
“Kamu jangan berlagak kaya, saya tau kamu itu hanya pura-pura kaya, belagu mau memutuskan kerja sama. Coba bilang sama bos kamu dulu, bos kamu pasti tidak mau membatalkan kerja sama. Pegawai rendahan seperti kamu saja belagu sekali.” Mamanya Dio mencemooh Adam, dia tidak tau Adam adalah bosnya karena Adam hanya berpakaian casual biasa.
Nita semakin tertekan mendengar mamanya Dio yang menghina Adam. Nita semakin merasa bersalah. Semua ikut terseret karena membantu Nita.
Nita berlutut bersimpuh di hadapan mamanya Dio. “Maaf tante, saya minta maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam. Jika saja saya tidak menjalin hubungan dengan Dio mungkin kejadian itu tidak akan terjadi, dan mungkin sekarang Dio masih ada ditengah-tengah kita. Maafkan saya tante, maafkan saya yang menyebabkan kematian Dio. Tolong limpahkan semua kesalahan pada saya, jangan menghina sahabat-sahabat saya. Cukup saya tante, cukup saya saja yang menerima hinaan dari tante.” Ucap Nita dengan berlinangan air mata.
Riko tidak tega melihat Nita yang kini berlutut bahkan hampir bersujud di hadapan mamanya Dio. “Bukan salah kamu, Nit. Bukan, bukan salah kamu.” Kata Riko mengajak Nita untuk berdiri tapi Nita masih kekeuh berlutut dihadapan mamanya Dio.
“Pak Jodi, apa anda tidak bisa mengurus istri anda sendiri?” Bentak Adam.
Seketika bentakan Adam menyadarkan Papanya Dio dari lamunannya, pak Jodi segera menyeret mamanya Dio untuk pergi dari tempat itu. “Ma, sudah maa. Ayo kira pergi ma, tolong dengarkan papa sekali ini saja. Orang yang membentak itu bukan orang sembarangan ma, dia Presdir Hanggara Group Ma, dia bahkan bisa membuat perusahaan kita bangkrut dalam hitungan detik Ma.” Lirih pak Jodi pada istrinya.
Mamanya Dio yang mendengar kata Hanggara Group pun langsung ciut nyalinya, semu orang tau betapa besar kekuasaan Hanggara Group di negeri ini. Akhirnya mamanya Dio pun memilih pergi meninggalkan pusara putranya karena takut perusahaannya bangkrut setelah menyinggung orang yang penting.
Setelah mamanya Dio pergi, Riko membantu Nita untuk berdiri. Kaki Nita kram saat hendak berdiri Nita hampir jatuh tapi ditahan oleh tangan kekar Riko.
Adam menggendong Nabila pergi dari tempat itu, Nabila tidak kuat untuk berdiri karena kakinya keseleo setelah terjatuh. Abel mengikuti Adam dari belakang seraya menenteng tas Nabila, begitu juga dengan Riko yang berjalan sambil memapah Nita.
Adam mencari rumah sakit terdekat untuk memeriksa kehamilan Nabila, Adam takut saat Nabila jatuh tadi mempengaruhi kehamilannya. Apalagi Nabila juga terjatuh, sepulang dari rumah sakit Adam mengajak Nabila dan yang lainya ke rumah Kevin yang berada tidak jauh dari rumah sakit. Rumah Kevin yang ada dibandung hanya dihuni oleh pembantu yang bertugas menjaga keamanan dan kebersihan rumah. Rumah itu dibeli Kevin untuk tempat tinggal jika ada kegiatan di Bandung. Adam dan Riko juga sudah terbiasa menempati rumah itu jik sedang pergi ke Bandung.
Adam menurunkan Nabila yang sedang di bopongnya ke sofa panjang. Lalu meminta pembantu untuk mengambilkan minum.
Perhatian Adam ke Nabila teralihkan saat Nita yang dipapah Riko tiba-tiba pingsan pas masuk kedalam rumah. Riko dengan cepat membopong Nita dan menurunkan Nita di sofa panjang depan Nabila. Riko panik, segera Riko menghubungi dokter.
Ternyata Nita hanya kelelahan dan merasa setres karna pikiran. Abel sendiri pusing melihat Nabila yang tidak bisa berjalan dengan benar karena kakinya keseleo dan melihat Nita yang masih belum sadar.
