Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Reuni


__ADS_3

Alex berkata dengan tegas, "Kapten Ardiansyah, aku datang untuk membicarakan kasus denganmu."


Nova berkata: "Aku punya dua kasus, mana yang kamu bilang?"


Alex berkata: "Kasus si mesum Danau Runju."


Nova bertanya: "Mengapa bukan kasus perdagangan narkoba?"


Alex menjawab: "Kamu mencurigaiku sebagai si mesum sebelumnya. Aku perlu mengembalikan nama baikku. Alasan lain adalah istri seorang Chef di hotel kami diperkosa oleh si mesum ini. Sebagai kapten keamanan, aku punya tanggung jawab untuk membalaskan dendamnya. "


Nova mengangguk: "Nah, lihat gambar ini."


Nova mengeluarkan peta dari laci, membukanya di atas meja dan berkata, "Lihat—"


Di atas peta, ada tiga tempat yang dilingkari dengan pena merah, Nova berkata: "Area di sekitar Danau Runju sangat rumit. Aku sudah menganalisis beberapa detail dengan cermat. Aku menemukan bahwa tempat-tempat si mesum bertindak terpusat di arah timur. Kurasa, tempat tinggal orang ini mungkin di sebelah timur Danau Runju. "


Alex menyipitkan matanya dan melihat lingkaran-lingkaran merah pada peta.


"Alex, sungguh tidak mudah menangkap si mesum. Bagaimana bisa pria selicik dia akan muncul dengan mudah?"


Alex berkata: "Menurut penjelasanmu tadi. Istri Chef Alvin adalah korban keempat. Dulu, anggota patroli dan si mesum ini pernah berhadapan sekali, tetapi orang ini melarikan diri karena terlalu kuat?"


Nova berkata: "Ya. Sangat disayangkan saat itu. Pada saat itu aku tidak tahu bahwa si mesum ini memiliki ilmu bela diri yang begitu kuat. Jika aku yang bertemu dengannya, aku pasti tidak akan membiarkan dia kabur."


Alex berkata: "Kalau begitu kamu harus mengorbankan sedikit waktu untuk pergi berjaga di Danau Runju, dengan ini kamu baru punya kesempatan untuk menangkap dia."


Nova mengangguk, "Kupikir juga begitu. Alex, kamu datang tepat waktu, bukannya kamu mau membantuku memecahkan kasus ini? Kalau begitu malam ini, kamu akan bekerja sama denganku untuk mulai menangkap si mesum itu."


Malam itu, keduanya memulai penangkapan si mesum sesuai dengan rencana. Tak disangka, keadaan tidak sesederhana yang dibayangkan. Keduanya berkeliaran di sekitar danau dalam waktu yang lama, tapi tidak diserang si mesum. Kaki Nova bahkan jadi capek, dia berkata dengan sedikit putus asa: "Bajingan ini, dia malah tidak keluar di saat harus keluar."


Alex berkata: "Kita hanya mencoba keberuntungan, kita akan menangkapnya saat bertemu, jika tidak, maka hanya bisa dianggap berjalan-jalan."


Nova berkata: "Baiklah. Kalau begitu sampai sini saja malam ini. Oh iya, kamu harus berpartisipasi dalam reuni kelas kami besok malam."

__ADS_1


Alex bertanya dengan heran: "Kalian punya syarat untuk membawa anggota keluarga?"


Nova berkata: "Benar! Karena ini adalah reuni pertama di kelas kami, jadi harus membawa anggota untuk saling mengenal."


Saat sampai di rumah, karena Alex sedang melakukan tugas khusus hari ini, maka mereka tidak menunggunya untuk makan malam. Namun, Saras sekarang memperlakukan menantunya seperti putranya sendiri. Melihat Alex kembali, dia dengan cepat berkata, "Alex, kamu pasti lapar, kan? Aku akan memanaskan makanan untukmu."


Alex berkata: "Terima kasih ibu, maaf merepotkanmu."


Erika bertanya dengan cemas: "Alex, apa kamu sudah menangkap si mesum?"


Alex menggelengkan kepalanya dan berkata, "Belum. Namun, aku sangat yakin bahwa orang ini pasti akan bertindak dalam dua hari ini. Aku pasti akan menangkapnya."


"Erika, kudengar dari Nova kalau besok kalian ada reuni dan harus membawa anggota keluarga. Apa kamu harus membawaku ke sana?"


Jika di masa lalu, Erika benar-benar tidak ingin membawa Alex ke acara reuni, itu akan sangat memalukan. Tapi sekarang situasinya berbeda, dia bukan lagi menantu tak berguna.


