Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Mengambil Alih PT. Atish


__ADS_3

Alea mengangkat gelas, lalu menyapa Julian, dan kemudian berkata, “Terima kasih untuk kesempatan reuni yang diberikan oleh Charles dan lainnya untuk kita hari ini. Mari, bersulang bersama!”


Charles mengangkat gelasnya dan berkata dengan sombong, “Tidak perlu bilang terima kasih! Hari ini kita main sepuasnya! Seluruh lantai ini tidak hanya untuk perjamuan, tapi juga ada hiburannya, kita tidak perlu keluar lagi hari ini! Habis minum kita nari dan nyanyi, puaskan senang-senangnya! Kalau capek cari saja kamar untuk tidur! Hahaha!”


Dia menunjuk koridor di luar dan berkata, “Semua kamar di lantai ini sudah dibooking! Yang mau istirahat silakan saja! Ayo, kita minum!”


Mata Salma berkedip, dia sedang memikirkan cara untuk merayu Charles malam ini.


Sebenarnya, saat kuliah, yang punya nilai bagus hanya Alea, Julian dan Erika, nilai Salma juga tidak buruk, tapi dia selalu tertinggal di belakang mereka bertiga.


Jika dibandingkan, nilai Charles adalah yang terburuk. Karena dia hanya tahu bermain wanita polos sepanjang hari, selama 4 tahun kuliah, pacarnya sudah berganti puluhan orang.


Waktu itu Salma sama sekali tidak tertarik pada Charles, tapi sekarang setelah mengetahui kalau Charles adalah anak orang kaya, hatinya jadi tergerak.


Charles meneguk habis minuman di dalam gelasnya, lalu berkata, “Anggur bagus ini! Ayo cantik, habiskan! Ini gelas pertama lho, jangan ada yang curang.”


Dia tiba-tiba bangkit dari tempat duduk dan melihat sekeliling, “Erika! Habiskan minumanmu! Kenapa coba saja tidak?! Ini anggur asli lho.”


Erika menjawab dengan canggung, “Charles, aku tidak bisa minum…”


Alex berkata, “Aku akan minum untuknya.”


Charles mengerutkan kening, lalu mengulurkan tangan untuk menghentikannya, “Tidak bisa! Kamu bukan teman sekelas kami, mana bisa kamu minum untuknya? Erika, ayolah, nih minum!”


Salma berkata, “Erika, Charles sudah beli anggur sebagus ini lho, kalau kamu tidak minum, bukannya keterlaluan?”


Alea juga ikut bersorak, “Benar tuh, gimana pun juga gelas pertama harus diminum! Tidak boleh diwakili.”

__ADS_1


Alex memberi isyarat kepada Erika agar tenang, maksudnya yaitu: Minumlah, aku ada di sini, tidak apa-apa.


Erika juga mau tidak mau mengangkat gelas dan meminumnya karena tidak enak hati, ditambah lagi semua orang sudah bersorak.


Charles yang berada di seberang terus menatap kemolekan Erika saat meminum minumannya dengan tatapan candu, dia berpikir di dalam hati, “Wanita secantik ini kenapa bisa-bisanya nikah sama pria begini.”


Meskipun Alex berpura-pura terlihat tenang, tapi dia dapat melihat dengan jelas tatapan candu Charles terhadap kemolekan Erika yang begitu terang-terangan!


Di dalam hati dia berpikir: Dasar bajingan, jangan-jangan dia beneran mau menggoda Erika?


Setelah meneguk beberapa gelas anggur, tidak hanya Erika, tapi Alea dan beberapa teman wanita lainnya juga sudah mabuk sampai wajah mereka merona, mereka mulai melakukan hal-hal gila, apalagi Salma, dia berjalan terhuyung-huyung ke sisi Charles sambil terus menawarkan minum.


Julian dan beberapa pemuda lainnya juga bersulang dengan satu per satu orang, setelah berlalu 1 jam, tempat tersebut menjadi kacau balau, suara yang tidak beraturan terdengar di mana-mana, Salma sendiri memeluk pinggul Charles dan tidak mau pergi.


Charles sangat kesal kepadanya, beberapa kali dia mendorongnya, tetapi tidak berhasil, kemudian dia berdiri dan berkata, “Ayo pergi karaoke, kalau capek nanti balik lagi! Lagian hari ini sudah aku booking tempatnya, kita bisa makan kapan saja.”


