
Nita langsung menyusul Nabila. “Kamu gak papa?”
“Nggak papa, udah biasa Nit.” Jawab Nabila.
Nabila mengajak Nita untuk kembali ke tempat barbeque. “Apa masih parah mualnya?” Tanya Adam.
Nabila mengangguk. “Hu’um.” Nabila memilih untuk tidak makan lagi, ia merasa perutnya sudah penuh.
Sesudah barbeque an, acara di lanjutkan dengan gitaran. Satu per satu lagu dinyanyikan, Kevin dan Riko yang memainkan gitar. Malam ini Nabila meminta Nita dan Abel untuk menginap karena acara mereka sampai larut.
“Mas, besuk aku sudah mulai kuliah lagi.”
“Cepet banged Bil, kamu udah mulai sibuk lagi dong?”
“Nggak sibuk-sibuk banged kok.”
“Yang penting kamu jaga kesehatan ya, jangan sampai kecapekan apalagi kamu lagi hamil.” Adam memberikan lengannya untuk bantal Nabila.
Nabila memiringkan tubuhnya lalu memeluk Adam. “Iyaa, mas. Mas tenang aja.”
“Ya sudah. Ayo kita tidur.” Menarik selimut.
***
__ADS_1
Nabila, Abel dan Nita berangkat kuliah bersama dengan mobil Abel. Abel memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus mahasiswa populer, sontak saat mereka keluar dari mobil jadi bahan tatapan mahasiswa lain. Apalagi Nabila yang paling cantik dengan dress warna navy.
“Mereka ngapain sih ngelihatin kita?” Nita merasa tidak nyaman.
“Karena kita cantik.” Jawab Abel.
Nabila cuek dengan tatapan orang-orang, “Biarkn saja, lebih baik kita cepet ke kelas.”
Nabila dan dua sahabatnya pergi ke kelas. Nabila melihat Jenny yang sedang menatapnya dengan tatapan sinis. Bila pun memilih untuk tetap tersenyum mengapa Jenny saat dia melewati Jenny. Di kelas suasana sangat riuh, semua penghuni kelas sibuk berbincang dengan sahabatnya sendiri-sendiri. Mereka sibuk menceritakan bagaimana mereka menghabiskan liburan mereka. Untuk Jenny tentu saja pamer pada teman-temanya, karena dia liburan di luar negeri. Jenny bahkan menenteng tas mahal yang baru saja dibelinya di hadapan Nabila, Abel dan Nita. Sayang sekali tidak ada yang peduli dengan sikap pamer Jenny..
***
Adam menuruni tangga rumahnya dengan jas terlampir di lengan bersiap menuju kantor. “Pak Slamet nanti jangan lupa jemput Nabila jam 1 siang ya!Saya ada meeting penting jadi tidak bisa menjemput Nabila.” Kata Adam saat sudah berada di ruang tengah.
“Mbak Nabila udah berangkat po mas?” Tanya Diana.
Raga sedang menbava koran hari ini. “Jadi, cuman aku sama Diana yang nggak ada kegiatan?Yoga juga sekolah pulang sore karena les.”
“Kalian main saja, keliling Jakarta atau ngemall. Aku berangkat dulu.”
“Hati hati di jalan mas.” Ucap Diana dan Raga bersamaan.
Setelah Adam berangkat ke kantor dengan Tio, Raga mengajak Diana untuk keliling Jakarta menggunakan mobil Nabila. Diana yang lama hidup di luar negeri tentu saja merasa senang bisa jalan-jalan di tanah kelahiran sang pacar. “Dulu waktu kecil kamu suka ngapain aja Ga?”
__ADS_1
Melirik sekilas pada Diana yang duduk di kursi penumpang sebelahnya. “Suka jajan lah mau apa lagi. Memangnya waktu kecil kamu sukanya ngapain?”
Diana menepuk punggung Raga. “Plak.. maksudku selain Jajan. Semacam kegiatan yang kamu lakukan saat kecil.”
“Auwh sakit yank. Kamu tuh kebiasaan suka nipuk orang.”
“Habisnya kamu ditany jawabnya ngasal.” Diana cemberut. Pipinya jadi lebih tembem dari biasanya.
“Aku waktu kecil ngapain yaa?Lupa Di, soalnya udah lama.” Masih dengan fokus memegang kemudi mobil.
“Yaudah, nggak usah di inget-inget. Kita ke Dufan aja yuk Ga.”
“Siap, Bos.”
***
Brakk.. Adam menggebrak mejanya setelah membaca pesan masuk di ponselnya..
Bersambung ..
.
.
__ADS_1
.
1 ban lagi nanti malam.. karena ini hanya pendek..