Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Hujan deras ...


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang akhirnya Nabila yang jadi pemenangnya, Nabila menyuruh Yoga pergi sekolah dengan salah satu mobil di garasi. Tidak ada yang berani membantah Nabila saat perempuan itu mulai marah-marah tidak jelas hanya karena mobil untuk sekolah Yoga.


“Dah Ga, kamu turutin aja kata mbakmu. Lagi pula memang sudah musim hujan, dan mas tau kok di sekolah kamu rata-rata anak orang kaya semua kan?Jadi, kamu tenang aja apa yang kamu khawatirkan nggak akan terjadi.”


“Baik, Mas.”


“Ya sudah. Mas berangkat ke kantor dulu.”


Mereka memulai rutinitasnya sendiri-sendiri, Nabila pergi kuliah dengan mobilnya sendiri. Adam berangkat ke kantor di jemput Tio, dan yoga berangkat sekolah dengan salah satu mobil di garasi.


Seperti prediksi Nabila, hujan mulai mengguyur kota Jakarta pada siang hari, bahkan hujan tak kunjung reda sampai Nabila pulang kuliah. Karena takut mengendarai mobil dengan kondisi hujan deras dan petir, Nabila meminta Adam untuk menjemputnya. Ia menunggu Adam di cafe miliknya.


“Nit, kamu nanti pulangnya gimana?”


“Gampang nanti aku pesan grab car.” Balas Nita.


“Jangan! Bahaya apalagi kamu kan pulang malam, gimana kalau kamu ikut aku aja nggak usah lembur, nanti dari rumahku biar diantar pak Slamet.”


“Nggak usah Bil, tenang aja. Bentar lagi hujannya reda kok.”


Jedar... muncul kilat putih di langit di ikuti suara petir. Terlihat sekali Nabila ngeri. Nabila pun mencoba membuk ponselnya, mengecek apalah ada pesan masuk dari suaminya. Ternyata satu jam yang lalu Adam mengirim pesan akan segera menjemput Nabila. Ia lalu teringat pada Nita. Dengan senyum Nabila mengetik pesan pada seseorang.


📲 Nabila: Mas Riko sibuk enggak?Kalau enggak Bila mau minta tolong..


Sedetik kemudian pesan whatshap Nabila centang 2 biru tanda bahwa Riko sudah membaca pesanya.


📲 Riko: Mau minta tolong apa, Bil?Aku baru mau pulang kerja ini, dan free.


“Yes.” Kata Nabila saat mendapat balasan pesan dari Riko.


📲 Nabila: Tolong nanti mas Riko jemput Nita pas pulang kerja yaa. Sekalian anterin Nita pulang, soalnya hujan deres banged, aku ga tega Nita naik grab car sendiri malam hari.


📲 Riko: Dengan senang hati, aku pulang sebentar, setelah itu langsung gas ke cafe kamu.


📲 Nabila: Makasih..


Setelah memastikan Nita bakalan pulang dengan aman bersama orang yang bisa di percaya Nabila merasa lega. Tak lama kemudian Adam dan asistennya sampai di depan cafe milik Nabila.


Setelah berpamitan pada Nita, Nabila langsung pulang bersama suaminya.


Perjalanan pulang cukup lama karena cuaca hujan deras dan kabut tebal, Tio juga terlihat pelan mengemudi mobilnya karena mendung gelap cukup menggangu penglihatan.

__ADS_1


“Tio, kamu nggak usah pulang. Nginep saja!” Kata Nabila saat sudah sampai di depan pintu rumah Adam.


“Iya, bener kata Bila. Kamu nginep aja, lagian kamu kan punya kamarmu sendiri di sini, baju ganti kamu juga banyak kan?”


“Baik, Tuan.”


Tio memang sudah lama berkerja dengan Adam, makanya Tio punya kamar sendiri di rumah Adam. Tio biasa menginap di rumah Adam saat ada pekerjaan mendadak, atau ketika mengantar Adam pulang terlalu larut malam.


“Sayang..?”


“Yaa, mas?”


“Kamu kok Tumben tega ninggalin Nita sendirian, ntar Nita pulangnya gimana?”


“Aku udah wa mas Riko kok, Nita aman pulangnya.”


“Oh, Tumben kamu pinter.”


“Dah dari dulu kali mas.”


