Menikahi Lelaki Pilihan Kakek

Menikahi Lelaki Pilihan Kakek
Identitas Aira


__ADS_3

***Boss Club***


Boss Club adalah salah satu bar yang paling terkenal di Jakarta, dan pemiliknya adalah Tuan Adam Ruhby Hanggara. Adam memiliki Club, Hotel, Mall dan Perusahaan finansial tanpa sepengetahuan orangtuanya. Adam tengah berada di ruang VVIP Boss Club bersama asistennya dan teman-temanya.


“Kenapa lo Bro, gak bersemangat gitu?” Tanya Kevin,sahabat baik Adam.


“Gimana kalo kita senang-senang malam ini?” Ajak Riko.


“Males, gua cabut duluan ada meeting pagi besuk.” ucap Adam bangkit dari duduknya.


“Gak asik Lo Bro.” Riko yang sudah mabuk. Mendengar ucapan Riko, Adam hanya melambaikan tangan kemudian meninggalkan tempat itu di ikuti Tio.


“Kita pulang saja Tio!”


“Baik, Tuan.”


Tio melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan. Sesekali melirik kearah kursi penumpang, Adam nampak memejamkan matanya seperti tidur.


“Sudah sampai Tuan.”


“Hemm, kamu pulanglah.”


“Baik, selamat beristirahat Tuan.”


“Hemm.”


Sesampainya di rumah Adam segera membersihkan diri, saat di bar Adam tidak meminum alkohol jadi tidak mabuk. Ia merebahkan dirinya di ranjang. Menatap pada ponselnya dan teringat pertengkarannya dengan Aira. Adam ingin mengirim pesan pada Aira tapi tidak punya nomer handphone Aira, akhirnya ia memutuskan untuk tidur.


Keesokan paginya tepat jam 07:00, Adam sudah siap. Seperti biasa Tio juga sudah menunggu. Di kediamannya, Adam hanya tinggal sendiri tidak ada pembantu, untuk bersih-bersih ada pembantu dari rumah kakeknya yang akan datang setiap 2hari sekali.


“Pagi Tuan, jadwal hari ini Anda akan meninjau proyek di Surabaya.”


“Hemm, jam berapa penerbangannya??”


“Jam 10:30 Tuan.”


“Kalo begitu kita ke Kantor sebentar!”


Adam mengurus kerjaanya di kantor pusat, lalu menuju Surabaya untuk meninjau proyek.


***Cafe Aira***


Hari ini tidak ada mata kuliah, Aira bisa membantu di cafe dari pagi.


“Ra, lo udah selesai kerja belum?.”teriak Abel yang baru saja sampai.


“Kenapa memangnya?”


“Gue mau curhat.”


“Oke wait, aku ke dalam sebentar. Lo cari tempat duduk yang nyaman sana.” Aira masuk untuk melepas seragam cafenya dan berganti baju. Kemudian menghampiri sahabatnya. “Mau minum apa?,”


“Ice Vanila Milk.”


“Baik Tuan putri, mohon ditunggu sebentar.” Aira memesan minuman dan beberapa camilan pada karyawannya.


“Ada apa?”

__ADS_1


“Apa ada yang lo sembunyiin dari gue?” Tanya Abel.


“Maksud lo bel?”


“Dah lo jujur aja, siapa diri lo yang sebenarnya?Gue dah tau semua, cuman pengen denger langsung dari mulut lo.”ucap Abel santai.


Apa aku sudah ketahuan? Aira sedikit cemas tapi pura pura tenang.


“Lo ngomong apa sih bel?”


“Gue tau lo putri dari keluarga kaya, masih ngga mau ngaku ?”


“Bel lo beneran tau?” Bisik Aira.


“Iyah gue tau semuanya,” Abel ikut ikutan berbisik pada Aira.


“Lo tau dari mana?,”


“Tadi gue ke rumah sakit berniat menyicil uang operasi Ibunya Nita, tapi sampai di administrasi ternyata udah ada yang bayar lunas. Setelah gue hampir pergi, gue gak sengaja denger mbak Administarsinya nyebut nama lo, terus gue paksa akhirnya mereka ngaku lo yang bayarin semua biaya Ibu Sofi.” ucap Abel panjang lebar menjelaskan.


“Terus Nita tau ngga?”


“Tau, gue yang kasih tau.Dia mau ketemu lo, tapi masih sibuk jaga ibunya.”


“Maafin gue ya bel, gue gak jujur sama lo.” Aira menunduk sedih, ia takut sahabatnya akan marah.


