Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Cemburunya Nabila


__ADS_3

Cemburunya Nabila


“ Jen mending kamu pergi dulu, Abel sama Nita lagi marah banged,” bujuk Kak Caca. Sementara Riko, Adam, Kevin dan Tio tidak ikut campur hanya menyaksikan keganasan Abel dan Nita menghajar Jenny.


“ Awas kalian!” ucap Jenny menatap Abel dan Nita lalu pergi dari tempat itu.


Prok prok Abel bertepuk tangan. “ Gue gak nyangka lo punya sisi seperti ini Nit. Lo gak takut nanti Jenny ngebalas lo dan Bila lebih parah?” tanya Abel.


“ Takut sih, tapi dia udah keterlaluan. Nanti kalo dia berani macam-macam lagi gue bakalan aduin ke suami Bila!” ucap Nita.


Adam tersenyum senang mendengar Perkataan Nita.


“ Suami??” tanya Caca.


“ Iyaa kak, em karena ini rahasia kita gak bisa kasih tau kakak nanti kakak tanya ke Bila langsung aja!” tegas Abel.


“ Em oke, terus maksud kamu Revan suka sama Bila Apa Nit?,” tanya Caca.


“ Iya kak, Kak Revan suka sama Bila. Dia ngejar-Ngejar bila terus, gara-gara Abel juga sih,” ucap Nita.


“ Kenapa emang Bel?,”


“ Aku yang kasih kontak whatshap Bila ke Kak Revan. Waktu itu aku ga tau kalo Bila udah nikah kak,”


“ Parah lo bel, tanggung jawab lo,” kata Caca.


Adam tentu saja tidak senang dengan sikap Abel yang sembarangan memberi kontak Bila.


“ Bila yang diomongin cewek yang tadi kita lihat bukan sih?,” Tanya Kevin yang di jawab dengan anggukan Abel.


“ Yah sayang sekali, padahal cantik ternyata udah nikah,” sahut Riko.


Caca menatap layar ponselnya, melihat jam sudah waktunya memasuki aula dimana Dies Natalis di gelar.


“ Udah waktunya masuk guys,” ucao Nita pada ketiga sahabatnya.


“ Ayo kita juga kembali Bel,” ajak Nita menggandeng tangan Abel.

__ADS_1


“ Kita masuk bareng aja ,” Ajak Riko “ Kalian kan mahasiswi sini pasti lebih hafal dengan ruang aula,”


Abel menatap heran pada Riko. “Kakak kan alumni sini pasti juga masih ingat denah aula!” ketus Abel.


“ Lagian kita mau nyamperin Bila, dia lagi galau suaminya gak pulang-pulang,” tutur Abel menambahkan.


Setelah itu Abel dan Nita pergi meninggalkan Caca dan sahabatnya. Caca memperhatikan Adam yang masam, sementara Riko dan Kevin sibuk tebar pesona sana-sini dengan mahasiswi cantik di kampus itu.


Sampai acara selesai batang hidung Bila tidak kelihatan, Adam celinguk celinguk mencari sosok istrinya tapi nihil. Akhirnya dia memustukan untuk kembali lebih dulu bersama Tio, Meninggalkan ketiga sahabatnya yang sedang mengenang masa-masa kuliah mereka.


***cafe Nabila***


Abel, Nita dan Bila membantu karyawan cafe yang sedang sibuk. Tiba-tiba ponsel bila berdering ada panggilan masuk, ID si pemanggil adalah Tio.


📞 Halo Tio.. Saya di Cafe, jam berapa?Baik, baik.


Nabila memasukan kembali ponselnya di dalam tas. Dia kemudian mencari Abel.


“ Bel kita ngga jadi ke Bali, suami gue balik ntar sore.”


“ Bagus dong.. akhirnya suami lo inget jalan pulang,” Abel terkekeh sendiri mengingat betapa galaunya bila beberapa hari ini.


Abel mengambil serbet dari tangan Nabila. “Ya udah sana lo pulang, siap-siap menunggu kedatangan suami lo. Hari ini gue juga mau pulang ke rumah kangen Mama.”


“ Makasih Bel, tolong bilangin ke Nita kalo gue balik dulu ya!” Nabila mengambil tas nya dan pulang dengan naik taksi, karena tadi dia hanya menumpang mobil Abel.


Setibanya dirumah dia mendapat pesan dari Adam.


✉️Adam: Aku kirim Tio untuk jemput kamu.


Huh akhirnya kamu kirim pesan juga Mas. Setelah membaca pesan Adam dia menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Dia berhanti pakaiannya dan sedikit memoles wajahnya. Memakai lipstik yang tipis dan sedikit blush on menambah aura cantik di wajah bila. Nabila keluar dari kamarnya dilihatnya Tio sudah menunggu di ruang keluarga.


