Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Cinta monyet


__ADS_3

Cinta monyet..


Bila dan Adam menoleh secara bersamaan ke arah asal suara. Laki-laki itu berlari kecil menghampiri Bila.


“ Bila kan?!” Ucap lelaki yang bernama Dito, cinta monyet Nabila saat SMA.


“ Kak Dito?”


“ Iya ini aku Dito, Apa kabar kamu?” Dito ingin memeluk Bila tapi di hadang oleh Adam, akhirnya Dito dan Adam yang berpelukan .


“ Saya menggantikan Bila.” Ucap Adam saat Dito memeluknya.


Setelah Dito melepaskan pelukan itu, dia menatap Adam dengan jengkel sementara Adam cuek tanpa rasa bersalah. Adam kembali ke sebelah Bila, menggenggam lembut telapak tangan Bila.


“ Ini ?” Tanya Dito pada Nabila melirik Adam.


“ Kenalkan Kak, ini suamiku!” Tutur Bila memeperkenalkan Adam pada Dito.


Adam menjulurkan tangannya. “ Adam.” Ucapnya memperkenalkan diri.


“ Dito.” Saat berjabat tangan Dito merasa Adam terlalu keras menjabat tangannya. “Kapan kamu nikah Bil?Kok nggak ngundang aku?Padahal aku kira kamu akan jadi istriku.” Kata Dito seraya memperhatikan wajah cantik Bila.


“ Udah hampir dua bulan Kak, kebetulan waktu itu kami hanya mengundang keluarga .” Jawab Bila.


Adam memasang muka masam, dia tidak senang ada lelaki yang sok akrab dengan Bila. Dito juga bisa merasakan tatapan permusuhan dari Adam.


“ Selamat yaa Bil, semoga cepet dapat momongan. Btw sekarang kamu masih tinggal di tempat lama?”


“ Aamiin Makasih Kak, aku sekarang tinggal di Jakarta ikut suami.”


“ Duduk disana yuk Bil!!Kita ngobrol” Ajak Dito menunjuk cafe di dalam restoran.


Nabila menatap suaminya meminta persetujuan. Adam yang tidak mau dianggap egois oleh Bila pun akhirnya menggangguk. Mereka mengobrol di cafe cukup lama, sekalian makan siang. Ternyata Adam dan Dito cepat akrab, mereka sangat cocok saat membicarakan bisnis. Dito bahkan meminta kontak Adam, Dito dan Adam berencana menjalin kerjasama bisnis.


Setelah puas mengelilingi Mall, Nabila mengajak Adam untuk pulang. Sebelum pulang mereka mampir di lesehan langganan Nabila.


“ Sayang makan disini?” Tanya Adam memperhatikan sekelilingnya.


“ Iyaa.. Mas nggak suka?”


Adam sedikit mendekatkan wajahnya ke Nabila. “ Tapi bersih enggak?,” bisik Adam. Nabila mengajak Adam untuk makan di lesehan yang berada di pinggir jalan, yang hanya beratapkan terpal.

__ADS_1


Nabila tersenyum mendengar pertanyaan suaminya, dia lupa suaminya itu adalah orang yang tidak pernah hidup susah jadi mana mungkin pernah makan di lesehan. “Bersih Mas, aman. Aku dulu sering makan disini!,” ucap Nabila.


Nabila mengajak Adam untuk duduk di tikar yang sudah disiapkan. “Bu Es Jeruknya 2!” Ucap Bila pada ibu pelayan.


“Ya mbak.” Jawab ibu pelayan itu.


30 menit kemudian pesanan Nabila datang.




(Iklan: Guys aku selalu ambil gambar dari Pinterest)


Tadi aja sibuk mikirin bersih apa enggak, eh sekarang makannya lahap banged.


Setelah makan Nabila dan Adam pulang kerumah, mereka membawa beberapa makanan untuk orang rumah. Lebih tepatnya untuk para pembantu di rumah Nabila. Karena Bapak dan ibu hari ini menginap di rumah saudara, sehabis dari hajatan tadi Bapak langsung ke rumah saudara ibu.


Adam dan Nabila sampai dirumah sekitar jam setengah 7 malam. Mereka langsung membersihkan diri masing-masing. Sesudah mandi Adam mengecek email yang masuk, Adam memang sudah mempercayakan sepenuhnya urusan kantor pada Tio, tapi selama di Jogja setiap hari dia menerima laporan dari Kantor. Sementara Adam mengecek pekerjaan, Nabila menonton drama Korea. Nabila cekikikan sendiri dengan apa yang di tontonnya.


Adam masih terfokus dengan laptopnya. Kruyuk kruyuk tiba-tiba perut Nabila berbunyi, seketika tatapan Adam tertuju pada Nabila yang sedang malu.