Karena semua orang sedang berbicara, jadi tidak terlalu banyak orang yang memperhatikan hal ini, akan tetapi Erika tetap memperhatikannya meskipun telah mabuk.


Dia datang ke sisi Alex dan menggenggam tangannya, lalu berkata dengan penuh rasa bersalah, “Jangan diambil hati ya.”


Alex tersenyum dan berkata di telinganya, “Aku sama sekali tidak akan marah dengan semut seperti ini asalkan dia tidak punya niat jahat padamu.”


Charles dikelilingi oleh Salma dan dua wanita lainnya, saat ini dia sedang berkata, “Nama Paman ku Suprianto Mahari, dia orang keluarga Mahari! Kalian tahu tidak, kalau sudah berhubungan dengan keluarga Mahari, mau miskin pun susah di Medan! Kalau ada yang mau ganti kerjaan, datang saja ke perusahaanku, aku jamin akan beri kalian benefit terbaik!”


Suaranya sangat lantang, dan juga dia sengaja mengatakannya untuk Erika, melihat Erika tidak bereaksi sedikit pun, Charles langsung berdiri, “Erika, kudengar kalian punya usaha di Jakarta, kenapa tidak ke Medan saja, jadi tidak perlu kembali lagi, ya? Asalkan kamu mau datang ke PT. Atish milik keluargaku, aku akan menjadikanmu General Manager dengan gajinya 66 juta! Gimana?”


Selesai mengatakannya, dia juga melihat ke arah Alex dengan tatapan menyindir, tapi dia malah melihat Alex duduk santai di sofa sambil menatap layar TV dan tidak mendengarnya sama sekali.

__ADS_1


Erika menggelengkan kepala, lalu berkata, “Meskipun aku memang datang ke Medan untuk mengembangkan bisnis, tapi masih tidak mau bergabung dengan PT. Atish. Maksudku, aku ingin membuktikan kemampuanku sendiri tanpa mengandalkan koneksi.”


Salma sama sekali tidak bisa memahaminya! Apa otak Erika bermasalah? Charles sudah memberikan syarat yang begitu bagus, tapi dia malah menolak?”


Kemudian, dia berkata tanpa ragu, “Charles, kamu cukup beri aku gaji 40 juta saja, lalu aku akan langsung kerja di PT. Atish!”


Charles meliriknya sekilas, lalu menggelengkan kepala, “Sana, nyanyi saja kamu.”


Charles langsung menghampiri Alex, dikarenakan suasana sangat ribut, jadi dia berkata dengan lantang, “PT. Atish adalah perusahaan besar di Medan! Ada banyak orang yang berusaha keras untuk bergabung, tapi aku sama sekali tidak memperdulikan mereka! Gimana? Mau? Alex, aku bisa memberi Erika jaminan yang lebih bagus! Apa yang bisa kamu berikan untuknya?”


Alex tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, “Aku bisa memberinya rasa aman.”


“Pfft!” anggur yang baru saja diminum Charles menyembur keluar begitu mendengarnya, “Hahaha! Rasa aman? Eh, bukannya aku mau mengejekmu ya, tapi setiap pria pasti bisa memberi wanitanya rasa aman! Nantinya kamu pasti akan menyesal karena tidak membiarkannya masuk ke PT. Atish sekarang.”


“Hm?” sebenarnya Alex sudah mengirimkan pesan kepada Friska barusan untuk memintanya menyelidiki informasi mengenai PT. Atish, tadi dia juga sudah melihatnya dan sudah tahu apa yang harus dilakukan, oleh karena itu, dia menatap mata Charles dan berkata, “Bergabung dengan PT. Atish ya…. bisa dipertimbangkan.”


“Hah? Beneran? Ka, datang ke Atish ya? Aku benar-benar bisa menjadikanmu GM!” ucap Charles bahagia setelah mendengar perkataan Alex.


Tentu saja Alex mengetahui niat terselubungnya itu, dia tidak lain hanya ingin mendapatkan kesempatan untuk mendekati Erika setelah Erika bergabung dengan PT. Atish.


Erika melihat Alex, dia sungguh tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Alex.


Alex berkata, “Charles, aku ralat sedikit ya, Erika bukannya bergabung dengan Atish, tapi mau mengambil alih Atish.”


“Sejak awal aku memang mau menjadikannya GM kok!” ucap Charles sambil tersenyum, “Tapi pemilik Atish adalah keluargaku, hal ini tidak bisa diganggu gugat.”


 

__ADS_1


 


__ADS_2