
Alif tersenyum dan berkata, “Benar. Aku mengenalnya saat di Hotel Gana.”
“Nggak ada gunanya kamu berteman dengan orang semacam itu, yang ada malah kamu akan membawa masalah bagi Keluarga Vixon. Sekarang, Keluarga Vixon sedang berada di masa yang sensitif. Keluarga Bazel sedang menilai kinerja kita untuk memutuskan apakah mereka akan terus membantu kita atau nggak. Aku nggak ingin di saat-saat seperti ini, Keluarga Bazel jadi lepas tangan lantaran kamu berhubungan dengan Alex.”
Hasan mengetuk meja sambil melirik Alif dengan acuh tak acuh. Sementara Alif tetap tersenyum cerah, lalu mengangguk, “Jangan khawatir, Paman. Aku nggak akan berhubungan dengan Alex.”
Mendengar kata-kata itu, Hasan baru mengangguk. Akan tetapi, dia tetap mengingatkan dengan datar, “Aku tahu maksudmu. Tapi, Keluarga Vixon masih perlu mengandalkan kalian beberapa bersaudara untuk bertahan kelak. Jadi, kamu nggak boleh menimbulkan masalah di luar. Mengerti?”
Alif mengangguk dan tersenyum.
“Baiklah. Sudah nggak ada urusanmu di sini, pulanglah.”
Dari awal sampai akhir, Alif hanya tersenyum dan tidak membantah sama sekali. Dia juga mendengar semua nasihat Hasan dan terlihat bagaikan anak yang sangat berpendidikan.
Setelah Alif pergi, wajah Hasan baru menjadi muram, “Bagaimanapun juga, Keluarga Vixon nggak akan menjadi milikmu. Jadi, sebaiknya kamu menyerah. Aku benar-benar sangat jijik melihat sandiwaramu itu!”
Hasan tentu saja tahu beberapa hal yang dilakukan Alif. Hanya saja, dia tidak pernah mencampurinya. Lagi pula, tidak peduli apa yang dilakukan Alif, dia tahu bahwa Alif tidak akan mendapatkan dukungan dari orang lain di Keluarga Vixon.
Alif hanyalah seorang putra terlantar. Dulu, Kenji langsung mati setelah membawa Alif pulang. Jika bukan karena pemegang kendali Keluarga Vixon sebelumnya mengasihani Alif, Alif mungkin sudah mati. Pada akhirnya, Alif juga dibesarkan oleh seorang pelayan Keluarga Vixon.
Setelah kembali ke rumah, Alif melihat ada seorang wanita paruh baya yang sedang menunggunya. Saat melihat Alif sudah kembali, wanita itu langsung tersenyum, “Alif, aku sudah memanaskan sayur untukmu. Kamu pasti belum makan, ‘kan?”
Alif mengerutkan alis dan langsung meraih tangan wanita itu. Wajahnya sudah tidak dipenuhi dengan senyuman dan dia malah mengomel, “Aku sudah bilang bahwa aku bisa mengurus makan malamku sendiri. Kamu nggak perlu menungguku. Sudah malam, sebaiknya kamu pergi tidur.”
__ADS_1
Wanita itu menggeleng, “Nggak bisa. Tubuhmu sangat lemah dari kecil, kamu nggak boleh nggak makan. Apalagi kamu sudah kecapekan seharian di luar.”
Alif berkata tanpa daya, “Ibu Rena, jangan khawatir. Kalau aku ingin makan sesuatu, aku pasti akan memberitahumu.”
Rena membawa Alif ke meja makan. Setelah melihat Alif sudah mulai makan, dia baru kembali ke kamarnya dengan gembira.
Ini adalah rumah yang diberikan Keluarga Vixon untuk Alif dan Rena. Rumah ini hanya sebesar 60 meter persegi dan mempunyai 2 kamar serta 1 ruang tamu.
Alif sama sekali tidak mempunyai kedudukan apa-apa di Keluarga Vixon, jadi Keluarga Vixon hanya memberikan rumah sekecil ini untuknya. Rumah ini malah diminta oleh Rena sendiri.
Jika bukan karena Rena yang memohon pada Hasan, Hasan juga bahkan tidak akan memberikan rumah kecil ini untuk mereka.
Alif tersenyum, “Bagus, rencanaku sudah termasuk berhasil. Hasan, memangnya kamu pikir aku peduli pada barang sumbanganmu? Kalau bukan karena Ibu Rena, aku sudah pasti membuat kekacauan di Keluarga Vixon.”
Alif menghabiskan semua sayur yang sudah dipanaskan Rena untuknya. Kemudian, dia juga berinisiatif untuk mencuci semua peralatan makannya. Setelah itu, dia baru kembali ke kamarnya dan duduk di depan jendela sambil menatap ke arah Kediaman Bazel.