Nabila merasa ngantuk, ia langsung mengajak Adam untuk menemaninya tidur. Padahal baru jam 7 malam, Nabila bahkan tidak merasakan lapar.


Ketika Nabila sudah tertidur pulas, Adam turun dari rajang pelan-pelan karena tidak mau membangunkan Nabila. Adam kemudian menaikan selimut sampai ke leher Nabila agar Nabila tidak merasa kedinginan. Ia kemudian turun untuk makan malam, di ruang makan sudah ada Yoga menyantap makan malam sendirian.


Adam menarik kursi itu, lalu mendudukkan dirinya di kursi. “Mbakmu yang nggak makan, dia udah tidur dadi tadi kecapekan kayaknya.” Adam mengambil secentong nasi dan menaruhnya ke atas piringnya.


“Oh. Palingan nanti malam juga ke bangun karena lapar.” Kata Yoga seraya mengunyah nasi dan lauk. Yoga sudah sering memergoki Nabila makan tengah malam, tentu saja selalu di temani Adam.


Adam memilih lauk dan sayur untuk ia tambahkan di piringnya yang sudah berisi nasi. “Iyaa Ga, untung aku sudah terbiasa nemenin dia makan tengah malam.”


Yoga dan Adam makan malam berdua, sesekali Yoga menceritakan pada Adam keseruanya saat bersama teman-temanya.


Setelah selesai makan malam, Adam kembali ke kamarnya. Ia melihat Nabila sudah berpindah posisi dari yang tadi meringkuk sekarang telentang. Tapi masih dengan balutan selimut. Adam tidak langsung tidur, Adam membuka laptopnya dan duduk di sofa. Adam sengaja tidak bekerja di ruang kerjanya, ia ingin bekerja di dekat Nabila. Meskipun Nabila tengah tertidur pulas.


Sekitar pukul 11 malah Nabila terbangun, Nabila melihat Adam tengah tertidur pulas seraya memeluknya. Nabila merasa sangat lapar, dengan hati-hati ia pun mengangkat tangan Adam yang melingkar di perutnya. Nabila lalu turun dari ranjang dan keluar kamar.


Adam memang tengah tertidur pulas tapi ia peka terhadap sentuhan, ketika tangan Nabila mengangkat tangannya, Adam langsung tersadar namun ia tidak langsung membuka mata. Ketika Nabila sudah keluar dari kamar dan menutup pintu kamar Adam membuka mata. “Dia menyelinap lagi untuk makan.” Adam langsung turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar mengikuti istrinya.


“Kali ini kamu mau makan apa?” Ucapan Adam mengejutkan Nabila yang sedang memeriksa isi kulkas.


“Mas, bangun?”

__ADS_1


“Tentu saja, aku harus menemani istriku yang cantik makan malam.”


“Aku mau makan sate ayam.” Kata Nabila dengan semangat.


“Baiklah, ayo keluar mencari sate ayam.”


Adam mengajak Nabila ganti baju, lalu keluar untuk mencari sate ayam.


“Mau kemana, Tuan?Malam-malam begini, non Bila juga ikut?” Sapa pak Bejo seraya membukakan gerbang.


“Mau cari sate, Pak.” Jawab Nabila sedikit menurunkan kaca mobilnya.


Mobil yang di lajukan Adam pun keluar dari area rumah. Melewati jalanan komplek perumahan elit yang terlihat sudah sepi. Mungkin hanya ada beberapa petugas keamanan yang berjaga di setiap pos keamanan.


Mobil Adam pun menepi di pinggir jalan yang terdapat penjual sate kaki lima. Meskipun sudah larut malam, warung sate kaki lima itu masih terlihat ramai.


“Sate 2 pak, untuk makan disini. Dan bungkus 2 juga.” Kata Adam pada penjualnya.


“Siap, Den. Minumnya apa?”


“Teh Anget sama jeruk anget pak.”


Adam lalu duduk di lesehan, bersama Nabila yang sudah lebih dulu duduk.


“Sayang. Lihat dia kan ...” kata Nabila menunjuk mobil yang baru saja menepi di belakang mobil Adam.


.


.


.


.


Bersambung...



Jangan lupa mampir ke “My Dave” juga ya guys..


Dan karya terbaru author.. Mohon dukungannya yaa, dalam bentuk Like dan koment..

__ADS_1



__ADS_2