Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
S2 Apa yang terjadi?


__ADS_3

Caca dan Abel memutuskan akan menemui pacar masing-masing. Caca pun bernafas lega, ia tidak perlu membatalkan pertunangannya dengan Ilham. Abel juga merasa lega tidak perlu putus dengan Daniel. Untung Abel pergi ke apartemen Caca, ia jadi bisa tau kebenaran nya.


“Kak, aku pakai mobil kakak ya!” Ucap Abel.


“Memang mobil kamu kenapa?”


“Bensin habis, Abel nggak sabar mau ketemu Daniel. Apartemen mas Ilham, kan, dekat, kakak jalan aja ke seberang jalan udah sampai di apartemen mas Ilham.” Apartemen Caca dan Ilham memang hanya berseberangan, dengan jalan raya di tengah-tengah.


“Ya udah, ambil STNK nya di tas kakak.” Abel berjingkrak semangat.


Usai membersihkan diri, ia pun melajukan mobilnya ke rumah Daniel. Ia di beri tahu kakek Han, Daniel sedang berada dirumah. Kakek Han juga mengirim alamat rumah Daniel pada Abel.


Dengan mengendarai mobilnya Abel menuju rumah Daniel. Di sepanjang perjalanan Abel sangat ceria. Ia bersenandung menirukan ost drakor favorite nya.


Tadi, sebelum berangkat Abel membaca ulang pesan-pesan yang Daniel kirimkan padanya. Ratusan pesan Daniel kirim,semua pesan yang lelaki itu kirim tidak jauh dari kata-kata maaf, juga penjelasan perihal perjodohan lelaki itu dengan Caca. Lelaki itu bahkan menegaskan jika dirinya akan membatalkan pertunangannya dengan Caca.


***


Caca pergi ke apartemen Ilham setelah makan malam dan membersihkan diri. Ia berdandan cantik demi bertemu tunangannya, dan meminta maaf.


Ia berjalan menengok kanan kiri menyebrang ke apartemen Ilham. Sampai di depan apartemen Ilham, Caca langsung masuk ke dalam.


Heels cewek? Alis Caca mengkerut melihat ada heels di dalam apartemen Ilham. Dan, itu jelas bukan heels Caca. Entah mengapa perasaan Caca tidak enak, jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.


Caca berjalan ke arah kamar Ilham dengan pelan. Ada suara-suara aneh dari dalam kamar Ilham.


“Aaah.. lebih cepat lagi, sayang..Ah.. ahhhh.” Suara desahan seorang perempuan.


“Kamu nikmat sekali, wi.” itu jelas suara Ilham. Suara yang diliputi dengan gairah.


Caca sudah tidak tahan dengan apa yang didengarnya. Ia pun mendorong dengan keras pintu kamar Ilham..


Brak..


“Ilham!!!!!!” Teriak Caca shock melihat tunangannya sedang bercinta dengan seorang perempuan yang sangat Caca kenal.


Ilham dan perempuan itu tergelak, mereka menoleh pada Caca. Ilham pun tak kalah terkejutnya dari Caca. Lelaki itu langsung turun dari atas perempuan itu dan memakai celananya yang berserakan di lantai, sementara perempuan yang di bawah Ilham menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


“Apa-apaan ini Ilham, Dewi?”


Ya, perempuan itu adalah Dewi, teman kuliah Caca juga tenan dekat Caca. Selama ini Caca sering bercerita tentang kehidupan nya pada Dewi termasuk hubungannya dengan Ilham, perjodohan nya dengan Daniel. Caca mengira Dewi adalah sahabat baiknya ternyata, itu perasaan Caca sendiri. Dewi tidak menganggap Caca sahabat baiknya jika melihat apa telah Dewi lakukan saat ini.

__ADS_1


“Aku bisa jelaskan, Ca.” Ucap Ilham mendekati Caca. Caca mundur selangkah. “Stop!!Berhenti disana!” Teriak Caca.


“Aku bisa jelaskan.” Ulang Ilham.


“Apa yang mau kamu jelaskan, Ham?Apa lagi, setelah aku melihatnya dengan kedua mata kepalaku sendiri masih perlu kah, aku mendengar perjelasanmu?” Pekik Caca tak kuasa menahan air matanya. Cairan bening itu luruh bergitu saja di pipi Caca.


“Kamu juga, Wi. Aku pikir kamu sahabatku, tapi apa ini, Wi?Apa yang kamu lakukan dengan Ilham?” Menatap Dewi penuh kekecewaan.


Dewi sudah memakai pakaiannya kembali. Ia pun berjalan ke sofa dan mendudukan dirinya di sana.


“Aku sedang bercinta dengan Ilham, bukankah, kau sudah lihat dengan jelas?” Ujar Dewi santai.


“Dewi!!” Bentak Ilham.


“Kenapa, Ham?Apa yang ku katakan kenyataan, lagi pula kita sudah ketahuan tidak perlu berpura-pura lagi.” Balas Dewi sinis.


Caca tersenyum getir. “Sejak kapan?” Lirih Caca.


