Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Kenalan


__ADS_3

Kenalan


“Masuk!”ucap Adam.


Bila dan Nita masuk keruang bilyard membawa minuman dan cemilan. Lalu meletakannya di meja yang berada di pojok ruangan, ada sofa juga di ruangan itu.


Adam menghampiri istrinya, berbisik pada istrinya. Bila pun dibuat kaget dengan apa yang baru saja dibisikan Adam. Dia menatap lekat pada Adam. “ Biar dia usaha sendiri!” bisik Bila ke Adam, yang langsung di senyumi Adam.


“ Riko, Kevin kenalin ini istri gue Nabila, dan yang di sebelahnya sahabat istri gue Nita!” Adam memperkenalkan Istrinya dan Nita pada kedua sahabatnya. Mereka saling berjabat tangan. Setelah saling berkenalan, Nabila dan Nita kembali ke dapur.


“ Dam lo bisa kempes in ban mobil Abel ngga?,” tanya Riko.


“ Buat apa Rik?,” Kevin pun dibuat melongo dengan tingkah sahabatnya itu, sedangkan Adam hanya geleng-geleng kepala.


“ Lo mau nganterin Nita pulang?,” tanya Adam.


“ Iyaa.. Gue pengen banged kenal lebih deket sama Nita, pliss bantu gue!” ucap Riko memelas.


“ Sabar dulu Rik, setelah urusan Rani beres gue bantu Lo. Karena menurut laporan yang gue terima anak di kandungan Rani bukan anak lo, dan bener sesuai dugaan Lo, dia sering main sama Om-om, buat menuhin kebutuhan hidupnya.”


“ Tuh kan, gue kan udah bilang dari awal Rik ada yang ngga beres sama Rani. Dia cuman mau duit Lo doang. Pas dia hamil, dia mau hidup enak dengan ngaku kalo anak di kandungannya milik Lo.” Cerocos Kevin.


“ Untung aja gue gak langsung percaya sama tu cewek.” ucap Riko..


Krek pintu ruang bilyard terbuka, Nabila menghampiri mereka. “ Mas!!”


“ Kenapa sayang?,” tanya Adam.


“ Mas bisa tolong antar Nita ke rumah sakit ngga?Sakit ibunya kambuh lagi, aku sama Abel masih nanggung harus selesai in kue untuk acara sore ini, sedangkan sopir rumah baru anter Bi Sumi ke pasar. Aku agak gak tenang kalo biarin Nita naik taksi, Nanti setelah selesai aku nyusul ke rumah sakit,” ucap Nabila.


“ Bisa bisa ..Aku bisa antar temen kamu!” ucap Riko gercep.


“ Emang lo bawa mobil Rik?” tanya Kevin, karena tadi dia hanya menumpang pada Kevin. Mobilnya ada di apartemen Kevil.


“ Gue bisa pakai salah satu mobil di garasi, yang punya rumah mobilnya banyak!” ucap Riko santai.


“ Iyaa mobil aku juga ada, yuk cepet kasian Nita udah bingung banged kepikiran ibunya!” ucap Bila meninggalkan ruang bilyar dan diikuti oleh Riko.


Adam dan Kevin menatap keduanya dengan bengong. “ Istri Lo ngga tau kalo Riko Playboy Dam?”


“ Udah gue kasih tau tadi, kayaknya Bila lupa.. Biarin aja dia, siapa tau Nita bisa ngerubah Riko ke jalan yang lebih lurus!”kata Adam.


Bila dan Abel menatap Mobilnya yang baru saja keluar dari gerbang. Nita sudah menangis dari tadi.


***

__ADS_1


Riko dan Nita..


“ Di Rumah sakit mana?”tanya Riko.


“ Rumah sakit mitra Mas,” ucap Nita dengan sopan, Nita memanggil Riko dengan sebutan Mas karena Riko seumuran dengan Adam lebih tua dari Nita dan Abel.


Riko menatap wajah sendu Nita. “Tenang saja, ibu kamu pasti baik-baik saja.” ucap Riko menenangkan.


“ Padahal ibu belum lama pulang dari rumah sakit, waktu itu operasi kangker *****ara dibilang sukses. Tapi kenapa ibu bisa pingsan lagi?” ucap Nita dengan meneteskan air mata.


“ Apa ibumu punya penyakit lain?,”


Nita terdiam sejenak. “Ibu punya lemah jantung.” jawab Nita.


Riko sesekali melirik Nita yang kadang mengusap air matanya. Jantung Riko tak beraturan saat matanya bertemu pandang dengan mata Nita.


Gila nih cewek, bisa buat jantung gue berdebar. Mana ngga cantik-cantik amat, seksi juga enggak. Gumam Riko masih fokus mengemudikan mobil. Dia memilih memakai mobil Bila.


