Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Lompat Jurang


__ADS_3

Yang satunya ditendang oleh Alex di bagian perut saat tertegun dengan kejadian tadi. Pria tersebut terlempar sejauh 8 meter dan tergeletak di tanah.


 


 


Kerja sama kedua pembunuh ini juga memberikan Mega kesempatan untuk bernafas. Dirinya melewati pagar dinding dan naik ke atas motokros seperti seekor burung, dan berhasil melarikan diri.


 


 


Dia tidak boleh kabur! Alex berkata dengan marah, “Mau kabur ke ujung dunia sekali pun juga akan kutangkap kamu!”


 


 


Alex segera berlari ke luar sambil menoleh ke belakang dan berkata, “Friska, lindungi keluarga dokter baik-baik. Aku akan mengejarnya.” setelah mengatakannya, dia segera menaiki sebuah motokros dan mengejar Mega.


 


 


Para bawahan yang tersisa berlarian ketakutan melihat Mega kabur. Friska juga tidak mengejar mereka, melainkan kembali ke dalam rumah untuk melindungi dokter jenius.


 


 


Alex bergegas mengejar dengan cepat setelah menaiki motokros ke arah pelarian Mega. Dirinya dan Mega terus terpaut jarak sekitar 100 meter.


 


 


Mega mengutuk dalam hati karena tidak bisa menyingkirkan Alex, “Sialan, coba saja kalau tidak takut mati!” dia menginjak pedal gas dan berputar balik ke arah pedalaman gunung setelahnya.


 


 


Alex sama sekali tidak takut, dia terus mengejarnya. Saat ini dia sudah semakin dekat dengan Mega. Mega sedikit panik, sedangkan motokros nya menimbulkan suara aneh, dan melaju cepat ke depan.


 


 


Saat sedang melaju, tiba-tiba sebuah tongkat kayu panjang muncul dari sisi pohon, tongkat kayu ini seolah-olah punya mata, dan langsung menerjang ke dalam roda motokros, kemudian terdengar suara retakan, tongkat kayu tersebut patah. Motokros Mega juga terjungkir balik.


 


 


Mega terlempar lumayan jauh di udara sebelum jatuh ke tanah. DIa sama sekali tidak punya persiapan, badannya terjatuh dalam posisi terbaring, bagian pinggangnya hampir patah, dan kehabisan nafas, butuh waktu cukup lama untuknya bangun sambil menahan rasa sakit.


 


 


Mega bangkit untuk mencari motokrosnya, tapi tiba-tiba dia menyadari ada seseorang di balik pohon, setelah diamati, rupanya orang itu adalah Hengky.


 


 


Hengky menyergap diam-diam dan berhasil menyerangnya dengan sekali gerakan, tapi dia tahu kehebatan Mega dan dirinya bukanlah lawan yang sebanding, maka dari itu dia bersembunyi di balik pohon.


 


 


Namun, keberadaannya tetap diketahui oleh Mega, “Oke, kamu cari mati ya! Beraninya cari gara-gara denganku.” dia mendekat selangkah demi selangkah dengan niat untuk membunuh Hengky. Dia berpikir dalam hati, dari mana anak ini muncul?”


 


 


Anak buah Friska terus mengawasi Mega, begitu mendengar laporan bahwa Mega membawa sekelompok orang ke gunung Pandani, Friska langsung menebak kalau Mega pasti akan menyerang Alex.


 


 

__ADS_1


Oleh karena itu, Friska membawa Hengky untuk datang membantu. Saat sampai di kaki gunung, mobil mereka tidak bisa menaiki gunung, jadi keduanya mau tak mau berjalan kaki. Friska berlari lebih cepat dari Hengky.


 


 


Akhirnya Hengky tertinggal. Saat dia tengah duduk di bawah pohon untuk beristirahat, dia malah melihat dua unit motokros melaju ke arahnya.


 


 


Kedua unit motokros tersebut berasal dari atas gunung, dan Hengky melihat jelas bahwa yang berada di belakang adalah Alex. Kalau begitu, yang di depan pasti musuh. Kemudian Hengky segera mencari tongkat kayu dan menyergap di tempat yang pasti akan dilalui mereka.


 


 


Tak lama kemudian motokros yang berada di depan sudah semakin dekat, dia lalu bersembunyi di balik pohon dan menjungkir balikkan motokros Mega menggunakan tongkat kayu. Saat orang tersebut terjatuh dari motor, Hengky sudah melihat dengan jelas kalau orang itu adalah Mega, si wanita kejam.


 


 


Mega kesal karena terjatuh, setelah mengatur nafasnya, dia bangkit dari tanah dengan menahan rasa sakit dan menyerang ke arah Hengky dengan penuh amarah.


 


 


Di saat ini, motokros Alex sudah sampai. Dia segera melompat turun dan menghalangi jalan Mega, lalu berkata, “Masih mau kelahi? Kamu tidak akan bisa kabur lagi!”


