
Taruhan di menangkan oleh Yoga. Sesuai prediksi Yoga pemenangnya adalah pemilik mobil putih. Dalam perjalanan pulang Yoga merasa senang karna besuk dirinya akan mendapatkan mobil baru. Bahkan Yoga bisa memilih mobil seperti apa yang diinginkannya. Tejo dan Trisno tidak bersedih meskipun kalah. Mereka justru senang karna nanti akan menonton balap mobil lagi.
***
Ibuk Putri dan Mama Silfi baru saja datang dari jalan-jalan. “Bi tolong bantu keluarkan paperbag yang ada di mobil ya, Bi.” Ucap Putri pada Bi Sumi dan Bi Ijah.
“Siap Bu.” Jawab Bi Sumi dan Bi Ijah. Keduanya langsung mengeluarkan puluhan paperbag dari dalam mobil.
Mama Silfi menyuruh Bu Sumi dan Bi Ijah meletakan paperbag yang banyak itu di ruang keluarga.
“Rame mas, kayaknya udah pada pulang.” Ujar Nabila yang sedang membaca novel sementara Adam tiduran dengan paha Nabila. Adam sedang memainkan game pubg dengan ponsel pintarnya.
Adam pun memasang telinganya. Mereka memang tidak menutup pintu kamarnya rapat, jadi, bisa terdengar suara mama Silfi yang berteriak memanggil Nabila dari tengah tangga. “Mama manggil, mas.” Ucap Nabila.
“Yah yah yah..mati kan,” keluh Adam saat kalah memainkan game nya. Adam lalu bangkit dan duduk. “Salah kamu nih, Bil. Aku kalah kan.” Gerutu Adam.
“Lah kok salah Bila?”
“Ya kamu dari tadi ngajakin ngomong jadi nggak fokus aku.”
“Hiss, mas aja yang kalahan. Udah, aku ke bawah dulu sebelum mama teriak lagi.” Nabila menggerakan kakinya turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar. Perempuan itu menuju ruang keluarga memenuhi panggilan sang mama mertua.
“Lama banged sih, Bil. Ibuk sama mama udah manggil dari tadi lho.” Ucap bu Putri.
“Maaf, buk, Ma, ada apa mama manggil Bila?” Tanya Nabila.
“Ini lho, mama sama ibuk kamu mau nunjukin seragam buat acara besuk.” Ujar mama Silfi menunjuk puluhan paper bag. Sebelumnya, Mama Silfi sudah meminta izin pada Nabila untuk mengurus seragam acara pengajian 4 bulanan Nabila. Nabila tidak menolak kebaikan mama mertuanya, justru Nabila merasa senang karna lebih hemat tentunya. Seragam itu akan di pakai oleh keluarga besar Nabila.
Nabila mendekati paperbag itu dan membukanya. Warna seragam besuk adalah putih. Nabila mengambil baju dari paper bag itu dan menjembreng nya. “Bagus ma, Nabila suka.”
“Alhamdulillah, mama seneng dengernya. Tau nggak ini butik langganan mama lho, Bil. Kalau ke Korea atau Shanghai mama sering mampir cabangnya. Ownernya cantik banged, Bil. Terus anaknya kembar cewek cowok, lucu banged gemesin. Itu lho Bil, seragam waktu lamaran sama nikahan kamu juga pesannya di sana. Kalau lebaran mama juga sering nya pesan di sana. Pengerjaannya cepet, Bil. Tadi mama sama ibuk juga mampir butiknya yang di Mall, kita belanja di sana.” Tutur mama Silfi panjang lebar.
Nabila nampak manggut-manggut mendengarkan ucapan mama Silfi. Nabila lalu membaca logo di paper bag, karna penasaran dengan butiknya. “AA fashion?” Nabila membaca tulisan yang tertera di paperbag. “Ini kan butik mbak Ayu.”
Mama Silfi mendengar ucapan Nabila. “Iya ownernya namanya Ayu, kamu kenal?Aslinya orang Jogja lho, Bil. Iya kan Jeng?” Menoleh pada ibu Putri yang sedang asik menikmati camilan.
__ADS_1
“Iya.. Asli minomartani lho Nduk, tadi ibuk sempat ngobrol juga.” Timpal Bu Putri.
“He’m buk, ma, Bila kenal sama mbak Ayu. Bila juga undang mbak Ayu ke acara besuk kok,” ucap Nabila.
“Wah bagus dong. Nanti suruh ajak anak-anaknya ya, Bil. Mama penasaran.”