“Caca aku bisa jelaskan, ayo kita pulang ke apartemen mu biar aku jelaskan.” Ilham meraih tangan Caca namun di tepis oleh Caca. Caca menggeser tubuhnya menjauh dari Ilham.


“Sejak kapan?” Ulang Caca masih menatap Dewi. Meskipun sakit, Caca tetap harus tau kebenarannya.


“Caaaa...Aku akan jelaskan.”


“Kau mau tau dari kapan?6 bulan yang lalu, kau tau Ilham lelaki normal, ia juga butuh kehangatan butuh dipuaskan, tapi, kau terlalu naif, kau berlagak suci harus menunggu menikah hanya untuk berhubungan intim jadi, jangan salahkan Ilham jika dia mencari kepuasan dari ku.” Ujar Dewi sinis. Ia tidak merasa bersalah pada Caca, justru merasa bangga bisa mengatakan kebenarannya pada Caca.


“Begitukah, Ham?” Mengalihkan pandangannya pada Ilham. Menatap lekat kedua mata Ilham.


“Maafkan aku, Ca.” Secara tidak langsung bukankah Ilham mengakuinya. Ia bahkan meminta maaf pada Caca.


“Baiklah, Silahkan lanjutkan aktivitas kalian. Maaf sudah mengganggu.” Caca membalik tubuhnya meninggalkan kamar Ilham.


“Tunggu, Ca.” Ilham mengejar Caca namun ditahan oleh Dewi. “Jangan di kejar, lebih baik kita lanjutkan yang tadi. Toh dia juga akan bertunangan dengan lelaki lain.” Dewi mempengaruhi Ilham.


“Meskipun begitu aku tetap harus menjelaskan hubungan kita pada Caca, kita hanya partner s*ks, aku tidak mencintaimu, kamu juga tau itu!” Tegas Ilham.


Dewi kecewa mendengar ucapan Ilham. Selama ini ia berusaha membuat Ilham mencintainya dengan memberi kepuasan s*ks pada Ilham. Apalagi Dewi tau Caca dijodohkan oleh Kakenya, ia semakin senang. Dengan begitu Dewi bisa memiliki Ilham. Saat Ilham terpuruk karena Caca, Dewi langsung datang dan memberi kehangatan pada lelaki itu.


“Tapi, dia sudah bukan milikmu lagi, HAM.”


“Dia hanya akan menikah satu tahun, setelahnya akan menjadi milikku seutuhnya.” Ujar Ilham.

__ADS_1


“Kau mau menerima bekas orang?” Dewi terperangah tidak percaya.


“Apa masalahnya, aku juga tidak lebih baik dari Caca.” Ilham menepis tangan Dewi lalu meninggalkannya menyusul Caca.


***


Caca kembali ke apartemen, ia yakin Ilham tidak akan menyusulnya. Ilham pasti memeriksa mobil Caca dulu di basement sebelum pergi ke apartemen Caca. Saat dia tau mobil Caca tidak ada di basement, Ilham pasti mengira Caca pergi. Ilham sendiri tidak mengenali mobil Abel, karna belum pernah melihat Caca membawa mobil Abel.


Kenapa jadi seperti ini?Kenapa Ilham dan Dewi?kenapa???


Caca terduduk lemas di depan pintu. Setelah masuk ke dalam apartemennya, tubuhnya langsung merosot ke lantai. Lututnya terasa lemas, ia tidak sanggup untuk berdiri lagi. Hatinya hancur, perasaannya kacau. Seperti ada ribuan belati menghujani hati dan jantungnya.


Aku tidak sanggup lagi, lebih baik aku mati saja.


Caca berjalan ke arah dapur, ia mengambil pisau yang cukup tajam. Tanpa pikir panjang Caca mengiris pergelangan tangannya sendiri, darah mulai bercucuran di lengan Caca. Astaga Caca, ia sudah mengikuti kemauan setan.


Klik.. pintu apartemen terbuka. Mama Lila masuk ke dalam apartemen Caca. Ia langsung histeris melihat Caca tergeletak di lantai dengan darah mengalir di tangannya.


“Caca..” berlari menghampiri Caca. Meskipun panik, mama Lila masih bisa meminta bantuan orang untuk membawa Caca kerumah sakit..


***


Abel sudah setengah jalan untuk menemui Daniel.


“Loh.. kenapa dengan rem nya?” Gumam Abel panik. Ia sedang melewati jalanan menurun namun rem mobil Caca sepertinya blong. Abel pun menjadi panik.


Mobil yang di kemudikan Abel terus melaju dan semakin kencang. Di depan ada mobil lain, Abel mencoba untuk membanting stir agar tidak menabrak mobil di depannya, namun naas dari arah berlawanan ada mobil yang melaju dan tabrakan pun tak bisa perempuan itu hindari.


Brak.. benturan keras terjadi saat mobil yang dikemudian Abel ditabrak oleh mobil dari arah yang berlawanan.


.


.


.


.


.


Apa yang terjadi akankah Abel dan Caca selamat??

__ADS_1


Total aku up hari ini 4000 an kata lebih lho guys


__ADS_2