Di luar Kediaman Bazel, ada sekelompok orang yang sedang mengamati situasi di dalam rumah dari tempat yang tersembunyi. Mereka semua sedang melakukan tugas masing-masing dengan teratur.
Alex menatap Roselline dengan sedikit ragu, “Apakah kamu yakin mau bertindak malam ini? Meskipun tim ini memang terlihat sangat handal, pertahanan Kediaman Bazel nggak sesederhana itu.”
Alex sepenuhnya mengerti tentang hal ini. Dulu, saat Andi datang kemari dan mengetahui bahwa Dakson ada di Kediaman Bazel, Andi juga menerjang masuk ke Kediaman Bazel untuk menghabisi Dakson. Pada akhirnya, dia baru tahu bahwa pertahanan Keluarga Bazel sudah menjadi sangat kuat. Andi bahkan tidak bisa diam-diam menyelinap ke dalam.
Menurut perkataan Andi, ada sekitar dua puluh penembak runduk yang bersembunyi di dalam. Dengan jumlah penembak runduk yang sebanyak itu, seluruh rumah ini pasti sudah terlindungi tanpa ada area yang terabaikan.
__ADS_1
Jika mereka menyelinap ke Kediaman Bazel dengan kondisi seperti ini, mereka pasti akan ditemukan oleh penembak runduk itu.
“Yakin. Orang Keluarga Bazel masih belum mengetahui bahwa Biro Red Shield sudah sampai di Provinsi Sulawesi Tenggara. Jadi, kalau kita menyerang sekarang, mereka pasti lengah,” jawab Roselline dengan pasti.
Alex menunjuk ke beberapa orang itu dan berkata, “Memangnya kalian rasa dengan jumlah kalian ini, kalian bisa masuk ke Kediaman Bazel? Aku bukannya ingin mematahkan semangatmu, Kapten Roselline. Tapi, di dalam Kediaman Bazel, ada sekitar dua puluh penembak runduk dan juga pengawal tersembunyi yang entah bersembunyi di mana. Apakah kalian merasa kalian bisa diam-diam menyelinap ke dalam?”
Roselline mengerutkan alisnya, “Dua puluh penembak runduk? Dari mana Keluarga Bazel bisa menyewa penembak runduk sebanyak itu?
“Siapa yang tahu? Tapi, coba pikirkan lagi. Keberadaan mereka di Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini sudah nggak tertandingi. Kedudukan mereka di Provinsi Sulawesi Tenggara sudah setara dengan tuan tanah dan bahkan lebih mengerikan daripada tuan tanah. Saat ini, seluruh bisnis di Provinsi Sulawesi Tenggara juga berhubungan dengan Keluarga Bazel.”
Alex menatap Roselline sambil tersenyum.
Sementara Roselline menggertakkan giginya dan berkata dengan tegas, “Kalau memang begitu, aku harus menjatuhkan Keluarga Bazel. Nggak boleh ada penganiaya semacam itu di Negara Indonesia! Apalagi mereka menganiaya secara sepihak!”
“Tapi kamu juga boleh pelan-pelan mempertimbangkan rencanamu ini. Kalau kalian langsung menyelinap sekarang, kalian kemungkinan besar akan gagal. Lagi pula, selain kamu, mereka semua pasti akan mati lantaran kemampuan mereka masih belum cukup.”
Alex masih menyarankan Roselline untuk bertindak dengan hati-hati. Terutama setelah dia mendengar cerita Andi mengenai situasi di Kediaman Bazel. Jika bahkan 4 Raja Dunia juga tidak sanggup menyelinap ke Keluarga Bazel, tim Roselline juga pasti akan gagal.
Meskipun mereka bisa menyelinap masuk, pada akhirnya, mereka juga akan tertangkap. Kemudian, selain Roselline yang memiliki kemampuan tinggi untuk bisa melarikan diri, orang yang lainnya juga pasti akan mati. Ini sudah pasti terjadi!
Namun, Roselline malah mengerutkan alisnya. Dia merasa bahwa akan semakin bagus jika mereka bertindak lebih cepat. Lagi pula, Keluarga Bazel juga akan lebih lengah.
Jika mereka menunggu sampai akhir dan Keluarga Bazel mendapatkan informasi mengenai mereka, Keluarga Bazel pasti akan mengambil tindakan defensif. Pada saat itu, mereka bahkan sudah tidak mungkin bisa menyelinap diam-diam ke Kediaman Bazel.
__ADS_1
Roselline tiba-tiba menatap Alex dengan serius, “Aku tahu kemampuanmu. Kamu pasti bisa menyelinap ke dalam tanpa diketahui Keluarga Bazel.”
Alex menatap Roselline sambil meringis, “Memangnya kamu begitu percaya pada kemampuanku? Aku bahkan sudah nggak memercayai diriku sendiri.”