“Siap, Ma.”
Obrolan berakhir dengan ketiga nya yang sibuk mencoba baju masing-masing.
***
“Udah sayang?” Tanya Adam. Laki-laki itu sudah tiduran di ranjang menunggu istrinya kembali ke kamar.
Nabila masuk kekamar dan menutup pintu lalu menguncinya. “Udah kok, mas.” Perempuan itu lalu ke kamar mandi untuk mencuci muka. Nabila lalu duduk di kursi riasnya untuk membersihkan wajah dengan toner, dan memakai krim malamnya. Setelahnya Nabila naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelah Adam.
“Mas?”
“Hmm.”
“Pengen punya anak cewek atau cowok?” Tanya Nabila.
“Ya, aku juga mau mas. Tapi, kita kan nggak tau. Misal nggak kembar mas mau cewek atau cowok?” Tanya Nabila lagi.
“Cewek atau cowok nggak masalah, Bil. Aku suka keduanya, yang penting anak kita lahir sehat dan lancar aku udah bahagia banged.” Jawab Adam.
Nabila tersenyum mendengar jawaban Adam. “Makasih ya, mas.” Ucap Nabila menelusupkan kepalanya di dada bidang Adam.
“Makasih buat apa?” Tanya Adam.
“Makasih udah mau menuruti kemauan kakek menikah dengan Bila.”
Adam menciumi puncak kepala Nabila. “Justru aku yang makasih sama kamu, sayang. Makasih udah mau menerima aku menjadi suamimu. Makasih sudah ikhlas menjadi istriku yang baik.” Ucap Adam.
“Aku bahagia mas menikah sama kamu!”
__ADS_1
“Aku lebih bahagia menikahi kamu, sayang!”
***
Pak Hendra dan papa Wisnu sedang minum teh di ruang tamu.
“Kamu nggak cuti aja Nduk?” Tanya pak Hendra.
“Iya nak, apa nggak sebaiknya kamu cuti saja?Besuk kan acara pengajian 4 bulanan kamu. Papa takut nanti kamu kelelahan.” Timpal papa Wisnu.
“Enggak papa, pak, pa, hari ini Nabila cuma satu mata kuliah aja kok.” Jawab Nabila yang sudah bersiap akan ke kampus.
Adam datang dari belakang menghampiri Nabila. “Ayo sayang!” Ajak Adam tidak menyadari Nabila sedang mengobrol dengan Hendra dan Wisnu. “Loh ada bapak sama papa.” Ucap Adam.
“Papa sama bapak melarang istri kamu kuliah, Dam. Tapi Nabila nggak mau dengar.” Ucap papa Wisnu.
“Tenang saja pa, ada Adam. Hari ini Adam akan mengantar dan menunggu Nabila sampai pulang kuliah. Cuma 2 jam kok.” Ucap Adam.
Papa Wisnu menghela nafasnya. “Ya udah, yang penting jangan sampai Nabila lelah.” Kata papa Wisnu mengingatkan. Adam dan Nabila lalu berpamitan pada pak Hendra dan papa Wisnu.
***
Hari pengajian 4 bulanan Nabila. Rumah mewah Adam sudah di sulap dengan dekorasi mewah untuk acara pengajian. Adam mengundang 100 anak panti untuk datang ke acara 4 bulanan Adam. Selain anak panti, Adam juga mengundang kerabat dekat, sahabat dan tetangga komplek.
Nampak sahabat Nabila sudah datang, ada; Abel, Nita, Ayu dan anak kembarnya. Selain itu sahabat Adam juga sudah datang, ada;Riko dan Kevin. Acara pengajian 4 bulanan kehamilan Nabila berjalan lancar. Setelah pengajian para tamu di persilahkan untuk menikmati hidangan.
“Kamu capek, sayang?” Tanya Adam seraya menggenggam tangan Nabila.
Nabila mengangguk. “Aku ingin istirahat, tapi nggak enak sama para tamu, mas.” Jawab Nabila jujur.
“Kita ke belakang aja, aku panggilin Abel. Nanti kamu istirahat dulu, biar aku yang menemui tamu-tamu.” Ucap Adam langsung menggandeng tangan Nabila menuju ruang belakang. Adam juga memanggil Abel dan Nita untuk menemani Nabila. Tapi, Nabila meminta Adam untuk memanggil Ayu. Nabila ingin bertanya pada Ayu seputar kehamilan.
.
.
__ADS_1
.
.