Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 523 Perubahan Di Luar Dugaan


__ADS_3

Alex hanya mendengarkan cerita Heri dengan diam. Sementara anggota pemerintah yang lainnya juga tidak berani sembarangan bicara dan mendengar dengan serius.


Heri menggenggam tangan Alex dan mendesah, “Setelah perang berakhir, aku hanya bisa pensiun karena terluka. Tapi Arwan malah sangat beruntung. Dia lulus ujian masuk Biro Red Shield dan menjadi anggota resmi Biro Red Shield. Sayangnya, dia mati saat menjalankan misi pertamanya. Dengar-dengar, misi itu di luar negeri. Pada akhirnya, jasadnya juga nggak ditemukan. Nak, kamu juga adalah anggota Biro Red Shield. Aku selalu merasa kalian pasti bisa menemukan jasadnya. Dulu, harapannya adalah bisa ke luar negeri. Sekarang, harapannya sudah terkabulkan. Tapi bagaimanapun juga, dia harus tetap pulang. Jiwanya adalah jiwa Negara Indonesia, jadi nggak seharusnya jasadnya berada di luar negeri.”


Heri meminta pertolongan Alex dan Alex pun mengangguk, “Jangan khawatir. Kalau aku ditugaskan ke luar negeri, aku akan mencari jasadnya. Aku yakin aku pasti bisa menemukannya.”


Setelah mendengar kata-kata Alex, Heri menyeka air matanya, lalu melambaikan tangannya, “Aku nggak punya harapan lain lagi. Kalau kalian sudah menemukan jasadnya, kuburlah dia di sampingku. Dengan begitu, kami bisa berkumpul lagi.”


Setelah itu, Heri meminta Max mengantarnya pulang.


Setelah Max kembali, dia menatap Alex sambil mendesah, “Ini pertama kalinya aku mendengar cerita Heri mengenai hal ini. Mungkin karena kamu adalah anggota Biro Red Shield.”


Alex mengangguk, “Dia adalah seorang senior yang patut dihormati.”


Max juga sangat setuju.


Setelan mentraktir anggota pemerintah untuk makan dan mengantarkan kepergian mereka, Alex baru kembali ke kantornya. Saat ini, Friska sedang mengurus beberapa dokumen, jadi Alex tersenyum, “Rajin sekali!”


Friska memutar matanya, “Apakah kamu nggak tahu betapa banyaknya hal yang harus dilakukan saat perusahaan baru dibuka? Apalagi kita harus melawan PT. Zrank.”


Alex menunjuk ke arah PT. Zrank di seberang, “Maksudmu perusahaan yang sudah disegel itu?”


Friska tertegun sejenak, lalu mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah PT. Zrank. Kebetulan, ada seorang polisi yang sedang menempelkan segel di depan gerbang PT. Zrank. Untuk sesaat, Friska sedikit kebingungan akan apa yang sudah terjadi.


“Memangnya masalah penggelapan pajak begitu serius? Kalau mereka ingin cepat menyelesaikannya, bukankah mereka bisa menyewa pengacara dan masalahnya akan langsung selesai setelah mereka membayar uang denda? Perusahaan mereka paling banyak juga hanya akan tutup beberapa hari. Nggak seharusnya perusahaan mereka menjadi seperti ini!” Friska sangat terkejut.


Alex hanya mengangkat bahu, “Siapa tahu? Mungkin mereka juga sudah melakukan hal ilegal lainnya? Lagi pula, PT. Zrank lebih banyak melakukan hal jahat daripada hal baik. Jadi, wajar saja kalau ada beberapa hal yang terkuak.”


Friska juga setuju.

__ADS_1


Tepat di saat itu, ponsel Alex berdering. Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat bahwa Roselline yang meneleponnya. Pasukan Roselline pasti sudah tiba di Provinsi Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu, Roselline seharusnya mencarinya untuk berunding tentang tindakan selanjutnya.


Lukisan “Mata Air” masih berada di gudang Keluarga Bazel, jadi mereka harus mempercepat langkah mereka.


Alex mengangkat telepon itu.


“Alex, kamu lagi ada di mana sekarang?” tanya Roselline.


Rupa Roselline muncul di benak Alex, lalu dia tersenyum dan menjawab, “Coba tebak.”


“Nggak mau. Aku lagi di Hotel Gana. Kita perlu merundingkan tentang bagaimana bisa mendapatkan lukisan itu dari Keluarga Bazel. Apakah kamu punya waktu untuk datang kemari sekarang?” tanya Roselline.


