Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Puzzle


__ADS_3

"Kalian darimana sampai larut begini?" Daniel kembali bergabung dengan Mike dan Defan diruang keluarga.


Defan menyuruput teh manis yang baru saja dihidangkan asisten rumah tangga. "Kita ke rumah keluarga Dewi,


kak."


"Keluarga Dewi?Apa yang terjadi, apa Abel di maki-maki?" tanya Mike penasaran.


Defan menggelengkan kepalanya. "Tidak, mereka tidak tau jika kak Daniel menjadi saksi kematian Dewi." jawab Defan.


"Ceritkan detailnya." Pinta Daniel ingin mendengar dengan jelas apa yang dilakukan Istrinya dan adik tirinya itu hingga pulang larut.


Mike mengangguk setuju, karena juga merasa penasaran.


"Mereka tau Dewi meninggal karena dibunuh namun tidak tau siapa tersangkanya. Keluarga Dewi juga


menceritkan beberapa minggu terakhir Dewi sering di jemput orang dengan mobil mewah." Ucap Defan menjelaskan.


"Tidak mungkin Ilham, lelaki itu tidak memiliki mobil mewah." Daniel menanggapi cerita Defan.


"Menarik." sahut Mike.


"Apa lagi yang kamu dapatkan?" Tanya Daniel.


"Dewi memberi uang kepada keluarganya dalam jumlah banyak, bahkan mampu untuk membeli pekarangan dan


membayar hutang-hutang keluarganya."


Daniel dan Mike saling pandang seakan menemukan titik terang. Ia juga yakin ada sosok yang sedang bermain-main dengannya, ini tidak bisa dibiarkan apalagi sudah menghilangkan nyawa seseorang.


"Baiklah, kau pasti lelah. Istirahat lah di kamar tamu." Daniel memanggil asisten rumah tangga di rumah mertuanya untuk menyiapkan kamar bagi Defan. Yah, Daniel memang menganggap rumah mertua nya seperti rumahnya sendiri.


"Terima kasih, kak." Ini yang diinginkan Defan berada didakat Daniel, kakak yang dulu tidak pernah bisa ia jangkau. Jangan kan ia jangkau, dulu membayangkan Daniel akan memanggila namanya saja sepertinya mustahil.


"Aku juga ingin menginap." Ucap Mike merasa malas pulang ke apartemennya.


"Kau tidak diterima, kamar tamu sudah penuh. Pulang saja!" usir Daniel.


"Kau..."


"Pulang sebelum tengah malam dan terkena begal." Sekali lagi Daniel mengusir Mike dengan santai. Akhirnya Mike pulang dengan lesu.


Pagi harinya, Daniel tidak bekerja di kantor. Ia hanya bekerja dari rumah karena untuk beberapa waktu hingga kasus Dewi menemui titik terang Daniel menjadi tahanan rumah. Daniel tidak keberatan dengan keputusan pihak kepolisisan ia justru merasa senang. Dengan begitu Daniel mempunyai alasan untuk cuti lagi dan bisa menghabiskan waktu yang banyak dengan Abel di ranjang. Seperti pagi ini, Daniel sudah meminta jatahnya dua


kali pada Abel.

__ADS_1


"Lagi sayang." bujuk Daniel pada istrinya. Abel menggeleng tegas.


"Capek, bee. Kamu mau aku jalannya ngangkang gara-gara kamu?" Daniel menggelengkan kepalanya sambil


nyengir. "Yaudah, cukup." Kata Abel kemudian lalu turun dari ranjang menuju kamar mandi masih dalam kondisi polos tanpa sehelai benangpun.


"Gilak, istri gua body nya." memeragakan body goals Abel dengan meliukkan kedua tangannya.


"Dasar mesum." Cibir Abel mendengar ucapan Daniel tentang bentuk tubuhnya, seketika Daniel pun terkekeh.


Usai sarapan Daniel kembali ke kamar, di ikuti pula oleh Abel. Jika, Daniel akan menghabiskan waktunya bekerja


di dalam kamar. Berbeda dengan Abel, perempuan itu akan menghabiskan waktunya dengan menonotn drama sambil menemani Daniel.


drtttt…drttt.. Ponsel Daniel yang berada di nakas bordering.


“Dari Leo, bee.” Abel mengambil ponsel Daniel informasi di layar ponsel lelaki itu. Lalu menyerahkan ponselnya


pada sang empunya.


Menerima ponsel dari Abel. “Hallo.”


“Gue udah cek status transaksi yang masuk di rekening Dewi.” Sahut Leo dari seberang.


“Catatan transaksi di rekeningnya bersih, hanya ada transferan masuk dari perusahaan dan kakak ipar lo.” Jawab


Leo.