“ Mas Adam dimana Tio?kenapa nyuruh kmu untuk jemput saya?” tanya Bila pada Tio.


“ Maaf Nyonya.. Tuan sedikit lelah dan sakit, Tuan meminta saya untuk menjemput Nyonya karena Tuan sedang beristirahat!”


“ Apaa?Kok bisa sakit?Terus sekarang dimana?keadaanya gimana?yaudah ayo cepat kesana, kamu tau Mas Adam sakit kok ditinggal sendiri. Tadi kan kamu bisa kirim alamatnya aja, aku bisa kesana sendiri. Kalo Mas Adam kenapa-napa karena kamu tinggalkan sendirian nanti aku marah sama kamu lho Tio,” Nabila ngomel sepanjang Jalan memarahi Tio yang meninggalkan Adam sendiri.

__ADS_1


Nasib bawahan dapat omelan, padahal hanya menjalankan perintah. Gumam Tio fokus pada kemudinya.


Tio memarkirkan mobilnya di basement lalu naik lantai 10 dengan lift. Menuju apartemen Adam. Tio menekan kode sandi apartemen Adam.


“ Dimana Mas Adam?,” Tanya Nabila.


“ Tuan ada didalam Nyonya sedang beristirahat di kamar!” ucap Tio berjalan menuju kamar. Tio membuka pintu kamar “Silahkan masuk Nyonya, Tuan menunggu di dalam.” setelah masuk pintu kamar langsung tertutup Nabila memperhatikan ruang kamar itu, sebuah ranjang dengan ukuran King size di dekorasi seperti kamar pengantin, tapi dia tidak mendapati Adam diruangan itu.



Nabila celingukan mencari sosok Adam. “Mas.. Mas Adam!” teriak Bila.


Adam muncul dari belakang Bila, memeluknya dari belakang. “ Happy 1 bulan pernikahan Bil!” ucap Adam menyerahkan sebuket bunga mawar putih.


Nabila memutar tubuhnya sehingga menghadap Adam, dipandanginya suaminya itu. Wajah Adam nampak berseri-seri, membuat Nabila jengkel. Dia melepaskan pelukan Adam berlalu duduk di tepi ranjang. Dengan cemberut bila mengacuhkan Adam.


Adam sendiri heran dengan sikap istrinya, ia berjalan menghampiri Bila dan meletakan buket bunga di nakas samping tempat tidur. “ Kamu kenapa?Gak senang aku pulang?,” Tanya Adam duduk di sebelah Bila.


“ Mas ngapain aja selama seminggu di Bali?Kenapa ngga kirim pesan ke aku?kenapa pesanku gak di balas?Mas pasti ketemuan sama mantan Mas kan?Iya kan?Sampai lupa kalo dirumah ada istri yang nunggu!” Celoteh Nabila tanpa menatap Adam, dia sebenarnya terharu Adam ingat 1 bulan pernikahan mereka tapi dia marah karena Adam tidak menghubunginya selama di Bali.


“ Maaf aku sibuk sekali..”


“ Bohong.. kan ada Tio!”


Adam menarik bila ke dalam pelukannya. “Aku nggak bohong, masalah di Bali ternyata lebih rumit dari yang dilaporkan Tio. Aku harus menghentikan penggelapan Dana sampai ke akar-akarnya.” ucap Adam sambil mencium pucuk kepala Bila.


“ Bohong, pasti itu cuma akal-alasan Mas aja biar bisa berduan lama sama mantan Mas. Nyatanya tadi aja mas bohong, Tio bilang Mas sakit tapi ternyata sehat bugar begini!” Nabila berusaha melepaskan diri dari pelukan Adam, tapi tidak bisa masih kalah dengan kekuatan Adam yang memeluknya erat.


“ Aku tidak bohong, lagipula mantanku tidak ada yang tinggal di Bali, waktu itu aku hanya menggodamu aku ingin lihat kamu cemburu. Dan hari ini aku bohong karena ingin memberimu kejutan!” Adam menjelaskan pada Nabila.


“ Terus kalo engga di Bali mantan mas tinggal dimana?” Tanya Bila.


“ Di Jakarta dan Amerika,” jawab Adam refleks.


“ Tuh Mas Adam aja tau dimana mantan Mas tinggal, berarti mas selama ini masih sering berhubungan sama Mantan mas kan?,”


Huh Salah jawab. Adam mengacak rambut kepalanya sendiri dengan satu tanyanya, tangan yang satu memeluk Nabila.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2