
“Nggak perlu sayang, mas nggak mau kamu ketemu sama laki-laki itu. Mas takut dia bertindak nekat.” Ucap Adam me jeda ucapannya, “Apalagi...”
“Apalagi apa mas?”
“Mas sudah buat perhitungan dengannya.” Jawab Adam.
Flash back on.
Adam sudah sampai di Indonesia sejak siang hari, ia tidak langsung pulang ke rumah namun menuju kantornya untuk mengurus beberapa hal penting. Adam lupa mengaktifkan ponselnya saat sampai di Indonesia.
Sampai di kantornya, Adam langsung berkutat dengan pekerjaanya agar bisa pulang sore. Tapi, pekerjaanya lebih banyak dari yang ia bayangkan.
Saat Adam akan pulang ke rumah, ia di cegat oleh Tio. Asistennya itu mengatakan Adam mendapat undangan bertemu dari seseorang yang hampir saja merusak rumah tangga nya bersama Nabila.
“Mau bertemu dimana dia?”
“Di Club tuan Raka.” Jawab Tio.
“Cih, punya nyali juga dia.” Smirk Adam.
“Sepertinya beliau sudah tau anda penyebab masalah perusahaannya Tuan.” Sahut Tio.
“Itu hanya peringatan Tio, karena dia sudah berani menginginkan istriku.” Jawab Adam berjalan meninggalkan perusahaannya menuju Club milik Raka yang sudah berganti kepemilikan menjadi milik Wu bai.
Tio pun masuk ke dalam mobil di kursi kemudi, di ikuti oleh Adam yang langsung masuk ke kursi penumpang di bagian belakang. Mereka akan menuju Club menemui Rangga.
Beberapa hari yang lalu Adam menyerang balik Rangga. Setelah mendapat kerja sama resmi dengan perusahaan milik tuan Kris, Adam menyerang perusahaan Rangga. Adam memang sengaja berkerja sama dengan perusahaan tuan Kris, ia juga tau Rangga adalah keponakan tuan Kris. Ia tidak masalah jika akhirnya tuan Kris membatalkan kerja samanya, kali ini karna dalam kontrak jika tuan Kris membatalkan kerjasama yang akan rugi adalah perusahaan tuan Kris, bukan hanya rugi tapi terancam gulung tikar.
Adam menyerang perusahaan Rangga sebagai balasan karna berani menggangu bisnis miliknya, apalagi berani mengirim perempuan seperti Tasya untuk mengganggunya.
Saat ini bisa dipastikan perusahan Rangga sedang kacau balau jika dilihat dari reaksi Rangga yang berani mengajaknya bertemu.
Adam dan Tio pun sampai di Club. Mereka menuju ruang VVIP yang sudah di pesan Rangga. Saat dalam perjalanan, Adam melihat beberapa laki-laki yang ia kenal. Mereka adalah Daniel, Wu bai dan Leo.
“Daniel, Wu, Leo. Kalian disini?” Adam menghampiri ketiganya untuk menyapa.
“Yoo..Kebetulan sekali Bro, ayo gabung. Kita akan minum sampi pagi!” Ajak Daniel yang diangguki oleh Wu bai dan Leo.
“Sorry, gue nggak bisa Bro. Gue ada urusan penting.” Sahut Adam.
“Lo lagi ada bisnis?” Tanya Wu. Yang diangguki oleh Adam.
“Oh.. oke, lo bisa gabung kalau bisnis lo udah kelar.” Daniel menimpali.
__ADS_1
“Gue usahain, oh iya, main kerumah gue Dan, Abel sering nginep dirumah gue.” Goda Adam pada Daniel. Ia memang melihat gelagat Daniel yang sedang berusaha mendekati Abel.
“Serius lo?” Daniel mendekati Adam.
Adam mengangguk.
“Kalau dia pas main lo kontak gue dong.” Pinta Daniel serius.
“Belum jadian aja udah bucin, gimana nanti.” Ledek Leo.
“Diem lo!” Tidak terima diledek oleh Leo.
“Ya udah gue tinggal dulu Bro, have fun!” Adam meninggalkan ketiganya menuju ruangan janjian dengan Rangga.
“Oke Bro!” Jawab Daniel.
Di sebuah ruangan VVIP.
Rangga sudah berada di dalam ruangan itu. Lelaki itu sampai beberapa saat sebelum Adam sampai.
Rangga langsung berdiri saat Adam masuk ke dalam ruangan. Ia menatap Adam dengan tatapan membunuh. Loh..Loh, kok jadi Rangga yang menatap Adam dengan tatapan membunuh. Harusnya, kan, Adam yang begitu!
Mereka berdua langsung duduk tanpa menunggu saling mempersilahkan duduk.
