Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Tidak Bisa Menolak


__ADS_3

Nova sudah terbiasa dengan tatapan orang-orang padanya jadi sudah tidak merasa apa-apa dengan situasi seperti ini dan terus bertanya, “Katakanlah, sebenarnya ada apa?”


“Bu Nova, begini, aku ingin melaporkan kasus padamu.” Mata pemuda itu menghindarinya.


“Kasus? Baik! Kasus tentang apa?” Nova duduk tegak dan memperhatikan pemuda ini dengan waspada.


“Bu Nova, aku seorang petugas logistik di kediaman Richard, namaku Nadine Siaga. Yang ingin kulaporkan padamu adalah Richard pernah kontak dengan saudara Borez si pengedar narkoba dari Kota Taranesa.”


“Oh? Kontak seperti apa? Apakah ada bukti?” Nova diam-diam menyalakan perekam suara dan menatap Nadine di depannya dengan senyum menawan.


Nadine berkata, “Bu Nova, aku mana mungkin punya bukti! Aku hanya kebetulan mendengar percakapan antara Richard, Stevanus dan Rafatar. Saat mereka membahas sesuatu, aku kebetulan mendengar. Kira-kira seperti ini. Borez si pengedar narkoba sudah mati, saudaranya Dakson secara khusus membentuk tim datang ke Tomohon untuk membalaskan dendam Borez…”


Nadine berkata dengan rinci. Nova mendengar sambil mengangguk, “Oh? Kalau begitu, Richard dan Dakson sudah menjadi musuh?”


Nadine mengangguk, “Harusnya begitu.”


Nova bertanya, “Stevanus? Siapa dia?”


Nadine berkata, “Stevanus putranya Richard! Dia membawa sekelompok orang, semuanya sangat ganas dan sangat hebat! Katanya mereka bertarung dengan Dakson semalam, akhirnya gagal dan mati belasan orang.”


“Apa?!” Nova sangat kaget, tertegun sejenak dan tiba-tiba berdiri, “Mati belasan orang? Di mana?” Ini kasus besar! Tapi kenapa dia tidak menerima laporan dari warga?


Nadine menggelengkan kepala dan berkata, “Bu Nova, aku hanya tahu tentang ini saja, mereka juga nggak mungkin memberitahuku lokasi spesifiknya! Lagipula, aku datang melaporkan padamu juga mengambil resiko besar, siapa yang nggak tahu seberapa kejam Richard memperlakukan pengkhianat! Oh iya, aku juga sudah harus kembali, jika gak akan membuat Richard dan yang lainnya curiga.”


Nova mengangguk, “Ya, aku paham. Nadine, kelak kamu akan menjadi informanku. Jika ada masalah apapun, carilah peluang untuk memberitahuku, bisa gak? Tenang saja, aku akan memberimu gaji tambahan.”

__ADS_1


Nadine tersenyum, “Baik! Terima kasih, Bu Nova. Aku akan menjadi informanmu.” Sebenarnya menghadapi permintaan dari Nova yang cantik, dia sama sekali tidak bisa menolak!


Bisa ada penghasilan lain tentu saja adalah hal yang baik bagi orang kecil seperti Nadine!


Yang tidak diketahui Nova adalah setelah Nadine kembali ke kediaman Richard, dia berlari ke kamar Richard, “Tuan Richard, aku sudah melaporkan ke Nova sesuai dengan permintaan Anda.”


“Ya, Nadine, kamu sudah melakukannya dengan baik.” Richard memberi Nadine lima ratus, “Apakah dia memintamu untuk menjadi informannya?”


Nadine mengacungkan jempol pada Richard, “Tuan Richard, Anda benar-benar luar biasa! Wanita ini sangat bodoh bahkan memintaku menjadi informannya! Dia juga memberiku dua ratus ribu. Haha!”


Saat melihat Nadine menyimpan satu juta, lalu mengeluarkan dua ratus ribu, Richard melambaikan tangannya, “Kamu ambillah!”


Nadine berkata sambil tersenyum, “Tuan Richard, jangan khawatir, aku nggak akan menjadi informannya!”


“Apa? Kamu terlihat cukup pintar, tapi ternyata orang bodoh!” Richard melotot.


