
Sarapan pagi ala keluarga Adam. Kepala keluarga alias Adam sarapan dengan nasi goreng buatan istrinya, ia sengaja meminta Nabila bangun pagi untuk membuatkannya nasi goreng. Menteri keuangan alias Nabila memilih sarapan roti tawar. Sedangkan anggota keluarga alias Yoga memilih sarapan dengan menu berat, yaitu nasi lengkap dengan sayur dan lauk sudah seperti makan malam saja.
“Ga nanti kamu sampai sekolahan bisa-bisa nggak ikut pelajaran tapi malah tidur karena kekenyangan.” Sindir Adam.
“Aku butuh nutrisi yang cukup untuk menghadapi ulangan mas.” Jawab Yoga seraya menggigit paha ayam goreng.
“Hm.. Mas nggak ngaca ngatain Yoga kaya gitu?Mas sendiri udah nambah 2 kali nasi gorengnya.” Sahut Nabila.
“Aku harus sarapan yang banyak sayang, nanti ada meeting.” Balas Adam santai.
“Kalian berdua kok bisa sih sarapan banyak begitu?”
“Ngirit!” Ucap Yoga dan Adam bersamaan.
“Maksudnya?” Tanya Nabila tidak paham.
“Ya ngirit sayang, kalau sarapan banyak nanti makan siang nggak perlu beli makan. Cukup ngopi aja.” Ceplos Adam yang diangguki Yoga.
“Betul!” Sahut Yoga setuju.
“Astaga kalian!” Nabila menggelengkan kepalanya. “Apa perlu aku kasih kalian tambahan uang jajan?” Tanya Nabila serius.
“Nggak usah sayang, dari pada uang jajan mending kamu kasih izin aku buat beli mobil sport baru.” Ucap Adam nyengir, sudah lama lelaki itu mengincar mobil sport terbaru dari Ferrari tapi tidak berani membelinya tanpa izin Nabila.
__ADS_1
“Hei.. tidak mungkin, habiskan dulu mobil mas yang ada di garasi!” Tegas Nabila dengan menyilangkan kedua tanganya pertanda tidak setuju dengan permintaan Adam.
“Yah.” Adam kecewa.
“Kalau kamu Ga?Mau uang jajan tambahan?”
“Nggak mbak uang jajan ku masih banyak, kalau bisa sih beliin PS terbaru aja.”
“Oh cuman PS gampang lah, nanti pulang sekolah kamu jemput mbak di cafe terus kita ngemall.” Balas Nabila santai.
“Sama ganti peleg mobil ya mbak?”
“Boleh lah, bisa diatur.”
“Yes.” Teriak Yoga dengan girangnya.
“Habisin dulu mobilmu mas, nanti baru beli lagi.” Ujar Nabila.
Adam harus memutar otaknya agar mendapat izin dari Nabila untuk membeli mobil lagi.
***
“Yakin mau masuk kuliah?” Tanya Riko pada Nita.
__ADS_1
“Iyaa, aku udah bolos kemarin Nabila sama Abel pasti khawatir.”
“Oke, aku antar.” Riko mengambil mobilnya di garasi diikuti Nita. Semalam Nita menginap di rumah Riko tapi beda kamar agar tidak terulang kejadian malam sebelumnya.
Riko sengaja mengajak Nita untuk menginap dirumahnya karena takut Nita sedih jika tinggal di apartemen sendirian.
Di dalam mobil Nita hanya diam, ia masih memikirkan alasan yang akan di katakan nya pada Nabila dan Abel. Nabila dan Abel pasti akan menanyai Nita yang kemarin bolos dengan pertanyaan menyelidik.
“Kenapa sayang?” Riko melirik Nita yang duduk di sebelahnya.
“Menurut mas Riko nanti saat Bila dan Abel tanya aku harus jawab apa?” Meminta pendapat Riko.
“Jawab aja kamu sedih terus gak mood masuk kuliah.” Kata Riko lembut.
“Yakin berhasil?”
“Pasti berhasil, mereka pasti ngira kamu masih sedih atas kepergian ibu.”
Benar kata Riko, alasan yang cukup masuk akal dan bisa diterima. Akhirnya Nita memutuskan menggunakan alasan itu saat ditanya kedua sahabatnya.
Di kamus Nabila dan Abel sudah menunggu kedatangan Nita. Nabila sendiri mondar-mandir di depan ruang kelas menunggu Nita yang tak kunjung kelihatan batang hidungnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung..