Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 501 Kesadaran Wanita


__ADS_3

Kedua pengawal itu sangat marah, lalu bergegas menyerang ke arah Alex, sedangkan Farrel hanya menyipitkan matanya sambil menatap Alex dengan tak senang. Kemudian, ia pun mencibir, “Alex, aku tahu kamu, kamu tunggu saja balasanku.”


Kedua pengawal itu sudah menyerang ke arah Alex dan kedua temannya. Alex membuka pintu, lalu menggunakan tinju untuk menghadang serangan lawan.


Bang!


Lubang besar langsung tercetak di permukaan pintu karena pukulannya yang kuat, tapi tidak tembus.


Bagaimanapun juga, pintu sejenis ini pasti dibuat secara khusus. Ketebalan serta kekerasannya pasti jauh lebih baik daripada pintu keamanan biasa.


Sedangkan serangan dari lawan lain, Alex hanya mengangkat kakinya untuk melawan orang itu. Selanjutnya, lawan datang dari mana, maka tubuhnya kembali ke mana juga.


Bang!


Serangan Joshua itu terbanting ke meja di sebelahnya, jadi buah yang di atas meja jatuh ke tubuhnya, meja pun retak.


Seteguk darah pun dimuntahkan, Joshua tidak bisa bangun untuk sementara waktu.


Setelah Alex melakukan hal ini, dia baru membawa Friska pergi.


Sedangkan ruang VIP ini menjadi berantakan dan penghuni di dalamnya juga terdiam. Farrel berkata dingin pada Joshua, “Biarkan ambulans kemari untuk membawa orang-orang ini pergi, yang perlu diobati, maka ke rumah sakit. Kali ini merupakan kesalahanku karena tidak mengurusnya dengan baik, jadi aku akan menanggung biaya berobat mereka. Saat itu, aku juga akan meminta maaf pada mereka.”


Joshua menganggukkan kepala dengan rasa bersalah, karena mereka tidak menyangka, meskipun mereka sudah turun tangan, juga tidak bisa mengalahkan Alex.


Mereka kira akan dengan mudah mengalahkannya!


“Ada lagi, suruh orang untuk memeriksa pria bernama Alex itu, aku ingin tahu semua tentangnya.”


Setelah Alex membawa Friska dan Geya keluar dari Club Sky, mereka pergi ke taman. Friska terus membujuk Geya, sedangkan Geya hanya menundukkan kepalanya dengan ekspresi kecewa.


“Geya, kamu harus tahu kalau Farraz nggak ingin menikah denganmu. Di matanya kamu itu hanya mainan saja. Kalau gak, bagaimana mungkin dia membiarkanmu melakukan hal semacam ini?” kata Friska dengan kesal.


Geya hanya menundukkan kepalanya dan tak berbicara.

__ADS_1


Friska masih ingin membujuknya, tapi Alex malah memegang tangan Friska agar Friska melepaskan Geya.


Alex melepaskan jaket di tubuh Geya, agar dia berdiri di bawah angin yang dingin. Saat ini, mata Geya penuh dengan air mata.


Dia tentu saja tahu kalau Farraz tidak berniat menikahinya, hanya terpaksa karena tekanan dari keluarga Bazel.


Tapi, dia masih berharap dapat membuat Farraz jatuh cinta dengannya dan tak bisa berpisah dengannya.


Alex berkata dengan acuh tak acuh, “Kalau kamu ingin kami menolongmu, setidaknya kamu nggak boleh menyerah. Kudengar kamu adalah putri pemilik PT. Infood. Kalau Friska nggak memberitahuku, aku pun tidak akan menyadarinya. Penampilanmu ini nggak seperti seorang wanita dari keluarga kaya.”


“Lebih seperti putri dari keluarga miskin yang merendahkan diri. Lalu setelah bersama dengan pria kaya, menuruti semua kata suami, karena takut diceraikan.”


Alex mencibir, “Sudahlah, kamu nggak pantas untuk aku berkorban sangat banyak. Sebenarnya malam ini aku nggak seharusnya kemari. Kalau bukan karena mendengarmu mengirim pesan untuk meminta tolong, aku juga nggak akan datang.”


Meskipun Friska sangat kasihan pada Geya, dia juga tidak membantu Geya, karena dia tahu dirinya tidak bisa membujuk Geya.


Jadi, dia membiarkan Alex yang melakukannya.