“Tentu saja. Memangnya aku bisa menolak permintaan wanita cantik?” kata Alex dengan cepat.


Roselline menyebutkan nomor kamarnya pada Alex, lalu Alex langsung meninggalkan Perusahaan Jaya Shield dan membawa mobil menuju Hotel Gana.


Setelah sampai di depan pintu kamar Roselline, Alex mengetuk pintu. Roselline pun dengan cepat membuka pintu.


Hari ini, Roselline mengenakan pakaian kamuflase yang longgar. Saat melihat Alex, Roselline hanya mengangguk dengan santai.


Setelah masuk ke dalam kamar Roselline, Alex melihat ada sekitar lima orang yang dibawa Roselline. Orang-orang ini bukanlah anggota lama, oleh karena itu, Alex menatap Roselline dengan sedikit penasaran.


Roselline menjelaskan, “Anggota sebelumnya nggak bisa datang lantaran mempunyai tugas lain. Beberapa anggota baru ini dikirim oleh Biro Red Shield, jadi mereka pasti berkemampuan.”


Alex mengangguk. Dia tidak peduli tentang hal-hal itu karena pada akhirnya, dia juga akan bertindak sendiri. Dia lebih suka bertindak sendiri!


Lagi pula, Biro Red Shield juga tidak mengharuskannya untuk mendengar perintah Roselline saat bertarung. Dia juga tidak perlu mengikuti perintah Roselline saat bertarung. Jadi, kemampuan orang-orang ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Salah seorang wanita sedang berbaring di atas tempat tidur sambil bermain komputer. Wanita dengan kucir kuda itu menggoyangkan kakinya dan tersenyum pada Alex, “Hai, Ganteng. Namaku Angel Honggara. Aku bertanggung jawab atas semua tugas tentang internet, seperti membobol internet.”

__ADS_1


Di kursi samping, duduk seorang pria kekar yang mengenakan pakaian hitam. Pria itu berjanggut tipis dan mempunyai fitur wajah yang lebih tajam. Alisnya tebal dan matanya juga besar.


Dia hanya berkata dengan acuh tak acuh, “Aku adalah Gary Yanoto yang dulunya adalah anggota pasukan khusus. Untuk sementara, aku bertugas untuk memberikan pertolongan jarak dekat.”


Alex mengangguk.


Di sisi lain, ada dua orang berkacamata yang sedang berdiskusi tentang masalah kuantum. Mereka menyapa Alex, “Kami adalah Rowen Loewi dan Rowan Loewi. Kami adalah penembak runduk dan juga bertanggung jawab atas bahan peledak.”


Alex tersenyum sambil melambaikan tangannya.


Orang yang terakhir itu adalah pria berambut panjang yang mengenakan jaket. Mata pria ini terlihat kelam dan dia seolah-olah diselimuti oleh bayangan. Jika bukan karena kemampuan observasi Alex yang sangat tinggi, mungkin Alex juga tidak akan menyadari keberadaannya.


Pria itu tidak berbicara dan Roselline yang memperkenalkannya, “Namanya Leo Lennox. Dia bertugas untuk membunuh dan melacak.”


Alex mendesah, “Ini adalah tim pembunuh yang lengkap, ‘kan? Seharusnya mereka bisa berhasil menyusup ke Kediaman Bazel.”


Roselline berkata dengan tenang, “Pemikiranku juga sama. Bagaimanapun juga, tujuan kita adalah untuk mendapatkan 'Mata Air'.”


Alex tersenyum, “Aku juga tahu. Jadi, apakah kalian berencana untuk menyusup ke Kediaman Bazel malam ini?”


Roselline mengangguk, “Kita nggak boleh menundanya lagi. Akan lebih baik kalau kita bisa mendapatkan 'Mata Air' lebih cepat. Dengan begitu, kita akan mempunyai lebih banyak waktu untuk mencari lukisan lainnya.”


Alex hanya bisa berkata tanpa daya, “Oke. Kalau kalian memang ingin bertindak malam ini, aku tentu akan hadir.”


Meskipun rencana ini sedikit berbeda dengan rencananya, pada kenyataannya, rencana tidak pernah berubah secepat perubahan. Namun, saat ini, Alex juga sudah menjalankan rencananya sendiri. Selama tidak ada kesalahan, dia pasti bisa mencapai semua tujuannya.


Pada akhirnya, Keluarga Bazel pasti berakhir.


Malam itu, di halaman Keluarga Vixon. Hasan meminta Alif untuk menemuinya. Dia bertanya dengan penuh curiga, “Apakah kamu mengenal Alex?”

__ADS_1


__ADS_2