Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Pengakuan


__ADS_3

“Sebenarnya gue ...”


“Apa?” tanya Nita dan Abel bersamaan.


“Sebenarnya gue udah nikah,” kata Nabila, dia tidak ingin menyembunyikan pernikahannya dari kedua sahabatnya itu. Bagaimanapun Nabila sudah berjanji tidak akan ada rahasia di antara mereka.


“Apa ???” Tanya Nita.


“Are you kidding me Ra?,” teriak Abel.


“Jangan teriak-teriak, seriusan gue udah nikah kemarin!”


“Hah bentar bentar ... biar gue telaah semua perkataan lu,” Abel mulai berfikir.


“Jadi lo bolak balik ke Jogja itu karena ngurus pernikahan lu?,” tanya Nita.


“Yups,” jawab Nabila santai


“Coba lo ceritain semuanya sedetail mungkin!!” perintah Abel pada sahabatnya.


Nabila menceritakan awal mula perjodohan yang kakek atur, pertama kali Adam menemuinya, pertengkaran Adam dan Nabila di mobil, pertunangan, pernikahan semuanya sedetail mungkin tidak ada yang terlewat. Keduanya mendengarkan cerita Nabila dengan seksama.


“Jadi... lo nikah karena dijodohkan?” Abel masih heran, “Apa suami lo memperlakukan lo dengan baik?”


“Sejauh ini dia baik sama aku, kita memang sengaja merahasiakan pernikahan kita, jadi maaf ya ngga bisa mengundang kalian :(,”


“Gak papa... kami paham Bil,” ucap Nita memeluk Nabila “Selama kamu bahagia, kami akan dukung semua keputusan kamu,”


“Makasih yaa guys,” ucap Abel.


Nabila merasa tepat menceritakan pernikahannya pada kedua sahabatnya.


“Sekarang lo tinggal dimana?” tanya Abel.


“Gue tinggal dirumah Mas Adam, nanti aku minta izin Mas Adam biar kalian bisa main ke rumah.”


“Tapi suami lo beneran baik kan sama Lo, gue takut lho di tindas,” kata Nita.


“Lo kebanyakan nonton drama deh Nit, Mas Adam baik kok. Lagian dia mana mungkin berani nindas gue, ntar gue aduin ke kakek.” Ujar Nabila terkekeh. Mendengar jawaban Nabila, Abel dan Nitapun merasa lega.


Setelah di rasa cukup lama berbincang, dan hampir gelap, Abel dan Nabila memutuskan untuk pamit pulang. Abel mengantar Nabila ke apartemennya untuk mengambil mobil.


Setelah mengambil mobilnya, Nabila segera pulang ke rumah. Dia tidak mau Adam sampai rumah lebih dulu. Sampai di depan gerbang, Nabila turun hendak membuka gerbang tapi ternyata sudah di buka oleh seorang pria paruh baya. Nabila kembali ke mobilnya dan masuk ke area rumah.


“Terima kasih pak,” ucap Nabila dengan tersenyum pada orang yang membukakan pintu.


“Sama-sama Non,” ujar Pak Soleh.

__ADS_1


Setelah memarkirkan mobilnya di garasi Nabila masuk ke dalam rumah. Dilihatnya banyak orang di depan pintu untuk seperti menunggu kedatangan Nabila.


“Selamat datang Non,” ucap semuanya pada Nabila.


“Em... yaa,” Nabila merasa kikuk dengan situasi saat ini.


“Maaf Non, membuat anda bingung. Kami pembantu yang baru saja ditugaskan oleh Tuan Adam,” ucap Pak Soleh yang tadi membuka gerbang.


“Oh, Mas Adam sudah bilang semalam, Nama Bapak?”


“Saya Soleh Non saya bertugas sebagai tukang kebun dan serabutan, ini Istri saya Ijah, kalo yang ini Bi Sumi dan Bi Ani. Nah yang memakai baju hitam ini Pak Slamet Supir untuk Non Bila, yang satu lagi Pak Bejo satpam rumah, dan untuk Ijah, BI Sumi dan Bi Ani tugasannya membersihkan rumah, cuci baju dan memasak,” tutur Pak Soleh menjelaskan. Nabila manggut-manggut mendengar penjelasan Pak Soleh.


“Baik.. Salam kenal yaa semunya, mohon bantuannya untuk kedepanya,” ucap Nabila dengan senyum manisnya.


Setelah percakapan dengan para pembantu, Nabila menuju Kamarnya untuk mandi. Setelah mandi dia turun ke dapur, dilihatnya Bi Sumi dan Bi Ani sedang memasak.