“ Kamu lapar lagi Bil?” Tanya Adam pada Istrinya. Nabila mengangguk pelan.


Tapi Nabila malah menggelengkan kepalanya. “ Mas masih lama ?.” Tanya Nabila.


“ Sebentar lagi, kenapa?Kamu minta ditemani makan ?” Tanya Adam.


Nabila pun mengangguk lagi mengiyakan Adam. Adam langsung menutup laptopnya, dan menghampiri Nabila. “ Ayo aku temani makan!” Ajak Adam pada istrinya.


Nabila mendongak pada Adam yang berdiri didepanya sementara dia masih duduk di ranjang dengan posisi bersender memegang tablet yang tadi di pakainya untuk menonton drama.


“ Tapi tadi kata Mas pekerjaan Mas belum selesai.” Ucap Nabila.


Adam duduk di ranjang menatap Nabila. “Aku bisa menyelesaikannya nanti, ada hal yang lebih penting sekarang. Istriku kelaparan!” Ucap Adam tersenyum.


“ Tapi aku tidak mau makan dirumah.” Kata Bila. “Aku mau Mie ayam.” Ucapnya menambahkan.


“ Bila sayang kamu jangan ngaco, ini sudah hampir jam 11 malam. Mana ada Mie ayam yang masih buka.” Kata Adam pada istrinya .


“ Ada..,”

__ADS_1


“ Dimana?” Tanya Adam.


“ Di sana dekat perempatan tamsis!.”


Adam mengulurkan tangannya pada istrinya, dia beranjak dari duduknya. “ Ya sudah ayo!” Ajak Adam.


Dengan semangat Nabila beranjak dari duduknya dan mengambil jaket di almari pakaiannya. “ Mas tapi kita naik motor aja yaa, aku pengen di boncengin Mas naik motor.”


“ Tapi sudah malam Bil, nanti kamu masuk angin gimana?,”


“ Kan aku sudah pakai jaket, Naik motor aja ya mas ya ya.” Rengek Bila menggandeng lengan Adam menuruni tangga.


“ Ya sudah terserah kamu saja.” Adam pun mengalah menuruti permintaan istrinya.


Sampai di parkiran ada motor bebek dan motor besar, dia menatap istrinya. “ Mau pakai yang mana?” Tanya Adam.


Nabila menunjuk motor bebek/matic di depan Adam. Adam langsung menaiki motor itu, sebelumnya dia memakaikan helm pada Nabila. Suasana malam di kota Jogja pada jam itu masih ramai. Banyak mobil dan motor berlalu lalang. Nabila berpegangan dengan memeluk erat suaminya.


“ Kamu senang Bil?” Tanya Adam. Adam mengendarai motor dengan kecepatan sedang.


“ Banged Mas, dulu aku selalu pengen mengelilingi kota Jogja di malam hari bersama pacarku.” Jawab Nabila.


“ Memang belum pernah?” Tanya Adam lagi.


Nabila menyenderkan kepalanya di punggung Adam. “ Belum Mas, saat SMA aku tidak sempat berpacaran dan waktu kuliah aku kan di Jakarta.” Kata Bila.


“ Masa ??” Tanya Adam tidak percaya. “ Sama Dito juga belum pernah?”


“ Belum pernah, Aku dan Dito hanya dijodoh-jodohkan oleh sahabatku. Kami tidak benar-benar jadian, kadang kita main bersama ngemall tapi itu ramai-ramai. Dan biasanya aku diantar oleh sopir.” Ujar Nabila menceritakan secuil kisah cinta monyet nya dengan Dito.


“ Bagus dong, jadi aku yang pertama boncengin kamu naik motor.” Ucap Adam.


“ Tapi sayangnya kamu bukan yang pertama sih Mas.” Kata Nabila.


“ Gimana sih Bil kamu, katanya belum pernah mengelilingi Jogja naik motor sama pacar kamu ?” Ucap Adam sedikit meninggi.


“ Tapi aku kan nggak bilang belum pernah jalan-jalan naik motor dengan Bapak atau pun Kakek.”


Adam lalu tersadar, jika selain Adam ada dua laki-laki yang juga sangat menyayangi Nabila. “ Hm.. Jadi dulu sering jalan-jalan Naik motor sama Bapak?Atau sama Kakek?”


“ Sering sih, kalo sama Bapak cuman muter komplek. Kalo sama Kakek sering muter-muter kota Jogja, tapi sembunyi-sembunyi soalnya kalau Ibu tau nanti marah.”

__ADS_1


“ Kenapa Ibu marah?”


Bersambung ...


__ADS_2