Tamatlah sudah keluarga Bazel!
Keyakinan ini langsung menyebar di antara para pengusaha. Mereka yang senantiasa menghormati keluarga Bazel dan mengetahui status keluarga Bazel tidak pernah goyah selama belasan tahun, tetapi sekarang kemunculan PT. Atish adalah titik balik keluarga tersebut.
Mereka semua menanti pertikaian antara PT. Atish dan keluarga Bazel.
Setelah Harry mendengar berita yang dikatakan Steven kepadanya, dia menarik napas dalam-dalam, "Aku nggak menyangka Alex ini begitu nggak tahu malu sampai memanfaatkan rumor ini!"
Anggota keluarga Bazel lainnya tidak tahu harus berbuat apa. Mereka terlihat cemas, tetapi tidak ada yang berani maju.
Saat ini, Harry tidak memiliki orang yang bisa dia gunakan lagi, jadi dia juga merasa sangat tidak berdaya.
Dondon telah meninggalkan keluarga Bazel, sementara Sinarwa telah dijebloskan ke penjara dan Farrel telah pergi untuk melakukan persaingan bisnis dengan PT. Atish.
Sekarang dia sudah tidak bisa memikirkan siapa yang bisa membantunya di seluruh keluarga Bazel dan menghela napas begitu melihat semua orang di sekitar hanya suka hidup enak tanpa melakukan apa pun.
__ADS_1