"Ya, boleh. Asal kamu punya waktu!" Erika menjawab sambil tersenyum.


Reuni kali ini punya aturan bahwa setiap orang yang sudah menikah harus membawa suami atau istrinya ke acara.


Separuh dari orang-orang ini masih lajang. Nova tidak mengenakan seragam polisi, dengan kecantikannya, sebagian besar mata tertuju padanya.


Melihat Erika dan Alex tiba, dia menyapanya mereka, "Erika, akhirnya kamu datang."


Erika tersenyum, "Kapten Ardiansyah, kamu datang cukup awal juga. Apakah yang lain sudah datang semua?"


Nova melihat jam tangannya, "Masih kurang dua. Mega dan Nia."


Saat sedang berbicara, seseorang berteriak: "Nona Utama sudah datang!"


Begitu Erika mendongak, memang Mega yang datang. Setelah lulus SMA, ini kali pertamanya melihat Mega.


Putri Rangga, Mega, persis seperti namanya. Terlahir dengan aura yang dingin. Dia tidak memakai gaun yang sangat bagus, tapi apa pun pakaian yang dia kenakan, itu akan berubah menjadi sangat cantik.

__ADS_1


Dia tidak memakai perhiasan apapun, ataupun make up tebal. Karena baginya perhiasan dan kosmetik itu bukan keseharusan.


Di belakang Mega adalah Nia, 4 dewi sekolah saat itu bersatu kembali hari ini.


Erika dan Nova berjalan bersama, keempat wanita cantik itu saling berjabat tangan dan menyapa.


Sudah bukan lagi rahasia bahwa Nia adalah pacar Devan. Meskipun Devan dan Erika bermusuhan, tapi Erika tetap bersikap seharusnya. "Mega, Nia, lama tidak bertemu."


Nia berkata, "Erika, aku dengar perusahaanmu semakin besar. Tampaknya kamu harus traktir hari ini."


Erika tersenyum dan berkata, "Tidak masalah. Direktur Rahmat, aku masih membutuhkan bantuanmu kelak. Perusahaanku akan membutuhkan modal kerja kapan saja, jadi aku akan mencarimu untuk pinjaman."


Nova memandang Mega, "Mega, aku dengar kamu sudah belajar bela diri dengan baik dalam dua tahun terakhir? Aku ingin melihatnya jika ada kesempatan."


Mega mengangguk: "Aku akan mengabulkannya jika ada kesempatan."


Setelah meninggalkan Nova, Mega mendatangi Erika, "Erika, aku sudah tidak bertemu denganmu beberapa tahun. Tak kusangka di bawah kepemimpinanmu yang tepat, bisnis keluarga Buana jadi semakin berkembang. Hampir tidak ada orang di Jakarta yang tidak mengenal Presdir Buana. Dulu, kamu memang sudah hebat saat maish sekolah. Sekarang, kamu masih saja hebat setelah terjun ke dunia bisnis, ini membuat kami sangat iri. "


Erika mengerti maksud perkataannya, konflik di antara dirinya dan keluarga Utama akhir-akhir ini sangat banyak, kepulangan Mega kali ini, apakah untuk membalaskan dendam kakaknya?


"Mega, kamu terlalu berlebihan. Aku tidak lain hanya memenangkan proyek kecil seperti Teluk Indah untuk menghidupi diriku dan keluargaku, tidak lebih."


Mega malah berkata: "Aku dengar kamu sudah menikah. Mencari uang untuk menafkahi keluarga adalah urusan pria, untuk apa kamu kerja keras begitu?"


Nia yang berdiri di samping menyela: "Mega, apa kamu tidak tahu? Erika sangat kasihan, dia menikahi pria yang tak berguna, bahkan orang di seluruh kota mengenalnya."


Ekspresi Erika berubah, "Nia, apa maksudmu dengan itu? Apa kamu sengaja mencari masalah denganku hari ini karena Alex mempermalukan Devan saat pertemuan dua keluarga?"


Nia berkata, "Erika, apa hebatnya dirimu? Bukankah hanya karena mendapat dukungan dari keluarga Wibowo? Semua orang tahu bahwa kamu dan Yudha punya rahasia."


Perkataan Nia terlalu kejam, terutama di depan begitu banyak teman, Erika tidak bisa menahan amarahnya, lalu menampar Nia.


“Be, beraninya kamu memukulku?” Teriak Nia sambil memegang wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2