“Dari Caca?” Kening Daniel mengerut.


“Ya, gue kirim laporannya.” Balas Leo.


“Oke.” Daniel mengakhiri telepon dari Leo.


Daniel melihat kesekliling kamarnya, untung saja Abel keluar saat Daniel sedang beretelepon dengan Leo. Jika tidak Abel pasti akan bertanya kenapa nama Caca di bawa-bawa.


Saatnya bagi Daniel merangkai puzzle-puzzle dari kemungkinan-kemungkinan yang ada untuk menyelesaikan masalah Dewi.


“Jika rekening Dewi bersih, kemungkinan wanita itu menggunakan rekening atas nama orang lain. Menarik,


orang di belakang Dewi tentunya bukan orang sembarangan.” Gumam Daniel.


**


Saat Daniel sibuk dengan ponselnya, Abel pergi ke dapur untuk membuat jus. Entah mengapa Abel merasa sangat ingin meminum jus wortel buatannya sendiri, selain membuat jus, Abel juga menggoreng pisang goring krispi. Pisang goplek yang belum matang di potong tipis-tipis lalu di bumbui ulekkan garam dan bawang putih dan langsung di goreng. Hasilnya seperti keripik pisang rasanya gurih dan keras.

__ADS_1


Abel membawa apa yang baru saja ia buat ke dalam kamar. Ia juga membuatkan Daniel es coklat dan sepiring penuh pisang goreng krispi ala Abel.


Melihat Daniel tengah sibuk dengan laptopnya, Abel meletakan es coklat dan pisang goreng di meja kaca tanpa suara. Lalu, ia berjalan kearah ranjang dan naik keatas ranjang mulai tiduran. Padahal belum ada jam 11 pagi namun Abel sudah merasa mengantuk. Tak perlu waktu lama Abel langsung terlelap dalam tidurnya. Tidur pagi menjelang siang.


“Dasar kebo.” Daniel geleng-geleng kepala mendapati istrinya sudah tidur pulas.


Sepertinya tidur Abel mempengaruhi kinerja Daniel, lelaki itu seakan terhipnotis untuk ikut bergabung dengan Abel


meringkuk di bawah selimut di atas ranjang yang sama. Alhasil Danile meninggalkan pekerjaanya dan ikut tidur siang.


**


Daniel kembali pergi ke kantor polisi memenuhi panggilan kedua dari pihak kepolisian namun, saat ini dia tidak


sendiri. Selain Daniel ada dua orang yang ikut di panggil pihak kepolisian terkait kematian Dewi, keduanya adalah Caca dan Abel. Caca ikut dimintai keterangan oleh kepolisian karena sebelum meninggal Dewi bersahabat dengan


Caca. Beberapa pertanyaan yang pihak kepolisian tanyakan pada Caca adalah bagaiamana sosok Dewi semasa hidupnya, apakah Dewi mempunyai musuh dan bagaimana hubungan Caca dan Dewi sebelum Dewi meninggal. Sementara Ilham di mintai keterangan karena dari daftar riwayat panggilan telepon di ponsel Dewi, Ilham lah yang terlalu sering menghubungi Dewi.


“Ya iyalah mereka sering berkabar, mereka kan pasangan selingkuh.: Batin Caca saat tidak sengaja mendengar apa yang tim penyidik tanyakan pada Ilham. Mungkin saat ini Caca sudah tidak peduli dengan perselingkuhan Dewi dan Ilham di masa lalu. Namun, luka yang Caca terima belum sembuh seutuhnya.


Jika, Caca menjawab apa adanya, berbeda dengan Ilham. Lelaki itu tidak membeberkan hubungan apa yang ia dan


Dewi miliki pada tim penyidik. Ilham hanya mengatakan sering menghubungi Dewi karena masalah pekerjaan. Mereka berdua sempat terikat dalam projek pekerjaan yang sama beberapa kali.


“Cih, bilang aja pasangan selingkuh. Pakai muter-muter segala.” Cibir Caca.


“Anda cemburu.” Mike yang tidak sengaja mendengar cibiran Caca pun menanggapinya.


Caca menoleh, Sejak kapan Mike berdiri di sebelahnya?Pikir Caca malu, jangan-jangan Mike mendengar semua


gerutuan Caca sejak tadi.


“Cemburu?”Ulang Mike.


“Mana mungkin, haha.” Caca menjawab dengan salah tingkah. Hei, apa yang membuat Caca salah tingkah?Pertanyaan Mike atau Mike yang memergoki dirinya sedang menggertutu. Entahlah, hanya Caca yang


tau.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2