“ Mas apa bisa lebih cepet dikit?” pinta Nita.


“ Bisa.. Aku bisa ngebut, tapi kamu takut ngga?,” Riko menoleh sekilas ke arah Nita.


“ Asal masih hati-hati aku ngga takut, lagipula Mas Riko juga tidak mungkin membahayakan diri Mas Riko sendiri jadi aku yakin meskipun ngebut masih dalam batas wajar..”


Riko pun senang dengan jawaban Nita, dia melajukan mobil dengan kecepatan lebih. Setelah beberapa saat akhirnya Riko dan Nita sampai di rumah sakit.


“ Diminum Mas!” ucap Nita menyodorkan gelas di meja.


“ Makasih.. Kamu tinggal disini?,” tanya Riko memeperhatikan sekeliling.


“ Iyaa, lebih tepatnya Numpang disini. Ini rumah Bila, rumah saya yang lama hanya ngontrak karena tidak punya uang untuk perpanjang kontrak jadi Bila nyuruh aku dan ibu tinggal disini.”


“ Owh..Bagus dong, dari pada ngontrak kasian ibu kamu nanti malah kepikiran bayar uang sewanya. Lagipula suaminya Bila sangat kaya, kamu kalo dikasih apa-apa sama Bila diterima aja!”


Nita menunduk malu. “Saya sebenarnya malu, Bila udah banyak bantu saya bahkan operasi dan biaya perawatan ibu dirumah sakit dulu Bila yang bayar.”


Riko menepuk bahu Nita. “Kenapa malu, Bila kayak gitu sama kamu karena memang dia sayang sama kamu sebagai sahabatnya, Bila juga begitu karena dia mampu. Jadi kamu tidak perlu malu.,”


“ Kadang saya merasa minder, Bila dan Abel itu anak orang terpandang, mereka putri dari keluarga kaya tapi mau berteman denganku.”


“ Jangan begitu, status sosial itu tidak penting dalam pertemanan yang paling penting adalah ketulusan,” ucap Riko.


Ponsel Riko berdering, ternyata Adam yang menelefon.


📞 Halo kenapa?Udah, iya ini gue udah di rumah Nita. Ibunya boleh rawat jalan. Hem oke oke.

__ADS_1


“ Adam yang telefon, istrinya bingung WhatsApp kamu ngga di bales. Jadi dia minta Adam telefon aku.” ucap Riko setelah menerima telefon dari Adam.


“ Oh iya, handphone ku lowbet.” Nita mengeluarkan ponsel dari tasnya.


Kruyuk kruyuk bunyi yang berasal dari perut Riko.


“ Mas Lapar?,” tanya Nita.


“ Sebenarnya aku belum makan dari tadi pagi,” ucap Riko malu.


“ Tunggu disini bentar, biar aku masakin,”


Reflek Riko menarik tangan Nita yang hendak berjalan ke dapur. “ Ngga perlu Nit.”


“ Udah gak papa, itung itung ucapan Terimakasih,” senyum Nita. Riko pun menurut dia menunggu Nita di sofa.


***Kediaman Adam dan Bila***


“ Mas Gimana kata Mas Riko?” tanya Bila dengan raut muka cemas.


“ Ibunya Nita boleh dibawa pulang, mereka sekarang di rumah Nita.” Jawab Adam.


“ Alhamdulillah, yaudah yuk mas,” ucap Nabila menggeret lengan tangan Adam untuk mengikutinya. Adam pasrah dan mengikuti sang istri.


“ Gimana ra?,” tanya Abel.


“ Aman,” jawab Bila. “Bi tolong bantu masukan ke mobil Mas Adam yaa Bi,” ucap Bila pada Bibi.


“ Mobil yang warna apa Non?,” tanya Bi Sumi, karena mobil Adam banyak.


“ Yang hitam Alp*** Bi!”


Nabila masih menggenggam tangan Adam, tanpa sadar dua pasang mata memperhatikannya. Ya dia adalah Abel dan Kevin.


“ Bil suami lo ngga bakalan diambil orang kok!!! lo nggak harus terus-terusan gandengan tangan kan?,” celoteh Abel menyadarkan Nabila.


“ Kaya orang mau nyebrang jalan aja gandengan terus ,” Sindir Kevin.


“ Seenggaknya gue punya pasangan, gak kayak kalian ,” Sindir Adam.


Bila mengambil tasnya di meja pantri, lalu memberi isyarat ke Abel.


“ Mas sama Mas Kevin ikut aku sama Abel ya!” ucap Bila tidak melepaskan tangan Adam.


“ Kemana?,” tanya Adam dan Kevin bersamaan.

__ADS_1


“ Dah ikut aja, dijamin seru!”ucap Abel.


Bersambung...


__ADS_2