“Ada yang bisa saya bantu Bi,” tanya Nabila.


“Tidak Non, Non duduk manis saja. Biar Bi Sumi yang memasak,”


“Tapi BI..,”


“Iya non benar kata Bi Sumi, percayakan urusan masak memasak kepada kami,” ujar Bi Ani.


Di tengah percakapan mereka Pak Soleh datang memanggil, “Non Bila, Tuan sudah datang,” ucap Pak Soleh.


“Baik pak,” Nabila segera meninggalkan dapur untuk menyambut kedatangan suaminya. Adam tengah berjalan masuk ke rumah.


“Hemm.. Kamu sudah lama dirumah?” tanyanya pada Nabila.


“Belum Mas.. maaf tadi aku terlambat pulang, tadi aku ke rumah temanku dulu ibunya baru pulang dari rumah sakit, karena mengobrol aku jadi lupa waktu,” jawab Nabila.


“Tidak papa, asal kamu tidak macam-macam di luar sana!” tegas Adam. Mereka sampai di kamarnya, Adam tengah menyenderkan diri di sofa.


“Mas tenang aja, aku tau batasan kok,” jawab Nabila .


“Baguslah.. Aku mau mandi siapkan air,”


Tanpa menunggu waktu lama Nabila menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya. Setelah mandi seperti biasa Adam meminta Nabila untuk mengeringkan rambutnya.


“Mas..”


“Katakan,” ucap Adam seakan tau istrinya ingin menanyakan sesuatu.


“Pembantu di rumah kita banyak yaa?”


“Biar kamu ngga repot, lagipula rumah ini besar,” ucap Adam santai, “Kenapa?..kamu tidak suka?”

__ADS_1


“Bukan.. bukan begitu, aku heran mas dapat pembatu dari mana?,”


“Beberapa Mama yang merekomendasikan, mereka kebanyakan merantau ke Jakarta.Bi Sumi itu sebatang kara, Bi Ani dia bercerai dengan suaminya asal Kebumen sama dengan Bi Sumi, kalo pak Slamet dan Pak Bejo itu Tio yang mencari.” ucap Adam menjelaskan.


“Kalo Pak Slamet dan Bi Ijah?” tanya Nabila yang sudah selesai mengeringkan rambut Adam, kini dia duduk di di sampai Adam.


“Pak Soleh sama Bi Ijah itu suami istri, mereka di buang sama anaknya di usir dari rumah. Waktu itu aku sedang perjalan dinas di Solo dan bertemu mereka jadi aku bawa pulang saja, sebelumnya mereka tinggal di rumah Kakek.,”


Aku gak nyangka ada sisi baik dari kamu Mas. Gumam Nabila.


“Apa?” tanya Adam heran melihat Nabila yang memperhatikannya.


“Kamu baik deh Mas,” reflek Nabila memeluk Adam.


Deg..deg.. detak jantung Adam tidak beraturan karena pelukan Nabila yang tiba-tiba.. Adam pun membalas pelukan Nabila, setelah beberapa saat Nabil melepaskan pelukan Adam.


“Kita makan yuk Mas, aku lapar.”


“Kamu turun dulu, aku menyusul sebentar lagi.”


“Oke.. jangan lama-lama yaa,” ucap Nabila meninggalkan Adam untuk turun menuju ruang makan.


Anak itu sembarangan memeluk lelaki, untung saja aku suaminya. Apa selama ini dia juga begitu. Gumam Adam sesaat setelah Nabila meninggalkan kamar.


Setelah selesai makan Nabila memilih kembali ke kamarnya untuk mengerjakan tugas kuliah, sementara Adam berada diruang kerjanya.


✉️Revan: Hai bil, apa aku mengganggumu?


Nabila melihat pesan masuk di ponselnya. Revan sering mengirim pesan pada Nabila akhir-akhir ini, tapi jarang dibalas oleh Nabila. Dia tidak mau terjadi salah paham dengan Adam apabila berkirim pesan dengan lelaki lain.


Kak Revan lagi, darimana sih dia punya nomorku. Balas ngga ya?ah gak usah deh. Nabila meletakan kembali ponselnya pada nakas disamping tempat tidur, kemudian dia berbaring memeluk guling, tak butuh waktu lama Nabil terlelap dalam tidurnya.


Bersambung..


Like


Like


Like


Komen


Komen


Komen


VOTE

__ADS_1


VOTE


VOTE


__ADS_2