
“Berani sekali perempuan itu pamer pada istriku.” Adam sangat kesal mendapat pesan berisi video Jenny sedang pamer tas pada Nabila. Si pengirim pesan adalah Abel.
“Ap ada masalah Tuan?” Tanya Tio.
“Ada, apa kamu sudah memperbaiki website perusahaan?” Tanya Adam.
“Belum. Tuan. Website perusahaan akan mulai di update minggu ini sesuai dengan permintaan Tuan. Mengganti status lajang menjadi menikah.”
“Bagus, aku mau kamu tambahkan detailnya. Sertakan juga identitas Nabila, kalau perlu tambahkan foto pertunangan dan pernikahan khusus di profilku!”
“Baik, Tuan.”
Tok..tok..
“Masuk!”
Nabila masuk ke ruangan Adam dengan menenteng sebuah paperbag. “Apa aku menggangu?”
“Tidak, sayang!”
“Saya permisi Tuan.” Tio keluar dari ruangan Adam.
“Kemarilah!” Adam merentangkan kedua tangannya menyambut Nabila.
Nabila meletakan paperbagnya di meja sofa yang ada diruangan Adam. Dia langsung berjalan kearah Adam yang siap memeluknya.
__ADS_1
Adam langsung memeluk Nabila sangat erat. Menciumi pipi, hidung, dahi dan bibir Nabila secara bergantian. “Bil, kamu kenapa semenggemaskan ini sih?”
“Mas, udah dong ciumnya.” Protes Nabila.
Adam pun menghentikan aksinya, sebelum Nabila marah. Semenjak hamil perubahan mood Nabila memang sangat luar biasa, Nabila kadang mengusir Adam dari kamarnya kadang jug mengatakan Adam bau, tidak jarang juga menempel pada Adam seperti perangko. Tapi Adam tidak merasa risih dengan Nabila yang moody an justru Adam merasa Nabila sangat menggemaskan. “Kamu bawa apa Bil?”
Menggandeng lengan Adam untuk duduk di sofa. Nabila mengeluarkan isi paperbag yang tadi ia bawa. “Aku membawa camilan dari Toko.”
“Kami nyuruh aku makan ini?”
“Iyaa, aaa buka mulut mas!” Nabila menyuapi Adam cup cake. “Gimana rasanya mas?”
“Manis Bil.”
“Enak sih, lembut.” Adam jarang makan makanan manis seperti ini, semenjak menikah dengan Nabila makan cup cake sudah seperti menjadi kewajiban. Nabila akan sering membawa pulang cup cake baik itu buatan tokonya atau cup cake yang Nabila beli di toko lain. Sebagai pemilik toko kue Nabila sering membeli cup cake dari toko lain untuk membandingkan kualitasnya dengan toko miliknya. Kadang Toko lain yang memiliki kue lebih enak dari toko Nabila ia jadikan sebagai bahan evaluasi apa kekurangan produk di toko Nabila.
“Bil, mas mau tanya sama kamu.”
“Apa mas?” Tanya Nabila seraya menguap.
“Kamu ngantuk sayang?”
Nabila mengangguk. “Sedikit.”
__ADS_1
Adam bangkit dari duduknya, lalu menggendong Nabila ala bridal Style. “Lah lah, mas ngapain angkat-angkat aku?”
“Sttttts diem dulu jangan gerak-gerak nanti jatuh.” Kata Adam. Adam membawa Nabila masuk ke ruang pribadi Adam. Dia menurunkan istrinya di rajang. “Geser kesana!”
Nabil pun bergeser ke sayap kiri ranjang. Sambil menatap Adam yang sudah naik keranjang lalu berbaring.
“Sini.” Adam menepuk lengan kirinya yang sudah ia rentangkan siap untuk bantal kepala Nabila. “Aku temani kamu sebentar sampai tertidur, kamu ngantuk kan?”
Dengan senang hati Nabila langsung berbanding disebelah Adam berbantal lengan Adam. “Aku hanya akan tidur sebentar, 15 menit saja.” Ucap Nabila.
Adam mengelus-elus rambut Nabila hingga Nabila tertidur pulas. Setelah Nabila tertidur, dengan pelan Adam menarik lengannya dan menggantinya dengan bantal. Adam lalu menyelimuti Nabila dan kembali ke ruang kerjanya. Disana sudah ada Riko yang menunggunya.
“Lo ngapain kesini?” Tanya Adam.
Riko duduk di sofa Adam dengan wajah di tekuk dan pakaian kusut seperti gembel saja. “Gue habis belajar jadi penjual sayuran.”
“Motivasi lo apa belajar jadi penjual sayuran?”
“Sebenarnya gue..”
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...