Alex menatap Geya dengan tenang, saat ini tatapan Geya sudah dingin.


“Apa yang kamu tahu?! Aku sudah berkorban banyak untuk Farraz! Dia nggak seharusnya seperti ini, dia seharusnya…” Geya berteriak pada Alex.


“Jadi, kamu ingin dia memberimu imbalan? Kamu yang mau berkorban, juga kamu yang merasa seperti itu. Aku beri tahu kamu, banyak hal di dunia ini yang tak ada imbalan setelah berkorban. Inilah ketidakadilan dunia, kamu sudah mengorbankan semuanya, tapi nggak mendapatkan imbalan. Itu hal yang pantas kamu dapatkan, karena kamu sendiri yang mau melakukannya!”


Geya menggertakkan gigi, sambil menatap Alex dengan dingin, “Benar! Dia seharusnya memberiku imbalan. Aku begitu baik padanya, jadi dia harus memberiku imbalan!”


Alex mencibir, “Pikiranmu itu sangat ekstrim, mungkin kalau kamu melakukan sesuatu yang ekstrim. Farraz pasti sudah menjadi milikmu, tapi karena kamu terlalu lemah, maka akhirnya pun jatuh di situasi seperti ini.”


Tubuh Geya gemetar sambil menatap Alex.


Alex tahu Geya mengerti nasihatnya, jadi dia segera berkata, “Ada hal yang perlu kita usahakan sendiri daripada berdoa kepada Tuhan.”


Selesai berbicara, dia melemparkan jaket ke Geya, kemudian menarik Friska pergi dari sini.

__ADS_1


Friska sangat khawatir, jadi terus menoleh. Tapi, Alex berkata padanya, “Kalau kamu kembali sekarang, kondisinya akan kembali seperti dulu. Kalau sekarang nggak tegas padanya, dia masih akan menuruti perkataan Farraz.”


Alex tidak peduli pada Geya lagi, dia hanya membawa Friska kembali ke hotel.


Esok paginya, Alex kembali ke taman itu. Dia melihat ada jaket di kursi batu itu. Lalu, dia tersenyum sambil mengambil jaket itu dan kembali.


Di rumah Geya, Aston yang sedang memakai jas dan hendak keluar, tiba-tiba melihat putrinya ketika membuka pintu.


Ekspresinya pun berubah, karena sekarang Geya hanya mengenakan pakaian dalam saja, sekujur tubuh juga sudah kedinginan dan wajah memucat.


“Geya!”


Saat ini, Aston tidak ada niat kerja lagi, dia segera membawa Geya masuk ke dalam kamar.


Siangnya, Geya sudah merasa baikan, sedangkan Aston dan istrinya terus menemani dan menjaga Geya.


Geya tersenyum. “Ayah, Ibu, aku baik-baik saja. Kalian kerja saja dulu.”


Berly menggelengkan kepala. “Geya, kamu adalah anak kesayangan kami. Apa yang dilakukan Farraz kepadamu? Kamu nggak pernah mau katakan pada kami. Kamu selalu bilang kamu sangat bahagia, sekarang apa yang terjadi?”


Aston juga dapat melihat kalau kehidupan Geya tidak baik-baik saja.


“Apakah bajingan itu menindasmu? Katakanlah padaku, sekarang aku akan mencarinya!” Aston sangat marah.


Sedangkan Geya hanya menggelengkan kepalanya, “Ayah, bukan begitu, kamu nggak usah mencarinya.”


Aston sangat marah, “Kalau bukan karenanya, apa kamu akan seperti ini?”


Geya dengan serius menatap ayahnya. “Ayah, kalau besok aku akan membuat PT. Infood bangkrut…”


“Bangkrut ya bangkrut, lagian uang hasil kerja keras selama ini sudah cukup untuk keluarga kita hidup baik seumur hidup. Lalu, keluarga kita bukan keluarga yang boros,” kata Aston dengan acuh tak acuh.


Geya baru menangis keras sambil memeluk orang tuanya.

__ADS_1


Pernikahan diadakan esok malam, lokasinya di Hotel Gana yang tidak jauh dari Hotel Snow.


Pukul 7 malam, Alex dan Friska datang tepat waktu di Hotel Gana. Setelah mengeluarkan undangan, mereka masuk ke dalam. Alex pun mencari tempat duduk untuk duduk, sedangkan Friska membantu Geya.


__ADS_2