“Gak perlu minta maaf, dari awal temenan gua kan udah bilang gua gak peduli sama status kasta lo, lo tetep sahabat baik gue.”


“Nita gimana?Dia marah ngga sama aku?”


“Nggak, dia sangat bersyukur punya malaikat yang menjelma sebagai sahabat,”


“Lo ceritaim tentang kehidupan lo pelan pelan ke gua sama Nita, jangan ada rahasia lagi di antara kita. Oke?”


“Siap,” ucap Aira memeluk sahabatnya.


Alhamdulillah mereka gak marah sama aku. Gumam Aira.


“Tapi berhubung lo kan kaya, traktir gue makan disini ya.” pinta Abel memelas.


“Lo bisa makan sepuasnya disini, ini cafe milik gue sama Toko cake sebelah!”


“Seriusan?”


“ Hemm,”


“Mantap lo Ra, udah cantik, printer, tajir lagi.” ucap Abel. “Eh,lo ada ide gak?”


“Ide apa?”


“Gua tadi jual tas branded, rencana mau buat bantu ibu Sofi tapi karena udah lo bayar semua jadi uang gue ngga terpakai,” ucap Abel “Atau kita nge Mall aja, foya foya yuk?”


Aku ajak Abel ke panti asuhan aja kali yaa.


“Gue tau cara ngabisin duit lo,”


“Gimana,?bukan nyari ****** kan?”

__ADS_1


“HusS, sembarangan! Habisin makan lo dulu.”


Abel menikmati semua menu spesial di cafe Aira dengan gratis, sampai sangat kenyang dan hampir tidak kuat berdiri.


“Tapi gue gak bawa mobil, naik taksi aja yuk.” ucap Abel menggandeng lengan Aira.


“Pakai mobil gue.”


Akhirnya Nabila melajukan mobilnya menuju Indogrosir untuk membeli sembako. Sampai di Indogrosir Aira membeli sembako yang dibutuhkannya, tentu saja Abel yang membayar.


“Ra lo beli Sembako, dan peralatan sekolah?” Tanya Abel melihat banyaknya barang yang sudah di belinya. “Emang bagasi lo muat?”


“Muat?” Aira memasukan barang-barang ke dalam mobil. Selain bagian kemudi dan kursi sampingnya, mobil Aira penuh dengan sembako.


“Setelah ini kita kemana?” Tanya Abel.


“Kita ke panti, nah uang lo kan sebagian udah di pakai buat beli sembako, sebagianya lagi terserah mau lo sumbangin ke ibu Panti atau lo simpen buat hidup.”


“Panti Asuhan maksud lo?”


“Yups,”


Gila ni anak bener-bener malaikat, gak sangka gue punya temen semulia dia. Abel menghitung sisa uangnya, dan memasukannya ke dalam amplop putih.


“Kita sudah sampai.” ucap Aira turun dari mobil, kedatangan Aira disambut oleh anak-anak panti dengan gembira.


“Kakak Nabila!” ucap salah satu anak panti.


“Halo sayang apa kabar?” Aira memeluk anak itu, kemudian diikuti oleh anak anak yang lainya berhamburan memeluk Aira. “Hari ini kakak Nabila kesini bersama teman kakak, yuk kalian kenalan dulu”


“Halo aku Abel!” ucap Abel memperkenalkan diri, dan disambut oleh pelukan jangan anak-anak.


Aira meminta bantuan pengurus panti untuk menurunkan barang-barang dari mobilnya. Kemudian ia bersama Abel menemui ibu panti. Abel menyerahkan sumbangan kepada ibu panti, setelah itu mereka bermain bersama anak-anak panti. Karena sudah petang, akhirnya Aira dan Abel memutuskan untuk pamit.


“Lo mau dianter kemana bel?”


“Gue mau nginep dirumah lo dong, gue kan belum pernah main ke rumah lo.”


“Boleh, yang penting lo izin dulu sama Mama Papa lo!”


“Itu mah urusan gampang, ke Mall dulu beli baju ganti.”


“Gak usah, gue masih ada beberapa baju baru lengkap dengan dalemannya. Lo bisa pakai itu.”


“Okay.”


Sampai di apartemen Aira, Abel terlihat sangat takjub sampai mulutnya menganga melihat apartemen Aira.


“Apartemen lo bagus, sederhana tapi mewah, furniturnya berkelas.” ucap Abel melihat sekeliling.


Bersambung.


.


.


.

__ADS_1


.


Guys yang udah mampir tinggalkan Like dan rate yaa. Aku mohon banged kalian like.


__ADS_2