“Sudah, sudah. Aku katakan padamu, kamu harus menjadi informan dan juga harus lakukan dengan baik.” Richard berbisik pada Nadine sesaat.


“Ya, ya. Tuan Richard, aku mengerti! Anda tenang saja, aku pasti akan memberitahu Anda lebih dulu setiap kali melapor padanya!” Nadine terus mengungkapkan kesetiaannya.


“Dakson tiba di Tomohon? Balas dendam untuk Borez?” Saat Marvin baru mendengar kabar ini, dia juga tiba-tiba berdiri seperti Nova. Kedua matanya berbinar lalu ekspresinya menjadi serius, “Dia datang dengan niat buruk, kita harus siap siaga!”


Nova mengangguk, “Benar! Dakson datang ke Tomohon pasti akan membuat onar! Kapten Marvin, polisi harus memperluas ruang lingkup untuk mencari tahu keberadaan Dakson dengan jelas. Kita harus memusnahkannya lebih dulu sebelum Dakson menimbulkan masalah besar!”


“Baik! Aku akan segera melapor ke Ketua Bryan. Ini bukan masalah kecil, Ketua Bryan harus memahami situasi keseluruhan.” Marvin berdiri dengan sangat hati-hati, “Selain itu, operasi pencarian polisi juga harus dilakukan secara diam-diam agar nggak membuat musuh menjadi waspada dan membuat Dakson kabur.”

__ADS_1


Nova mengangguk, “Kapten Marvin, sekarang aku keluar untuk mencari Dakson.”


“Kamu mau cari di mana? Kamu harus berhati-hati!” Marvin sedikit tidak tenang, “Dakson adalah ******* yang banyak membunuh.”


Nova mengangguk, “Kapten Marvin, jangan khawatir, aku akan berhati-hati!”


Nova sudah sering berkunjung ke cabang PT.Atish, jadi dia mengemudi ke cabang PT.Atish tanpa halangan atau pun dipertanyakan.


Jika itu orang luar dan ingin memasuki PT.Atish yang sekarang pasti harus digeledah dan ditanya hati-hati. Setelah pertempuran semalam, karyawan PT.Atish menjadi sangat waspada.


Terutama tim keamanan yang dipimpin oleh Martin sudah tahu tugas mereka dengan jelas: Tidak peduli siapa pun yang masuk ke PT.Atish harus diperiksa dengan ketat. Jangan sampai perusahaan mengalami kerugian, apalagi membiarkan ******* masuk ke gedung perusahaan!


“Tok, tok.” Nova mengetuk pintu Alex.


“Silakan masuk.” Saat mendengar suara Alex, Nova merasa sangat akrab. Lagi pula, mereka berdua memiliki hubungan seperti itu, Nova secara alami menganggap Alex sebagai kerabat dan prianya.


Dia mendorong pintu dan masuk, lalu melihat Damian juga ada di dalam, sementara Damian sudah berdiri sewaktu melihatnya masuk, “Dirut Alex, silahkan kalian berbicara. Aku pergi dulu.”


Saat Damian melewatinya, Nova melirik Damian, melihat Damian keluar dari ruangan dan menutup pintu, kemudian Nova berkata, “Orang ini adalah seniman bela diri, ada masalah apa mencarimu?”


Alex berkata sambil tersenyum, “Masalah di antara pria.”


Nova bergegas ke sana, memeluk pinggang Alex dengan melotot sambil berkata dengan sengit, “Beraninya kamu nggak mengatakan yang sejujurnya padaku?”


“Eh!” Alex yang tiba-tiba diserang sebenarnya bisa menghindar dengan mudah, tapi dia takut Nova akan jatuh saat bergegas ke arahnya dengan sekuat tenaga, jadi terpaksa dipeluk olehnya, “Jangan begini, di sini adalah kantor. Erika bisa datang kapan saja.”

__ADS_1


Nova sengaja mengayunkan tubuhnya seperti sedang menari dan dengan lembut menggosok tubuh Alex, “Memang kenapa kalau dia datang? Saat itu aku akan bilang kamu bertindak nggak sopan.”


Meskipun Alex benar-benar ingin menyingkirkan hubungan dekat seperti ini dengan Nova, tapi Nova adalah seorang wanita. Alex tetap berhati lembut, sangat sulit mengucapkan kata-kata menolak.


__ADS_2