__ADS_1
Saat hampir jam makan malam Nita baru sadar, Riko sangat telaten menunggu Nita saat pingsan. Riko bahkan mengoleskan salep di pipi Nita agar tidak membekas karena tamparan mamanya Dio. Saat Nita sudah tersadar Riko memberitahukan jika malam ini mereka akan menginap di Bandung sesuai arahan dari Adam. Riko pun meminta Nita untuk membersihkan dirinya, sementara Riko menunggu di ruang tengah.
“Dimana Nabila mas?” Nita keluar dari kamarnya sudah fress setelah mandi dan berganti pakaian. Riko sengaja membelikan baju untuk Nita dan Abel karena akan menginap. Sementara untuk keperluan Nabila sudah pasti diurus suaminya.
“Dikamar, istirahat kakinya agak bengkak. Tapi sudah makan malam kok.” Kata Riko menunjuk kamar sebelah kamar yang tadi Nita tempati saat tidak sadar.
“Kalau Abel?”
“Abel baru keluar sama pak Slamet cari Batagor, dia kaya orang nyidam saja tiba-tiba pengen makan Batagor. Ayo aku temani kamu makan.” Riko mengajak Nita untuk makan malam.
“Tapi aku tidak lapar.” Jawab Nita.
“Tapi aku lapar, aku bahkan tidak makan seharian karena khawatir sama kamu.” Lirih Riko.
Nita yang mendengarnya tersenyum tipis. “Baiklah, ayo kita makan bersama.”
Adam mengipasi kaki Nabila yang bengkak. “Sakit nggak?”
“Enggak.”
Ada perasaan bahagia saat Adam dan Riko tiba-tiba datang ke makam tadi. Bagi Nabila itu berarti Riko benar-benar peduli pada Nita. Riko sudah siap untuk mengenal Nita lebih dalam termasuk masa lalu Nita.
“Mas Adam, memangnya kaki Nabila panas pake di kipasan segala?” Celutuk Abel yang langsung masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu.
“Siapa tau nanti bengkaknya sedikit kempes Bel.”
__ADS_1
Astaga. Yakin ini Presdir Hanggara Group?Sejak kapan kalo bengkak bisa kempes karena dikipasin. Batin Abel mendekat.
Abel membawa piring berisi Batagor dan segelas air putih. Setelah tadi puas makan Batagor di tempat, Abel tidak lupa untuk membungkus Batagor untuk Nabila dan Nita. Abel langsung menyerahkan sepiring isi Batagor itu untuk dimakan Nabila.
Adam sendiri langsung keluar dari kamar begitu Abel masuk. Kejadian tadi siang masih membekas di benak Adam, bagaimana Adam melihat istrinya sendiri jatuh tersungkur tepat di depan matanya.
5jam yang lalu Adam menyelesaikan pekerjaanya dengan cepat lalu menghubungi Riko mengajaknya untuk menyusul Nabila dan sahabatnya ke Bandung. Tak disangka Adam malah melihat hal yang sangat dibenci nya. Adam sangat membenci Nabila terluka, selama ini Adam bahkan sangat berhati-hati dalam menjaga Nabila, bagaimana bisa orang luar dengan mudahnya menyakiti Nabila.
“Aku akan membalas mereka yang menyakiti Nabila berlipat-lipat dari apa yang dirasakan Nabila!” Kata Adam pada dirinya sendiri. Adam lalu duduk di sofa ruang keluarga rumah itu.
“Mas Adam, di cariin sama Nabila!” Seru Abel dari pintu kamar yang Nabila tempati berjarak sekitar 10 meteran dari ruang keluarga.
Padahal belum ada 10 menit Adam meninggalakn Nabila, Adam langsung kembali ke kamar begitu Nabila memanggilnya. Diruangan itu sudah ada Nita dan Riko juga. “Kenapa sayang?Kamu butuh sesuatu?” Tanya Adam seraya duduk di tepi ranjang.
Nabila menggelengkan kepalanya. “Nggak ada apa-apa, aku sama Nita mau cerita sesuatu.” Jawab Nabila.
“Sebenarnya Randy dan Dio adalah...”
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..
Besuk terungkap siapa Randy dan Dio.