“Apa maksudmu menyerang perusahaanku?” Tanya Rangga to the point.
“Saya sudah tau semuanya, tentang anda yang berusaha merusak rumah tangga saya dan Nabila. Juga tentang Tasya dan campur tangan anda terhadap batalnya awal kerja sama saya dan tuan Kris!” Jelas Adam yang sukses membuat Rangga melongo.
Lelaki itu tidak menyangka Adam sudah mengetahui semua rencananya. Tasya juga tidak melaporkan hal aneh dari Adam. Apa Adam menipu Tasya?pikir Rangga.
“Tidak perlu kaget tuan Rangga, membaca niat anda terhadap istri saya tidaklah sulit.” Smirk Adam.
“Bagus jika anda tau, tapi sejak awal Nabila itu milik saya!Anda lah yang masuk diantara saya dan Nabila!” Ketus Rangga percaya diri.
Adam terkekeh geli mendengar kepercayaan diri Rangga.
Ni orang sarap nya melebihi Abel. Batin Adam.
“Sepertinya anda sakit tuan Rangga, bagaimana anda bisa mengklaim Nabila milik anda sedangkan anda pertama kali bertemu Nabila saja saat dia sudah menjadi istri saya.”
Adam ingat betul pertemuan pertama Nabila adalah saat istrinya itu mengunjungi makam Randy kembaran Rangga. Dan, saat itu Nabila sudah menjadi istrinya bahkan sudah mengandung.
“Saya sudah bertemu dengannya jauh sebelum itu!Saat kematian Randy, sejak saat itu saya berjanji pada almarhum Randy untuk menjadikan Nabila milik saya. Menggantikan Randy menjaga dan melindungi Nabila.” Ucap Rangga panjang lebar.
__ADS_1
Oh.. jadi obsesi seorang adik pada pacar alm. Kakaknya. Batin Adam.
“Sepertinya tidak perlu lagi tuan, Nabila adalah istri saya yang sudah jelas adalah milik saya, tanggung jawab saya untuk menjaga dan melindunginya. Anda tidak perlu khawatir!” Ucap Adam penuh ketegasan.
“Dan, saya ingatkan sekali lagi jauhi istri saya. Jangan mencoba mengusik kami atau saya bisa melakukan hal yang lebih dari sekarang!” Adam bangkit dari duduknya. Ia merasa tidak perlu terlalu lama meladeni Rangga atau hanya akan menambah masalah. Yang terpenting dirinya sudah memberi peringatan untuk Rangga.
Rangga ikut bangkit. Ia tidak menahan Adam, kali ini ia sedang kalah karna perusahaannya di ambang kehancuran akibat serangan dari Adam. Namun, bukan berarti ia menyerah.
“Saya tidak kalah, saya pastikan Nabila akan menjadi milik saya!” Tegas Rangga.
“Silahkan tantang kesabaran saya jika anda ingin tau seberapa saya bisa menghancurkan anda bahkan perusahaan anda!” Balas Adam tak kalah tegas lalu meninggalkan tempat itu.
“Ayo Tio!” Ajak Adam pada asistennya yang sudah menunggu di depan ruangan.
“Apa kita pulang tuan?” Tanya Tio.
“Tidak, kita ke ruang VVIP timur.” Adam memutuskan untuk mengobrol dengan Daniel and the genk dulu sebelum pulang. Lagi pula sekalian bertemu mereka.
Flash back off..
“Pantesan dia nggak ke cafe beberapa hari ini.” Gumam Nabila mengetahui alasan Rangga tidak makan siang lagi di cafe miliknya.
“Kamu kecewa dia nggak ke cafe mu?” Tanya Adam tidak suka.
Lah, marah dia. Batin Nabila.
“Nggak lah mas, Bila heran aja. Secara biasanya dia, kan, suka gitu berlama-lama di cafe milik Bila.” Jawab Nabila.
“Itu karna dia mau lihat kamu, sayang!” Kesal Adam. Nabila benar-benar tidak peka.
“Hehe..Tapi, kalau Kak Rangga ganggu kita lagi gimana mas?” Tanya Nabila was-was. Sekarang pasti kebencian Rangga pada Adam semakin menjadi. Apalagi Adam hampir menghancurkan perusahaannya.
“Kamu tenang aja sayang, biar mas yang urus.” Ucap Adam seraya mengecup pipi kanan Nabila.
.
.
.
.
Guys.. Menikahi lelaki pilihan kakek akan berakhir sebentar lagi, dan akan di lanjut dengan kisah Abel dan Daniel. Di lanjut di buku ini, Adam dan Nabila juga akan sering nyempil di cerita mereka kok.
__ADS_1
Terus dukung aku Yah ..
Sarang hae yeo 💕