 


 


Mega tidak lagi melarikan diri, dia berdiri tegak dan menatap Alex dengan tatapan dingin, “Kamu menang! Alex, berani tidak mengampuni nyawaku?”


 


 


Alex setenang sebuah balok es, lalu berkata, “Mega, aku tidak bisa melepaskanmu! Kamu harus ikut aku kembali ke kantor polisi dan menjelaskan semua masalahnya! Sekarang, aku curiga bahwa kematian Erwin dan putranya ada hubungannya denganmu.”


 


 


 


 


Melihat dia sama sekali tidak berniat untuk mengakui kesalahannya, Alex pun membuat keputusan yang sulit. Dia berteriak dan melangkah maju, kemudian mengarahkan telapak tangannya ke puncak kepala Mega.


 


 


Mega menyampingkan badan dan berhasil menghindari pukulan tersebut, lalu mengarahkan pukulan ke dada Alex. Keduanya melayangkan pukulan dengan tangan kosong, dan saling beradu tangan. Ilmu bela dirinya berbeda lumayan jauh di bawah Alex, ditambah tidak adanya senjata, dia benar-benar bukan lawan Alex.


 


 


Hanya dengan belasan jurus, perut Mega ditendang oleh Alex dan terlempar disertai jeritan kesakitan.


 


 


Alex melangkah semakin dekat, tatapannya mengunci sosok Mega seperti listrik, “Mega, tunjukkan kehebatanmu!”


 


 


Mega menjerit sebelum akhirnya kembali bangkit dan bertarung. Meskipun dia sudah mengerahkan seluruh tenaga, tapi apa boleh buat perbedaan kemampuan di antara keduanya terlalu besar. Hanya dalam beberapa ronde, bahunya kembali dipukul oleh Alex dan terjatuh ke tanah.


 


 


Belum sempat Mega bangkit, Alex sudah berjalan selangkah ke depan dan menahan pinggang bagian belakangnya dengan satu lutut yang membuat Mega tidak dapat bergerak. Alex berkata, “Bukannya aku tidak mau mengampunimu, Mega. Tapi kamu terlalu banyak membuat masalah dan mencelakai orang, jadi kamu harus bertanggung jawab.”

__ADS_1


 


 


Mega tidak bisa berdiri karena bagian punggungnya ditekan oleh Alex, kaki dan tangannya juga tidak bisa digerakan, dia berkata sambil menggertakan gigi, “Alex, walau harus mati pun aku juga tidak akan mengaku kalah. Kalau berani lepaskan aku, setelahnya aku akan mencarimu untuk bertanding lagi.”


 


 


Alex terkekeh, “Tidak ada gunanya memprovokasi ku, aku tidak mungkin melepaskanmu.”


 


 


Mega berkata sambil tersenyum, “Kalau aku lihat, kamu pasti takut, kan? Tidak berani melepaskan ku, jadi mau membunuhku. Kalau begitu lakukan, aku tidak takut.” setelah mengatakannya, dia pun menutup kedua mata.


 


 


Alex dibuat marah oleh sikapnya dan mengangkat tangan hendak memukul bagian lehernya untuk mengakhiri hidupnya.


 


 


Namun, Mega tiba-tiba membuka mata, “Tunggu.”


 


 


Tindakan Alex berhenti, lalu bertanya, “Apalagi yang mau kamu lakukan?”


 


 


Mega berkata, “Kamu meminta dokter jenius meracik obat untuk Istrimu, tapi kamu tidak tahu kan kalau obat itu sudah aku sembunyikan. Kalau kamu tidak melepaskanku, maka aku akan bunuh diri dengan menggigit lidah. Aku mau Erika ikut mati denganku.”


 


 


Alex terkejut mendengarnya. Begitu tangannya melonggar, tanpa sadar Mega yang sudah ditangkapnya rupanya sudah terbebas. Alex juga tidak menyerangnya lagi, dia tahu Mega tidak mungkin bisa kabur dari genggamannya di alam liar seperti ini.


 


 


Mega menyeringai sedih, lalu berjalan perlahan ke tepi jurang, “Alex, aku tidak akan membiarkanmu berhasil!”


 


 


Alex kaget, dia khawatir Mega akan melompat bunuh diri, jadi dia berteriak, “Jangan…”


 


 


Pakaian putih Mega terbang tertiup angin, dia melihat jurang yang tak kelihatan dasarnya, kemudian berbalik dan berkata, “Alex, selamat tinggal! Satu kata terakhir untukmu, aku benci padamu!”


 


 


Setelah mengatakannya, Mega langsung melompat ke dalam jurang.


 


 


“Jangan…” Alex mengulurkan tangan, tapi sudah terlambat.


 


 


Alex berjalan ke tepi jurang dan melihat ke bawah, jurang tersebut sangat gelap dan tidak terlihat dasarnya. Dia menghela nafas dan berkata, “Kenapa dia bisa beneran melompat?”

__ADS_1


__ADS_2